cover
Contact Name
Secretariat of Jurnal Gizi dan Pangan
Contact Email
jgizipangan@gmail.com
Phone
+62251-8621363
Journal Mail Official
jgizipangan@gmail.com
Editorial Address
Department of Community Nutrition, Faculty of Human Ecology, IPB University, Bogor 16680, Indonesia
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Gizi dan Pangan
ISSN : 19781059     EISSN : 24070920     DOI : 10.25182/jgp
Core Subject : Health,
Jurnal Gizi dan Pangan (Journal of Nutrition and Food) merupakan jurnal ilmiah yang memuat berbagai artikel hasil penelitian dan review (atas undangan) tentang gizi dan pangan, yang terkait dengan aspek biokimia, gizi klinik, gizi masyarakat, pangan fungsional, dan sosial ekonomi serta regulasi dan informasi gizi dan pangan. Jurnal ini merupakan publikasi resmi dari Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia yang telah terbit sejak tahun 2006. Penerbitan jurnal ini dilakukan secara teratur setahun 3 kali (bulan Maret, Juli, dan November).
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2007)" : 7 Documents clear
FOOD CONSUMPTION AND NUTRITIONAL STATUS OF CHILDREN PARTICIPATING AT POSYANDU PROGRAM IN CIANJUR REGENCY Hadi Riyadi; Faisal Anwar
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 2 No. 2 (2007)
Publisher : Food and Nutrition Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.502 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2007.2.2.1-12

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kon­sumsi pangan anak balita serta menganalisis status gizi balita. Penelitian ini menggunakan cross-sectional de­sain dengan sampel rumah tangga yang memiliki anak balita. Sampel berjumlah 300 balita. Pemilihan sampel dilakukan secara acak berlapis (stratified random sampling). Penelitian ini dilakukan di dua kecamatan Kabupaten Cianjur pada tahun 2006-2007. Data yang di­kumpulkan meliputi konsumsi dan frekuensi konsumsi pan­gan balita serta data antropom­etri balita yang digunakan untuk menentukan status gizi balita. Data hasil wawancara dan pengukuran dientri menggunakan soft­ware excel. Data dianalisis dengan SAS (Statistical Analysis System). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kon­sumsi energi  balita secara rata-rata hanya memenuhi 80% angka kecukupan gizi yang dianjurkan (RDA). Konsumsi pro­tein sudah memenuhi angka kecukupan protein yang dianjurkan. Prevalensi underweight, stunted dan wasted pada balita berturut-turut yaitu 30.0%, 43.7% dan 12.3%.
FOOD CONSUMPTION AND NUTRITIONAL STATUS OF BREASTFEEDING MOTHERS AND INFANTS Eddy Setyo Mudjajanto; Dadang Sukandar
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 2 No. 2 (2007)
Publisher : Food and Nutrition Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.005 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2007.2.2.13-25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi sosial ekonomi, konsumsi ibu menyusui dan bayi, frekuensi konsumsi pangan ibu menyusui serta menganalisis status gizi ibu menyusui dan bayi. Desain penelitian ini menggunakan cross-sectional dengan sampel ibu menyusui. Sampel yang diambil sebanyak 100 orang ibu menyusui. Pemilihan sampel dilaku­kan secara acak berlapis (stratified random sampling). Penelitian ini dilakukan di dua ke­camatan di Kabupaten Cianjur pada tahun 2006-2007. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik sosial ekonomi keluarga ibu menyusui, konsumsi dan frekuensi konsumsi pangan ibu menyusui dan bayi, status gizi ibu menyusui serta data antropometri bayi yang digunakan untuk menentukan status gizi bayi. Data karakteristik sosial ekonomi keluarga ibu menyusui, konsumsi dan frekuensi konsumsi bayi diperoleh melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Data antropometri bayi diperoleh melalui pengukuran yang dilakukan selama penelitian berlangsung. Data hasil wawancara dan pengukuran dientri menggunakan soft­ware excel. Data dianalisis dengan SAS (Statistical Analysis System) dan menggunakan uji Regresi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi energi dan protein ibu menyusui secara rata-rata hanya memenuhi 60% dan 87% dari angka kecukupan gizi yang dianjurkan (RDA). Konsumsi energi dan protein bayi secara rata-rata sudah memenuhi 100% dan 106% dari angka kecukupan gizi yang dianjurkan (RDA). Prevalensi ibu menyusui pada kategori thin dan overweight masing-masing sebesar 10% dan 16%. Pada bayi, prevalensi dari underweight, stunted dan wasted yaitu sebesar 8.5%, 45.7% dan 9.6%.Keywords : konsumsi, frekuensi  makan, status gizi
PERCEPTION OF MOTHERS AND CHILDREN'S PARTICIPATION IN THE NUTRITIONAL PROGRAMS Dadang Sukandar; Ali Khomsan
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 2 No. 2 (2007)
Publisher : Food and Nutrition Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.766 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2007.2.2.26-35

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap pelayanan program gizi serta menganalisis partisipasinya dalam program posyandu. Disain penelitian ini menggunakan cross-sectional dengan sampel rumah tangga yang memiliki anak balita. Sampel yang diambil sebanyak 300. Pemilihan sampel dilakukan secara acak berlapis (stratified random sampling). Penelitian ini dilakukan di dua kecamatan di Kabupaten Cianjur yang dilakukan pada tahun 2006-2007. Data yang dikumpulkan meliputi jenis pe­layanan gizi, persepsi terhadap program gizi dan partisipasi dalam program gizi. Data diperoleh melalui wawancara. Data ha­sil wawancara dientri menggunakan software excel. Data dianalisis dengan SAS (Statistical Analysis System). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para ibu berpendapat bahwa program PMT dan penyuluhan gizi harus lebih diper­baiki. Jumlah dan keterampilan kader cukup memadai, namun kahadiran bidan di posyandu kurang mencukupi. Program imunisasi bagi balita diikuti dengan baik oleh para ibu balita. Terkait pelayanan di puskesmas, sebagian besar ibu mengeluhkan waktu antri yang lama dan frekuensi kehadiran dokter yang kurang. Partisipasi balita dalam mengun­jungi posyandu relatif baik (92.4%). Lebih dari 90% balita, baik yang sering maupun jarang mengunjungi posyandu telah menerima kapsul vitamin A. Pelayanan posyandu yang sangat dirasakan oleh masyarakat adalah penimbangan balita dan imunisasi. Keywords : persepsi, partisipasi, program gizi
APLIKASI REGRESI LOGISTIK DALAM ANALISIS FAKTOR RISIKO ANEMIA GIZI PADA MAHASISWA BARU IPB Indah Irma Maharani; Hardinsyah Hardinsyah; Bambang Sumantri
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 2 No. 2 (2007)
Publisher : Food and Nutrition Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.834 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2007.2.2.36-43

Abstract

This study was aimed at analyzing risk factors of nutritional anemia among new students of Bogor Agricultural University (IPB). A logistic regression model for 1907 new students’ record data matched with health record data was selected and applied on anemia risk factors analysis. The result showed that 10.9% and 21.4% of the students were suffering from nutritional anemia and proteinuria respectively. The risk factors of nutritional anemia among the new students of IPB are sex, age, family income and proteinuria status. The nutritional anemia risk is higher among female students (OR = 1.36); among younger age (age < 18 year); among students from low income family (OR = 1.70); and students suffered from proteinuria (OR = 1.49). This implies that the regular monitoring and controlling of both anemia and proteinuria among the students by Polyclinic of IPB are urgently required.  
MAKANAN TABU DI BARITO KUALA KALIMANTAN SELATAN Dadang Sukandar
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 2 No. 2 (2007)
Publisher : Food and Nutrition Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.294 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2007.2.2.44-48

Abstract

Food taboo in Indonesia is still a problem. As consequences, pregnant mother, lactating mother and children do not eat the taboo foods so that it can reduce their food intake and finally it can decrease their nutritional status. The objectives of this study are 1) to identify taboo foods, 2) to identify reasons of taboo food and 3) to improve basic nutrition knowledge through training on food and nutrition.  Study was conducted in Barito Kuala South Kalimantan from December 2005 to November 2006. A sample of size 36 households was drawn randomly from household population of size 180. The households population is household farmer who are beneficiary of Special Program for Food Security, Food and Agriculture Organization. Data were analyzed quantitatively and qualitatively and presented in one way table. Results show that groups which had many food taboo were pregnant woman group and lactating mother group. There are 7 taboo foods for pregnant woman and 11 taboo foods for lactating mother. Some taboo foods for pregnant women are ice, twin banana, young coconut, coconut water, young pineapple and fish. Some taboo foods for lactating mother are egg, fresh fish, fish, sugar, salt, jackfruit, fat food, hot food, etc. After attending training, the knowledge on nutrition and food of the farmers increase significantly, therefore it is hoped  that their knowledge can reduce their believe of the food taboo. 
RESISTENSI INSULIN TERKAIT OBESITAS: MEKANISME ENDOKRIN DAN INTRINSIK SEL Mira Dewi
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 2 No. 2 (2007)
Publisher : Food and Nutrition Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.482 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2007.2.2.49-54

Abstract

The number of obese individuals worldwide has reached 2.1 billion and this will lead to explosion of obesity-related morbidity and mortality. Obese individuals will develop re­sistance to celluler action of insulin. The obesity related insulin resistance is the major risk factor of cardiovascular diseases and Type 2 Diabetes Mellitus, the disease which number has reached epidemic proportion. The association between obesity and insulin resistance seem to be cause and effect relation because studies on human and animal has indicated that the increase or decrease of body weight correlates with insulin sensitivity.  Among of many mechanisms proposed, the most often proposed mechanisms are endocrine and cell in­trinsik mechanism. The increase of fatty acid plasma concentration, dysregulation of adi­pokines and ectopic fat storage are proposed to be the endocrin mechanism that lead to obesity related insulin resistance while oxidative stress and mitochondria dysfunction are the cell intrinsic mechanisms that play role to the disease. Understanding the molecular mechanisms of obesity related insulin resistance will provide valuable information to search for interventions that help to prevent or treat Type 2 Diabetes Mellitus and cardiovascular diseases and its related pathologies.
REVIEW FAKTOR DETERMINAN KERAGAMAN KONSUMSI PANGAN Hardinsyah Hardinsyah
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 2 No. 2 (2007)
Publisher : Food and Nutrition Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.509 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2007.2.2.55-74

Abstract

Index of food intake diversity or dietary diversity reflects the nutritional quality of the diet; and it is associated with nutritional health outcomes. Understanding factors determine index of dietary diversity is important for improving nutritional-health status of the people.  However, no studies have been done to capture completely the determinant factors of dietary diversity. This journal article is intended to review the determinants factor of dietary diversity from studies done in both develop and developing countries at individual and household levels.  The results show that four studies analyzed the food data at individual level and the other four studies analyzed the food data at household level; and most of the studies were done in USA. Method of dietary diversity measurement and its statistical analysis varies among the studies. A few dietary diversity studies have investigated particular determinant factors with attention given to assessing nutrition knowledge and socio-demographic factors; and the others on economic and ecological factors.  The present review  suggested that the determinant factors of dietary diversity are nutrition knowledge, food preference, household size and composition, food availability and ecological factors, time availability for food preparation, and food purchasing power e.g. income, food expenditure and food prices. Based on this review a comprehensive conceptual framework and model of the determinant factors of dietary diversity could be developed.

Page 1 of 1 | Total Record : 7