cover
Contact Name
Yusuf L. M
Contact Email
jurnalbonafide@gmail.com
Phone
+6282345376011
Journal Mail Official
jurnalbonafide@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan 1, Kel. Bahu, Kec. Siau Timur Kab. Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (SITARO), Sulawesi Utara
Location
Kab. kep. siau tagulandang biaro,
Sulawesi utara
INDONESIA
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
ISSN : 27224473     EISSN : 27225992     DOI : https://doi.org/10.46558/bonafide.v1i1
Core Subject : Religion, Education,
Bonafide: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen is a scientific journal that publishes some original articles in Christian theology and education. Our focus and scope are biblical studies, Christian education, contextual theology, Christian leadership, church services, practical theology, systematic theology, and sociology of religion.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2022)" : 8 Documents clear
KONSEP DUKACITA MENURUT INJIL MATIUS 5:4 Marson Taung
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v3i1.81

Abstract

Di kalangan orang percaya masa kini, masih banyak yang salah mengerti tentang dukacita yang dimaksud oleh Tuhan Yesus dalam Matius 5:4. Penelitian ini ingin mengeksplorasi makna yang sesungguhnya agar diperoleh pemahaman yang benar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode tafsir atau eksegese. Hasilnya ditemukan bahwa maksud Yesus tentang dukacita dalam Matius 5:4 adalah dukacita rohani, yaitu berduka yang disebabkan dosa, berduka pada saat melihat orang lain berbuat dosa, dan berduka pada saat orang lain di aniaya.
KONSEP MERDEKA BELAJAR DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN KRISTEN UNTUK MENDUKUNG PROSES PEMBELAJARAN DIGITAL Pahotkon Purba; Jessica Elfani Bermuli
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v3i1.83

Abstract

Konsep Merdeka Belajar merupakan sebuah pendekatan belajar yang menjadikan siswa sebagai pusat dan orientasi pembelajaran sedangkan kurikulum Pendidikan Kristen berpusat kepada Kristus dan siswa sebagai orientasi. Tidak ada yang salah pada kedua konsep ini, justru integrasi dari keduanya akan menghasilkan ide baru yang dapat diterapkan dalam Pendidikan Kristen. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji integrasi konsep Merdeka Belajar dalam kurikulum Pendidikan Kristen untuk mendukung proses pembelajaran digital. Penelitian dilakukan dengan metode kajian literatur. Hasil penelitiannya adalah konsep Merdeka Belajar dapat diintegrasikan dalam kurikulum Pendidikan Kristen dengan mengedepankan dan memprioritaskan nilai-nilai kekristenan. Konsep Merdeka Belajar diharapkan membantu siswa beradaptasi dengan baik dalam teknologi sehingga dapat menjalankan pembelajaran digital dengan maksimal. Integrasi memengaruhi rancangan dan proses pembelajaran, sistem penilaian, serta peran guru.
Tinjauan Buku: MISTERI SALIB KRISTUS Yehu Buan
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v3i1.84

Abstract

Paul Hidajat mendiskusikan tentang Kristologi, yang lebih fokus pada misteri salib-Nya. Bagi Hidajat Alkitab menjadi sumber pertama yang menjadi tolok ukur dan karena itu posisinya ada di atas doktrin. Segala doktrin yang timbul dari luar penggalian Alkitab dapat dipastikan sebagai penyesatan dan kekeliruan teologis. Dalam penelusuran Alkitan tentang Salib Yesus, ditemukan bahwa Tuhan memiliki kesungguhan dalam penebusan melalui salib. Di Salib yang dipandang hina justeru menggambarkan kemuliaan Allah. Buku ini sangat disarankan untuk menjadi bacaan wajib bagi mahasiswa teologi dan juga dosen teologi bidang teologi sistematika.
KAJIAN TERHADAP ANGKA 666 DALAM WAHYU 13: 18 UNTUK MENJAWAB ISU KETERKAITANNYA DENGAN VAKSIN COVID-19 Adi Putra
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v3i1.91

Abstract

Penelitian ini dilakukan sebagai respons terhadap isu teologis yang berkembang di publik tentang pandemi covid-19 dan vaksin covid-19 dikaitkan dengan Antikristus khususnya angka 666 dalam Wahyu 13:18. Pendapat tersebut mencurigai vaksin telah mengandung chip Antikristus, sehingga apabila ada orang Kristen yang divaksin maka secara tidak langsung telah memasukkan chip itu ke dalam tubuhnya. Dengan demikian, telah menjadi sekutu Iblis untuk melawan Kristus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka (khususnya eksegesis) terhadap teks dalam Wahyu 13:18. Sehingga diperoleh kesimpulan bahwa anggapan yang mengaitkan vaksin dengan Antikristus atau telah mengandung chip masih prematur dan terlalu dipaksakan bahkan sangat bertolak belakang dengan makna yang terkandung dalam teks Wahyu 13:18.
KETELADANAN PASANGAN AKWILA PRISKILA DAN IMPLIKASINYA BAGI SUAMI ISTRI KRISTEN Yakub Hendrawan Perangin Angin; Tri Astuti Yeniretnowati
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v3i1.92

Abstract

Maksud Allah mendesain pernikahan suami istri adalah agar menyenangkan hati Allah. Kehidupan pernikahan yang digambarkan oleh pasangan suami istri Akwila dan Priskila sudah menggambarkan maksud dan tujuan dari pernikahan yang diinginkan oleh Allah. Kehidupan dan pelayanan yang dilakukan oleh Priskila dan Akwila menunjukkan keteladanan bagi suami istri orang percaya pengikut Kristus Yesus dan terus masih relevan hingga saat ini dan masa mendatang untuk diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan Priskila dan Akwila sangat layak dan patut menjadi teladan, profil (role model) karena kehidupannya yang istimewa, yaitu: Pertama, Pasangan pembuat tenda. Kedua, Pasangan yang saleh. Ketiga, Pasangan yang handal dan setia. Keempat, Rela mempertaruhkan hidup. Kelima, Menjadikan rumah tinggalnya menjadi rumah doa dan persekutuan. Implikasi nyata yang dapat diterapkan oleh suami istri Kristen, yaitu: Pertama, Suami istri harus taat kepada Tuhan. Kedua, Suami istri harus mengasihi jemaat. Ketiga, Suami istri harus memimpin orang lain ke dalam ketaatan iman. Keempat, Suami istri harus memuridkan orang percaya dan pasutri lainnya. Kelima, Suami istri harus mentransformasi pribadi, keluarga, gereja, dan budaya. Keenam, Suami istri harus terlibat pelayanan misi. Ketujuh, Suami istri harus melayani melalui pekerjaannya.
TANGGUNG JAWAB ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ANAK BERPOLA PEDAGOGIK TRANSFORMATIF KRISTIANI Sensius Amon Karlau
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v3i1.95

Abstract

Today there are still Christian parents who do not understand their responsibilities as educators in inculcating Christian faith values ​​for children from an early age at home. This study aims to explore the concept of Christian education for children as part of the responsibility of parents related to the vocation of Christian transformative pedagogy. The method used is descriptive qualitative with a literature study approach. The results showed that Christian transformative pedagogy in Christian education for children focuses on the individuation process by Christian parents in educating autonomous children. This process is communicative and dialogical by a child, for himself and his parents as "I and the other-I" and God as the Other-I. The same process is carried out by parents to their children in their proximal environment as a process of individuation between "I and the other-me" in a future-oriented Christian transformative pedagogic call through creative imagination so that children become adults in Christ according to Bible.
PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN YANG BERKARAKTER KRISTUS Karlitu Dias Markes; Eslye Esterina Londo
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v3i1.98

Abstract

Penelitian ini merupakan sebuah analisis pedagogis-teologis terhadap prinsip profesionalisme guru PAK yang didasarkan pada nilai-nilai karakter pada teladan Yesus Kristus sebagai Guru Agung. Isu sentral dari profesi pendidikan agama Kristen sesungguhnya berhubungan dengan bagaimana seorang guru atau pendidik agama Kristen mencerminkan nilai-nilai hidup dan ajaran Yesus Kristus sang Guru Agung dalam menjalankan peran dan tanggung jawabnya. Substansi dari proses pembentukan karakter yang baik tentu berpusat pada karakter guru yang baik pula, demikian pula karakter guru agama Kristen yang baik tidak bisa didapatkan tanpa mengagungkan karakter Kristus sebagai guru agung dalam dirinya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka. Hasilnya guru PAK yang memiliki karakter Kristus haruslah: 1) memahami benar panggilannya; 2) memiliki empati sosial; 3) memiliki kepekaan terhadap konteks pembelajaran; 4) mengedepankan tugas profesionalnya.
PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN ANAK BELAJAR PAK DI RUMAH Christine Berlliana Domi
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v3i1.101

Abstract

Orang tua memiliki tanggung jawab terhadap pendidikan agama bagi anak-anak mereka di rumah untuk menunjang keberhasilan anak dalam pembelajaran maupun untuk pembentukan karakter anak. Untuk itu orang tua perlu meningkatkan disiplin belajar anak di rumah. Masalahnya banyak orang tua yang belum memahami bagaimana menjalankan peran untuk meningkatkan disiplin belajar anak tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana oang tua menjalankan peran meningkatkakn disiplin anak dalam pembelajaran PAK di rumah. Metode yang digunakan adalah studi pustaka. Hasil penelitian adalah orang tua dapat berperan sebagai pendidik, panutan, pendorong, pengawas, teman atau sahabat, konselor, maupun imam. Secara khusus dalam belajar orang tua dapat berperan sebagai mentor dan motivator. Orang tua juga perlu menuntun anak kepada Yesus Kristus dan selalu mendoakan mereka. Agar anak tertib belajar orang tua dapat membantu anak membuat jadwal belajar di rumah dan mengawasi mereka dalam belajar.

Page 1 of 1 | Total Record : 8