cover
Contact Name
puryantoro
Contact Email
agribiosjurnal@gmail.com
Phone
+6285258422060
Journal Mail Official
agribiosjurnal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian - Kampus 2 Universitas Abdurachman Saleh Jl. Baluran - Sumberkolak, Situbondo Jawa timur
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Agribios
ISSN : 02150638     EISSN : 27237044     DOI : https://doi.org/10.36841/agribios.v18i2
AgriBios melingkupi semua aspek dalam disiplin ilmu pertanian yang meliputi: Agribisnis Agronomi Teknologi Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan Teknologi Hasil Pangan
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 2 (2012): NOPEMBER" : 5 Documents clear
PERAN ZEOLIT DALAM PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN DUA VARIETAS TOMAT PADA KONDISI TERGENANG Andina Mayangsari
AGRIBIOS Vol 10 No 2 (2012): NOPEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul Peran Zeolit dalam Pertumbuhan dan Perkembangan dua varietas tomat pada kondisi tergenang. Penelitian ini dilakukan di kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember mulai Maret – Juni 2009. Tomat yang digunakan varietas jatayu ( lokal ) dan varietas permata. Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Kelompok ( RAK ),dosis tanah zeolit terdiri atasa 3 taraf yaitu : 0 gr zeolit/kg medium tanah ( kontrol ), 50 gr zeolit/kg medium tanah dan 100 gr zeolit/kg medium tanah. Perlakukan penggenangan terdiri atas 2 taraf. Yaitu tidak digenangi dan digenangi. Parameter penelitian berupa : kandungan K, Ca, Mg, dan N dalam jaringan tanaman dan KTK zeolit, tanah sebelum panen dan setelah panen (meg/110 gr), berat keringdaun dan batang ( gr ), kadar air daun ( % ), berat kering total tanaman ( gr ), kadar klorofil daun ( ppm ), tinggi tanaman ( cm ), diameter batang ( mm ), jumlah daun dan jumlah stomata membuka. Hasil penelitian ini menunjukkan pengaruh penggenangan tidak diikuti oleh pengaruh varietas dan pengaruh zeolit. Aplikasi memeberikan zeolit 50 gr/kg berpengaruh terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, berat kering daun, berat basah daun, kadar air daun dan luas daun. Aplikasi memberi zeolit 50 gr/kg pada varietas jatayu dengan kondisi tidak tergenang mampu memberi pertumbuhan tanaman yang optimal.
KAJIAN PENGELOLAAN POTENSI SUMBER DAYA AIR DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS), UNTUK PENENTUAN PROYEK PERTANIAN DI KABUPATEN NGADA, NUSA TENGGARA TIMUR Yohanes Nangameka
AGRIBIOS Vol 10 No 2 (2012): NOPEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam melaksanakan pembangunan ekonomi khususnya pembangunan pertanian, air merupakan unsur utama. Mempersiapkan proyek pertanian bukan hanya sekedar menyangkut aspek perencanaannya saja, tetapi harus mulai dengan mengidentifikasi tujuan-tujuan pembangunan proyek pertanian, pemilihan daerah prioritas untuk inventasi, perencanaan kebijakan yang efektif dan pemobilisasian sumberdaya, serta menggali tingkat partisipasi dari masyarakat yang terlibat langsung maupun tak langsung dalam proyek pertanian tersebut. Dalam siklus suatu proyek pertanian akan diawali dengan tahap identifikasi potensi, identifikasi permasalahan, identifikasi sumber daya, termasuk sumber daya air yang ada dalam suatu daerah. Adapun permasalahan penelitian tahun pertama adalah sebagai berikut : Apakah pontensi sumberdaya air di DAS Waemokel, DAS Zaa dan DAS Aesesa di Kebupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur masih dapat dikembangkan untuk proyek pertanian?. Bagaimana membuat persiapan perencanaan dan bagaimana persiapan perencanaan penataan wilayah yang mempunyai potensi ekonomi tinggi di ketiga DAS tersebut Dari analisa dan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut ; Sumber air yang masih dapat di manfaatkan untuk pengairan untuk DAS Wae Mokel adalah bendungan Mok dengan memnfaatkan sungai Wae Nimbar berdebit 3.647 liter / detik dan potensial areal sawah seluas 700 ha, embung irigaisi Tiwu Loa dengan memanfaatkan kali Tiwu Loe berdebit 657 liter / detik dan potensial areal persawahan seluas 200 ha, waduk mini Ngulu Kedha memanfaatkan sungai Wai Mapar dengan debit 10.337 liter / detik dan potensial areal persawahan seluas 1.800 ha, dan bendungan Rada Fae – Keli Gejo memanfaatkan sungai Wae Mokel dengan debit 12.319 liter / detik dan potensial areal persawahan seluas 20 ha. Total Sumber air yang dapat dimanfaatkan dari DAS Wae Mokel adalah sebanyak 4 lokasi dengan debit air seluruhnya sebesar 12.319 liter / detik dan areal sawah potensial 2.720 ha. Sumber air yang masih dapat di manfaatkan untuk pengairan untuk DAS Za’a adalah bendungan Wae Beli – Molu Geze dengan memanfaatkan kali Wae Beli berdebit 387 liter / detik dan potensial areal sawah seluas 50 ha, embung irigaisi Poma Mana dengan memanfaatkan kali Wae Beli berdebit 387 liter / detik dan potensial areal persawahan seluas 38 ha, bendungan Roba Ghubu memanfaatkan kali Were dengan debit 103 liter / detik dan potensial areal persawahan seluas 65 ha. Total Sumber air yang dapat dimanfaatkan dari DAS Za’a adalah sebanyak 3 lokasi dengan debit air seluruhnya sebesar 489 liter / detik dan areal sawah potensial 103 ha. Sumber air yang masih dapat di manfaatkan untuk pengairan untuk DAS Aesesa adalah bendungan Soa Futi dengan memanfaatkan kali Wae Wae Woki/Ogi berdebit 1.229 liter / detik dan potensial areal sawah seluas 900 ha, embung irigaisi Leko Kisa dengan memanfaatkan kali Wae Bhogi berdebit 12 liter / detik dan potensial areal persawahan seluas 50 ha, situ Eko Sapa memanfaatkan kali Wae Bhogi dan Wae Biku dengan debit 167 liter / detik dan potensial areal persawahan seluas 200 ha, waduk mini Wae Teko (Kuru Bhoko) memanfaatkan sungai Wula Bhara dengan debit 3.367 liter / detik dan potensial areal persawahan seluas 1.760 ha. Total sumber air yang dapat dimanfaatkan dari DAS Aesesa adalah sebanyak 4 lokasi dengan debit air seluruhnya sebesar 4.775 liter / detik dan areal sawah potensial 2.910 ha.
POLA KEMITRAAN UNTUK MENINGKATKAN USAHA DALAM PENGELOLAAN RUMPUT DI DESA GELUNG KECAMATAN PANARUKAN KABUPATEN SITUBONDO Sulistyaningsih Sulistyaningsih
AGRIBIOS Vol 10 No 2 (2012): NOPEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Gelung terkenal sebagai daerah pantai dan wisata juga sekaligus sebagai daerah sentra produksi rumput laut sudah memiliki wadah atau sudah terbentuk kelompok tani rumput laut , namun adanya keterbatasan petani rumput laut dalam hal kelembagan yang masih belum berfungsi optimal ,produksi,pasca panen,permodalan dan pemasaran menjadi kendala yang harus dihadapi oleh petani rumput laut oleh karena itu diperlukan adanya pola kemitraan sebagai alternatif solusi dalam kegiatan usahanya.
MADU IKAN KUTUK “ PRODUK BIOPROSES” Sumarno Sumarno
AGRIBIOS Vol 10 No 2 (2012): NOPEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian berjudul Madu Ikan Kutuk “ Produk Bioproses ” adalah suatu aktivitas rutin dalam rangka mengisi kegiatan Tri Darma Perguruan Tinggi di kampus UNARS Situbondo. Sejak dahulu ikan kutuk atau ikan gabus ( Snakeheads fish ) dipecaya paramedis mengandung kadar albumin tinggi yang dapat mempercepat penyembuhan pasca operasi dan pasien melahirkan. Ikan Kutuk yang berkadar albumin tinggi ini tak disukai pasien baunya amis. Produk madu ikan kutuk diproses dengan sistem bioproses, pada satu sisi menjadi produk albumin yang disukai pasien, dari sisi lain agar protein albumin ikan kutuk masih tetap tinggi. Penelitian dilakukan di desa Kebonsari Jember. Aktivitas penelitian ini diawali pada maret s/d Juni 2012. Alat yang digunakan tabung fermentasi volume 5 liter yang dirancang secara terkendali. Hal yang diamati berupa indicator keluaran gas CO2 umur fermentasi 5 hari, 15 hari, 60 hari dan 90 hari. Selain itu tingkatan pengurangan bau amis juga diamati berdasar umur fermentasi diatas. Data hasil penelitian ini diolah secara statistic diskriptif dengan landasan teori gizi dan medis yang akurat. Madu ikan kutuk hasil fermentasi umur 90 hari, siap untuk dikonsumsi dan tidak amis, dan produk ini besar manfaatnya bagi kesehatan/berkadar albumin bagus.
ANALISA BUDIDAYA SIRSAT DALAM RANGKA MENINGKATKAN EKONOMI DAN KESEHATAN MASYARAKAT BOJONEGORO SUGIYANTO SUGIYANTO
AGRIBIOS Vol 10 No 2 (2012): NOPEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman sirsak merupakan tanaman yang sudah populer di kalangan masyarakat, termasuk di daerah Bojonegoro. Khususnya di daerah pedesaan tanaman ini mudah dijumpai. Karena memang karakter tanaman ini sangat cocok dengan tanah dan iklim daerah setempat. Banyak dijumpai, ia tumbuh liar di hutan-hutan, tegalan, pinggir sungai, dan pekarangan penduduk. Disamping itu pula, dari hasil penelitian medical (kesehatan) ternyata tumbuhan sirsak termasuk jenis tumbuhan yang mempunyai banyak khasiat dan manfaat untuk obat-obatan. Hal itu telah dijelaskan sebagaimana dalam pembahasan awal. Berangkat dari hal-hal yang telah disebutkan di atas maka dapat dikatakan bahwa tanaman sirsak mempunyai prospek dan daya tawar yang baik untuk menjadi semacam bidang usaha yang bernilai komersial. Maka dengan melihat sisi ekonomisnya, perlulah upaya untuk meningkatkan produktifitasnya melalui budidaya. Dalam hal ini yang lebih baik dengan cara budidaya organik, agar tanaman bisa terbebas dari factor kimia, sehingga dapat menghasilkan sirsak yang mempunyai manfaat dan khasiat obat secara maksimal. Untuk selanjutnya, budi daya mengkudu bisa dikembangkan menjadi tanaman komoditas, melalui penemuan dan penciptaan kretifitas sehingga dari mengkudu dapat dikembangkan menjadi barang-barang produksi yang praktis, efektif dan efesien. Seperti pembuatan jus sirsak, sirup, dan lain-lain.

Page 1 of 1 | Total Record : 5