cover
Contact Name
Erna Yovi Kurniawati
Contact Email
jurnal.ilmukebidanan@gmail.com
Phone
+6287739122352
Journal Mail Official
jurnal.ilmukebidanan@gmail.com
Editorial Address
Kampus Akademi Kebidanan Ummi Khasanah Jl Pemuda Gandekan Bantul Yogykarta 55711
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JIK (Jurnal Ilmu Kebidanan)
ISSN : 24076872     EISSN : 25794027     DOI : 10.48092
Core Subject : Health,
JIK terbit pertama kali pada tahun 2014 dalam versi cetak, dan dipublikasikam secara online pada tahun 2015. Tujuan Jurnal Ilmu Kebidanan adalah menyebarluaskan hasil penelitian dan meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah melalui pendekatan interdisipliner dan multidisiplin. Proses pengiriman manuscript terbuka sepanjang tahun. Semua manuscript yang dikirimkan akan melalui peer review dan editorial blind review sebelum disetujui untuk diterbitkan. Terbit pertama kali pada tahun 2014, JIK telah menggunakan Open Journal System yang mewajibkan semua penulis untuk mendaftar terlebih dahulu sebelum diperbolehkan mengupload manuscript yang mereka tulis secara online. Setelah itu, editor, peer reviewer, dan penulis dapat memantau proses pembuatan manuscript. Jurnal Ilmu Kebidanan (JIK) merupakan jurnal yang dikembangkan untuk menyebarluaskan dan membahas literatur ilmiah dan penelitian lainnya tentang perkembangan kesehatan khususnya kebidanan. JIK dimaksudkan sebagai media komunikasi antar stakeholders penelitian kesehatan seperti peneliti, pendidik, mahasiswa, praktisi serta masyarakat umum yang memiliki kepentingan terhadap hal tersebut. Jurnal Ilmu Kebidanan memuat manuscript Ilmu Kesehatan yang meliputi: Kebidanan Kesehatan Reproduksi Kesehatan Ibu dan Anak Kebidanan Komunitas Keluarga Berencana Kebijakan Kesehatan (Kebidanan) Pendidikan Kebidanan Teknologi Kesehatan (Kebidanan)
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2014): Edisi Desember" : 10 Documents clear
PENGETAHUAN, SIKAP DENGAN PERILAKU SISWI DALAM UPAYA PENGENDALIAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL Marmi Marmi; Margiyati Margiyati
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 1 No. 1 (2014): Edisi Desember
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diperkirakan lebih dari 340 juta kasus baru dari infeksi menular seksual (IMS) yang dapat disembuhkan (sifilis, gonore, infeksi klamidia, dan infeksi trikomonas) terjadi setiap tahunnya pada laki-laki dan perempuan usia 15-49 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap dengan perilaku siswi dalam upaya pengendalian infeksi menular seksual di SMA IT Abu Bakar Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional descriptive correlation. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, dengan sampel 29 siswi. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat menggunakan person product momment, dan multivariat menggunakan uji f (Anova). Hasil statistik dari penelitian menunjukkan bahwa sebanyak lima siswi (17,2%) memiliki tingkat pengetahuan yang baik, 19 siswi (57,6%) memiliki tingkat pengetahuan yang cukup baik, dan sebanyak lima siswi (17,2%) memiliki tingkat pengetahuan yang kurang baik tentang upaya pengendalian IMS. Terdapat 10 siswi (34,5%) memiliki sikap yang baik, 19 siswi (65,5%) memiliki sikap yang cukup baik, dan tidak ada satu siswi pun (0%) yang mempunyai sikap buruk dalam upaya pengendalian IMS. Sedangkan perilaku siswi dalam upaya pengendalian IMS 100% baik. Analisis bivariat pada hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku adalah p < 0,005 (0,536) dan hubungan sikap dengan perilaku adalah p < 0,005 (0,088). Analisis multivarian antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku siswi dalam upaya pengendalian IMS adalah F hitung > F tabel (2,672>3,707) dan nilai signifikasi dalam tabel tersebut = 0,088, dimana sig < 0,005. Tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan perilaku siswi dalam upaya pengendalian IMS di SMA IT Abu Bakar Yogyakarta 2014.
PENYULUHAN MODEL PENDAMPINGAN STATUS GIZI TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN BALITA Tuti Rohani; Jumiyati Jumiyati; Susi Nuryani
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 1 No. 1 (2014): Edisi Desember
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu negara akan menjadi negara yang berkualitas apabila didukung dengan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. SDM berkualitas dibangun salah satunya dari kecukupan gizi yang berkualitas. Status gizi menjadi indikator derajat kesehatan anak. Gizi penting untuk pertumbuhan anak. Pendidikan gizi sangat penting dilakukan sebagai upaya perbaikan gizi masyarakat secara komprehensif pencegahan, promosi/ edukasi dan penanggulangan balita gizi buruk. Penyuluhan adalah upaya perubahan perilaku manusia yang dilakukan dengan pendekatan edukatif. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penyuluhan model pendampingan tentang status gizi terhadap peningkatan berat badan balita di Puskesmas Jetis II Bantul. Desain penelitian adalah penelitian eksperimen semu. Model rancangan non equivalent control group. Populasi dalam penelitian ini pengasuh balita yang mempunyai anggota keluarga balita yang menderita gizi kurang umur 1-3 tahun dan berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Jetis II Kabupaten Bantul. Jumlah populasi 82 anak balita, 30 anak sebagai sampel diambil secara random sampling. Dengan 15 anak sebagai kelompok perlakuan dan 15 anak sebagai kelompok kontrol. Untuk mencari perbedaan atau pengaruh antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol dicari dengan rumus t test independen. Hasil penelitian dianalisis dengan uji t test independen menunjukkan t hitung=2,295 dengan df=28, t tabel=2,048 dan nilai sig=0,029 dimana nilai sig < 0,05 (0,029<0,05) atau t hitung > t tabel (2,295>2,048) artinya ada perbedaan peningkatan berat badan balita antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Terdapat pengaruh penyuluhan model pendampingan tentang status gizi terhadap peningkatan berat badan balita di Puskesmas Jetis II Bantul.
PERAN KELUARGA TERHADAP PENANGGULANGAN AWAL ISPA BUKAN PNEUMONIA PADA BALITA Esti Nugraheny; Jumiyati Jumiyati; Shafa Awalia
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 1 No. 1 (2014): Edisi Desember
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ISPA (infeksi saluran pernafasan akut) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada balita dan cenderung meningkat setiap tahun. Sampai saat ini ISPA masih merupakan penyakit utama yang paling sering menyebabkan kematian pada balita. Berbagai upaya seperti pencegahan, penemuan dini dan penatalaksanaan kasus dilakukan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian karena ISPA. Penatalaksanaan dini yang benar sangat penting karena untuk mencegah ISPA bukan pneumonia menjadi pneumonia, dan mencegah pneumonia berat. Mengetahui peran keluarga dalam penanggulangan ISPA bukan pneumonia pada balita, cara pemberian nutrisi, cara pemberian cairan, pengamatan perkembangan penyakit dan cara mencari bantuan ke sarana pelayanan kesehatan. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita yang diperiksakan di Puskesmas Bantul II karena ISPA bukan pneumonia. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling sejumlah 60 sampel. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil penelitian menggunakan analisis univariat. 70% (42 responden) berperan positif terhadap penanggulangan ISPA bukan pneumonia pada balita, yaitu demam, 86% (52 responden) batuk, 80% (48 responden) sumbatan jalan nafas, 86% (52 responden) cara pemberian nutrisi, 100% (60 responden) cara pemberian cairan, 100% (60 responden) pengamatan perkembangan penyakit, 97% (58 responden) dan cara mencari bantuan ke sarana pelayanan kesehatan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peran keluarga dalam menanggulangi ISPA bukan pneumonia pada balita selama di rumah sebagian besar memiliki peran positif.
PERSAINGAN SAUDARA KANDUNG (SIBLING RIVALRY) PADA ANAK USIA PRASEKOLAH Esti Nugraheny; M Any Ashari; Marselina Idoliana
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 1 No. 1 (2014): Edisi Desember
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbedaan usia anak yang tidak terlalu jauh akan menimbulkan persaingan antar saudara, dalam bahasa inggris disebut sibling rivalry, yaitu adanya rasa persaingan saudara kandung. Terjadi pada anak dengan usia toddler (2-3 tahun), yang juga dikenal dengan “usia nakal” pada anak. Anak mendemonstrasikan sibling rivalry-nya dengan berperilaku temperamental, misalnya menangis keras tanpa sebab, berperilaku ekstrim untuk menarik perhatian orang tuanya, atau dengan melakukan kekerasan terhadap adiknya. Jarak usia yang lazim memicu munculnya sibling rivalry adalah jarak usia antara 1-5 tahun dan kemudian muncul kembali pada usia 8-12 tahun, persaingan masih juga bisa terjadi antar anak yang beda usianya jauh, bahkan, kecemburuan kadang bisa lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jarak kelahiran antar saudara kandung pada anak usia prasekolah di TK. RA AR-Raihan Bantul dan mengetahui perilaku sibling rivalry pada anak prasekolah di TK. RA AR-Raihan Bantul. Penelitian ini termasuk penelitian Deskriptif Corelation dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua anak yang ada di TK. RA AR-Raihan Bantul berjumlah 221. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Propotionate Stratified Random Sampling dengan jumlah 43 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian dianalisis melalui uji Chi Squere. Hasil uji analisa data menunjukkan bahwa nilai X2 hitung > X2 tabel (8,658>3,841) yang bearti Ha diterima dan ada hubungan antara jarak kelahiran dan sibling rivalry. Ada hubungan antara jarak kelahiran dan sibling rivalry pada anak usia prasekolah di TK. RA AR-Raihan Bantul, Yogyakarta pada tahun 2014. Semakin dekat jarak kelahiran semakin tinggi sibling rivalry, sebaliknya semakin jauh jarak kelahiran semakin rendah sibling rivalry.
PERSEPSI, SIKAP, DAN PERILAKU PELAJAR SMA IT TENTANG GENDER DALAM UPAYA PENGENDALIAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL Marmi Marmi; Margiyati Margiyati
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 1 No. 1 (2014): Edisi Desember
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan rancangan fenomenologis studi kasus yang bertujuan untuk mengetahui persepsi, sikap dan perilaku pelajar sekolah menengah atas islam terpadu (SMA IT) tentang gender dalam upaya pengendalian infeksi menular seksual (IMS). Data dikumpulkan dengan mengadakan wawancara terhadap informan dan kuesioner di lapangan baik berkenaan dengan aspek persepsi, sikap, dan perilaku yang sekaligus sebagai subjek dan objek penelitian. Tempat penelitian sebagai representasi pelajar SMA IT Abu Bakar Yogyakarta. Setelah dilakukan reduksi pada data yang diperoleh,selanjutnya dilakukan interpretasi sesuatu dengan kerangka teori yang dikemukakan. Hasil penelitian pelajar memiliki persepsi bahwa laki-laki dan perempuan mempunyai kewajiban yang sama dalam upaya pengendalian IMS. Sikap terhadap ketidaksetujuan terhadap tindakan yang dapat mengakibatkan penularan infeksi menular seksual menunjukkan kematangan sikap yang lebih terarah, intensitas keyakinan yang kuat, keluasan berfikir, konsistensi dalam berpendapat, dan spontanitas dalam bersikap. Hal ini sekaligus menyangkal anggapan tentang kemampuan usia muda untuk mengontrol diri masih relatif rendah. Orientasi pelajar tentang upaya pengendalian infeksi menular seksual masih terfokus pada upaya pencegahan dini pada individu yang masih single, belum pada upaya aspek tindakan nyata seseorang yang telah memiliki pasangan dan aktif secara seksual. Perilaku dalam upaya pengendalian infeksi menular seksual menurut pelajar adalah dengan cara tidak terbawa pergaulan bebas, tidak berpacaran, tidak melakukan free sex, tidak melakukan hubungan seks di luar pernikahan, tidak bergonta-ganti pasangan (setia pada pasangan tunggal), menggunakan kondom saat melakukan hubungan seks, selektif dalam memilih teman, mempelajari ilmu agama untuk memperkuat keimanan, dan menyibukkan diri dengan hal-hal positif yang bermanfaat.
TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN MOTIVASI IBU MEMBERIKAN STIMULASI TUMBUH KEMBANG BAYI Sri Sundari; Khasanah Maulidia
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 1 No. 1 (2014): Edisi Desember
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses tumbuh kembang anak merupakan proses yang berkesinambungan mulai dari lahir sampai dewasa. Masa bayi merupakan masa yang penting dalam tumbuh kembang. Agar tumbuh dan berkembang secara optimal, selain nutrisi yang baik dan kasih sayang yang cukup, bayi juga membutuhkan stimulasi yang tepat. Semakin dini dan semakin lama stimulasi dilakukan, maka akan semakin besar manfaatnya terhadap tumbuh kembang bayi. Untuk itu, keluarga mempunyai peran yang penting dalam pembinaan fisik, mental dan sosial bayi. Orang tua khususnya ibu harus memiliki pengetahuan tentang proses tumbuh kembang pada anak sehingga bila ada kelainan secara dini bisa diketahui. Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan motivasi ibu memberikan stimulasi tumbuh kembang pada bayi. Penelitian ini menggunakan survei analitik, dengan rancangan cross-sectional. Populasi adalah semua ibu yang mempunyai bayi di Bidan Praktik Mandiri (BPM) Sukani berjumlah 91 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil penelitian dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil uji analisis Chi-Square menunjukkan nilai x2 hitung (33,537) > x2 tabel (5,991) dan p value (0,000)<0,05, maka Ho ditolak dan H? diterima, sehingga disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan motivasi ibu memberikan stimulasi tumbuh kembang bayi. Untuk keeratan dari kedua variabel tersebut diketahui nilai (C) sebesar 0,641 yang berarti terdapat hubungan dalam tingkat kuat antara kedua variabel. Ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan motivasi ibu memberikan stimulasi tumbuh kembang bayi.
TINGKAT PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN TINGKAT KESIAPAN MENGHADAPI MENARCHE Tita Restu Yuliasri; Dyah Ayu Tri Puspita Ning Tyas
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 1 No. 1 (2014): Edisi Desember
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Informasi tentang kesehatan reproduksi penting untuk disebarluaskan termasuk infeksi saluran reproduksi karena perempuan lebih mudah terkena infeksi saluran reproduksi dibandingkan dengan pria, dan pada perempuan saluran reproduksi mempunyai dampak buruk ke masa depan seperti kemandulan, kanker leher rahim, kehamilan di luar kandungan dan kelainan pada janin/ bayi. Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dengan tingkat kesiapan menghadapi menarche pada siswi SD Negeri Juru Gentong kelas IV dan V. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode survei analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi yaitu seluruh siswi putri SD Negeri Juru Gentong berjumlah 381 siswi. Teknik sampling adalah purposive sampling. Sampel adalah 55 remaja putri. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Analisis bivariat dilakukan dengan uji chi square. Ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dengan kesiapan menghadapi menarche pada siswi di SD Juru Gentong, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta.
TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG MENYUSUI DENGAN PELAKSANAAN TEKNIK MENYUSUI Tita Restu Yuliasri; Evi Setyaningrum
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 1 No. 1 (2014): Edisi Desember
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian ASI eksklusif dapat mencegah kematian bayi sebanyak 13%. Pemberian makanan pendamping ASI pada waktu dan jumlah yang tepat dapat mencegah kematian bayi sebanyak 6% sehingga pemberian ASI eksklusif selama enam bulan dilanjutkan dengan pemberian ASI sampai lebih dua tahun bersama makanan pendamping ASI yang tepat dapat mencegah kematian bayi sebanyak 19%. Teknik menyusui yang benar sangat penting. Posisi menyusui yang benar merupakan hasil perlekatan dan menentukan keberhasilan dalam menyusui. Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang menyusui dengan pelaksanaan teknik menyusui. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif, meliputi survei dengan analisis bivariat dan deskriptif kualitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu menyusui selama 0-24 bulan sebanyak 699 orang. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling, dengan sampel sebanyak 88 orang. Kemudian hasilnya dianalisis menggunakan korelasi Kendall Tau. Berdasarkan hasil analisis bivariat dengan koefisien korelasi sebesar (0,227) dan nilai signifikasi (?-value) sebesar 0,029. Kesimpulan uji adalah Ho ditolak karena nilai ?-value lebih kecil dari 0,05 (0,029<0,05). Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang menyusui dengan pelaksanaan teknik menyusui
FAKTOR-FAKTOR IBU HAMIL YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH (BBLR) Tuti Rohani; M. Mirza Fauzie; Marsiana
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 1 No. 1 (2014): Edisi Desember
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyebab AKB tersebut adalah bayi BBLR yaitu berat bayi < 2.500 gram yang ditimbang segera setelah bayi lahir. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi berat bayi lahir diantaranya kadar hemoglobin (Hb) ibu hamil, ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA), paritas, jarak kehamilan dan persalinan ibu terakhir serta umur ibu hamil. Untuk mengetahui hubungan faktor-faktor ibu hamil dengan kejadian BBLR. Pada penelitian ini menggunakan metode survey analitik, menggunakan rancangan case control. Sampel pada penelitian ini adalah bayi yang lahir BBLR sebagai kasus dan bayi lahir normal sebagai kontrol. Teknik sampling yang digunakan yaitu aksidental dan selama periode Januari 2012 sampai Maret 2013 didapatkan 18 kasus BBLR dari 383 kelahiran, untuk kelompok kontrol (bayi lahir normal) diambil secara acak. Kadar Hb ibu hamil, jarak kehamilan dan persalinan terakhir, dan umur ibu hamil berhubungan dengan kejadian BBLR, p sebesar 0,034<0,05 dengan OR 2,286, p sebesar 0,016<0,05 dengan OR 2,385, p sebesar 0,034<0,05 dengan OR 2,286. Untuk variabel LILA dan paritas tidak ada hubungan dengan kejadian BBLR karena nilai p sebesar 0,289>0,05 dan p sebesar 0,146>0,05. Diantara lima variabel yang diteliti, tiga diantaranya berhubungan dengan kejadian BBLR (kadar Hb ibu hamil, jarak, umur ibu hamil) dan dua yang tidak berhubungan (paritas dan LILA ibu hamil) serta diantara tiga variabel yang berhubungan faktor resiko terbesar atau yang mempunyai odds rasio yang paling besar adalah jarak kehamilan dan persalinan terakhir.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OBESITAS PADA BALITA Arifah Istiqomah; Sri Sundari; Hesty Rika Wulandari
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 1 No. 1 (2014): Edisi Desember
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas pada anak balita di Indonesia menunjukkan angkapeningkatan yang cukup tinggi dan perlu mendapat penanganan yang cukup serius mengenai penyebab, tindakan pencegahan, dan upaya pengobatannya. Pada penelitian ini dibahas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi obesitas pada balita, yaitu: pemberian ASI, pemberian bubur balita, asupan nutrisi dan konsumsi makanan cepat saji/ fast food di wilayah kerja Puskesmas Banguntapan III Kabupaten Bantul Yogyakarta tahun 2013. Desain penelitian yang digunakan adalah case control dengan pendekatan retrospektif, penelitian ini dilaksanakan di wilayah Puskesmas Banguntapan III Bantul Yogyakarta periode bulan Desember 2012-Juli 2013. Populasinya Seluruh ibu dan balita di wilayah kerja Puskesmas Banguntapan III Bantul Yogyakarta. Sedangkan Sampel pada penelitian ini ada 30 balita obesitas sebagai kelompok kasus, dan 30 balita tidak obesitas sebagai kelompok kontrol. Penggunaan data menggunakan data primer dan sekunder. Hasil penelitian dianalisa melalui uji hubungan chi-Square. Hasil penelitian setelah dianalisis menggunakan chi-square menunjukkan x2 hitung pada pemberian ASI dan bubur balita sebesar (32,308)>x2 tabel (3,881) dengan nilai p 0,000<0,05 (OR: 4,333), x2 hitung pada asupan nutrisi sebesar(22,500)>x2tabel (3,881) dengan p 0,000<0,05 (OR: 21,000), x2 hitung pada konsumsi makanan cepat saji/ fast food sebesar (15.017)>x2 tabel (3,881) dengan p 0,000<0,05 (OR: 9,036). Ada hubungan antara pemberian ASI dan bubur balita, asupan nutrisi, konsumsi makanan cepat saji/ fast food dengan kejadian obesitas di wilayah kerja Puskesmas Banguntapan III Bantul Yogyakarta. Faktor resiko terbesar atau yang mempunyai nilai Odds Ratio paling besar adalah asupan nutrisi.

Page 1 of 1 | Total Record : 10