cover
Contact Name
Yohanes Hasiholan Tampubolon
Contact Email
jotampubolon@ymail.com
Phone
+62263-2323854
Journal Mail Official
tedeum@sttsappi.ac.id
Editorial Address
Kp. Palalangon RT 02 RW 09, Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat Kotak Pos 10 Ciranjang 43282 Cianjur, Jawa Barat
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan)
ISSN : 22523871     EISSN : 27467619     DOI : http://doi.org/10.51828/td
Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah untuk memublikasikan hasil kajian ilmiah dan penelitian dalam lingkup kajian: 1. Penelitian teologi dan tinjauan Alkitabiah (Theological and Biblical research) 2. Pembangunan pedesaan (rural development) 3. Pendidikan kristen (Christian education) 4. Misi holistik (holistic mission) 5. Etika Kristen (Christian ethics).
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2014): Juli-Desember 2014" : 6 Documents clear
Hakikat dan Tujuan Sekolah Kristen Nenny Natalina Simamora
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 4 No 1 (2014): Juli-Desember 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v4i1.74

Abstract

Sekolah Kristen adalah bagian dari pendidikan Kristen sebagai mitra dari keluarga dan gereja untuk memenuhi panggilan Allah bagi setiap orang percaya.Pada dasarnya landasan dari sekolah Kristen adalah iman Kristen yang dinyatakan dalam Alkitab.Dengan demikian, sekolah Kristen mengupayakan pendidikan secara bersengaja dan terencana dengan baik, sehingga peserta didik mengalami perubahan dalam hal pengetahuan, sikap, nilai-nilai, keterampilan dan hidup bermasyarakat dengan hidup sesuai kehendak Allah. Tujuan utama sekolah Kristen adalah membawa peserta didik mengenal Allah di dalam Pribadi Yesus Kristus, tunduk di bawah otoritas-Nya dan hidup sesuai kehendak-Nya untuk kemuliaan Allah. Ciri khas sekolah Kristen adalah melaksanakan tugas dan fungsinya dengan menekankan nilai-nilai iman Kristen untuk mewarnai proses belajar-mengajar, sehingga dalam setiap materi yang disampaikan dan dalam komunitas sekolah Kristen, nilai-nilai tersebut menjadi nyata. Hal ini yang tidak dimiliki oleh sekolah-sekolah bukan Kristen.
Sumbangsih Filsafat Eksistensialisme bagi Pendidikan Agama Kristen Noh Ibrahim Boiliu
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 4 No 1 (2014): Juli-Desember 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v4i1.75

Abstract

Pendidikan Agama Kristen (PAK) tidak dapat berdiri sendiri, ia juga dipengaruhi oleh disiplin ilmu lain atau membutuhkan kolaborasi dengan ilmu lain, salah satunya yaitu dari filsafat Esensialisme. Pengaruhnya nyata di dalam proses belajar dan mengajar PAK. Commondgroundnya atau titik pertemuannya adalah dalam prinsip dasar esensialisme yaitu: 1) tugas pertama sekolah adalah mengajarkan pengetahuan dasar; 2) belajar adalah pekerjaan yang berat dan butuh disiplin; 3) Pendidik adalah wadah atau tempat dari otoritas kelas. Oleh sebab itu, sumbangsih filsafat esensialisme terhadap PAK dapat dilihat melalui: 1) Kurikulum; 2) Manajemen kelas; 3) Metode; 4) Pendidik; 5) Penilaian.
Mengalami Perjumpaan dengan Tuhan Yesus melalui Pribadi dan KaryaNya Adrianus Pasasa
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 4 No 1 (2014): Juli-Desember 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap kita membahas tentang pribadi dan karya Yesus Kristus, seharusnya menjawab pertanyaan Alkitab berkaitan dengan bagaimana pemahaman dan apa yang dikatakan oleh Alkitab tentang pribadi Kristus. Siapakah Yesus itu? Apakah Dia sungguh Mesias, Anak Allah, apakah Dia ada sebelum dunia ini dijadikan, dan apakah Yesus adalah Allah sejati dan manusia sejati? Bagaimana dengan kelahiran, kehidupan, pengajaran, mukjizat, kematian, kebangkitan dan kenaikan-Nya, serta kedatangan-Nya kembali?Kebenaran kekristenan tergantung sepenuhnya pada kebenaran Yesus Kristus dan keberadaan-Nya yang sebenarnya.
Masalah Kekerasan dalam Masyarakat Sunarto Sunarto
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 4 No 1 (2014): Juli-Desember 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v4i1.77

Abstract

Kekerasan dalam kacamata Alkitab bukan hanya terjadi di dunia modern saja, jauh sebelum terjadi di dunia modern kekerasan sudah terjadi di dunia purba. Sejak era Adam dan Hawa lalu melahirkan keturunan yang pertama sudah terjadi kekerasan. Kisah Kain yang membunuh Habel memberikan gambaran bahwa kekerasan sudah terjadi dalam sejarah kehidupan manusia yang paling kuno (Kej. 4:8). Setiap kekerasan yang terjadi di masyarakat bukan terjadi tanpa sebab musabab.Ada berbagai faktor yang bisa menjadi sumber pemicu terjadinya sebuah kekerasan. Faktor politik, ekonomi, keluarga, ras atau suku, bahkan masalah olah raga pun bisa menyebabkan seseorang atau kelompok melakukan kekerasan. Sehubungan dengan hal itu maka ada berbagai pendekatan yang seharusnya dilakukan untuk menanggulangi kekerasan yang terjadi di masyarakat yaitu: pendekatan hukum, sosial dan spiritual. Manusia baru di dalam Kristus hidupnya bukan menggunakan jalan kekerasan,tetapi belajar mengasihi Allah dan sesamanya. Semakin banyak orang mengalami pertobatan di dalam Kristus semakin mempengaruhi situasi yang terjadi di masyarakat.
Konflik Agama dan Pluralisme Agama di Indonesia Sudianto Manullang
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 4 No 1 (2014): Juli-Desember 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konflik agama di Indonesia terjadi disebabkan oleh faktor non-agama masalah politik, yaitu agama dijadikan sebagai alat untuk kepentingan politik tertentu untuk mencapai kekuasaan; masalah ekonomi yang menjerat masyarakat; dan permasalahan sosial dalam masyarakat yang disebabkan oleh kesenjangan sosial antara masyarakat miskin dan kaya. Konflik agama yang disebabkan oleh agama adalah karena menganggap dogma, doktrin agamanya yang paling benar, sehingga menolak pluralitas agama di Indonesia. Ia menganggap di luar dari ajarannya adalah sesat, sehingga ia melakukan kekerasan atas nama agama. Oleh sebab itu, artikel ini mengusulkan pendekatan antroposentris, etikosentris, soteriosentris terhadap agama-agama dalam pluralitas. Akan tetapi, tidak terjebak dalam pluralisme agama yang menyamakan semua agama, sehingga masuk ke dalam perangkap sinkretisme.
Sejarah Awal Islam Sampai Masa Khalifah Alrasydin Jungjungan Simorangkir
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 4 No 1 (2014): Juli-Desember 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam agama Islam, Nabi Muhammad ditempatkan dalam posisi yang teramat penting, bahkan sebagai salah satu pusat pengajaran dan keyakinan mereka. Selain sebagai nabi, dia juga dikenal sebagai seorang negarawan yang dapat menyatukan negara dan agama. Ia memulai misinya dari kota Madina untuk mewujudkan Islam. Kota Madina merupakan kota pertama penyebaran Islam ke seluruh dunia, termasuk kota Mekah, sebagai kota penting dalam sejarah Islam. Tetapi setelah kematiannya terjadilah perdebatan dan pertentangan politis untuk menentukan siapakah penganti Nabi Muhammad. Muslim percaya bahwa setelah kematian nabinya tidak ada lagi wahyu dan Muhammad adalah nabi terakhir. Karena itu, regenarasi kepemimpinan Islam setelah kematian Nabi Muhammad tidak berjalan dengan lancar. Hal inilah yang dihadapi oleh politik Islam dalam suksesi kepemimpiannya.

Page 1 of 1 | Total Record : 6