cover
Contact Name
sestiono mindiharto, S.Psi., M.Kes
Contact Email
kesmas@umg.ac.id
Phone
+6281329245322
Journal Mail Official
kesmas@umg.ac.id
Editorial Address
Jalan Sumatera 101 Gresik Kota Baru (GKB) Gresik
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Public Helath Science Research (JPHSR)
ISSN : 27164853     EISSN : 27164845     DOI : http://dx.doi.org/10.30587/jphsr.v1i2
Core Subject : Health,
Jurnal ini memuat artikel tentang epidemiologi dan biostatistik, kebijakan dan administrasi kesehatan, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja, promosi kesehatan, kesehatan ibu dan anak, dan artikel terkait lainnya dalam kesehatan masyarakat. Jurnal dapat digunakan oleh kesehatan, perawat kesehatan, guru, mahasiswa kedokteran, dan orang-orang yang tertarik dengan masalah kesehatan masyarakat.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2024): SEPTEMBER" : 5 Documents clear
FAKTOR DOMINAN YANG BERPENGARUH DENGAN TINGKAT KESADARAN KARYAWAN TERHADAP TANGGUNG JAWAB DALAM K3 (STUDI KASUS DI PERUSAHAAN SAKA INDONESIA PANGKAH LIMITED TAHUN 2023): FAKTOR DOMINAN YANG BERPENGARUH DENGAN TINGKAT KESADARAN KARYAWAN TERHADAP TANGGUNG JAWAB DALAM K3 asmuni, hari; inayah, zufra
Journal of Public Health Science Research (JPHSR) Vol. 5 No. 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jphsr.v5i2.8807

Abstract

Latar Belakang: Kesadaran dalam menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja sebagai tindakan preventif. Tujuan: Untuk menganalisis faktor dominan yang berpengaruh dengan tingkat kesadaran karyawan terhadap tanggung jawab dalam K3. Metode: Desain penelitian adalah survey cross sectional dengan pendekatan observasi. Populasi adalah seluruh karyawan di tahun 2023 sebanyak 240 orang. Jumlah sampel sebanyak 150 responden diambil dengan simple random sampling. Variabel bebas: umur, masa kerja, tingkat pendidikan, pengetahuan, sikap, dukungan rekan kerja, dan prosedur kerja, sedangkan variabel terikat yaitu tingkat kesadaran karyawan terhadap tanggung jawab dalam K3. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner. Analisis dengan uji Regresi Logistik. Hasil: Uji Regresi Logistik menunjukkan prosedur kerja merupakan faktor paling dominan yang mempengaruhi tingkat kesadaran karyawan terhadap tanggung jawab dalam K3 dengan nilai wald (15,445) dan beta (4,654), serta p=0,000 < 0,05. Kesimpulan: Ada pengaruh masa kerja, tingkat pendidikan, pengetahuan, sikap dan prosedur kerja, sedangkan umur dan dukungan rekan kerja tidak ada pengaruh, serta prosedur kerja merupakan faktor paling dominan. Penerapan prosedur kerja penting untuk dilakukan pemantauan penerapannya agar kesadaran karyawan terhadap K3 dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU INTENSITAS KEBISINGAN DENGAN RISIKO NIHL MENGGUNAKAN NOISE MAPPING (DEPARTEMEN PRODUKSI PT GUNAWAN DIANJAYA STEEL TBK.): HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN INTENSITAS KEBISINGAN DENGAN RISIKO NIHL MENGGUNAKAN NOISE MAPPING (DEPARTEMEN PRODUKSI PT GUNAWAN DIANJAYA STEEL TBK.) Anggraeni, Arvina Diah; Dwi Pasca Budiono, Nugrahadi
Journal of Public Health Science Research (JPHSR) Vol. 5 No. 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jphsr.v5i2.10228

Abstract

Latar Belakang: Noise Induced Hearing Loss (NIHL) merupakan gangguan pendengaran yang disebabkan oleh paparan kebisingan dengan intensitas tinggi dalam jangka panjang yang dapat mengakibatkan gangguan pendengaran. Sektor manufaktur seperti pekerja plat baja menjadi salah satu pekerjaan yang memiliki risiko tinggi terhadap paparan kebisingan. Karakteristik individu seperti usia, masa, hipertensi, dan kepatuhan pemakaian alat pelindung telinga juga menjadi faktor penyebab gangguan pendengaran. Tujuan: menganalisis hubungan karakteristik individu dan intensitas kebisingan dengan risiko NIHL menggunakan noise mapping pada pekerja di departemen produksi PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk. Metode: jenis penelitian kuantitatif dengan metode observational analytic dan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling berjumlah 76 pekerja departemen produksi. Instrumen penelitian dilakukan melalui pengukuran kebisingan dan tekanan darah serta pengisian kuisioner. Analisis uji statistik chi square. Hasil: penelitian ini didapatkan bahwa pengukuran kebisingan dengan Sound Level Meter (SLM) di area departemen produksi pada bagian furnace, dividing shear, cooling bed, dan finishing melebihi NAB dengan uji statistik diperoleh hubungan usia dengan NIHL 0.043; hipertensi dengan NIHL 0.000; kepatuhan pemakaian APT dengan NIHL 0.041; intensitas kebisingan dengan NIHL 0.000; masa kerja dengan NIHL 0.075 Kesimpulan: usia, hipertensi, pemakaian alat pelindung telinga dan intensitas kebisingan terdapat hubungan, sedangkan masa kerja tidak berhubungan dengan keluhan gangguan pendengaran risiko NIHL..
HUBUNGAN UMUR PENGGUNA DENGAN SYSTEM QUALITY PADA SIMRS DI RS MUHAMMADIYAH CABANG SEPANJANG: HUBUNGAN UMUR PENGGUNA DENGAN SYSTEM QUALITY PADA SIMRS DI RS MUHAMMADIYAH CABANG SEPANJANG Nuha, Liulin; Fauzia, Dyah
Journal of Public Health Science Research (JPHSR) Vol. 5 No. 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jphsr.v5i2.10313

Abstract

Latar Belakang: Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan teknologi penting dalam meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan. Salah satu indikator kesuksesan implementasi SIMRS adalah kualitas sistem (system quality), yang dipengaruhi oleh pengalaman pengguna, termasuk usia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara umur pengguna dengan persepsi terhadap kualitas sistem SIMRS di RS Muhammadiyah Cabang Sepanjang. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 170 responden pengguna SIMRS yang dipilih secara purposive. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Mayoritas responden berusia 21–30 tahun (47,6%) dan menilai kualitas sistem SIMRS dalam kategori sedang (63,5%). Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara umur dan persepsi terhadap system quality (p = 0,029). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara umur pengguna dan persepsi terhadap kualitas sistem SIMRS. Usia muda cenderung memiliki persepsi lebih positif terhadap kemudahan dan keandalan sistem.
ANALISA OUTLET PENGOLAHAN LIMBAH DI UNIT EFFLUENT TREATMENT PABRIK IIIB PT. PETROKIMIA GRESIK TERHADAP STANDAR BAKU MUTU LINGKUNGAN: ANALISA OUTLET PENGOLAHAN LIMBAH DI UNIT EFFLUENT TREATMENT PABRIK IIIB PT. PETROKIMIA GRESIK TERHADAP STANDAR BAKU MUTU LINGKUNGAN Saputra, Ahmad Yusvani; Syarifah Haz, Dwi Faqihatus
Journal of Public Health Science Research (JPHSR) Vol. 5 No. 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jphsr.v5i2.10322

Abstract

Background: Solid, liquid and gas waste cause environmental pollution so that a waste treatment effort is needed to prevent environmental pollution. Environmental pollution occurs due to waste disposal that exceeds the Threshold Limit Value. Purpose: The purpose of this study is to analyze the effectiveness of the results of liquid waste management outlets with environmental quality standards. Methods: This research was conducted qualitatively using descriptive method. Liquid waste processing data collection is done through field observations, interviews, literature studies, and documentation. The data obtained is then discussed by comparing the Decree of the Minister of Environment and Forestry No. 175/Menlhk/Setjen/PKL.1/4/2017 Concerning Permits for Discharging Wastewater to the Sea. Results: In this study the results obtained were that the liquid waste treatment process in the Effluent Treatment unit had 2 stages (primary and secondary treatment) and the liquid waste processing outlets in the Effluent Treatment unit were not in accordance with the Quality Standards set by the company, which would then be accommodated in equalizer and will be reprocessed until the waste complies with existing environmental quality standards. Conclusion: The company has carried out liquid waste treatment so that it can prevent environmental pollution in accordance with the Decree of the Minister of Environment and Forestry No. 175/Menlhk/Setjen/PKL.1/4/2017 Concerning Permits for Disposing of Wastewater to the Sea, however, the output of liquid waste treatment outlets in the Effluent Treatment unit is not in accordance with the Quality Standards
HUBUNGAN FAKTOR PERSONAL DAN MANAJEMEN K3 DENGAN TINDAKAN UNSAFE ACTION (STUDI KASUS DI PT PETROKOPINDO SELARAS): HUBUNGAN FAKTOR PERSONAL DAN MANAJEMEN K3 DENGAN TINDAKAN UNSAFE ACTION (STUDI KASUS DI PT PETROKOPINDO SELARAS) Saputra, Rizki Aryadinata; Mindiharto, Sestiono
Journal of Public Health Science Research (JPHSR) Vol. 5 No. 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jphsr.v5i2.10325

Abstract

Latar Belakang : unsafe action adalah kesalahan akibat ketidakmampuan pekerja dalam melaksanakan kriteria dan tahapan pekerjaan sesuai dengan standar yang ada sehingga mengakibatkan kecelakaan kerja. Setelah dilakukan pengumpulan data maka rata-rata unsafe action yang terjadi sebesar 19,75% pada tahun 2022 dan 23,41% pada tahun 2023. Tujuan : Menganalisis hubungan faktor personal dan faktor manajemen K3 dengan tindakan unsafe action di Bengkel PT Petrokopindo Cipta Selaras. Metode : Jenis penelitian kuantitatif bersifat observational analitik dengan desain crosssectional melalui teknik simple random sampling berjumlah 58 pekerja bengkel PT Petrokopindo Cipta Selaras menggunakan analisis teknik uji korelasi rank Spearman. Hasil : Faktor personal pekerja bengkel PT PCS hampir setengahnya yakni 41.4% berkategori usia dewasa akhir, sementara sebagian besar 79.3% tingkat pendidikan terakhir yang dimiliki pekerja yakni SMA dengan sebagian besar masa kerja sedang sebesar 67.2%, serta hampir setengahnya 60.3% pekerja memiliki tingkat pengetahuan baik dan sikap kerja baik sebesar 75.9%. sebagian pekerja memperoleh promosi K3 berkategori baik sebesar 62.1% dan tingkat pengawasan baik sebesar 70.7%. unsafe action yang dilakukan pekerja dengan kategori sedang hampir seluruhnya sebesar 82.8% dibandingkan unsafe action berkategori tinggi sebesar 17.2%. Sedangkan hasil uji statistik p value usia (p-value = 0.039), tingkat pendidikan (p-value = 0.04), masa kerja (p-value = 0.044), tingkat pengetahuan (p-value = 0.031), dan sikap kerja (p-value = 0.036), promosi K3 (p-value = 0.021) dan pengawasan (p-value = 0.019). Kesimpulan : Faktor personal dan factor manajemen k3 berhubungan dengan tindakan unsafe action, sehingga diharapkan melakukan tindakan lebih lanjut

Page 1 of 1 | Total Record : 5