cover
Contact Name
Patria Asda
Contact Email
jurnalmikkiwh@gmail.com
Phone
+6281392306554
Journal Mail Official
jurnalmikkiwh@gmail.com
Editorial Address
STIKES Wira Husada Jalan Babarsari, Glendongan, Caturtunggal Depok Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan kesehatan Indonesia
ISSN : 19792298     EISSN : 26850990     DOI : https://doi.org/10.47317
Core Subject : Health,
MIKKI merupakan terbitan berkala ilmiah di bidang keperawatan dan kesehatan. Jurnal MIKKI pertama kali terbit pada tahun 2010 dalam bentuk media cetak. MIKKI merupakan wadah bagi peneliti ataupun praktisi untuk mempublikasikan hasil penelitian maupun literature review dalam bidang keperawatan dan kesehatan. lingkup bidang keperawatan : Keperawatan Dasar, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal bedah, keperawatan komunitas keluarga, keperawatan gerontik, keperawatan gawat darurat dan kritis, keperawatan jiwa, manajemen keperawatan Lingkup bidang kesehatan : kesehatan Ibu dan Anak, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, Administrasi kesehatan, Manajemen Rumah Sakit
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2022)" : 8 Documents clear
Mutu pelayanan keperawatan berhubungan dengan kepuasan pasien pada masa pandemi covid-19 di RSUD Prambanan Yogyakarta Leba, Irene Rosari; Syarifah, Nur Yeti; Asda, Patria
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v11i2.490

Abstract

Latar Belakang: Mutu pelayanan keperawatan merupakan indikator kualitas pelayanan kesehatan karena menjadi salah satu penentu citra Instansi pelayanan kesehatan. Kepuasan pasien adalah suatu tingkat perasaan pasien yang timbul dari layanan kesehatan yang diperoleh setelah pasien menilai dengan apa yang diharapkan.Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan MutuPelayanan Keperawatan Dengan Kepuasan Pasien Pada Masa Pandemi COVID-19 di RSUD Prambanan Yogyakarta.Metode Penelitian:  Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non eksperimental rancangan yang digunakan adalah Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat inap di RSUD Prambanan Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel adalah menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Jumlah populasi adalah seluruh pasien yang di rawat di Rumah sakit. Sampel 68 responden alat pengumpulan data menggunak kuesioner analisa data menggunakan Spearman Rank.Hasil Penelitian:  Hasil penelitian menunjukan bahwa mutu pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien dengan memperoleh nilai significancy ( p= 0,009 < 0,01) dengan sehingga hipotesis diterima bahwa ada hubungan mutu pelayanan  keperawatan dengan kepuasan pasien RSUD Prambanan dengan Correlation Coefficient  0,313 yang berarti ada keeratan hubungan yang cukup tinggi antara variabel mutu pelaynan keperawatan dengan kepuasan pasien.Kesimpulan: Ada hubungan antara hubungan mutu pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien RSUD Prambanan Yogyakarta.
Hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu terhadap imunisasi OPV di Desa Sindumartani Kabupaten Sleman Hartono, Sudarto Edi
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v11i2.486

Abstract

Latar Belakang : Penyakit polio masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, mengingat masih adanya kasus dan wabah polio di beberapa daerah di Indonesia. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya wabah polio impor pada anak laki- laki berusia 20 bulan yang bermula ditemukan di Sukabumi. Cara pencegahan penyakit Polio yang harus dilakukan adalah Imunisasi Polio.Vaksin Polio yang digunakan ada 2 jenis : Oral Polio Vaccine (OPV ) dan Inactivated Polio Vaccine (IPV). Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan tahun 2011 cakupan imunisasi IPV1 98 %, sedangkan tahun 2012 cakupan imunisasi IPV1 99. Awal tahun 2013 cakupan sementara imunisasi IPV 1 selama 3 bulan pertama mengalami penurunan. Seharusnya cakupan IPV 1 selama 3 bulan pertama adalah 24 persen, tetapi cakupan IPV tidak mencapai yang diharapkan. Cakupan imunisasi IPV tahun 2013 yaitu IPV 1 sebesar 16.7 %. Tujuan Penelitian : mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap ibu terhadap status imunisasi IPV dan OPV di desa Sindumartani.Metode : Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah survey analitik dengan rancangan penelitian case control (retrospective) dengan perbandingan case: control adalah 1 banding 2. Populasi dan Sampel dalam penelitian ini seluruh ibu yang memiliki bayi usia 2 – 9 bulan yang mendapatkan imunisasi OPV dan IPV  pertama di wilayah desa Sindumartani, dengan teknik pengambilan sampel non probability menggunakan metode total sampling untuk kasus.Hasil Penelitian Hasil uji Chi-Square menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan imunisasi OPV (p=0,024) dan ada hubungan antara sikap  dengan imunisasi OPV (p=0,045)  .Kesimpulan : Ibu yang memiliki mempunyai bayi usia 2-9 bulan memiliki hubungan pengetahuan dengan imunisasi OPV dan  memiliki hubungan sikap dengan imunisasi OPVdi desa sindumartani
Gambaran perilaku caring dengan Teori Swanson pada mahasiswa Prodi Keperawatan (D3) di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha (BPSTW) Yogyakarta Marsiyah, Maria Margareta
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v11i2.491

Abstract

Latar Belakang: Perilaku caring merupakan perilaku yang mendasar dan sangat penting dalam keperawatan. Perilaku caring merupakan suatu sikap, rasa peduli, hormat dan menghargai orang lain, artinya memberikan perhatian yang lebih kepada seseorang dan bagaimana seseorang itu bertindak. Mahasiswa dituntut untuk memiliki perilaku caring dalam berhubungan dengan pasien dan melaksanakan asuhan keperawatanTujuan Penelitian:Untuk mengetahui gambaran perilaku caring dengan teori Swanson pada mahasiswa prodi Keperawatan (D3) semester V saat melakukan praktik klinik keperawatan Gerontik di BPSTW YogyakartaManfaat Penelitian: Menambah informasi dan pengetahuan sehingga masyarakat mendapatkan kepuasan dalam menerima pelayanan yang diberikan oleh perawatMetodologi Penelitian: Desain dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester V prodi Keperawatan (D3) yang sedang praktik klinik Keperawatan Gerontik di BPSTW Yogyakarta. Sampel penelitian yang digunakan meliputi seluruh populasi yang ada.Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa gambaran penerapan perilaku caring dengan 5 komponen teori Swanson yang telah di terapkan Prodi Keperawatan (D3) semester V bernilai paling baik pada komponen mempertahankan keyakinan (maintaining belief). Uji normalitas bernilai 0,144 (p>0,05) dalam kategori normal.Kesimpulan: Mahasiswa tentu perlu mempertahankan perilaku caring mereka. Mahasiswa unggul dalam komponen mempertahankan keyakinan (maintaining belief) yaitu dengan menunjukkan perhatian kepada pasien (menanyakan keadaan/keluhan yang dirasakan saat menemui pasien). Institusi pendidikan tentu harus tetap mengembangkan pelaksanaan perilaku caring pada mahasiswa. Rumah sakit atau fasilitas kesehatan sebagai lahan praktek dituntut untuk memberikan contoh perilaku caring yang baik.
Spiritual care interventions in critical area: A literature review study Theresia, Siwi Ikaristi Maria
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v11i2.487

Abstract

Background: Spiritual care for patients in critical areas is urgently required due to anxiety and fear related to death. Most people think that physical intervention is more important for patient care. However, spiritual needs are considered beneficial to speed up the physical recovery process and reduce pain. Nurse intervention for the provision of spiritual need to be an important aspect and expected at any time since the care is inseparable in critical care setting. Objective: This literature review aims to identify various spiritual care interventions for patients in critical areas.Method: A literature review conducted to discover spiritual care interventions. Data were collected in September 2022 from PubMed and Google Scholar database. A total of 3 (three) relevant studies were included in this study.Result: The articles are qualitative and quantitative study which were conducted in 2021 and 2022. Sample in the studies ranged from 19 to 47 respondents, including nurses who work in critical settings, religious leaders and patient’s families. Various nurse-led intervention to fulfill patient’s spiritual needs are provision of belief, create calm atmosphere during prayer time, Facilitate placement of patients and their families’ trusted protection symbol, collaboration with religious leaders and use of virtual technology for communication purpose.Conclusion: Nurse did not neglect spiritual care for patients treated in critical areas. Consistent behavior to respect and support patient’s spiritual needs in accordance with the religion and beliefs of the patient demonstrated by the nurses.
Hubungan tingkat pengetahuan IPCLN (Infection Control Link Nurse) dengan pelaksanaan Bundle Cateter dalam pencegahan infeksi saluran kemih di RSUD Sleman Hidayat, Nur; Anida, Anida
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v11i2.492

Abstract

Latar Belakang : Infeksi terkait pelayanan kesehatan atau “HAIs”(Healthcare-Associated Infections) adalah infeksi yang terjadi pada pasien selama perawatan di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya dimana ketika masuk tidak ada infeksi dan tidak dalam masa inkubasi, termasuk infeksi dalam rumah sakit tapi muncul setelah pasien pulang . Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah salah satu jenis HAIs yang terjadi karena pemasangan kateter urin (CDC,2015). Infeksi saluran kemih yang terjadi di rumah sakit, sekitar 75 - 80 % disebabkan karena pemasangan kateter urin (Nicole, 2014). Lima belas persen (15%) sampai 20% pasien yang dirawat di rumah sakit mendapatkan tindakan pemasangan kateter selama perawatan di rumah sakit (CDC, 2015). Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan IPCLN dengan pelaksanaan bundle catheter dalam pencegahan Infeksi Saluran Kemih di RSUD Sleman Metode : Penelitian ini dilakukan di RSUD Sleman dengan metode penelitian observasional menggunakan rancangan cross - sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metodepurposive sampling. Tahap analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariate. Analisis univariat bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik responden, tingkat pengetahuan  Perawat, dan pelaksanaan bundle catether. Analisis bivariat bertujuan untuk menjelaskan hubungan antar dua variabel penelitian. Penelitian ini menggunakan uji Spearman Rank  untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan perawat IPCLN dan  pelaksanaan bundle catether. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisa bivariate dengan Spearman Rank bahwa  Tingkat penetahuan perawat IPCLN dan pelaksanaan bundle catether  didapatkan nilai p = 0.04. Kesimpulan : ada hubungan tingkat pengetahuan IPCLN dengan pelaksanaan bundle catheter dalam pencegahan infeksi saluran kemih di RSUD Sleman
Program KIA dalam upaya pengendalian angka kematian ibu dan bayi selama pandemi covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Berbah Sleman Subagiyono, Subagiyono; Febriani, Heni
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v11i2.488

Abstract

Latar Belakang : Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) masih terus menjadi sorotan. Angka kematian ibu dan anak sebagai indikator keberhasilan pencapaian KIA, dilaporkan sudah mengalami penurunan yakni 346 kematian (SP 2010) menjadi 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup (SUPAS 2015), Namun faktanya masih belum bisa mencapai target MDGs pada tahun 2015. Sedangkan kita dihadapkan pada target SDG’s yang lebih ambisius yakni mengurangi angka kematian ibu hingga di bawah 70 per 100.000 kelahiran hidup dan menurunkan angka kematian neonatal setidaknya hingga 12 per 1.000 KH dan Angka Kematian Balita 25 per 1.000 kelahiran hidup.Tujuan : memperoleh gambaran tentang pengelolaan KIA dalam upaya pengendalian Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi selama pandemic covid-19.Metode : Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat diskriptif. Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran pengelolaan kesehatan KIA di Puskesmas Berbah dengan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Personal dan Community Approach dengan harapan menghasilkan uraian jawaban yang utuh dan bermakna.Hasil : Penyelenggaraan layanan KIA di Puskesmas Berbah dalam kurun waktu 3 tahun terakhir menunjukkan jumlah ketenagaan, pembiayaan, logistik dan alat keselamatan kerja cukup, rata-rata drop out KB sebesar 270 kasus (4,67%), rata-rata cakupan K1 mencapai 749 (100%) dan K4 mencapai 681 (99,92%), rata-rata kasus anemia pada ibu hamil sebanyak 405 kehamilan (26,82%), dan rata-rata kasus hipertensi pada kehamilan sebanyak 323 kehamilan (14,20%).Kesimpulan : Penyelenggaraan layanan KIA di Puskesmas Berbah selama pandemi covid-19 relatif terselenggara dengan baik 
Hubungan pencahayaan dan suhu dengan kejadian demam berdarah dengue (DBD) di Desa Tirtonirmolo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Yogyakarta Damayanti, Susi; Kristanti, Handriani
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v11i2.474

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue adalah penyakit infeksi yang di sebabkan oleh virus dengue yang di tularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan albopictus yang terinfeksi. Data tiga tahun terakhir kasus Demam Berdarah tahun 2015 sebanyak 275 kasus, kemudian meningkat menjadi 404 kasus di tahun 2016, dan menurun pada tahun 2017 sebanyak 78 kasus. Desa di Kecamatan Kasihan yang berstatus endemik karena telah mengalami peningkatan jumlah kasus DBD selama 3 tahun berturut-turut  dan menjadi penyumbang terbesar kasus DBD di Kecamatan Kasihan adalah Desa Tirtonirmolo yang termasuk dalam wilayah kerja Puskesmas Kasihan II Bantul.Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pencahayaan dan suhu dengan kejadian DBD di Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul Yogyakarta.Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan case control.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara pencahayaan dengan kejadian DBD, dengan nilai p=0,233 dimana >0,05 dan ada hubungan antara suhu dengan kejadian DBD dengan nilai p=0,046.Kesimpulan: Ada hubungan antara suhu dengan kejadian DBD dan tidak ada hubungan antara pencahayaan dengan  kejadian DBD di Desa Tirtonirmolo kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Yogyakarta.
Pengaruh program diabetes self-management education terhadap tingkat kecemasan penderita diabetes melitus tipe 2 di Dusun Sinduadi Wilayah Kerja Puskesmas Mlati I Anida, Anida; Istanti, Novi; Muryani, Muryani
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v11i2.489

Abstract

Latar belakang : Diabetes mellitus merupakan sekelompok gangguan metabolic yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia karena kegagalan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Diabetes Mellitus tipe 2 yang tidak terkontrol dapat menimbulkan komplikasi akut maupun kronis. Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan masalah psikologis pada penderitanya. Kecemasan pada penderita diabetes mellitus dapat disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang komplikasi yang mengiringi perjalanan penyakitnya, dan riwayat paparan pengetahuan tentang diabetes mellitus. Diabetes self-managemen teducation (DSME) adalah proses berkelanjutan untuk memfasilitasi pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang diperlukan untuk perawatan diri prediabetes dan penderita diabetes. Tujuan : Penelitian ini mempunyai untuk mengetahui Pengaruh program Diabetes Self management Education terhadap tingkat kecemasan penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Metode : Penelitian ini adalah penelitian quasy experiment. Desain yang digunakan dalam penelitian ini pretest dan post test without control group design. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Tahap analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariate. Analisis univariat bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik responden dan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis bivariat bertujuan untuk menjelaskan pengaruh DSME terhadap tingkat kecemasan. Analisis data yang akan digunakan Uji analisis yang digunakan untuk melihat perbedaan pengaruh DSME terhadap tingkat kecemasan adalah t test. Hasil : Hail penelitian ini  menunjukkan bahwa karakteristik responden berdasarkan usia paling banyak antara 56 – 65 tahun sebanyak 40 %, jenis kelamin responden  terbanyak adalah perempuan sebanyak 60%, responden paling banyak mempunyai status menikah  sebanyak 73,3  %,  pekerjaan responden paling banyak adalah tidak bekerja  sebanyak 60 %, responden paling banyak memiliki tingkat pendidikan SMA atau sederajat sebanyak 46,7 %, lama menderita responden  terbanyak lebih dari 5 tahun sebanyak 66,67%.   Tingkat kecemasan sebelum perlakuan responden dengan tingkat kecemasan sedang 80 % dan setelah perlakuan tingkat kecemasa sedang menurun 60 %. Tidak ada pengaruh DSME terhadap tingkat kecemasan penderita diabetes melitus tipe 2 di Desa Sinduadi. Dengan nilai p > 0,05.

Page 1 of 1 | Total Record : 8