cover
Contact Name
Noorma Yunia
Contact Email
noormayunia@gmail.com
Phone
+6285280055655
Journal Mail Official
lppm.stailatansa@gmail.com
Editorial Address
Gedung STAI La Tansa Mashiro Jl. Soekarno Hatta, By pass, Rangkasbitung Tlp/Fax: +6252 207163/ 206794
Location
Kab. lebak,
Banten
INDONESIA
Jurnal Aksioma Ad Diniyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies
ISSN : 23376104     EISSN : 27213579     DOI : http://dx.doi.org/10.55171/jad.v9i2
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Aksioma Ad-Diniyyah ini dikelola Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STAI La Tansa Mashiro Rangkasbitung, Lebak, Banten. Jurnal ini merupakan perubahan dari Jurnal Al-Hadloroh (ISSN 2067-5606). Sejak Volume 1 Nomor 1 Maret 2013, sebagai terbitan perdana, berkala ini berganti nama menjadi Jurnal Aksioma Ad-Diniyah. Frekuensi terbit yakni dua kali dalam setahun yaitu bulan Juni dan bulan Desember. Visi Aksioma ad-diniyyah menjadi jurnal terakreditasi dalam pendidikan agama islam. Dengan tujuan : (1) Membantu penyebaran informasi pendidikan agama islam. (2) Mendukung penelitian di bidang pendidikan agama islam. Fokus utama dalam jurnal ini adalah pada bidang pengajaran agama islam; pendidikan agama islam dan akhlak tasawuf.
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2014)" : 3 Documents clear
Penanaman Nilai-nilai Pendidikan Akhlak dalam Persfektif Haditst Nabi Muhammad SAW (Studi Kitab Shaih Bukhori) Samudi Samudi
E-Jurnal Aksioma Ad-Diniyyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.689 KB) | DOI: 10.55171/jad.v2i2.238

Abstract

The rise of criminal cases and violence that occurred in Indonesia is very alarming. Not only occurs among students such as brawls, cohabitation, rape, molestation, murder, theft, pengroyokan, and so forth. Which in the age is still relatively small / young but have dared to do that. This has become a social phenomenon that deserves caution because it is not uncommon for young people to bring victims. The purpose of this study was to find out the application of the values of the faith in the effectiveness of the hadith of the Prophet Muhammad, The method used in this study was literature study. While hail in this study explains that the cultivation of akhalak values including the existence of adab which must be done by someone including adab, dress, hair, adab to parents etc. according to the hadith of the prophet.Maraknya kasus kriminalitas dan kekerasan yang terjadi di Indonesia sangat memprihatinkan. Tidak hanya terjadi di kalangan pelajar seperti tawuran, kumpul kebo, pemerkosaan, pencabulan, pembunuhan, pencurian, pengkroyokan, dan lain sebagainya. Yang mana dalam usia masih terbilang kecil/muda tetapi sudah berani melakukan hal tersebut. Ini menjadi fenomena sosial yang patut di waspadai karena tak jarang aksi-aksi anak muda/pemuda membawa korban. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan nilai-nilai akidah dalam persefektif hadits Nabi Muhammad SAW, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian studi pustaka. Sedangkan hail dalam penelitian ini menerangkan bahwa penanaman nilai-nilai akhalak diantaranya adanya adab-adab yang mesti dilakukan oleh seseorang diantaranya adab berpakian, menata rambut, adab terhadap orang tua dsb sesuai dengan hadits nabi.
Konsep Pendidikan Islam Menurut Persfektif Ibnu Sina Solihin Solihin
E-Jurnal Aksioma Ad-Diniyyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.281 KB) | DOI: 10.55171/jad.v2i2.239

Abstract

The science of Islamic education is an ideal education. Islamic development grows and develops in line with the existence of da'wah. Islamic education continues to change both in terms of curriculum and in terms of Islamic education institutions. science will not progress further without research and renewal. Research efforts have actually been carried out by past scholars, including educational issues. Islamic education, which has always been more visible as an educational practice, and not as a science in the sense of science that has its own discussion structure and research methodology. This is different from the science of education in general whose growth and development is much faster than the science of Islamic education. Various aspects related to education in general, ranging from problems of philosophy of education, curriculum, learning methodology, technology education, to the educational environment. The purpose of this study was to find out the concept of Islamic education in Ibn Sina's perspective. The method in this study is a naturalistic qualitative method, this method used by Karen in accordance with the purpose of the study, namely to describe naturally. The results showed that the full name of Ibn Sina was Abu ‘Al-Husain ibn‘ Abd Allah ibn Hasan ibnu ‘Ali ibn Sina. Ibn Sina was born in Afsyna near Bukhara in 980 AD and died in 1037 AD at the age of 58. His body was buried in Hamadzan. Ibn Sina's theory in education must be directed at the development of all the potential a person has towards his perfect development, namely physical development, intellectual and character Ilmu pendidikan islam adalah pendidikan yang sangat ideal. Perkemabangan islam tumbuh dan berkembang sejalan dengan adanya dakwah. Pendidikan islam terus mengalami perubahan baik dari segi kurikulum maupun dari segi lembaga pendidikan islam. ilmu tidak akan bertambah maju tanpa adanya penelitian dan pembaharuan.upaya penelitian sebenarnya sudah dilakuakan para ulama masa lalu, termasuk masalah pendidikan. Pendidikan islam yang selama ini ada lebih tampak sebagai sebuah praktek pendidikan, dan bukan sebagai ilmu dalam arti ilmu yang memiliki struktur bahasan dan metodologi penelitiannya tersendiri. Hal ini berbeda dengan ilmu pendidikan pada umumnya yang pertumbuhan dan perkembangannya jauh lebih pesat dibandingkan dengan ilmu pendidikan islam. Berbagai aspek yang berkaitan dengan ilmu pendidikan pada umumnya, mulai dari masalah filsafat pendidikan, kurikulum, metodologi pembelajaran, teknologi pendidikan, hingga lingkungan pendidikan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep pendidikan islam dalam persfektif ibnu Sina. Metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif naturalistic, metode ini digunakan Karen sesuai dengan maksud penelitian, yakni untuk menggambarkan secara alami. Hasil penelitian didapatkan bahwa Nama lengkap Ibnu Sina adalah Abu ‘Al-Husain ibnu ‘Abd Allah ibn Hasan ibnu ‘Ali ibn Sina. Ibnu Sina dilahirkan di Afsyna dekat Bukhara pada tahun 980 M dan meninggal pada tahun 1037 M dalam usia 58 tahun. Jasadnya dikebumikan di Hamadzan. Teori Ibnu Sina dalam pendidikan harus diarahkan pada perkembangan seluruh potensi yang dimiliki seseorang kea rah perkembangannya yang sempurna, yaitu perkembangan fisik, intelektual dan budi pekerti.
Konsep Pendidikan Uswatuh Hasanah dalam Al-Quran surat Al-Ahzab Ayat 21-22 (Kajian Tafsir Tahlili) Najamudin Najamudin
E-Jurnal Aksioma Ad-Diniyyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.514 KB) | DOI: 10.55171/jad.v2i2.240

Abstract

 This research is motivated by various problems related to the concept of Islamic education that must be applied in the Islamic education curriculum material. The concept should be applied as well as possible without any confusion in matters of principle related to educational ideas, both specifically and in general. There is nothing exemplified by the Prophet Muhammad, except good things. Nor is what is forbidden by him except something that is bad and causes disaster for the people, both individual, social and disaster disasters for the lives of all people throughout the earth. Because his presence is a mercy for the universe. Therefore, the purpose of this study is (1) to find out the concept of Islamic education in the Islamic Perspective which is Uswatun Hasanah and (2) to find out how the concept of Uswatun Hasanah Islamic Education in the Qur'an According to Al-Ahzab Letter 21-22. Based on the analysis of the author, it can be seen that according to the Islamic view, the concept of essential Islamic education is summarized in three main things, namely; Ta'lim (teaching science), Ta'dib (Adab Education), and Tarbiyah (universal life values education). Humans are born in this world without having the slightest provision of knowledge, whatever steps are taken by humans in order to facilitate their lives is to have a definite way of life, namely the Qur'an and Al-Hadith which must be applied in the world of Islamic education. This research is a type of qualitative research and is included in the literature study category, with the nature of descriptive-analytical research. Data collection techniques used in this study were observation techniques, documentation studies and literature studies. Furthermore, after the required data is collected then it is analyzed using the deductive-inductive analysis method. The results obtained showed that this study The main source is the letter Al-Ahzab Verse 21-22 using the interpretation method used in this study is the Tafsir Tahlili and its interpretation in the form of Tafsir bi ar-Ra'yi and Adabul Ijtima'i. From the results of this study, the concept of Islamic education in the perspective of the Qur'an Al-Ahzab verse 21-22 gives an image as education that re-applies that the Prophet Muhammad was as good as the example that deserves to be followed and his example deserves to be applied in the concept of education Islam, because its teachings invite others to do good things and forbid evil actions, release the burdens and shackles of life and reach the ultimate access to happiness to live in the world and end..Penelitian ini dilatar belakangi oleh berbagai permasalahan yang terkait dengan konsep pendidikan islam yang harus diterapkan dalam materi kurikulum pendidikan islam tersebut. Konsep tersebut seharusnya dapat diterapkan dengan sebaik-baiknya tanpa adanya kerancuan dalam hal-hal yang prinsip terkait ide-ide pendidikan , baik secara khusus dan secara umum. Tidak ada yang dicontohkan Rasulullah SAW, kecuali hal-hal yang baik. Tidak pula apa yang dilarang olehnya kecuali sesuatu yang buruk dan menimbulkan bencana bagi umat, baik bencana individu, sosial dan bencana bagi kehidupan manusia seluruhnya dipenjuru bumi. Karena kehadiran beliau adalah sebagai rahmat untuk semesta alam. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui konsep pendidikan islam dalam Perspektif Islam yang Uswatun Hasanah dan (2) untuk mengetahui bagaimana konsep Pendidikan islam Uswatun Hasanah dalam Al-Qur’an Menurut Surat Al- Ahzab aayat 21-22. Berdasarkan analisis penulis, dapat diketahui bahwa menurut pandangan Islam, Konsep pendidikan Islam yang hakiki adalah terangkum dalam tiga hal utama yaitu;  Ta’lim ( pengajaran ilmu), Ta’dib ( Pendidikan Adab), dan Tarbiyah (pendidikan nilai-nilai hidup yang bersifat universal). Manusia dilahirkan didunia ini dengan tanpa memiliki bekal ilmu sedikitpun, apapun itu langkah yanng dilakukan manusia guna memperlancar kehidupannya adalah harus memiliki pedoman hidup yang pasti yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadits termasuk didalamnya harus diterapkan dalam dunia pendidikan islam. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dan termasuk kategori studi kepustakaan, dengan sifat penelitian deskriftis-analitis. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik obserpasi, studi dokumentasi dan kajian pustaka. Selanjutnya, setelah data yang dibutuhkan terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan metode analisis deduktif-induktif. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukan bahwa penelitian ini Sumber utamanya adalah surat Al-Ahzab Ayat 21-22 dengan menggunakan metode tafsir yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tafsir Tahlili dan Tafsirnya berbentuk Tafsir bi ar-Ra’yi serta bercorak Adabul Ijtima’i. Dari hasil penelitian ini bahwa konsep pendidikan Islam dalam perspektif Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 21-22 memberikan gambaran sebagai pendidikan yang kembali menerapkan bahwa Rasulullah SAW adalah ssebaik-sebaik teladan yang patut diikuti dan keteladanan beliau patut untuk diterapkan dalam konsep pendidikan Islam, sebab ajarannya mengajak orang lain untuk melakukan hal-hal yang baik dan melarang perbuatan yang munkar, melepasakan beban dan belenggu kehidupan serta menggapai keseksesan yang berkhir pada kebahagiaan hidup dinunia dan diakhirat.

Page 1 of 1 | Total Record : 3