Antoni Eka Fajar Maulana
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mataram

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Peran Perawat dalam Memberikan Asuhan Keperawatan terhadap Kesembuhan Luka Gangren di RSUD Kota Mataram Antoni Eka Fajar Maulana; Reza Anugerah Pratama; Dina Fithriana; Eva Marvia
Jurnal PRIMA Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v7i1.212

Abstract

Perawat kontemporer menjalankan fungsinya dalam berbagai peran pemberi perawatan, pembuatan keputusan klinik dan etika, pelindung dan advokat bagi klien, menejer kasus, rehabilitator, pembuat kenyamanan, komunikator dan pendidik. Gangren adalah proses luka atau keadaan yang ditandai adanya jaringan mati atau nekrosis, namun secara mikrobiologis adalah proses nekrosis yang disebabkan oleh infeksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pasien dengan kesembuhan luka ganggren.Penelitian ini merupakan penelitian jenis analitik, dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh pasien di ruang IRNA 3A RSUD Kota Mataram. Jumlah sampel adalah 50 responden. Teknik dalam pengambilan sempel dalam penelitian ini adalah total sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dengan menggunakan skala likert terdiri dari 30 pertanyaan. Uji korelasi menggunakan teknik korelasi spearman rank.Hasil penelitian menunjukan korelasi antara peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pasien dengan luka gangren diperoleh koefisien r = 0,569 dengan signifikansi atau p= 0,009 artinya bahwa peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan berhubungan dengan kesembuhan luka gangren di ruang rawat inap.Simpulan dari penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan positif antara peran perawat dengan luka gangren, dimana peran perawat berhubungan dengan proses kesembuhan luka gangren.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU KEPATUHAN BEROBAT PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DAREK LOMBOK TENGAH Antoni Eka Fajar Maulana
Jurnal PRIMA Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v7i1.211

Abstract

Tuberkulosis paru (TB) merupakan penyakit menular yang di sebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberkulosis. Indonesia menempati peringkat ketiga setelah china dan india dengan jumlah kasus TB terbanyak di dunia. Kunci keberhasilan pengobatan TB adalah kepatuhan penderita dalam mengkosumsi obat. salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang dalam mematuhi anjuran berobat yaitu pengetahuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku kepatuhan berobat pada penderita Tuberkulosis paru di wilayah kerja puskesmas Darek Lombok Tengah.Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cros sectional, teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling dengan berjumlah 36, instrument penelitian menggunakan kuisioner, Rancangan atau desain penelitian merupakan kerangka acuan bagi peneliti untuk mengkaji hubungan antara variabel dalam suatu penelitian, pengumpulan data menggunakan kuisioner dengan uji sperman rank. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden dengan tingkat pengetahuan dalam kategori kurang yaitu sebanyak 19 (52,8%) responden.dan tidak patuh berobat sebanyak 19 (52,8%). koefisien korelasi menunjukkan nilai 0,951 berarti terdapat hubungan dengan tingkat kekuatan yang sangat kuat dan arah hubungan atau kemiringan positif (+), maka hubungan kedua variabel searah, Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan penderita tentang tuberkulosis dengan perilaku kepatuhan, berdasarkan hasil uji sperman rank di dapatkan nilai P=0,000,nilai P<0,05 dengan demikian Ho di tolak Ha diterima.
Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Kepatuhan Berobat pada Penderita Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Darek Lombok Tengah Nia Firdianti Dwiatmojo; Tina Sari; Antoni Eka Fajar Maulana; Eva Marvia
Jurnal PRIMA Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v7i1.226

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis paru (TB) merupakan penyakit menular yang di sebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberkulosis. Indonesia menempati peringkat ketiga setelah china dan india dengan jumlah kasus TB terbanyak di dunia. Kunci keberhasilan pengobatan TB adalah kepatuhan penderita dalam mengkosumsi obat. salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang dalam mematuhi anjuran berobat yaitu pengetahuan.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku kepatuhan berobat pada penderita Tuberkulosis paru di wilayah kerja puskesmas Darek Lombok Tengah.Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cros sectional.Hasil: sebagian besar responden dengan tingkat pengetahuan dalam kategori kurang yaitu sebanyak 19 (52,8%) responden.dan tidak patuh berobat sebanyak 19 (52,8%).Kesimpulan: berdasarkan hasil uji sperman rank di dapatkan nilai P=0,000,nilai P<0,05 dengan demikian Ho di tolak Ha diterima.
Hubungan Aktifitas Fisik Dengan Tekanan Darah Pada Lansia Di Dusun Lendang Utama Desa Sesele Wilayah Kerja Puskesmas Gunungsari. Nurul Ilmi; Antoni Eka Fajar Maulana; Eva Marvia
Jurnal PRIMA Vol 8, No 2 (2022): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v8i2.2180

Abstract

Physical activity is a movement of body that make muscle take out the energy. Lack of physical activity is the risky factor of chronic diseases and overall this is considered to make death in global. Elderly is a group of people in the last face of life. According to World Health Organisation (WHO) stated that middle age is in between 45- 59, elderly is in between 60-74, and those who are in above 90 year are considered too old.This research is aimed at determining the correlation between physical activity and blood pressure of elderly in Lendang Utama Sesela, The Working Area of Gunungsari Health Center. The research is quantitative study with analytic design using cross-sectional approach. The samples were all 72 elderly with hypertension from which 57 samples were selected through purposive sampling. The instruments of study are questionnaires and observation sheet.The research with Spearman rank showed that p-value > a (0.211 <0.05). This means that Ha is rejected and HO is accepted.It is inferred that there is correlation between physical activity and blood pressure of elderly in Lendang Utama Sesela, The Working Area of Gunungsari Health Center.Keywords: physical activity, elderly, blood pressure.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG TRIAGE DENGAN SIKAP PERAWAT PADA PASIEN TRIAGE PRORITAS 1 DAN 2 DI INTALANSI GAWAT DARURAT RSUD TANJUNG KABUPATEN LOMBOK UTARA Ni Made Sumartyawati; Ade Rizki Prayuda; Antoni Eka Fajar Maulana; I Made Eka Santosa
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2024): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/dcdbgm97

Abstract

Introduction: The high number of visits to the Emergency Room by patients with urgent and non-urgent conditions is the main cause of overcrowding in the Emergency Room. The knowledge and experience of triage nurses are important factors in making triage decisions in most hospitals. Objective: to determine the relationship between the level of nurse knowledge and the attitude of nurses towards priority patients 1 and 2 in the Emergency Room Method: This study is a descriptive correlational study, with a cross-sectional approach. The sampling technique is total sampling with a sample size of 19 nurses. Result: Knowledge variable 11 respondents at a good level of knowledge, 4 respondents at a sufficient level of knowledge, and 4 respondents at a poor level of knowledge. The attitude variable in the appropriate category is 16 respondents and the inappropriate category is 3 respondents. The results of the Spearmank rank test p - value of 0.033 because the sig. (2-tiled) value of 0.033 is smaller than <0.005. Conclusion: there is a relationship between the level of knowledge about triage and the attitude of nurses towards priority patients 1 and 2 in the Emergency Room.
PENDIDIKAN KESEHATAN BERPENGARUH TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA TENTANG RESUSITASI JANTUNG PARU Yuliana; Citra Sepriana; Antoni Eka Fajar Maulana; Nia Firdianty Dwiatmojo; Ni Nyoman Santi Tri Ulandari
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2024): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/305xk363

Abstract

Introduction: Cardiac arrest has become a major problem that continues to grow globally, including in Indonesia. When there is a victim of cardiac arrest, people who are near the victim have a very big role to perform CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) quickly. Knowledge of CPR skills is very important to be known and carried out by the general public. So one effort to increase and improve this knowledge is through health education. Objective: To determine the effect of health education on the level of student knowledge about cardiopulmonary resuscitation at SMAN 9 Mataram. Method: The research design used in this study was Pre-experiment through one group pre- test-post-test design approach. The population in this study were all students of class X SMAN 9 Mataram totaling 374. The sample in this study amounted to 193 respondents. The instrument used was a questionnaire. Data analysis used Paired Simple T-test. Results: The level of student knowledge before and after being given health education about Hands Only CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) increased, from the number of good categories 17% to 85%. The Paired Simple T-test obtained a significant value of P valued = 0.000. Conclusion: There is an influence of health education on the level of students' knowledge about CPR at SMAN 9 Mataram.
PENGARUH SENAM DIABETES TERHADAP PERUBAHAN KADAR GLUKOSA DARAHPADA PENDERITA DIABETES MILITUS TIPE 2DI PUSKESMAS TANJUNG KARANGTAHUN 2024 Agus Putradana; Dina Fithriana; Nia Firdiyanti; Eva Marvia; Antoni Eka Fajar Maulana
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/rxhf6154

Abstract

LatarBelakang : Diabetes Militus (DM) Adalah penyakit gangguan metabolik menahun akibat pangkreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang di produksi secarab efektif, akibatnya terjadi peningkatan konsentrasi glukosa di dalam darah atau hiperglikemia.Komplikasi Dm tipe II dapat di cegah dengan senam Diabetes yang dapat menurunkan kadar gula darah melalui gerakan ritmik otot, sendi dan vaskuler sehingga secara langsung dapat menurunkan glukosa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam diabetes terhadap perubahan kadar glukosa darah pada penderita diabetes militus tipe II. Metodologi Penelitian : Desain penelitian dalam penelitian ini menggunakan penelitian metode quasi eksperimental dengan pendekatan disain one group pre-post tes design. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah Pasien diabetes tipe II sebayak 40 responden di Puskesmas Tanjung Karang. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan purposive sampling.Analisa data yg di gunakan Uji paired t-tes didapatkan nilai p =0,001 (p < 0,05). Hasil: Hail dari penelitian ini terdapat perbedaan kadar gula darah acak sebelum dan sesudah melakukan kegiatan senam diabetes . dengan rata rata kadar gula darah puasa minimal 177,50 mg/dl dan setelah senam 151,67.Dari hasil analisis uji statisyik di peroleh p value = 0.000 yang berarti Ha di terima yang menunjukkan ada pengaruh senam diabetes terhadap perubahan kadar glukosa darah pada penderida diabetes tipe II di Puskesmas Tanjung Karang Kesimpulan: Salah satu Penatalaksanaan senam diabetes tipe II yaitu aktifitas fisik .Dalam hal ini senam diabetes dapat di  jadikan salah satu aktifitas fisik bagi penderita diabetes millitus tipe II agar kadar gula darah mengalami perubahan  penurunan
Hubungan Mekanisme Koping Dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis Di Rsud Dr R Soedjono Selong Nia Firdianty Dwiatmojo; Suhartiningsih Suhartiningsih; Antoni Eka Fajar Maulana; Ida Parida
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/zg47m359

Abstract

Pendahuluan: Gagal ginjal kronik semakin meningkat dan menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia. Jumlah penderita gagal ginjal kronik di Indonesia sebanyak 499.800 orang atau 2 per 1000 penduduk (Kemenkes RI, 2020). Untuk pengobatan pada pasien gagal ginjal kronik membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang besar sehingga membutuhkan kesabaran pasien dan dukungan keluarga dalam menjalani terapi. Hal ini secara perlahan-lahan akan mempengaruhi kualitas hidup pasien. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Mekanisme Koping Dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis di RSUD dr R Soedjono Selong. Metode: Metode penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional, jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 42 responden didapatkan dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil dari kuesioner dianalisis menggunakan uji person product moment. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada 83% responden memiliki mekanisme koping adaptif dan memiliki kualitas hidup yang cukup sebanyak 59%. Uji analisa data menunjukkan p value 0,000 < 0,05. Kesimpulan: ada hubungan mekanisme koping dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD dr R soedjono Selong karena mekanisme koping yang baik dapat meningkatkan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisis