cover
Contact Name
Sukardin
Contact Email
jurnalprima8@gmail.com
Phone
+6887765978484
Journal Mail Official
jurnalprima8@gmail.com
Editorial Address
Sukardin MNS Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mataram Jln. Asri VI no.136 BTN Perum Elit Kota Mataram Phone: +6287765978484 Email: jurnalprima8@gmail.com
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
ISSN : 24770604     EISSN : 26215152     DOI : -
Core Subject : Health,
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan is a journal that publishes research results from the health field. This journal can publish research articles from various fields of health. However, the scope of the type of articles submitted is research articles in the field of health professions The Focus and Scope of Your Healthy Journal are as follows: - Basic nursing - Health care - Health Knowledge - Midwifery - Public health - Health education if the articles out of the listed scope will be automatically rejected by the editorial team before going into the review stage.
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2021)" : 26 Documents clear
Peran Orang Tua Dalam Memenuhi Kebutuhan Gizi Anak Dengan Perkembangan Anak Usia Pra Sekolah Di Tk Negeri Pembina Ampenan Robiatul Adawiyah
Jurnal PRIMA Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v7i1.222

Abstract

Pendahuluan: Masalahan gizi yang ditimbulkan pada kelompok usia prasekolah diantaranya adalah penolakan terhadap makanan, sulit makan, hanya sedikit jenis makanan yang dimakan, kebiasaan mengkonsumsi makanan ringan di antara waktu makan utama. Anak yang memiliki keadaan gizi yang kurang akan cenderung terganggu dalam perkembangannya. Berdasarkan data tahun 2015 dari 105 anak pra sekolah di TK Negeri Pembina Ampenan, terdapat 21 diantaranya mengalami perkembangan motorik halus dan seni yang kurang optimal dibandingkan siswa lainnya.Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi anak dengan perkembangan anak usia prasekolah di TK Negeri Pembina Ampenan.Metode: Rancangan penelitian ini deskriptif korelasi dengan populasinya semua anak usia prasekolah di TK Negeri Pembina Ampenan. Teknik pengambilan samplenya purpossive sampling sehingga didapatkan jumlah sample sebanyak 86 orang. Instrumen yang digunakan adalah Kuesioner dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisa data dilakukan dengan uji Chi-Square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang antara peran orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi anak dengan perkembangan anak usia prasekolah di TK Negeri Pembina Ampenan hal ini dibuktikan dengan nilai p value sebesar 0,000 dengan taraf signifikan 0,05 ( p < ).Kesimpulan: orang tua berperan baik dalam memenuhi kebutuhan gizi anak maka perkembangan anak akan sesuai menurut usianya.
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN STRES KERJA PERAWAT PELAKSANA PASCA BENCANA DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA eva marvia
Jurnal PRIMA Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v7i1.194

Abstract

ABSTRAKBeban kerja adalah keadaan dimana pekerja dihadapkan pada tugas yang seharusnya diselesaikan pada waktu tertentu. Beban kerja berlebih dapat menyebabkan stres kerja. Hal ini sering terjadi pada perawat IGD dimana perawat IGD merupakan bagian dari rumah sakit yang menjadi tujuan pertama kali pasien yang mengalami keadaan darurat  agar segera mendapatkan pertolongan pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya hubungan beban kerja dengan stres kerja perawat pelaksana diruang IGD RSUD KLU.Dalam penelitian ini menggunakan teknik Total sampling, sampel dalam penelitian ini sebanyak 27 orang perawat pelaksana. Instrumen yang digunakan dalam mengukur beban kerja dan stres kerja adalah kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji statistik Spearman Rank Test.Hasil penelitian ini dapat dilihat dari hubungan beban kerja dengan stres kerja yang ditentukan dengan hasil: analisis beban kerja dengan stres kerja  p=0,041 dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara beban kerja dengan stres kerja perawat pelaksana.Kesimpulan dari penelitin ini menunjukkan bahwa  beban kerja memiliki hubungan dengan stres kerja perawat pelaksana. Penelitian ini direkomendasikan bagi Rumah Sakit sebagai bahan pertimbangan pihak manajemen rumah sakit untuk menyesuaikan beban kerja dengan kemampuan dan keahlian perawat sehingga stres kerja tidak terjadi. 
PERAN PERAWAT DALAM MEMBERIKAN ASUHAN KEPERAWATAN TERHADAP KESEMBUHAN LUKA GANGREN DI RSUD KOTA MATARAM Antoni Eka Fajar Maulana
Jurnal PRIMA Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v7i1.227

Abstract

Pendahuluan: Perawat kontemporer menjalankan fungsinya dalam berbagai peran pemberi perawatan, pembuatan keputusan klinik dan etika, pelindung dan advokat bagi klien, menejer kasus, rehabilitator, pembuat kenyamanan, komunikator dan pendidik. Gangren adalah proses luka atau keadaan yang ditandai adanya jaringan mati atau nekrosis, namun secara mikrobiologis adalah proses nekrosis yang disebabkan oleh infeksi.Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pasien dengan kesembuhan luka ganggren.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian jenis analitik, dengan desain cross sectional.Hasil: Hasil penelitian menunjukan korelasi antara peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pasien dengan luka gangren diperoleh koefisien r = 0,569 dengan signifikansi atau p= 0,009.Kesimpulan: terdapat hubungan positif antara peran perawat dengan luka gangren, dimana peran perawat berhubungan dengan proses kesembuhan luka gangren.
Length of Stay (LOS) Dengan Tingkat Depresi Pasien Lanjut Usia Yang Dirawat Di Rumah Sakit Biomedika Mataram Febriati Astuti; Ni Made Sumartyawati; I Wayan Jelih Suharnata
Jurnal PRIMA Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v7i1.218

Abstract

Pendahuluan: Kondisi multipatologi dengan berbagai penyakit kronik dan polifarmasi dapat meningkatkan kejadian depresi dan lamanya perawatan pada usia lanjut. Lama hari rawat di Rumah Sakit yang berkepanjangan tidak hanya berdampak pada peningkatan biaya perawatan tetapi juga berkaitan dengan terjadinya depresi.Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui length of stay (LOS) dengan tingkat depresi pada pasien lansia di Rumah Sakit BiomedikaMetode: Penelitian ini adalah penelitian Observational analitik yang besifat Cross sectional yang dilakukan pada November 2018-Januari 2019. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dan mendapatkan 41 responden yang dirawat di RS Biomedika Mataram. Data lama hari rawat diperoleh melalui metode observasi Rekam Medis pasien dengan menggunakan lembar kuisioner dan data tingkat depresi pada pasien lansia menggunakan kuisioner GDS-15 (Geriatri Depression Scale 15-item).Teknik analisa data menggunakan uji korelasi rank spearman.Hasil: Hasil penelitian ini menujukkan sebagian besar responden yang dirawat dengan kategori lama hari rawat sedang sebanyak 21 orang (51,2%)dan mengalami depresi terbanyak pada kategori depresi ringan sebanyak 31 orang (75,6%). Hasil uji korelasi antara variabel length of stay (LOS) dan tingkat depresi pada pasien lansia dengan nilai p=0,000.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara length of stay (LOS) dan tingkat depresi pada pasien lansia di Rumah Sakit Biomedika.
PENGARUH EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (EFT) TERDAHAP PENURUNAN CEMAS PADA POST TRAUMATIC STRESS DISORDER (BENCANA ALAM GEMPA BUMI)DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNG alwan wijaya; Ni luh eka Puspawardani
Jurnal PRIMA Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v7i1.199

Abstract

Pendahuluan: Posisi wilayah Indonesia, secara geografis dan demografis rawan terjadinya bencana alam dan non alam seperti gempa tektonik, tsunami, banjir dan angin puting beliung. Wilayah Indonesia terletak diantara 3 lempeng teknonik. Tahun 2018 gempa beruntun melanda Lombok selama 3 pekan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa Posisi wilayah Indonesia, secara geografis dan demografis rawan terjadinya bencana alam dan non alam seperti gempa tektonik, tsunami, banjir dan angin puting beliung. Wilayah Indonesia terletak diantara3  lempeng  teknonik.  Tahun  2018  gempa  beruntun  melanda  Lombok  selama  3  pekan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.Metodologi: Penelitian ini menggunakan pre eksperemental ( one grop pre test- posttest), dengan populasi korban gempa, sampel penelitian sebanyak 20 orang yang diambil dengan porposiv sampling.Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan responden sebanyak 20 sebagian 13 (65%) orang mengalami stress berat setelah diberikan tindakan EFT 1 (5%) mengalami stress berat.Kesimpulan: ada Pengaruh Emotional Freedom Technique (EFT) Terdahap PenurunanCemas Pada Post Traumatic Stress Disorder (Bencana Alam Gempa Bumi)Kata kunci: Kata Kunci : Emotional Freedom Technique, Cemas, Post Traumatic Stress Disorder
Pengaruh Emotional Freedom Technique (EFT) Terdahap Penurunan Cemas Pada Post Traumatic Stress Disorder Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Alwan Wijaya; Ni Luh Eka Puspa Wardani
Jurnal PRIMA Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v7i1.223

Abstract

Pendahuluan: Posisi wilayah Indonesia, secara geografis dan demografis rawan terjadinya bencana alam dan non alam seperti gempa tektonik, tsunami, banjir dan angin puting beliung. Wilayah Indonesia terletak diantara 3 lempeng teknonik. Tahun 2018 gempa beruntun melanda Lombok selama 3 pekan mengakibatkan jatuhnya korban jiwaTujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh emotional freedom technique (eft) terdahap penurunan cemas pada post traumatic stress disorder (bencana alam gempa bumi).Metode: Penelitian ini menggunakan pre eksperemental ( one grop pre test- posttest).Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan responden sebanyak 20 sebagian 13 (65%) orang mengalami stress berat setelah diberikan tindakan EFT 1 (5%) mengalami stress berat.Kesimpulan: ada Pengaruh Emotional Freedom Technique (EFT) Terdahap PenurunanCemas Pada Post Traumatic Stress Disorder (Bencana Alam Gempa Bumi).
HUBUNGAN LENGTH OF STAY (LOS) DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA PASIEN LANJUT USIA YANG DIRAWAT DI RUMAH SAKIT BIOMEDIKA MATARAM febriati astuti
Jurnal PRIMA Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v7i1.193

Abstract

Lanjut usia (lansia) merupakan proses penuaan dengan bertambahnya usia individu yang ditandai dengan penurunan fungsi organ tubuh. Depresi menjadi salah satu gangguan mental yang sering dijumpai pada populasi lansia. Kondisi multipatologi dengan berbagai penyakit kronik dan polifarmasi dapat meningkatkan kejadian depresi dan lama lamanya perawatan pada usia lanjut. Lama hari rawat di Rumah Sakit yang berkepanjangan tidak hanya berdampak pada peningkatan biaya perawatan tetapi juga berkaitan dengan terjadinya depresi. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui length of stay (LOS) dengan tingkat depresi pada pasien lansia di Rumah Sakit Biomedika        Desain penelitian ini adalah penelitian Observational analitik yang besifat Cross sectional yang dilakukan pada November 2018-Januari 2019 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling pada pasien lansia sebanyak 41 orang yang dirawat di RS Biomedika Mataram. Data lama hari rawat diperoleh melalui metode observasi Rekam Medis pasien dengan menggunakan lembar kuisioner dan data tingkat depresi pada pasien lansia diperoleh melalui metode wawancara dengan menggunakan kuisioner GDS-15 (Geriatri Depression Scale 15-item).Teknik analisa data menggunakan uji korelasi rank spearman.Hasil penelitian ini menujukkan sebagian besar responden yang dirawat dengan kategori lama hari rawat sedang sebanyak 21 orang (51,2%)dan mengalami depresi terbanyak pada kategori depresi ringan sebanyak 31 orang (75,6%). Hasil uji korelasi antara variabel length of stay (LOS) dan tingkat depresi pada pasien lansia dengan nilai p=0,000.Berdasarkan hasil penelitian, ada hubungan yang signifikan antara length of stay (LOS) dan tingkat depresi pada pasien lansia di Rumah Sakit Biomedika. 
Peran Perawat dalam Memberikan Asuhan Keperawatan terhadap Kesembuhan Luka Gangren di RSUD Kota Mataram Antoni Eka Fajar Maulana; Reza Anugerah Pratama; Dina Fithriana; Eva Marvia
Jurnal PRIMA Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v7i1.212

Abstract

Perawat kontemporer menjalankan fungsinya dalam berbagai peran pemberi perawatan, pembuatan keputusan klinik dan etika, pelindung dan advokat bagi klien, menejer kasus, rehabilitator, pembuat kenyamanan, komunikator dan pendidik. Gangren adalah proses luka atau keadaan yang ditandai adanya jaringan mati atau nekrosis, namun secara mikrobiologis adalah proses nekrosis yang disebabkan oleh infeksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pasien dengan kesembuhan luka ganggren.Penelitian ini merupakan penelitian jenis analitik, dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh pasien di ruang IRNA 3A RSUD Kota Mataram. Jumlah sampel adalah 50 responden. Teknik dalam pengambilan sempel dalam penelitian ini adalah total sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dengan menggunakan skala likert terdiri dari 30 pertanyaan. Uji korelasi menggunakan teknik korelasi spearman rank.Hasil penelitian menunjukan korelasi antara peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pasien dengan luka gangren diperoleh koefisien r = 0,569 dengan signifikansi atau p= 0,009 artinya bahwa peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan berhubungan dengan kesembuhan luka gangren di ruang rawat inap.Simpulan dari penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan positif antara peran perawat dengan luka gangren, dimana peran perawat berhubungan dengan proses kesembuhan luka gangren.
Beban Kerja Dengan Stres Kerja Perawat Pelaksana Pasca Bencana di Ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara Eva Marvia; Hadi Suryatno; Baiq Hilda Septiana
Jurnal PRIMA Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v7i1.219

Abstract

Pendahuluan: Beban kerja berlebih dapat menyebabkan stres kerja. Hal ini sering terjadi pada perawat IGD dimana perawat IGD merupakan bagian dari rumah sakit yang menjadi tujuan pertama kali pasien yang mengalami keadaan darurat agar segera mendapatkan pertolongan pertama.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya hubungan beban kerja dengan stres kerja perawat pelaksana diruang IGD RSUD KLU.Metode: Dalam penelitian ini menggunakan teknik Total sampling, sampel dalam penelitian ini sebanyak 27 orang perawat pelaksana. Instrumen yang digunakan dalam mengukur beban kerja dan stres kerja adalah kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji statistik Spearman Rank Test.Hasil: Hasil penelitian ini dapat dilihat dari hubungan beban kerja dengan stres kerja yang ditentukan dengan hasil: analisis beban kerja dengan stres kerja p=0,041 dengan tingkat kemaknaan p<0,05Kesimpulan: . Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara beban kerja dengan stres kerja perawat pelaksana. Penelitian ini direkomendasikan bagi Rumah Sakit sebagai bahan pertimbangan pihak manajemen rumah sakit untuk menyesuaikan beban kerja dengan kemampuan dan keahlian perawat sehingga stres kerja tidak terjadi.
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN GIZI ANAK DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA PRA SEKOLAH DI TK NEGERI PEMBINA AMPENAN robiatul adawiyah
Jurnal PRIMA Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v7i1.198

Abstract

Anak usia prasekolah dengan gizi yang tidak seimbang akan mengalami beberapa permasalahan yang ditimbulkan. Masalahan gizi yang ditimbulkan pada kelompok usia prasekolah diantaranya adalah penolakan terhadap makanan, sulit makan, hanya sedikit jenis makanan yang dimakan, kebiasaan mengkonsumsi makanan ringan di antara waktu makan utama. Anak yang memiliki keadaan gizi yang kurang akan cenderung terganggu dalam perkembangannya. Menurut data Riset Kesehatan Dasar Tahun 2010 di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ditemukan angka gizi kurang pada anak usia prasekolah (4-6 tahun) berdasarkan IMT/U sebesar 12.4 persen dan gizi buruk sebesar 5.3 persen. Berdasarkan data tahun 2015 dari 105 anak pra sekolah di TK Negeri Pembina Ampenan, terdapat 21 diantaranya mengalami perkembangan motorik halus dan seni yang kurang optimal dibandingkan siswa lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan peran orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi anak dengan perkembangan anak usia prasekolah di TK Negeri Pembina Ampenan.      Rancangan penelitian adalah deskriptif korelasi. Populasi pada penelitian ini adalah semua anak usia prasekolah di TK Negeri Pembina Ampenan. Teknik pengambilan samplenya adalah dengan purpossive sampling sehingga didapatkan jumlah sample sebanyak 86 orang. Instrumen yang digunakan adalah Kuesioner dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisa data dilakukan dengan uji Chi-Square.      Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang antara peran orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi anak dengan perkembangan anak usia prasekolah di TK Negeri Pembina Ampenan hal ini dibuktikan dengan nilai p value sebesar 0,000 dengan taraf signifikan 0,05 ( p < a ).      Dapat disimpulkan bahwa bila orang tua berperan baik dalam memenuhi kebutuhan gzi anak maka perkembangan anak akan sesuai menurut usianya.

Page 1 of 3 | Total Record : 26