cover
Contact Name
Muhammad Fuad Zaini
Contact Email
fuadzaini06@gmail.com
Phone
+6282360501584
Journal Mail Official
journal.jecs@gmail.com
Editorial Address
http://pusdikra-publishing.com/index.php/jecs/team
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal Economy And Currency Study (JECS)
Published by Pusdikra Publishing
ISSN : -     EISSN : 26560275     DOI : -
Core Subject : Economy,
Diterbitkan oleh Pusdirka Publishing secara berkala (setiap enam bulan) yaitu setiap Januari dan Juli, dengan tujuan untuk menyebarluaskan hasil penelitian, pengkajian, dan pengembangan bidang ekonomi dan keuangan, khususnya bidang 1. Akuntansi 2. Manajemen 3. Pasar modal hukum bisnis 4. Perpajakan 5. Keuangan
Articles 5 Documents
Search results for , issue "vol. 8 no. 1 (2026)" : 5 Documents clear
Problematika Akad Mudharabah dalam Praktek Ekonomi Syariah Habibulloh Habibulloh
Journal Economy and Currency Study (JECS) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jecs.v8i1.3554

Abstract

Akad mudharabah merupakan salah satu instrumen pembiayaan utama dalam ekonomi syariah yang didasarkan pada prinsip kerja sama dan bagi hasil antara pemilik modal (shahibul maal) dan pengelola usaha (mudharib). Meskipun secara konseptual akad ini mencerminkan nilai keadilan dan kemitraan dalam Islam, implementasinya dalam praktik ekonomi syariah masih menghadapi berbagai kendala. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis problematika akad mudharabah dalam praktik ekonomi syariah serta mengidentifikasi upaya yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan penerapannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber literatur, seperti buku, jurnal ilmiah, fatwa DSN-MUI, serta dokumen resmi yang berkaitan dengan pembiayaan mudharabah. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan yang muncul dalam penerapan akad mudharabah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika utama dalam praktik akad mudharabah meliputi adanya informasi asimetris (asymmetric information), tingginya risiko pembiayaan, kesulitan dalam pengawasan usaha, rendahnya literasi keuangan syariah, lemahnya administrasi dan pelaporan keuangan usaha, serta tantangan regulasi dan kepatuhan syariah. Berbagai permasalahan tersebut menyebabkan akad mudharabah belum menjadi pilihan utama dalam pembiayaan lembaga keuangan syariah. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan transparansi, penguatan sistem pengawasan, pemanfaatan teknologi digital, peningkatan literasi keuangan syariah, serta pengembangan sistem manajemen risiko yang lebih efektif guna mendukung optimalisasi penerapan akad mudharabah dalam praktik ekonomi syariah.
Ekonomi Islam Sebagai Sistem Nilai : Telaah Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis Intan Darmawan; Firdaus Khotib Quswain; Agus Waluyo; Rina Rosia
Journal Economy and Currency Study (JECS) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jecs.v8i1.3561

Abstract

Perkembangan system ekonomi modern yang lebih megutamakan pada segi material dan keuntungan finansial telah melahirkan berbagai permasalahn sosial, seperti ketimpangan ekonomi, krisis moral, dan kerusakan lingkungan. Hal tersebut menunjukkan bahwa system ekonomi modern seringkali memisahkan aktivitas ekonomi dari nilai etika dan spritualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ekonomi islam sebagai system nilai melalui pendekatan ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui kajian berbagai literatur ekonomi islam, filsafat ilmu, serta pembangunan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekonomi islam memiliki fondasi filosofis yang berbeda dengan ekonomi konvensional. Secara epistemologis, ekonomi islam menjadikan wahyu, akal, dan pengalaman empiris sebagai sember ilmu yang saling terintegrasi. Secara Ontologis, ekonomi islam memandang manusia sebagai khalifah yang memiliki tanggung jawab moral didalam aktivitas ekonomi. Sementara itu, secara Aksiologis ekonomi islam bertujuan menciptakan kesejahteraan yang adil, seimbang, dan berkelanjutan. Novelty penelitian ini terletak pada pengembangan konsep ekonomi Islam sebagai sistem pembentukan kesadaran moral dan spiritual manusia, bukan hanya sebagai sistem keuangan syariah atau instrumen ekonomi alternatif. Dengan demikian, ekonomi Islam dapat dipahami sebagai sistem nilai yang mampu membangun perilaku ekonomi yang lebih manusiawi, beretika, dan berorientasi pada kemaslahatan sosial.
Dampak Migrasi Tenaga Kerja Terhadap Pembangunan Ekonomi Daerah Asal di Indonesia Muhammad Alhasymi Matondang; Ainun Saskia; Khairunnisa Br Marpaung; Raymon Pernando Pasaribu; Kesia Septina Putri Tarigan; Feny Amelia Sinaga
Journal Economy and Currency Study (JECS) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jecs.v8i1.3549

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak migrasi tenaga kerja terhadap pembangunan ekonomi daerah asal di Indonesia melalui pendekatan tinjauan literatur (literature review). Metode yang digunakan adalah pengumpulan dan analisis berbagai penelitian terdahulu yang relevan, yang diperoleh dari Google Scholar dan berbagai sumber jurnal nasional, tanpa batasan tahun publikasi. Kajian teoritis dalam penelitian ini mencakup konsep migrasi tenaga kerja, teori push and pull, teori remitansi, serta keterkaitannya dengan pembangunan ekonomi daerah. Hasil kajian menunjukkan bahwa migrasi tenaga kerja memiliki dampak yang bersifat multidimensional. Dampak positif utama terlihat dari peran remitansi sebagai sumber pendapatan yang meningkatkan kesejahteraan rumah tangga, mendorong konsumsi, serta berpotensi menjadi investasi produktif yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Selain itu, migrasi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi secara makro melalui aliran devisa. Namun, di sisi lain, migrasi menimbulkan dampak negatif berupa berkurangnya tenaga kerja produktif di daerah asal, fenomena brain drain, ketergantungan terhadap remitansi, serta munculnya permasalahan sosial dan ketimpangan. Pembahasan menunjukkan bahwa besarnya dampak migrasi sangat dipengaruhi oleh pola pemanfaatan remitansi, kualitas sumber daya manusia migran, kebijakan pemerintah, serta tingkat literasi keuangan. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang komprehensif untuk mengoptimalkan manfaat migrasi melalui pemberdayaan berbasis remitansi, reintegrasi migran kembali, serta penguatan ekonomi lokal. Dengan pengelolaan yang tepat, migrasi tenaga kerja dapat menjadi instrumen strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah asal secara berkelanjutan.
Strategi Pengelolaan Sumber Daya Manusia pada Yayasan Nurul Ghufron di Kabupaten Ketapang Viviani Viviani; Marhamah Marhamah; Edy Suchmawan Saputra
Journal Economy and Currency Study (JECS) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jecs.v8i1.3747

Abstract

Yayasan Nurul Ghufron di Kabupaten Ketapang mengalami perkembangan seiring meningkatnya jumlah santri yang berdampak pada semakin kompleksnya pengelolaan sumber daya manusia. Kondisi tersebut ditandai dengan keterbatasan jumlah tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, penempatan guru yang belum seluruhnya sesuai bidang keahlian, keterbatasan sarana dan prasarana, serta pelaksanaan pelatihan kompetensi yang masih bergantung pada pihak eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengelolaan sumber daya manusia, kendala yang dihadapi, serta upaya yayasan dalam mendukung kualitas dan kinerja sumber daya manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan Ketua Yayasan, kepala setiap lembaga, dan delapan orang guru, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya manusia dilakukan melalui perencanaan, pengorganisasian, rekrutmen, pengembangan kompetensi melalui pelatihan dan seminar eksternal, pengawasan dan evaluasi kinerja, serta pembinaan bernuansa religi. Kendala meliputi keterbatasan tenaga tetap, perangkapan tugas, belum adanya pelatihan internal, keterbatasan sarana dan prasarana, serta evaluasi kinerja yang belum terdokumentasi secara berkelanjutan. Upaya perbaikan dilakukan melalui penyusunan evaluasi kinerja yang terstruktur, pelaksanaan pelatihan internal, dan pemenuhan sarana pendukung secara bertahap.
Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia Berbasis Nilai-Nilai Aswaja untuk Meningkatkan Kapasitas Kader MWCNU Sungai Melayu Rayak Faturohman Faturohman; Marhamah Marhamah; Rosadi Jamani
Journal Economy and Currency Study (JECS) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jecs.v8i1.3755

Abstract

Pengembangan sumber daya manusia pada organisasi keagamaan tidak hanya memerlukan peningkatan kompetensi, tetapi juga penguatan nilai dan karakter kader. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengembangan sumber daya manusia berbasis nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama'ah an-Nahdliyah dalam meningkatkan kapasitas kader MWCNU Sungai Melayu Rayak, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta mendeskripsikan dampaknya terhadap perkembangan kader. Ruang lingkup kajian mencakup proses perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, internalisasi nilai Aswaja, dan perubahan kapasitas kader. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Informan dipilih secara purposif dan berjumlah sembilan orang yang terdiri atas pimpinan, pengurus, pimpinan badan otonom, dan kader. Data dikumpulkan melalui wawancara semiterstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Kredibilitas temuan dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kader direncanakan secara partisipatif melalui musyawarah dan dilaksanakan melalui kajian ke-NU-an, kegiatan selapanan, kaderisasi formal, pelatihan kepemimpinan, pelatihan fardu kifayah, dan pelayanan sosial. Nilai tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i'tidal diinternalisasikan melalui amaliyah, fikrah, dan harakah. Strategi tersebut mendukung peningkatan pemahaman Aswaja, kemampuan berorganisasi, kepemimpinan, loyalitas, spiritualitas, dan kepedulian sosial kader. Pelaksanaannya didukung oleh kepercayaan masyarakat, tokoh agama, struktur organisasi, dan semangat pengabdian, tetapi dibatasi oleh anggaran, waktu, kondisi geografis, sarana, dokumentasi, dan kemampuan teknologi. Temuan menegaskan perlunya mempertahankan pembinaan kultural sekaligus memperkuat kaderisasi berjenjang, kompetensi teknis-manajerial, pendanaan, dan sistem evaluasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5