cover
Contact Name
Ramses
Contact Email
ramses.firdaus@gmail.com
Phone
+628117553507
Journal Mail Official
jurnal.simbiosa@gmail.com
Editorial Address
Kampus Universitas Riau Kepulauan Batam Jln. Batuaji Baru No,99 Batuaji Kota Batam - Kepulauan Riau-Indonesia
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
SIMBIOSA
ehadiran jurnal SIMBIOSA sangat diharapkan untuk meningkatkan publikasi ilmiah pada bidang pembelajaran Biologi dan Sains. Fokus dan cakupan SIMBIOSA secara deteil sebagai berikur: Pendidikan Biologi, mencakup : pembelajaran Biologi untuk sekolah menengah, dan perguruan tinggi; teknologi pembelajaran Biologi; pengembangan profesionalisme guru bidang studi Pendidikan Biologi; pembelajaran Biologi inovatif dengan menerapkan berbagai pendekatan seperti pendekatan realistik, pendekatan CTL, dan sebagainya. Sain Biologi mencakup Biologi molekuler; Bio-Ekologi; Biodiversiti; Konservasi dan bidang kajian lain yang relevan dengan Biologi dalam arti luas. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun (Juli dan Desember). Artikel yang sudah diterima dan siap dipublikasikan melalui online (early view) secara bertahap serta versi cetaknya akan diedarkan pada akhir periode penerbitan online.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2017): JURNAL SIMBIOSA" : 5 Documents clear
ISOLASI DAN UJI ANTIFUNGAL BAKTERI ENDOFIT DARI AKAR TANAMAN KARET (Hevea brasilliensis) Widya Lestari
SIMBIOSA Vol 6, No 1 (2017): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v6i1.1036

Abstract

Penelitian mengenai bakteri endofit dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman serta meningkatkan pertumbuhan tanaman dengan menghasilkan metabolit sekunder telah banyak dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan bakteri endofit dari akar tanaman karet dalam menghambat pertumbuhan fungi patogen. Isolasi bakteri endofit dilakukan dengan sterilisasi permukaan akar dan mengkulturnya pada media nutrien agar. Lima  isolat bakteri endofit diperoleh dari akar tanaman karet masing-masing: WL01, WL02, WL03, WL04 dan WL05. Isolat bakteri diuji antagonis terhadap fungi patogen yaitu Fusarium oxysporum, Ganoderma boninense, Rigidoporus microporus dan Saprolegnia sp. Dua  isolat bakteri, WL01 dan WL05 memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan  fungi patogen Rigidoporus microporus dan Fusarium oxysporum. Hasil pengamatan menyatakan bahwa pertumbuhan fungi patogen terhambat dan hifa bengkok.
PENGARUH CAMPURAN URINE SAPI DAN VERMIKOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN SAWI (Brassica juncea) Sulton Nawawi
SIMBIOSA Vol 6, No 1 (2017): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v6i1.972

Abstract

Penelitian ini penting untuk dilakukan agar masyarakat mengetahui peranan campuran urine sapi dan vermikompos terhadap pertumbuhan dan perkembangan sawi. Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui pengaruh urine sapi terhadap pertumbuhan dan hasil sawi (Brassica juncea) dengan perbandingan yang telah ditentukan; 2) untuk mengetahui pengaruh vermikompos terhadap pertumbuhan dan hasil sawi (Brassica juncea) dengan perbandingan yang telah ditentukan; dan 3) untuk mengetahui pengaruh campuran urine sapi dan vermikompos terhadap pertumbuhan dan hasil sawi ( Brassica juncea ) terhadap perbandingan yang telah ditentukan. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 perlakuan dan 3 ulangan yaitu urin sapi (U1 = 20 ml, U2 = 30 ml, dan U3 = 40 ml) dan vermikompos (V1 = 20 gr, V2 = 40 gr, dan V3 = 60 gr). Parameter yang diamati adalah: tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, dan berat basah tanaman. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Uji F, jika data yang diperoleh berbeda nyata maka dilakukan dengan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT). Pemberian perlakuan  urin dan vermikompos pada dosis/konsentrasi yang berbeda memberikan pengaruh pada semua parameter. Pada tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun dan berat basah tanaman sawi perlakuan urine sapi terbaik yaitu pada volume 40 ml (U3), perlakuan vermikompos terbaik pada volume 60 gr (V3), dan campuran terbaik pada volume urine sapi 40 ml dan 60 gr vermikompos (U3V3).
KEANEKARAGAMAN BURUNG DI KAWASAN LAHAN BASAH KOTA BATAM Fauziah Syamsi
SIMBIOSA Vol 6, No 1 (2017): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v6i1.973

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman fauna burung di lahan basah Kota Batam dan mengidentifikasi status lahan basah berdasarkan keanekaragaman fauna burung yang terdapat disana. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2016 sampai Januari 2017 di Rempang dan Tg. Piayu, Kota Batam. Penelitian ini menggunakan metode survei dan pengamatan langsung di kawasan hutan mangrove dan sekitarnya. Pengamatan lapangan dilanjutkan analisis rekaman gambar di laboratorium. Setelah dilakukan pengamatan terhadap jenis-jenis burung di lokasi penelitian ditemukan 327 individu yang terdiri dari 7 Ordo, 12 Famili dan 23 jenis. Famili dengan jumlah individu terbanyak adalah Ardeidae yaitu sebanyak 207 individu yang terdiri dari 5 spesies. 11 spesies burung yang ditemukan di lokasi penelitian merupakan burung yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang No. 7 tahun 1999. Tingkat keanekaragaman burung di dua lokasi penelitian tergolong sedang yaitu dengan nilai indeks keanekaragaman (H’) burung di Rempang adalah 2,01 dan di Tg Piayu adalah 2,33. Nilai indeks kemerataan spesies (J’) di Rempang tergolong sedang, yaitu 0,66 dan di Tg. Piayu tergolong tinggi yaitu 0,82.
APLIKASI KELAYAKAN KUALITAS AIR ASPEK MIKROBIOLOGI PADA SISTEM RESIRKULASI UNTUK MENDUKUNG PERTUMBUHAN BENIH IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer Bloch) Rahmi Rahmi; Ramses Ramses
SIMBIOSA Vol 6, No 1 (2017): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v6i1.974

Abstract

Pengelolaan benih Kakap Putih menggunakan sistem resirkulasi di dalam ruangan (indoor) dilakukan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang timbul karena pengaruh iklim dan kerusakan lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 24 April – 22 Juni 2016 yang bertempat di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam, Propinsi Kepulauan Riau. Penelitian dilakukan dengan memelihara benih Kakap Putih pada bak 10 m3, ukuran benih berkisar 3 – 4 cm dengan berat berkisar 0,75 gr. Ikan Kakap Putih dipelihara selama dua bulan. Pengecekan mikrobiologi dilakukan dua minggu sekali. Pengukuran pertumbuhan dilakukan satu minggu sekali dan penghitungan tingkat kelulusan hidup dilakukan diakhir masa pemeliharaan. Selain pengambilan data diatas, juga melakukan pengukuran terhadap parameter kualitas air seerti salinitas, DO, tempratur dan pH. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jumlah bakteri umum (TBU) pada media air sistem resirkulasi berkisar antara 4,12x104 sampai 9x104 CFU/ml. Sedangkan jumlah bakteri vibrio (TBV) berkisar antara 1,3x103 sampai 5,2x103 CFU/ml. Hasil ini tidak berbeda jauh dengan pemeliharaan tanpa resirkulasi. Namun pada pengecekan kualitas air terhadap pH, DO, salinitas dan suhu pada sitem resirkulasi dapat mempertahan kualitas air yang optimal sehingga pertumbuhan dan angka kelulusan hidup benih Kakap Putih termasuk baik. 
PEMBERIAN PAKAN PELET DAN CACING SUTERA PADA PEMELIHARAAN BENIH IKAN HIAS NEMO Rahmi Rahmi; Ramses Ramses; P.N Pramuanggit
SIMBIOSA Vol 6, No 1 (2017): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v6i1.975

Abstract

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 01 September – 30 November 2016 yang bertempat di Bagian Ikan Hias dan Kekerangan Balai Perikanan Budidaya Laut Batam, Kota Batam – Kepulauan Riau. Benih ikan hias Nemo dipelihara dalam wadah aquarium dengan volume 25 liter sebanyak 3 buah. Selama pemeliharaan benih ikan Nemo diberikan pakan pelet pada aquarium A, pakan mix : pellet dan cacing sutera pada aquarium B dan pemberian cacing sutera 100 % pada aquarium C. Pemberian pakan dilakukan 3 kali sehari yaitu pagi, siang dan sore. Pakan diberikan hingga ikan kenyang. Benih ikan hias nemo dipelihara selama kurang lebih dua bulan. Sebagai hasil diharapkan akan diperoleh data berupa pertumbuhan serta kualitas air selama kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah 40 hari pemeliharaan dan 5 kali sampling didapatkan pertumbuhan berat mutlak paling besar adalah aquarium A yaitu 0,472 gram sedangkan aquarium C tidak dapat dihitung karena berat akhir ikan lebih ringan dari pada berat awal, hal ini selaras dengan SGR (pertumbuhan harian) aquarium A paling cepat pertumbuhannya yaitu 0,012 gram per hari sedangkan aquarium C tidak dapat dihitung. Untuk pertambahan panjang mutlak ikan nemo pada aquarium A paling panjang yaitu 0,82 cm dan yang paling rendah yaitu aquarium B dengan panjang 0,66 cm.

Page 1 of 1 | Total Record : 5