cover
Contact Name
Dr. Kaswanto, SP, MSi
Contact Email
kaswanto@apps.ipb.ac.id
Phone
+628121939739
Journal Mail Official
jkebijakan@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (PSP3-LPPM IPB), Gedung Utama Kampus IPB Baranangsiang, Jl. Raya Pajajaran No.7, Bogor 16129, Jawa Barat
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan
ISSN : 23556226     EISSN : 24770299     DOI : https://doi.org/10.29244/jkebijakan
Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan merupakan jurnal terbitan kerjasama antara Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (PSP3-LPPM IPB) dan Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) Alamat Penerbit Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (PSP3-LPPM IPB), Gedung Utama Kampus IPB Baranagsiang, Jl. Raya Pajajaran No.7, RT.02/RW.05, Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16129 P: +62 251 8345 724 F: +62 251 8344 113 E: psp3@apps.ipb.ac.id
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 1 (2023): April" : 5 Documents clear
PENJARANGAN GENETIK SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN PRODUKSI GETAH PINUS DI PERUM PERHUTANI Suryanaji; Mohammad Na’iem
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 10 No 1 (2023): April
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v10i1.34631

Abstract

Perum Perhutani sebagai produsen kayu jati terbesar di Indonesia telah mengalami penurunan potensi tegakan kayu sehingga memerlukan alternatif komoditas lain yang mampu menopang dari aspek finansial perusahaan. Pinus dapat dipilih sebagai alternatif komoditas yang diharapkan mampu menghasilkan peningkatan pendapatan yang cukup menjanjikan. Peningkatan produksi getah pada aspek materi genetik tanaman pinus yang dikelola harus menjadi target pokok terhadap upaya peningkatan tersebut. Pembangunan Kebun Benih Semai diharapkan menghasilkan tegakan Pinus merkusii yang memiliki getah banyak. Sampai saat ini tanaman uji Pinus merkusii bocor getah yang ditanam oleh Perum Perhutani belum mampu menghasilkan benih dalam jumlah yang cukup. Penelitian ini mengkaji strategi pemilihan penjarangan genetik berdasarkan evaluasi nilai heritabilitas, produktivitas serta peningkatan genetiknya untuk menghasilkan tindakan yang paling tepat terhadap kebun benih untuk menghasilkan benih unggul. Hasil penelitian merekomendasikan penjarangan perlu dilakukan secara bertahap pada level treeplot di dalam family. Peningkatan produksi diharapkan menjadi 60 gram/pohon/3 hari dari sebelumnya sebesar 54 gram/pohon/3 hari. Kajian ini merekomendasikan penjarangan harus segera dilaksanakan untuk menurunkan inbreeding dan memacu pembungaan sehingga dapat diperoleh jumlah benih yang optimal.
MODEL PENGEMBANGAN DESA WISATA DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR PROVINSI SULAWESI BARAT Ahmad Azikin; Pramono Djoko Fewidarto
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 10 No 1 (2023): April
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v10i1.34835

Abstract

Jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Kabupaten Polewali Mandar saat ini masih sedikit dan cenderung menurun setiap tahunnya. Hal tersebut menunjukkan pengembangan pariwisata di kawasan tersebut masih belum maksimal. Padahal, Polewali Mandar merupakan kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat yang potensial untuk pengembangan desa wisata. Salah satu alternatif untuk meningkatkan jumlah wisatawan adalah dengan mengembangkan desa wisata sebagai objek wisata baru. Permasalahannya adalah belum adanya model dan kebijakan pemerintah terkait desa wisata. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi desa wisata, menganalisis dan menentukan lokasi desa wisata, dan merekomendasikan pola pengembangan dan pengelolaan desa wisata di Kabupaten Polewali Mandar. Metode yang digunakan, yaitu analisis statistika deskriptif, pairwise comparison, dan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE). Hasil penelitian menunjukkan potensi wisata Kabupaten Polewali Mandar terdiri dari alam, budaya, pertanian, dan produk khas yang tersebar di kecamatan dan desa. Analisis penentuan lokasi desa wisata menunjukkan desa yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai desa wisata adalah Desa Panyampa di Kecamatan Campalagian. Pengembangan desa wisata tersebut dapat dilakukan dengan menghadirkan aktivitas wisata berdasarkan potensi desa, yaitu potensi alam laut dan sungai, pertanian tambak dan perkebunan kelapa, serta budaya kesenian Parrawana. Pengelolaan Desa Wisata Panyampa dilakukan oleh BUMDes Panyampa bekerja sama dengan organisasi di dalam Desa Panyampa.
ANALISIS EFISIENSI TATANIAGA BAWANG MERAH DI KECAMATAN WANASARI KABUPATEN BREBES JAWA TENGAH Brigitta Dyah Utami Immanuella; Netti Tinaprilla
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 10 No 1 (2023): April
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v10i1.34845

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan Indonesia. Kabupaten Brebes adalah sentra produksi bawang merah terbesar di Jawa Tengah. Harga bawang merah yang fluktuatif dan selisih harga yang cukup besar antara harga di tingkat petani dengan harga yang dibayar konsumen membuat farmer’s share yang diterima petani kecil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran, lembaga, fungsi tataniaga, serta efisiensi operasional dan harga dari tataniaga bawang merah di Kecamatan Wanasari. Data penelitian diperoleh dari hasil observasi, wawancara serta data pendukung dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga saluran tataniaga yang melakukan setiap fungsi tataniaga. Secara operasional, sistem tataniaga belum efisien karena ketidakmerataan marjin dan keuntungan, namun berdasarkan perhitungan kuantitatif saluran III merupakan saluran yang paling efisien dengan marjin Rp4.250 per kg dan farmer’s share 71,6%. Sistem tataniaga sudah efisien secara harga dilihat dari adanya integrasi vertikal antara harga di tingkat petani dan di tingkat pedagang grosir Pasar Induk Kramat Jati.
ANALISIS PERAN SUBSIDI DALAM PENGELOLAAN AIR IRIGASI PADA DAERAH DATARAN RENDAH DI DESA PLUMBON KABUPATEN INDRAMAYU Dirwanto; Rizal Bahtiar
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 10 No 1 (2023): April
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v10i1.35375

Abstract

Kabupaten Indramayu memiliki sentral produksi padi sawah tertinggi di Jawa Barat, yaitu sebesar 1.291.983 ton pada tahun 2011-2015. Kondisi lahan sawah di Indramayu yang merupakan lahan dataran rendah mengharuskan sawah diairi oleh sistem irigasi buatan dengan sistem pembayaran iuran. Sistem tersebut menggunakan sistem bagi hasil panen sebesar 10% dari penerimaan usaha tani. Namun iuran tersebut dianggap terlalu mahal oleh petani sehingga banyak di antaranya yang memilih untuk tidak membayar iuran irigasi. Akibatnya, terjadi kekurangan pendanaan biaya operasional dan pemeliharaan irigasi. Tujuan umum penelitian ini adalah menentukan langkah-langkah yang dapat diterapkan untuk menutupi kekurangan pendanaan operasional dan pemeliharaan jaringan irigasi. Tujuan khusus penelitian ini, yaitu mengidentifikasi sistem iuran air irigasi, mengetahui faktor yang mempengaruhi iuran irigasi, dan menentukan strategi kebijakan dalam pengelolaan irigasi yang efektif. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif struktur biaya Mitra Cai, analisis logistik biner, dan metode Analytical Hierarcy Process (AHP). Hasil dari AHP kebijakan keputusan yang kompleks adalah mengoptimalkan penarikan iuran irigasi, melakukan transparansi penggunaan pendanaan Mitra Cai, dan membuat koperasi Mitra Cai. Implikasi kebijakan dari faktor utama kesejahteraan petani yaitu mengoptimalkan iuran irigasi dengan aturan tegas dan tertulis yang diresmikan dalam peraturan desa dan AD ART Mitra Cai.
REKOMENDASI PENGGUNAAN SUMBERDAYA AIR TANAH DI PULAU KARIMUNJAWA Muhammad Ramdhan; Dino Gunawan Priyambodo; Yulius Yulius
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 10 No 1 (2023): April
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v10i1.45765

Abstract

Pulau Karimunjawa merupakan salah satu pulau kecil diantara Provinsi Jawa Tengah dan Pulau Kalimantan yang mempunyai potensi wisata sangat tinggi karena keindahan pantai dan terumbu karangnya. Jumlah wisatawan terus bertambah untuk menikmati keindahan alamnya. Wisatawan yang terus bertambah tersebut dapat berdampak buruk terhadap lingkungan di daerah wisata, salah satunya adalah kualitas air di bawah tanah yang biasa digunakan untuk keperluan masyarakat sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kualitas lingkungan pesisir Kecamatan Karimunjawa yang meliputi air tanah di Kecamatan Karimunjawa terhadap kemungkinan pencemaran akibat aktivitas manusia. Metode yang digunakan adalah studi literatur, survei, dan analisis hasil survei. Survei yang dilakukan meliputi survei sampling air tanah dan wawancara dengan narasumber. Data primer yang diperoleh di lapangan dilengkapi data sekunder selanjutnya diolah dan dianalisis sehingga diperoleh informasi mengenai indikasi adanya pencemaran dan air tanah di pesisir Kecamatan Karimunjawa, yang selanjutnya disusun langkah yang harus dilakukan untuk menanggulangi atau mengurangi pencemaran tersebut. Secara umum hasil pengukuran kualitas air tanah dan pengukuran geolistrik menunjukkan bahwa air tanah di pesisir Kecamatan Karimunjawa menunjukkan adanya indikasi intrusi air laut hingga mencapai kedalaman 20 meter. Pengelolaan sampah di Kecamatan Karimunjawa masih belum terpadu, sampah dikumpulkan di suatu tempat untuk hanya ditimbun dan ada juga sebagian yang dibakar. Selain itu, ada pula sampah yang sengaja ditimbun oleh masyarakat untuk digunakansebagai material urukan untuk menambah lahan perumahan mereka. Solusi yangbisa dilakukan adalah terus memberikan edukasi ataupun penyadaran kepadamasyarakat setempat ataupun wisatawan untuk selalu menjaga lingkungan dan tidakmerusaknya, menggunakan air tanah secara bijak, mencari alternatif sumber airselain air tanah di kecamatan Karimunjawa, melakukan desalinasi air untukkeperluan air tawar, memindahkan lokasi TPA ketempat yang jauh daripemukiman dan melakukan pengelolaan sampah secaraterpadu.

Page 1 of 1 | Total Record : 5