Articles
125 Documents
EKSISTENSI KEDUDUKAN FATWA DSN MUI TERHADAP KEBERLANGSUNGAN OPERASIONAL BISNIS DI LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH
Muhamad Izazi Nurjaman;
Dena Ayu
Al Iqtishod: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ekonomi Islam Vol. 9 No. 2 (2021): Al Iqtishod: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ekonomi Islam
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah STAI Al-Azhar Menganti Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37812/aliqtishod.v9i2.245
Penelitian ini membahas tentang eksistensi kedudukan fatwa DSN MUI terhadap keberlangsungan operasional bisnis di lembaga keuangan syariah. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif yang bersifat kepustakaan, penelitian ini menemukan fakta bahwa kedudukan fatwa DSN MUI menjadi salah satu prasyarat dalam menentukan ketetapan suatu produk di lembaga keuangan syariah. Ketika produk yang di ajukan oleh DPS masing-masing lembaga keuangan syariah mendapatkan ketentuan fatwa dari DSN MUI. Maka produk perbankan syariah itu telah sesuai dengan tuntunan syariat Islam serta ketentuan fatwa tersebut menjadi payung hukum dalam menjalankan produk yang menjadi daya tarik bagi para nasabah. Apalagi sampai dilegitimasi oleh undang-undang maupun Peraturan Bank Indonesia. Sehingga fatwa DSN MUI tersebut mejadi ketentuan hukum yang mengikat bagi seluruh lembaga keuangan syariah. Dengan demikian, ketentuan fatwa tersebut secara tidak langsung menjadi salah satu faktor yang menentukan keberlangsungan segala operasional bisnis di lembaga keuangan syariah yang memiliki manfaat dan keberkahan bagi semua pihak yang menjalankannya, baik itu bagi LKS sebagai otoritas yang memiliki penawaran produk maupun bagi nasabah sebagai pemakai produk
Produktivitas Baitul Maal Wat Tamwil Khoiru Ummah dalam Meningkatkan Kemaslahatan Masyarakat Pesantren Gresik
sutono sutono
Al Iqtishod: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ekonomi Islam Vol. 9 No. 2 (2021): Al Iqtishod: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ekonomi Islam
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah STAI Al-Azhar Menganti Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37812/aliqtishod.v9i2.248
Penelitian ini dengan tema Produktivitas Baitul Maal wat Tamwil (BMT)Khoiru Ummah Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pondok Pesantren Darul Ihsan di Gresik, dengan rumusan permasalahan bagaimana bentuk Produktivitas BMT Khoiru Ummah sebagai wujud berjalannya perekonomian masyarakat di pesantren dengan bentuk kesejahteraan masyarakat pesantren. Dengan permasalahan itu maka penulis menguraikan nya dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Adapun teknik pengumpulan datanya maka yang tepat bagi penulis adalah dengan menggunakan teknik melalui observasi atau mengamati proses berjalannya roda perekonomian masyarakat pesantren melalui mediasi Baitul maal wat Tamwil yang dilakukan setiap hari.Melalui wawancara atau bertanya, tegur sapa dengan sebagian besar masyarakat pesantren yang terlibat langsung dengan kegiatan bisnis melalui akad transaksi dengan BMT hoiru Ummah. Dengan melalui dokumentasi atau mengambil data penting untuk mendukung data penelitian ini. Adapun hasil dari riset ini adalah Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Khoiru Ummah sebagai lembaga penghimpun dana, penyaluran dana, dan penyaluran jasa demi memenuhi kemaslahatankehidupan masyarakat pesantren di Gresik
MAKANAN DAN MINUMAN PRODUK BARAT DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM
kholishudin kholishudin
Al Iqtishod: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ekonomi Islam Vol. 9 No. 2 (2021): Al Iqtishod: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ekonomi Islam
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah STAI Al-Azhar Menganti Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37812/aliqtishod.v9i2.252
Di era globalisasi dan perdagangan bebas dewasa ini berdampak pada meningkatnya produk makanan dan minuman baik lokal maupun impor di masyarakat. Produk makanan dan minuman yang beredar di masyarakat belum tentu memberi rasa aman, nyaman, tentram dan layak dikonsumsi oleh konsumen muslim. Jaminan mengenai produk halal dilakukan sesuai dengan asas perlindungan, keadilan, kepastian hukum, akuntabilitas dan transparasi, efektifitas dan efisiensi serta profesionalitas. Dalam penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library riset ) yakni kajian literatur dimana peneliti melakukan serangkain kajian yang melibatkan berbagai macam sumber yang terkait dengan hal status hukum mengkonsumsi produk makanan barat. Hasil dari penelitian makanan dan minuman produk barat ini yakni semua hal yang diperbolehkan oleh Islam dapat dikatakan halal. Kehalalan meliputi bagaimana cara produk itu diperoleh, diproses, dan faktor lain. Sesuatu yang dapat merusak pikiran, tubuh, dan jiwa disebut dengan haram. Halal berupa makanan tidak memuat bahan atau unsur haram atau sesuatu yang tidak diizinkan untuk dikonsumsi dan cara pengolahan yang sesuai syariat Islam. Kata Kunci: Makanan produk barat, hukum mengkonsumsi, sertifikasi makanan halal
Konsep Kepemilikan Dan Distribusi Pendapatan Dalam Sistem Ekonomi Islam
muhammad kambali
Al Iqtishod: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ekonomi Islam Vol. 9 No. 2 (2021): Al Iqtishod: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ekonomi Islam
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah STAI Al-Azhar Menganti Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37812/aliqtishod.v9i2.254
Dalam ekonomi Islam, keinginan manusia untuk mengumpulkan dan memperoleh harta kekayaan adalah fitrah setiap manusia. Manusia diciptakan Allah meliputi jasmani dan rohani. oleh sebab itu, kebutuhannya haruslah terpenuhi. Dorongan manusia untuk memperoleh harta kekayaan adalah tidak lain di sebabkan oleh adanya keberadaan kebutuhan jasmani manusia agar tetap eksis di dunia. Penelitian ini bertujuan mendikripsikan konsepsi kepemilikan dan distribusi pendapatan dalam sistem ekonomi Islam. Data dihimpun dengan membaca dan menelaah literatur yang berkaitan dengan fokus pemelitian dan dianalisis dengan teknik deskriftif analisis. Hasil penelitian ini menyatakan Islam tidak melarang individu-individu untuk memperoleh harta kekayaan, melainkan Islam hanya mengatur mekanisme pemerolehan harta kekayaan tersebut. Dengan kata lain, keberadaan hak milik individu diakui oleh Islam. Selain itu, Islam juga mengakui keberadaan kepemilikan umum dan kepemilikan negara. Konsep distribusi pendapatan dalam sistem ekonomi Islam mengharuskan pada dua hal supaya keadilan sebagai prinsip ekonomi Islam termanivestasi didalamnya. Dua hal tersebut adalah adanya keseimbangan harta dalam masyarakat dan larangan adanya penimbunan harta
TINJAUAN EKONOMI ISLAM PADA TRADISI BHUBUWEN DI MADURA: (Studi kasus Bhubuwen di Desa Sukolilo Timur Labang Bangkalan)
muaddin muaddin;
Nur Aini
Al Iqtishod: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ekonomi Islam Vol. 10 No. 1 (2022): Al Iqtishod: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ekonomi Islam
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah STAI Al-Azhar Menganti Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37812/aliqtishod.v10i1.291
Masyarakat desa tidak bisa lepas dari semua kegiatan kehidupan di desa dengan berbagai macam tradisi bermasyarakat salah satunya adalah tradisi bhubuwen yaitu saling bantu membantu dalam hal finansial. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab bagaimana tradisi bhubuwen dalam prespektif ekonomi Islam. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yaitu dengan menganalisis dan mendeskripsikan bagaimana sebenarnya tradisi bhubuwen yang terjadi dalam masyarakat Sukolilo Timur. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif yaitu mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi dengan cara membuat pola, memilih yang penting serta menarik kesimpulan, terakhir dilakukan uji keabsahan data dengan teknik triangulasi data. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi bhubuwen di desa Sukolilo Timur adalah praktek sumbang menyumbang uang dalam acara to’oto’ dan remoh, sumbangan tersebut berupa hutang yang harus dikembalikan dengan ukuran yang sama. Sedangkan dalam prespektif Islam akad yang digunakan adalah akad qardh karena unsur-unsur yang terdapat dalam qardh sudah sesuai dengan unsur yang terdapat dalam tradisi bhubuwen.
Pengaruh Etika Bisnis Islam Dalam Meningkatkan UMKM
Nur Manna Silviyah;
Novieati Dwi Lestari
Al Iqtishod: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ekonomi Islam Vol. 10 No. 1 (2022): Al Iqtishod: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ekonomi Islam
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah STAI Al-Azhar Menganti Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37812/aliqtishod.v10i1.295
Usaha Mikro Kecil Menengah merupakan salah satu cara dalam mengatasi permasalahan dalam perekonomian masyarakat. Dalam menjalankan bisnis, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah menemukan suatu permasalahan dalam berbisnis. Dengan hal ini munculah sistem ekonomi Islam yang dapat menyelesaikan permasalahan dalam berbisnis. Dalam penerapan etika bisnis Islam perlu dilakukan beberapa hal dalam aturan etika bisnis Islam . Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode penelitian kualitatif, serta pendekatan yang dilakukan yaitu pendekatan studi literatur review, dengan cara mencari beberapa jurnal dan artikel yang sesuai dan relevan dengan pembahasan tentang penerapan etika bisnis Islam dalam meningkatkan Usaha Mikro Kecil Menengah. Hasil peneliatian ini menegaskan bahwa penerapan etika bisnis Islam perlu dilakukan sebagai langkah perbaikan kesadaran baru dalam aktifitas bisnis. Penerapan etika bisnis Islam menunjukkan pengaruh yang baik, dan berpengaruh posistif dalam meningkatkan Usaha Mikro Kecil Menengah
Praktik Riba Dan Bunga Bank: Telaah Etika Dalam Ekonomi Islam
Muhamad Izazi Nurjaman;
Syahrul Anwar
Al Iqtishod: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ekonomi Islam Vol. 10 No. 1 (2022): Al Iqtishod: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ekonomi Islam
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah STAI Al-Azhar Menganti Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37812/aliqtishod.v10i1.296
Kedudukan etika dalam sistem ekonomi Islam merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan sebagai indikator suatu bisnis dapat dilakukan berdasarkan prinsip ekonomi Islam. Salah satu perilaku bisnis yang tidak sesuai dengan etika ekonomi Islam adalah praktik riba. Sehingga Allah SWT mengharamkan praktik tersebut secara mutlak. Namun dalam perkembangnnya, terdapat konsep bunga bank yang memiliki kriteria yang sama dengan konsep riba. Sehingga terjadi gejolak pemikiran di antara para ulama cendekiawan muslim yang melahirkan perbedaan ketetapan hukum yang berakibat kepada kedudukan etika bisnis dalam praktik suku bunga tersebut. Artikel ini menggunakan metode deskriptif yang bersifat kepuastakaan. Sehingga literatur pustaka menjadi sumber data primernya. Adapun jenis penelitian ini termasuk kedalam bentuk penelitian kualitatif dengan sebuah teknis analisis data yang memberikan sebuah kesimpulan dalam bentuk fakta dan keterangan. Hasil penelitian ini mengungkapkan fakta bahwa kedudukan praktik riba yang diharamkan mengandung unsur kedzaliman dan ketidakseimbangan norma hukum dalam bisnis. Adapun berkaitan dengan penerapan etika terhadap bunga bank didasarkan kepada pandangan ulama terkait kedudukan bunga bank sama atau tidak kedudukannya dengan konsep riba. Namun dalam perkembangannya, kedudukan konsep bunga bank dapat digantikan dengan konsep bagi hasil dengan keberanekaragaman akadnya, sehingga memberikan kepastian hukum dan kemaslahatan terhadap kegiatan bisnis yang selalu memperhatikan etika ekonomi Islam dalam penerapannya.
Urgensi Sertifikasi Halal Food Dalam Tinjauan Etika Bisnis Islam
Mega Novita Syafitri;
Rania Salsabila;
Fitri Nur Latifah
Al Iqtishod: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ekonomi Islam Vol. 10 No. 1 (2022): Al Iqtishod: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ekonomi Islam
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah STAI Al-Azhar Menganti Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37812/aliqtishod.v10i1.305
Jaminan terhadap kehalalan sesuatu produk pangan dapat diciptakan dengan cara membentuk sertifikasi halal. Sertifikasi halal merupakan suatu bukti yang telah ditetapkan oleh MUI dimana produk yang dipasarkan oleh produsen telah memenuhi semua syarat kehalalannya, sehingga produk tersebut diperbolehkan untuk diperjualbelikan di lingkungan masyarakat. Pencantuman sertifikasi label halal pada makanan menjadikan sebagai sarana yang efektif bagi konsumen untuk memilah makanan halal dengan lebih mudah dan merupakan sebagai salah satu bentuk tanggung jawab produsen dalam berbisnis serta perlindungan bagi konsumen. Karena Masyarakat juga berhak untuk mengetahui dan mendapatkan sebuah informasi yang jelas dan rinci mengenai setiap komposisi atau bahan yang digunakan untuk produk yang disajikan didalam produk tersebut. Tujuan dari penulisan ini ialah untuk mengetahui apakah sertifikasi halal pada produk makanan sangat penting atau tidak bagi masyarakat. Kemudian metode penulisan yang digunakan oleh penulis ialah menggunakan metode kualitatif studi pustaka yang berasal dari berbagai karya ilmiah di internet dengan pembahasan yang sesuai dengan tema penulis.
Peran Zakat Dalam Menanggulangi Kemiskinan
Dyah Suryani;
Lailatul Fitriani
Al Iqtishod: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ekonomi Islam Vol. 10 No. 1 (2022): Al Iqtishod: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ekonomi Islam
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah STAI Al-Azhar Menganti Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37812/aliqtishod.v10i1.307
Kemiskinan merupakan suatu masalah yang terjadi di berbagai negara baik negara berkembang ataupun negara maju. Sebagai rukun islam yang ketiga setelah syahadat dan shalat, zakat juga bentuk kewajiban yang sangat penting bagi umat islam untuk menghormati sesama. Indonesia telah mengatur pengelolaan zakat dalam Undang-Undang Pengelolaan Zakat yang dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ). Penelitian dilakukan dengan metode studi kepustakaan dengan menggunakan pendekatan analisis deskriptif yaitu dengan melihat dari artikel-artikel terdahulu dan artikel publikasi. Teknik analisis data yang digunakan editing, organizing, finding. Peran zakat yang sangat menonjol ialah membantu masyarakat muslim lainnya dan menyatukan hati agar selalu berpegang teguh terhadap islam dan juga membantu setiap permasalahan yang timbul Hal yang harus dilakukan sejak awal ialah mengatasi kemiskinan yang melilit masyarakat sekitar adalah dengan cara mewujudkan tatanan ekonomi yang memungkinkan lahirnya sistem distribusi yang adil, strategi pengelolaan zakat yang semuanya berorientasi pada berlipatgandanya pahala muzaki dan untuk meningkatkan kesejahteraan para mustahik dan sistem sentralisasi zakat juga mampu mengentaskan kemiskinan yang ada
Pemikiran Ekonomi Ibnu Taimiyah
Riska Awalia
Al Iqtishod: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ekonomi Islam Vol. 10 No. 1 (2022): Al Iqtishod: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ekonomi Islam
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah STAI Al-Azhar Menganti Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37812/aliqtishod.v10i1.308
Penelitian ini membahas tentang gagasan-gagasan pokok dalam melakukan kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat sebagaimana ajaran Islam menentukan yang dikembangkan oleh pemikiran Ibn Taimiyah yang terkenal dengan gerakan al-ruju’ ila Al-Qur’an (kembali pada sumber ajaran islam, yaitu Al-Qur’an dan As-sunnah), yang mana pemikiran Ibn Taimiyah ini memberikan solusi kepada negara dalam membangun morarilitass pembangunan dengan upaya menyadarkan rakyat bahwa moral dan etika merupakan hal yang penting dalam melakukan kegiatan perekonomian. Tujuan diadakannya penelitian ini yaitu untuk memberikan gambaran mengenai hal-hal pokok yang harus ada pada saat ingin melakukan kegiatan ekonomi yang sesuai dengan pandangan islam. Adapun dalam Penelitian ini kami menggunakan metode penelitian deskriptif kepustakaan yang mencakup gagasan-gagasan utama mengenai ekonomi islam yang di tinjau dari pemikiran Ibn Taimiyah serta prinsip-prinsip mengenai kegiatan ekonomi menurut ajaran islam. Sebab ketika seseorang ingin melakukan kegiatan perekonomian hal utama yang harus dilakukan adalah mengikut sertakan prinsip-prinsip ekonomi islam dalam kegiatan tersebut karena secara tidak langsung kegiatan ekonomi juga ada keterkaitannya dengan keimanan seseorang. Dalam melakukan kegiatan ekonomi haruslah bisa memahami dan juga menerapkan prinsip-prinsip atau aturan aturan yang telah di tetapkan didalam ajaran Islam. Sehingga hal-hal yang tidak di inginkan seperti adanya monopoli seprti tujuan dari pemikiran ekonomi islam menurut Ibnu Taimiyah