cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 88 Documents
Search results for , issue "PERIODE 149-150 (juli 2020)" : 88 Documents clear
RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA PEKUNDEN MUHAMMAD FARHAN RAMADHAN
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 149-150 (juli 2020)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Layaknya kota metropolitan pada umumnya, Kota Semarang merupakan salah satu pusatindustri dan perdagangan sehingga mendorong penduduk dari daerah-daerah lain untuk mencaripekerjaan di sini. Namun pada kenyatananya kondisi ini mengakibatkan timbulnya pemukimanpadat penduduk dari kelas bawah di pusat Kota Semarang yang mau tidak mau berdampingandengan gedung-gedung di pusat kota. Maka dari itu konsep “Rumah Susun Sederhana Sewa”merupakan alternatif pemecahan permasalahan penyediaan perumahan serta prasarana lingkunganperkotaan yang diarahkan secara vertikal, sehingga dapat meningkatkan usaha pembangunanperumahan permukiman yang fungsional bagi masyarakat perkotaan.Rusun Pekunden muncul sebagai fenomena berkonsep kampung vertikal yang menyediakanhunian ditengah kota yang padat penduduk (sebagai urban renewal). Diharapkan dengantersedianya bangunan ini, hubungan bermasyarakat antara warga penghuni rusun serta wargasekitar kompleks rusun dapat terjalin dengan baik. Namun pada kenyataanya desain yang ada saatini menjadi suatu yang terkesan sangat eksklusif tanpa melihat konteks untuk siapa dan beradadimana lokasi bangunan tersebut. Berdasarkan pada permasalahan tersebut maka perlu adanyasuatu desain baru untuk tipologi rumah susun sederhana sewa dengan meperhatikan kontekspengguna dan lokasi.
SHOPPING MALL DI KAWASAN SIMPANG LIMA SEMARANG REGGY JUNIOR MUSLIH
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 149-150 (juli 2020)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terlepas lokasinya yang strategis di Kawasan Simpang Lima, Plasa Simpang Limatidak menarik banyak pengunjung. Kontras sekali dengan Mal Ciputra yangbersebelahan dengan Plasa Simpang Lima. Setelah melakukan pengamatan, ditemukanbahwa ternyata sistem sirkulasi yang diterapkan pada Plasa Simpang Lima yangberkoridor memunculkan banyak titik buta (blindspot) dibanding sistem sirkulasi mallyang linier. Alhasil Plasa Simpang Lima kalah dengan shopping mall yang menawarkankemudahan dari sirkulasi linier dan eksposur retail-retail yang dimaksimalkan dengansirkulasi tersebut. Selain itu Plasa Simpang Lima juga tidak memaksimalkan potensilokasinya yang berada di pusat Kawasan Simpang Lima, contoh kecil dapat dilihat daripeletakan main entrance pengunjung yang diletakkan pada jalan satu arah yangmembawa arus pengunjung pergi dari Simpang Lima, sedangkan arus kedatanganpengunjung ke Simpang Lima diabaikan.Sehingga muncul gagasan untuk membangun shopping mall yang baru pada lokasiPlasa Simpang Lima eksisting, dengan memperhatikan dan memaksimalkankarakteristik mall dan juga memaksimalkan potensi konteks. Namun muncul masalahdimana tapak berbentuk relatif segilima dengan luas terbatas, yang setelah dianalisisdengan potensi titik masuk pengunjung, cenderung memunculkan pola sirkulasi radial.Sehingga diperlukan penyelesaian masalah bagaimana cara menciptakan spasial malldengan sirkulasi linear pada tapak relatif berbentuk segilima yang cenderungmembentuk pola sirkulasi radial, dengan tetap memaksimalkan potensi komersil mallpada tapak di kawasan urban.
USHIO INTERNATIONAL DORMITORY ANINDITA ALYA RAMADHIANI
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 149-150 (juli 2020)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung asrama merupakan salah satu elemen penting dari proses pendidikan di Institut Teknologi Nasional Akashi. Para siswa berasal dari berbagai macam daerah, termasuk dari luar negeri, sehingga asrama siswa dibangun untuk memfasilitasi akomodasi tempat tinggal siswa dan menjaga serta mengawasi kehidupan sekolah para siswa yang tinggal jauh dari orangtua. Asrama siswa dibangun dengan mengikuti budaya Jepang, namun seiring banyaknya mahasiswa asing yang belajar di Institut Teknologi Nasional Akashi, sentuhan Internasional dan desain universal perlu diterapkan agar mahasiswa asing dapat merasa nyaman dan mahasiswa asli Jepang pun dapat merasakan hidup berbeda budaya bersama mahasiswa asing.
RUMAH SUSUN di YOGYAKARTA DENGAN PENDEKATAN KAMPUNG VERTIKAL AGNES ASTRID RENATA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 149-150 (juli 2020)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan lahan merupakan sebuah fenomena yang terjadi di Kota Yogyakarta sejak tahun 2016 lalu. Kota Yogyakarta terletak di lembah tiga sungai, yaitu Sungai Winongo, Sungai Code dan Sungai Gajahwong. Hal ini memicu tumbuhnya permukiman atau perkampungan di sepanjang bantaran sungai yang berujung kepada permukiman atau perkampungan kumuh. Rumah susun sebagai bentuk hunian vertikal yang ditawarkan oleh pemerintah baru dapat menjawab dari segi kuantitas saja dan melupakan kualitas suatu kawasan perkampungan.Konsep kampung vertikal dimunculkan untuk menjawab permasalahan tersebut. Alih – alih meminta masyarakat untuk beradaptasi dengan gaya hidup hunian vertikal, kampung vertikal menekankan adaptasi perencanaan dan perancangan bangunan dengan gaya hidup di kampung dengan peningkatan kualitas desain
CITY HOTEL & CONVENTION HALL IMAM BONJOL DENGAN PENDEKATAN GREEN DESIGN BERBASIS EDGE FAKHRI ALKINDI KAUTSAR
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 149-150 (juli 2020)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang merupakan kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia. Sebagai kotabesar sekaligus statusnya sebagai ibukota Provinsi Jawa Tengah, Semarang menjadi pusatsegala aktivitas baik ekonomi, perdagangan, jasa, industry hingga pariwisata.Kota Semarang memiliki banyak objek pariwisata seperti Lawang Sewu, Sam Poo Kongdan Kawasan Kota Lama. Selain objek wisata, Kota Semarang juga memiliki beberapaKawasan Pusat Bisnis seperti Simpang Lima City Center (SLCC) , Pemuda CentralBusiness District (PCBD) , dan Gajahmada Golden Triangle (GGT).Karena hal ini Kota Semarang akan kedatangan banyak wisatawan baik untuk urusanwisata ataupun bisnis. Untuk mengakomodir hal ini dibutuhkan hotel dan ruang konvensi.Dengan pendekatan Green Design hotel dan ruang konvensi yang ada dapat menghematpenggunaan energi, air maupun material dan juga dapat menjadi daya tarik untuk hoteltersebut.
GEDUNG KONVENSI DAN EKSIBISI DI KOTA SEMARANG DENGAN KONSEP BANGUNAN HIJAU LAURA OKTARINA SINABANG
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 149-150 (juli 2020)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang belum memiliki tempat yang dapat mewadahi event besarberskala nasional dan internasional dengan daya tampung dan fasilitas yangmemadai. Kurangnya tempat pagelaran, menyebabkan menurunnya jumlah eventyang diselenggarakan di Kota Semarang. Kekurangan ini menyebabkan beberapakegiatan yang seharusnya di gelar di Semarang, kemudian dialihkan ke beberapakota lain, sehingga berpengaruh terhadap pemasukan perekonomian daerahSemarang. Saat ini pemerintah juga sedang mencanangkan upaya pembangunansebuah bangunan konvensi dan eksibisi dengan daya tampung yang mumpuni diKota Semarang.Bangunan konvensi dan eksibisi ini dirancang dengan pengaplikasiankonsep bangunan hijau. Konsep ini dipilih mengingat meningkatkan kebutuhanakan bangunan ramah lingkungan dalam upaya pelestarian lingkungan. Desaindiselaraskan dengan EDGE sebagai aplikasi pendukung desain mengenaiperhitungan penghematan energi, air dan material.
INDUSTRI PERAKITAN ALAT BERAT DI KOTA TANGERANG RACHMA PANGESTI
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 149-150 (juli 2020)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan sektor industri di Indonesia mengalami perkembangan yangcukup pesat dalam beberapa tahun terakhir. Begitu pula pada sektor industrikonstruksi yang tercatat menjadi salah satu lapangan usaha yang menunjukkanpeningkatan kinerja positif di tengah pertumbuhan ekonomi yang melambat.Salah satu perusahaan yang bergerak dibidang industri jasa konstruksi adalah PT.Putra Timur Raya. PT. Putra Timur Raya yang berlokasi di Kota Tangerangmerupakan perusahaan yang bergera dalam bidang kontraktor umum.Namun, bangunan milik PT. Putra Timur Raya masih dapat dibilang seadanyadengan lahan yang seadanya sebagai workshop dan kantor yang berbentukrumah.dengan memberikan ide perencanaan dan perancangan bangunan industri untukPT. Putra Timur Raya dengan konsep banguan energi, diharapkan dapatmengikuti persaingan dalam mengembangkan industri dalam negeri mengingatsetiap bangunan merupakan perwajahan dari pemiliknya.
COMPACT APARTMENT UNTUK EKSPATRIAT DI TANGERANG WINNI PUSPITA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 149-150 (juli 2020)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah penduduk perkotaan yang selalu mengalamipeningkatan karena pertumbuhan penduduk yang alami maupun penduduk yangberasal dari migrasi ini berhubungan langsung dengan berbagai masalah yangkomplek yang terjadi diperkotaan. Banyaknya penduduk tentu menyebabkanbanyaknya lahan yang digunakan untuk tempat tinggal dan juga untuk membukausaha.Pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat di Tangerang,menjadikannya salah satu destinasi strategis warga negara asing dalam mencaripekerjaan. Selain karena beragamnya sektor industri yang berkembang, alasanTangerang banyak dikunjungi oleh tenaga kerja asing yaitu karna mudahnyamengakses transportasi internasional di kotatersebut.
HOTEL TRANSIT BANDARA INTERNASIONAL KUALANAMU DENGAN KONSEP BUDGET HOTE OKTAVIA ELISABETH SINAGA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 149-150 (juli 2020)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia, Kota Medan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang cukup pesat dalam bidang perdagangan, infrastruktur, pariwisata, sosial budaya, sehingga kota ini memiliki fungsi dan peran yang cukup penting secara regional. Kota Medan juga dijadikan sebagai hub penerbangan domestik wilayah Indonesia bagian barat, dikarenakan Bandara Internasional Kualanamu berada pada posisi geografis yang strategis. Hal tersebut berdampak positif menjadikan Kota Medan sering dikunjungi oleh pebisnis atau wisatawan dari dalam/luar negeri, dikarenakan kemudahan dan keefisienan dalam menggunakan moda transportasi udara (pesawat). Namun terkadang, keterlambatan atau tertinggal pesawat dapat terjadi di bandara sehingga perlu melakukan transit untuk sementara waktu.  Saat ini, ketersediaan fasilitas akomodasi untuk melayani pengguna pesawat yang melakukan transit masih minim di sekitar kawasan Bandara Internasional Kualanamu. Salah satu fasilitas akomodasi yang dibutuhkan pengguna pesawat ketika transit adalah hotel transit. Maka dari itu, perancangan hotel transit ini berada di kawasan bandara dan mampu menunjang aktivitas pengguna yang melakukan transit dalam jangka waktu yang relatif singkat
SEKOLAH INKLUSI (TK-SMA) DARMA ACITYA DI KOTA SEMARANG AYI RACHDYNI SAFIRA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 149-150 (juli 2020)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2017 menunjukkan jumlah anak berkebutuhan khusus (ABK) di Indonesia mencapai hingga 1,6 juta jiwa. Dengan satu juta lebih ABK belummemperoleh pendidikan. Dari 30% ABK yang sudah memperoleh pendidikan, hanya 18% di antaranya yang menerima pendidikan inklusi, baik dari sekolah luar biasa (SLB), maupunsekolah regular pelaksana pendidikan inklusi. Rendahnya jumlah ABK yang memperoleh pendidikan disebabkan oleh macam-macam faktor, dimulai dari kurangnya infrastruktur sekolah,kurangnya tenaga pengajar khusus, dan juga stigma masyarakat terhadap ABK.Anak Berkubutuhan Khusus (ABK) Seharusnya mendapat penanganan khusus, namun bukan berarti harus dipisahkan dengan anak-anak normal. ABK berhak untuk bersosialisasi denganmasyarakat sekitar. Pendidikan inklusif merupakan salah satu pilihan bagi Anak Bekebutuhan Khusus (ABK) untuk mendapatkan bimbingan dalam memperoleh ilmu. Pendidikan inklusifakan menerapkan sistem pendidikan dan pengajaran terpadu yang memandang seluruh anak sama. . Sebagai sekolah yang menampung peserta didik normal dan anak berkebutuhankhusus (ABK) maka sekolah inklusi akan menyediakan fasilitas, sarana & prasarana khusus yang ramah bagi seluruh penggunanya