cover
Contact Name
Komarudin
Contact Email
komarudin_pko@upi.edu
Phone
+6281646894417
Journal Mail Official
jurnal.jko@upi.edu
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga FPOK Lt. 2 UPI. Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung.
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Kepelatihan Olahraga
ISSN : 2086339X     EISSN : 26571765     DOI : https://doi.org/10.17509/jko-upi
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kepelatihan Olahraga (JKO) is a media for widespread the results of research, studies and ideas in the field of sports coaching. Jurnal Kepelatihan Olahraga focuses on information related to the issues of the latest sports training development. The scope of the journal includes: 1) Sports Coaching Theory and Methodology, 2) Physical conditioning, 3) Sports Biomechanics, 4) Anatomy, 5) Exercise Physiology, 6) Sports Psychology, 7) Sports Sociology, 8) Sports Nutrition, 9) Sports Recovery, 10) Sports Tests and Measurements.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2011)" : 6 Documents clear
THE EFFECTS OF CIRCUIT TRAINING PROGRAM ON CARDIOVASCULAR ENDURANCE BY WOMEN COLLEGE STUDENTS ali, syed kamaruzaman syed; s g, ch'ng; hidayat, yusup
Jurnal Kepelatihan Olahraga Vol 3, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jko-upi.v3i2.16183

Abstract

The recommended rate of physical activity is at least 30 minutes of moderate intensity physical activity, preferably done at least 3 times a week, to increase and maintain individual health related fitness (ACSM, 1998). Hence, in this study, the researcher investigates the effects of an intervention program using 10 – 15 minutes of circuit training program (physical conditioning) for the duration of 10 weeks during the sports athletics co-curriculum activities to enhance health related fitness (cardiovascular endurance) by college students. Therefore, this study is to investigate the effectiveness of intervention program towards the level of health-related fitness (cardiovascular endurance) using the fitness test.The purpose of this study is to investigate the effects of circuit training program (circuit training) on health related fitness (cardiovascular endurance) by 60 women college students. A quasi experimental design was adapted for this study, using pretest-posttest control group design, which uses circuit training as independent variable, while dependent variable are health-related fitness test instruments namely cardiovascular endurance (12 minutes run).Before the commencement of the study, an independent T-test analysis was conducted on the pretest data of both groups. It was found that there was no statistically significant different in the mean scores between control group and experimental group (1298.33 + 171.95, 1230.00 + 138.71; all P 0.05). Then, from the paired T-test analysis, there were no statistical significant differences in cardiovascular endurance within control group (1298.33 + 171.95, 1283.33 + 233.54; all P 0.05). But for experiment group, cardiovascular endurance showed a significant difference between pre-test and post-test data (1230.00 + 138.71, 1325.00 + 1325.00 + 181.83; all P 0.05). Hence, the circuit training program had an effect on the cardiovascular endurance component. While using the independent T-test analysis on both groups, there were not significant difference in the post test mean scores for control group and experiment group for component of cardiovascular endurance (1283.33 + 233.53, 1325.00 + 181.82; all P 0.05).All subjects do have some change, but the effects of the circuit training program were not significant enough to be conclusive. The circuit training program was effective in improve the level of cardiovascular endurance by women college students.
PENINGKATKAN KEMAMPUAN ANAEROB & AEROB MELALUI PELATIHAN HARNESS sidik, dikdik zafar
Jurnal Kepelatihan Olahraga Vol 3, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jko-upi.v3i2.16178

Abstract

Sudah tidak bisa dipungkiri lagi bahwa kemampuan fisik adalah salah satu faktor yang sangat penting apabila ingin mendapatkan prestasi yang maksimal dalam setiap cabang olahraga, terlebih lagi jika atlet yang ditangani adalah atlet yang masuk dalam kelas atlet elit. Kita mengetahui bahwa kunci keberhasilan prestasi adalah karena hadirnya faktor-faktor penentu prestasi, baik secara internal maupun eksternal seperti tergambarkan di samping berikut.Kemampuan fisik atlet pada dasarnya secara fisiologis merupakan kemampuan dinamis anaerobik dan aerobik. Setiap berlangsungnya pelatihan fisik maka hakekatnya sedang terjadi keberlangsungan aktivitas fisiologis yang secara garis besar terangkum dalam tiga sistem kerja (Santosa, 2010:5) yang terdiri dari : (a) sistem kerja I sebagai pelaksana gerak yang meliputi sistema skelet, sistema muscular, dan sistema nervorum; (b) sistem kerja II sebagai pendukung gerak yang meliputi sistema hemo-hidro-limfatik, sistema respirasi, dan sistema kardiovaskular; dan (c) sistem kerja III sebagai perangkat pemulih/pemelihara yang meliputi sistema digestivus, sistema ekskresi, sistema reproduksi. Oleh karena itu, para ahli menyarankan agar setiap pelatih mempunyai kompetensi pemahaman fisiologi (ilmu faal/ilmu fungsi) ketika mempersiapkan untuk menjalankan pelatihan fisik pada setiap atlet. Hal ini sering menjadi kendala yang cukup pelik dialami oleh para pelatih, terutama dasar pemahaman keilmuan ini yang masih belum mencukupi. Problematika ini sering mengakibatkan terjadinya “malpraktik” dalam pelatihan olehraga prestasi yang berindikasi pada sulitnya atau tidak munculnya prestasi yang diharapkan.Setiap orang yang lahir ke bumi ini pada hakekatnya telah diberikan anugrah potensi dari Yang Maha Pencipta. Oleh karena itu, tidak ada manusia yang tidak berbakat, tidak ada manusia yang tidak potensial. Hanya karena kurang pandai menempatkan dan mengembangkan potensi-lah yang menjadikan kurang dan tidak berprestasi.
HUBUNGAN KOMPETENSI PELATIH DAN PRESTASI ATLET DITINJAU DARI PERSPEKTIF ATLET purnamasari mn, ira
Jurnal Kepelatihan Olahraga Vol 3, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jko-upi.v3i2.16180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kompetensi pelatih dan prestasi atlet. Kompetensi pelatih terdiri dari : a. Kompetensi pengembangan karakter menggambarkan tentang kemampuan pelatih untuk mempengaruhi pengembangan diri atlet dan sikap yang positif. b. Kompetensi strategi permainan menggambarkan tentang kemampuan pelatih untuk mengarahkan atlet selama pertandingan.c. Kompetensi motivasi menggambarkan tentang kemampuan pelatih untuk mempengaruhi faktor psikis atletnya. d. Kompetensi pengajaran teknik menggambarkan tentang kemampuan pelatih untuk mengajarkan dan mendiagnosa kemampuan atlet. Penelitian yang menggunakan metode deskriptif korelasional, sampel penelitian adalah atlet judo yang tampil di PON XVII Kalimantan Timur. Temuan penelitian ini adalah: kompetensi pengembangan karakter mempunyai kategori sangat baik, kompetensi motivasi mempunyai kategori sangat baik, kompetensi strategi mempunyai kategori sangat baik dan kompetensi teknik mempunyai kategori sangat baik.
PERBANDINGAN KOMBINASI TEKNIK KO-UCHI GARI KE O GURUMA DENGAN O-UCHI GARI KE O GURUMA TERHADAPA HASIL BANTINGAN DALAM OLAHRAGA JUDO kadir aa, abdul
Jurnal Kepelatihan Olahraga Vol 3, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jko-upi.v3i2.16175

Abstract

Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data, maka kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : 1) Teknik Kombinasi O-uchi gari ke O Guruma memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil bantingan dalam olahraga judo. 2) Teknik Kombinasi Ko-uchi gari ke O Guruma memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil bantingan dalam olahraga judo. 3) Terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara teknik kombinasi O-uchi gari ke O Guruma dengan teknik kombinasi Ko-uchi gari ke O Guruma terhadap hasil bantingan dalam olahraga judo. Dalam hal ini kecepatan hasil bantingan teknik kombinasi O-uchi gari ke O Guruma lebih baik dibandingkan teknik kombinasi Ko-uchi gari ke O Guruma.Saran-saran yang dapat penulis kemukakan berkaitan dengan hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : 1) Bagi para Pembina, pelatih olahraga judo dan atlet menggunakan teknik kombinasi O-uchi gari ke O Guruma dalam proses pelatihan untuk penguasaan teknik kombinasi O Guruma karena memberikan pengaruh yang positif juga lebih baik dibandingkan teknik kombinasi Ko-uchi gari ke O Guruma. 2) Bagi yang akan mengadakan penelitian tentang aspek-aspek teknik, penulis menganjurkan untuk melakukan penelitian yang berkenaan dengan hal-hal teknik lainnya yang mempengaruhi prestasi atlet judo.
PEMBENTUKAN KARAKTER MELALUI PEMBINAAN OLAHRAGA ., mulyana
Jurnal Kepelatihan Olahraga Vol 3, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jko-upi.v3i2.16181

Abstract

Penelitian ini bertujuan menyingkap pengaruh pendekatan pembinaan pencak silat orientasi olahraga kompetitif, dan pembinaan pencak silat orientasi seni terhadap sikap respect dan tanggung jawab siswa. Metode eksperimen digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini melibatkan 60 siswa SMPN 22 Bandung sebagai sampel penelitian Desain penelitian menggunakan Non–Randomised Control Group Pre-test Post-tes Design, dengan memberi perlakuan latihan pencak silat beserta nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya. Analisis multivariat digunakan untuk mengetahui pengaruh latihan pencak silat terhadap respect dan tanggung jawab pada kelompok eksperiment. Hasil analisis multivariat menyatakan bahwa: (1) terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti pembinaan pencak silat orientasi olahraga kompetitif dan orientasi seni terhadap respect dan tanggung jawab dibandingkan dengan kelompok siswa yang tidak diberi perlakuan atau kelompok konrol, (2) tidak ada perbedaan sikap respect yang signifikan antara kelompok siswa yang diajar menggunakan pendekatan pencak silat olahraga kompetitif dengan pendekatan pencak silat seni, (3) tidak ada perbedaan sikap tanggung jawab yang signifikan antara kelompok siswa yang diajar menggunakan pendekatan pencak silat olahraga kompetitif dengan pendekatan pencak silat seni. Dari hasil studi ini direkomendasikan bahwa pembinaan pencak silat selayaknya menjadi bagian integral pendidikan guna membentuk karakter dalam hal respect dan tanggung jawab untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
PENDEKATAN KONSELING DALAM PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA ibrahim, rusli
Jurnal Kepelatihan Olahraga Vol 3, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jko-upi.v3i2.16182

Abstract

Counseling approach in physical education and sport is a field of applied psychology of sport. It is most important and useful to enhance the performance in physical education and sport and to promote the well-being of students or athletes, coaches, and physical educators in schools. Therefore, the understanding of the role of physical education and sport in human development is necessity in planning of counseling approach for students or athletes.There is a premise that participation in physical education and sport activities prepares students or athletes for later adult roles. Physical education and sport teaches young people how to live by rules, to possess the social behavior according to social and cultural values, work hard to achieve goals, and play and interact with others. Indeed, in the other perspective that physical education and sport activities are indirectly influence toward the character building of students and athletes.Counseling programs are apparently useful to assist career development; and counseling injured students or athletes; and while students or athletes are being in transition period from adolescent to adult age. There are three main aspects of career development process, namely (1) Self exploration; (2) Environment or Career exploration; and (3) Career implementation.

Page 1 of 1 | Total Record : 6