Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Peran Perawat dalam Memberikan Asuhan Keperawatan terhadap Kesembuhan Luka Gangren di RSUD Kota Mataram Antoni Eka Fajar Maulana; Reza Anugerah Pratama; Dina Fithriana; Eva Marvia
Jurnal PRIMA Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v7i1.212

Abstract

Perawat kontemporer menjalankan fungsinya dalam berbagai peran pemberi perawatan, pembuatan keputusan klinik dan etika, pelindung dan advokat bagi klien, menejer kasus, rehabilitator, pembuat kenyamanan, komunikator dan pendidik. Gangren adalah proses luka atau keadaan yang ditandai adanya jaringan mati atau nekrosis, namun secara mikrobiologis adalah proses nekrosis yang disebabkan oleh infeksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pasien dengan kesembuhan luka ganggren.Penelitian ini merupakan penelitian jenis analitik, dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh pasien di ruang IRNA 3A RSUD Kota Mataram. Jumlah sampel adalah 50 responden. Teknik dalam pengambilan sempel dalam penelitian ini adalah total sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dengan menggunakan skala likert terdiri dari 30 pertanyaan. Uji korelasi menggunakan teknik korelasi spearman rank.Hasil penelitian menunjukan korelasi antara peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pasien dengan luka gangren diperoleh koefisien r = 0,569 dengan signifikansi atau p= 0,009 artinya bahwa peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan berhubungan dengan kesembuhan luka gangren di ruang rawat inap.Simpulan dari penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan positif antara peran perawat dengan luka gangren, dimana peran perawat berhubungan dengan proses kesembuhan luka gangren.
Hubungan Perilaku Ibu dalam Pemberian Makanan Pendamping Asi (MP-ASI) dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 6-24 Bulan Nia Firdianty Atmojo; I Gusti Ayu Mirah Adhi; Eva Marvia; Ageng Abdi Putra; Dhevi Alvionita
Jurnal PRIMA Vol 8, No 2 (2022): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v8i2.328

Abstract

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) memperkirakan bahwa setiap 30 detik ada satu anak yang meninggal dunia karena diare di Indonesia, diantara kematian tersebut terkait dengan praktik pemberian makan yang kurang tepat pada bayi dan anak, seperti pemberian MP-ASI yang terlalu cepat atau terlambat diberikan bisa menyebabkan diare pada bayi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku ibu dalam pemberian makanan pendamping asi (MP-ASI) dengan kejadian diare pada balita usia 6-24 bulan di Desa Sesela Wilayah Kerja Puskesmas Gunungsari.Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deksriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Tehnik sampel menggunakan total sampling dengan sampel yaitu 51 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar kuesioner untuk mengetahui perilaku ibu dan kejadian diare. Analisa data menggunakan uji alternatif chi square (Fisher Exact Test).Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perilaku ibu dalam pemberian MP-ASI menunjukkan bahwa sebagian besar dalam kategori kurang dan Kejadian diare pada balita Usia 6-24 bulan sebagian besar balita mengalami Diare. Hasil uji analisa didapatkan nilai pvalue <α (0,000 < 0,05) sehingga Ha di terima dan H0 di tolak yang artinya ada hubungan antara perilaku ibu dalam pemberian MP ASI dengan kejadian diare.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kejadian diare berhubungan dengan perilaku ibu dalam pemberian makanan pendamping asi (MP-ASI) pada balita usia 6-24 bulan. Maka dari itu perlu adanya penyuluhan kesehatan terkait pemberian MP-ASI pada balita usia 6-24 bulan.Kata kunci : Balita, Kejadian Diare, MP-ASI, Perilaku Ibu.
Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Kepatuhan Berobat pada Penderita Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Darek Lombok Tengah Nia Firdianti Dwiatmojo; Tina Sari; Antoni Eka Fajar Maulana; Eva Marvia
Jurnal PRIMA Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v7i1.226

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis paru (TB) merupakan penyakit menular yang di sebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberkulosis. Indonesia menempati peringkat ketiga setelah china dan india dengan jumlah kasus TB terbanyak di dunia. Kunci keberhasilan pengobatan TB adalah kepatuhan penderita dalam mengkosumsi obat. salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang dalam mematuhi anjuran berobat yaitu pengetahuan.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku kepatuhan berobat pada penderita Tuberkulosis paru di wilayah kerja puskesmas Darek Lombok Tengah.Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cros sectional.Hasil: sebagian besar responden dengan tingkat pengetahuan dalam kategori kurang yaitu sebanyak 19 (52,8%) responden.dan tidak patuh berobat sebanyak 19 (52,8%).Kesimpulan: berdasarkan hasil uji sperman rank di dapatkan nilai P=0,000,nilai P<0,05 dengan demikian Ho di tolak Ha diterima.
Hubungan Aktifitas Fisik Dengan Tekanan Darah Pada Lansia Di Dusun Lendang Utama Desa Sesele Wilayah Kerja Puskesmas Gunungsari. Nurul Ilmi; Antoni Eka Fajar Maulana; Eva Marvia
Jurnal PRIMA Vol 8, No 2 (2022): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v8i2.2180

Abstract

Physical activity is a movement of body that make muscle take out the energy. Lack of physical activity is the risky factor of chronic diseases and overall this is considered to make death in global. Elderly is a group of people in the last face of life. According to World Health Organisation (WHO) stated that middle age is in between 45- 59, elderly is in between 60-74, and those who are in above 90 year are considered too old.This research is aimed at determining the correlation between physical activity and blood pressure of elderly in Lendang Utama Sesela, The Working Area of Gunungsari Health Center. The research is quantitative study with analytic design using cross-sectional approach. The samples were all 72 elderly with hypertension from which 57 samples were selected through purposive sampling. The instruments of study are questionnaires and observation sheet.The research with Spearman rank showed that p-value > a (0.211 <0.05). This means that Ha is rejected and HO is accepted.It is inferred that there is correlation between physical activity and blood pressure of elderly in Lendang Utama Sesela, The Working Area of Gunungsari Health Center.Keywords: physical activity, elderly, blood pressure.
Analisis Pengaruh Promosi, Harga, dan Kualitas Pelayanan terhadap Keputusan Pembelian Jasa Salon Jass di Pelembak Khaerul Hadi; Deddy Suharyadi; Eva Marvia; Nendy Pratama Agusfianto
Kompeten: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Vol. 1 No. 5 (2023): Maret 2023
Publisher : PT Seval Literindo Kreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57141/kompeten.v1i5.34

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh promosi, harga, dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian. Variabel penelitian ini terdiri dari tiga variabel independen, yaitu Promosi (X1), Harga (X2), dan Kualitas Pelayanan (X3), serta variabel dependen yaitu Keputusan Pembelian (Y). Populasi penelitian ini adalah pelanggan Salon Jass di Kota Mataram. Sampel diambil dengan menggunakan teknik non probability sampling. Kriteria didasarkan pada pelanggan yang telah menggunakan jasa salon minimal sebanyak dua kali. Data diperoleh dengan menyebarkan 80 kuesioner kepada pelanggan Salon Jass di Kota Mataram. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis data menggunakan analasis data kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif digunakan untuk mengetahui informasi mengenai jumlah pelanggan Salon Jass. Analisis kualitatif yang digunakan untuk mengetahui penilaian (jawaban) responden yang selanjutnya akan diberi skor untuk masing-masing jawaban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persamaan regresi linier berganda Y = 4,812 + 0,464 + 0,349 + 0,487 + e. sedangkan koefisien korelasi r = 0,535 dan koefisien determinasi (????2) adalah 53,5%, sedangkan sisanya 46,5%. Analisis hipotesis menunjukkan bahwa variabel promosi, harga dan kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Adapun variabel kualitas pelayanan berpengaruh secara dominan, di mana kualitas pelayanan yang baik dapat meningkatkan keputusan pembelian. Kata Kunci: Promosi, Harga, Kualitas Pelayanan, Keputusan Pembelian.
Peran Pengawas Minum Obat (PMO) berhubungan dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Penderita TB Paru Eva Marvia; Dina Fithriana; Agus Putradana; Rubiati Rubiati; Suhartiningsih Suhartiningsih; Antoni Eka Fajar Maulana
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2024): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/xmj1h254

Abstract

Introduction: Tuberculosis is a chronic, infectious disease that is still a public health problem in the world, including Indonesia.Purpose: The aim of this research is to determine the role of medication-taking supervisors in medication-taking compliance in patients suffering from pulmonary TB.Method: the type of research used is correlational with a cross sectional approach. The population of this study was 35 pulmonary TB patients in the Santong Community Health Center working area and 35 people as a sample. The sampling technique used was total sampling. Data collection uses a questionnaire. Data analysis used the Spearman rank test.Results: The results of the study showed that the majority of supervisors took medication which supported 94.3% and 5.7% of supervisors took medication who did not support it. Respondents with high compliance were 85.7%, moderate compliance was 8.6% and low compliance was 5.7%. The results of statistical tests show that there is a relationship between the role of the medication-taking supervisor and compliance with medication-taking in patients suffering from pulmonary TB in the work area of the Santong Community Health Center with a rho value =.000 < α with a strong level of correlation with a correlation coefficient value of .661.Conclusion: Compliance with taking medication in patients suffering from pulmonary TB has increased with the role of supervisors taking medication.
Hubungan Kebiasaan Berkemih Dengan Kejadian Overactive Bladder (OAB) Pada PerawatWanita Di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram Nia Firdianty Dwiatmojo; Kadek Mega Mutiara Sari Putri; Agus Putradana; Eva Marvia; Alwan Wijaya
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2024): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/12tvm319

Abstract

Introduction: Overactive Bladder (OAB) is a chronic clinical syndrome associated with symptomatic urgency without urinary incontinence, urinary tract infection, or other pathological conditions. Psychological factors such as stress, depression, and anxiety can trigger OAB. OAB is more common in women than men. Nurses, especially women, are more likely to experience OAB due to poor working conditions and urinary habits. The Stress and psychological burden felt by female nurses at work is significantly related to the incidence of OAB. Objective: he research design used in this study was correlation analysis with a cross-sectional design. The population in this study were all female nurses at Bhayangkara Hospital in MataraMethod: This study is a descriptive correlational study, with a cross-sectional approach. The sampling technique is total sampling with a sample size of 50 nurses. Result: The results showed that out of 50 respondents, 32 respondents did not have OAB. This can be seen from the urinary habits of the 32 respondents who were quite good. Statistical test results from Spearman correlation obtained a significant number or Sig (2-Tailed) value of 0.644 which means <0.05. Conclusion: there was no significant correlation between urinary habits with the incidence of OAB among female nurses at Bhayangkara Hospital, Mataram.
PENGARUH SENAM DIABETES TERHADAP PERUBAHAN KADAR GLUKOSA DARAHPADA PENDERITA DIABETES MILITUS TIPE 2DI PUSKESMAS TANJUNG KARANGTAHUN 2024 Agus Putradana; Dina Fithriana; Nia Firdiyanti; Eva Marvia; Antoni Eka Fajar Maulana
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/rxhf6154

Abstract

LatarBelakang : Diabetes Militus (DM) Adalah penyakit gangguan metabolik menahun akibat pangkreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang di produksi secarab efektif, akibatnya terjadi peningkatan konsentrasi glukosa di dalam darah atau hiperglikemia.Komplikasi Dm tipe II dapat di cegah dengan senam Diabetes yang dapat menurunkan kadar gula darah melalui gerakan ritmik otot, sendi dan vaskuler sehingga secara langsung dapat menurunkan glukosa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam diabetes terhadap perubahan kadar glukosa darah pada penderita diabetes militus tipe II. Metodologi Penelitian : Desain penelitian dalam penelitian ini menggunakan penelitian metode quasi eksperimental dengan pendekatan disain one group pre-post tes design. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah Pasien diabetes tipe II sebayak 40 responden di Puskesmas Tanjung Karang. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan purposive sampling.Analisa data yg di gunakan Uji paired t-tes didapatkan nilai p =0,001 (p < 0,05). Hasil: Hail dari penelitian ini terdapat perbedaan kadar gula darah acak sebelum dan sesudah melakukan kegiatan senam diabetes . dengan rata rata kadar gula darah puasa minimal 177,50 mg/dl dan setelah senam 151,67.Dari hasil analisis uji statisyik di peroleh p value = 0.000 yang berarti Ha di terima yang menunjukkan ada pengaruh senam diabetes terhadap perubahan kadar glukosa darah pada penderida diabetes tipe II di Puskesmas Tanjung Karang Kesimpulan: Salah satu Penatalaksanaan senam diabetes tipe II yaitu aktifitas fisik .Dalam hal ini senam diabetes dapat di  jadikan salah satu aktifitas fisik bagi penderita diabetes millitus tipe II agar kadar gula darah mengalami perubahan  penurunan
Hubungan Beban Kerja Dengan Kinerja Perawat Di Zaal Penyakit Dalam, Zaal Anak Dan Zaal Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Bima Eva Marvia; Khaerul Hadi; Febriati Astuti; Putri Ainaul Mardiyah; Ageng Abdi Putra
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/g60vmf52

Abstract

Pendahuluan: Beban kerja berkaitan erat dengan produktifitas tenaga kesehatan. Akibat dari beban kerja yang tinggi, maka akan berpengaruh terhadap kinerja perawat, sehingga  menjadi buruk dan secara tidak langsung berpengaruh terhadap tempat dia bekerja. Tujuan: Untuk Mengetahui Hubungan Beban Kerja Dengan Kinerja Perawat Di Zaal Penyakit Dalam, Zaal Anak dan Zaal Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Bima. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional, Populasi dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana yang diambil menggunakan teknik total sampling sebanyak 78 responden, analisa data yang digunakan yaitu uji spearman’s rho dengan nilai p-value 0,05. Hasil:  Dari 78 responden tersebut yang termaksud kategori beban kerja ringan dengan kinerja baik sebanyak 29 responden (37,2%),. Kategori beban kerja sedang dengan kinerja baik sebanyak 24 responden (30,8%). Kategori beban kerja berat dengan kinerja baik sebanyak 2 responden (2,6%), kinerja cukup sebanyak 5 responden (6,4%) dan kinerja kurang sebanyak 1 responden (1,3%).  Hasil uji spearman’s rho didapatkan hasil nilai value 0,000 dengan demikian nilai p-value <0,05 Kesimpulan: Berdasarkan penelitian, terdapat hubungan antara Beban kerja dengan kinerja perawat. Hasil ini mengindikasikan bahwa semakin ringan beban kerja perawat, maka semakin baik pula kinerja perawat.  Saran bagi rumah sakit yaitu perlu adanya evaluasi berkala terhadap beban kerja perawat serta perlu adanya pelatihan secara berkala untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan perawat agar kinerja perawat juga dapat lebih baik lagi.
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN APLIKASI SELF MANAGEMENT TERHADAP PEMANTAUAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI KOTA MATARAM TAHUN 2024 Dina Fithriana; Nia Firdiyanti DA; Agus Putradana; Eva Marvia; Antoni Eka FM; Ageng Abdi Putra
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/3twh8w76

Abstract

LatarBelakang : Diabetes Melitus adalah kondisi kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah karena kurangnya produksi insulin oleh pankreas atau ketidakmampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin yang dihasilkan dengan benar. Diabetes Melitus saat ini menjadisalah satu ancaman kesehatan global yang telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Menurut World Health Organization (WHO) menyatakan terdapat 246 juta penduduk dunia menderita DM. Pasien dengan diabetes memerlukan manajemen penatalaksanaan dan pemantauanglukosa yang berkelanjutan menjadi sangat penting dan kepatuhan pengobatan pada tahap awal diabetes dapat memaksimalkan efektivitas farmakoterapi serta meminimalkan kemungkinan berkembangnya komplikasi mikrovaskular dan makrovaskular. Metodologi Penelitian : Desain penelitian dalam penelitian ini menggunakan penelitian metode quasi eksperimental dengan pendekatan disain one group pre-post tes design. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah Pasien diabetes tipe II sebayak 40 responden di Wilayah Kota Mataram. Teknik pengambilan sampel yang digunakan purposive sampling. Analisa data yg di gunakan Uji paired t-tes didapatkan nilai p = 0,001 (p < 0,05). Hasil: Hasill dari penelitian ini terdapat perbedaan kadar gula darah sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi mySugr. dengan rata rata kadar gula darah puasa awal 207,35 mg/dl dan setelah menggunakan aplikasi rata-rata 188,8. Dari hasil analisis uji statistik di peroleh p value = 0.000 yang berarti Ha di terima yang menunjukkan penggunaan aplikasi self management efektif dalam pemantauan kadar gula darah. Kesimpulan: Penggunaan aplikasi self management (mySugr) efektif membantu pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dalam memantau kadar gula darah.