cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 9 Documents
Search results for , issue "PERIODE 153 (Desember 2021)" : 9 Documents clear
MAJAPAHIT MICRO-APARTMENT Avrian Yushiki Tito
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 153 (Desember 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara Deografis, Populasi di Kota Semarang terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini menyebabkan terus meningkatnya kebutuhan akan tempat tinggal. Keingininan untuk mendapatkan tempat tinggal di lokasi strategis yang merupakan pusat kota cenderung terus meningkat namun ketersediaan ruang untuk membangun cenderung terus berkurang. Micro-apartment merupakan salah satu untuk mengatasi permasalahan ini dimana micro-apartmentdapatmenyediakan tempat tinggal yang terjangkau di perkotaan. Desain micro-apartment sendiri lebih difokuskan untuk menciptakan ruang yang se efisien mungkin dan memenuhi kebutuhan penghuni. Keterbatasan ruang yang disediakan micro-apartment mengharuskan beberapa furniture dipadatkan menjadi furniture dengan fungsi serupa.  Pengunaan furniture dengan banyak fungsi disebut juga furniture convertible.
HOTEL RESORT BINTANG 4 DI JEPARA Nugraha Labib Mujaddid
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 153 (Desember 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Jepara, pariwisata merupakan sektor yang sangat potensial untuk dikembangkan. Daya tarik yang dimiliki oleh Kabupaten Jepara mulai dari wisata alam ( pantai, perbukitan ), wisata kuliner, dan wisata religi. Pada tahun 2017 menurut Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Jepara, tercatat jumlah wisatawan sebanyak 2.190.231 orang. Pada tahun 2018 jumlah wisatawan Kabupaten Jepara sebanyak 2.601.528 orang. Pada tahun 2019 jumlah wisatawan mencapai 2.787.734 orang.Dengan adanya beberapa pertimbangan, sehingga dibutuhkanlah akomodasi penginapan seperti hotel resort, yang nantinya bisa digunakan wisatawan untuk melakukan rekreasi dan juga dapat menarik wisatawan untuk menyumbang PDRB terbesar untuk pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Jepara.
PERANCANGAN KAWASAN WISATA AGRO DI DESA SAMBONGREJO - BLORA Jevon Asher Prawiro
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 153 (Desember 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata termasuk di dalamnya objek dan daya tarik serta usaha-usaha yang terkait di bidang tersebut. Salah satu jenis pariwisata yang sering di kembangkan di daerah Indonesia adalah parisiwata pedesaan yang tentunya di kembangkan di area pedesaan yang berkaitan erat dengan sector pertanian. Sebagai negara argraris, Indonesia dikenal memiliki lahan pertanian yang luas dengan sumber daya alam yang beragam dan berlimpah. Hal ini tentu saja harus dikembangkan lebih lanjut, salah satunya dengan pengembangan Wisata Agro di daerah pedesaan mengingat sektor pertanian merupakan salah satu sektor unggulan di negara Indonesia. Pengembangan Wisata Agro di daerah pedesaan memiliki banyak manfaat dan tujuan antara lain untuk memberdayakan masyarakat sekitar dan juga untuk mengedukasi masyarakat luas mengenai pertanian. Selain itu, mengembangkan pariwisata di daerah pedesaan merupakan cara yang efektif untuk mengurangi kesan kumuh dikarenakan terdorongnya masyarakat untuk untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Desa Sambongrejo merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora. Desa yang sebagian besar warganya bertani ini memiliki banyak sekali potensi khususnya pada sector pertanian dan perkebunan contohnya seperti perkebunan tebu, pisang, jagung, kacang dan lain sebagainya. Akan tetapi, sebagian besar warga yang ada di desa tersebut belum mengerti betul bagaimana mengolah bahan-bahan tersebut untuk kemudian dijual dengan nilai jual yang lebih tinggi. Oleh karena itu, kepala desa Sambongrejo kemudian berencana untuk menyediakan lahan yang nantinya dapat dikembangkan untuk dapat memberdayakan dan mengedukasi warga desa tersebut. Dengan adanya pemberdayaan dan juga edukasi pada masyarakat sekitar, diharapkan kedepannya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa tersebut. 
LAWEYAN APARTEMEN & MALL, SOLO Fadilla Ananda Faried
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 153 (Desember 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan tren urbanisasi menjadi salah satu fenomena yang populer terjadi di kota-kota besar. Dengan maraknya fenomena urbanisasi di kota kota besar tentu akan meningkatkan kepadatan penduduk di perkotaan. Menurut survei penduduk antar sensus 2015 (SUPAS 2015) proyeksi jumlah penduduk di Indonesia pada tahun 2045 berjumlah 318,9 juta jiwa, dengan jumlah rasio penduduk yang tinggal di perkotaan 72,8% dari total jumlah penduduk di Indonesia. landasan riset Bank Dunia bertajuk “Time To ACT: Realizing Indonesia’s Urban Potential” menunjukkan laju urbanisasi Indonesia belum diimbangi dengan peningkatan pembangunan dan kesejahteraan yang sama cepatnya. Dengan meningkatnya penduduk diperkotaan tentu akan semakin meningkat pula kebutuhan lahan untuk tempat tinggal. Adanya pertumbuhan ekonomi di Surakarta mencapai angka 5,56% dalam kurun waktu di tahun 2015-2018 sesuai data yang di ambil dari Badan Pusat Statistik Surakarta. Kegiatan perkantoran menjadi salah satu bagian aktivitas pendukung usaha, perusahaan juga akan membutuhkan kantor dalam jalannya perusahaan tersebut. Dalam perkembangan perekonomian nasional, mikroekonomi seperti UMKM, Ekonomi Kreatif, dan juga Koperasi memiliki andil paling besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, UMKM di Indonesia mendapat prioritas dari pemerintahan agar dapat bersaing dengan usaha sejenisnya. (Hadiyati, 2011 ; Ananda & Susilowati, 2017)Maka dari itu, dengan adanya bangunan mall akan dapat membantu keberlangsungan UMKM ini. 
PENATAAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH KEBON PEDES DENGAN PENDEKATAN SUSTAINABLE HOUSING Martha Endah Triwinarni
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 153 (Desember 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Dengan letak yang cukup dekat dengan ibukota, dan aksesibilitas yang  lengkap serta potensi wisata ekologi yang sudah menjadi daya tarik sepanjang tahun,  pertumbuhan penduduk di Kota Bogor terus meningkat. Begitupula dengan permintaan akan kebutuhan rumah, sebagai salah satu kebutuhan pokok bagi manusia. Namun, dari banyaknya kebutuhan perumahan yang disediakan, permukiman kumuh yang berada di pinggiran Kota Bogor masih belum dapat teratasi dengan baik. Faktor ekonomi masyarakat pun menjadi salah satu faktor utama permukiman kumuh masih hadir di kota hujan ini. Berdasarkan data dari Dinas Permukiman, masih terdapat sekitar 511,84 Ha wilayah kumuh yang masih perlu penanganan, salah satunya permukiman Kebon Pedes. Dengan letak yang berada di sebelah utara pusat kota, dan berada sejauh 4 km menuju stasiun, serta merupakan area yang di fungsikan sebagai area permukiman, menyebabkan kualitas lingkungan tempat tinggal di Kebon Pedes mengalami banyak penurunan. Penurunan ini di nilai berdasarkan dari 7 kriteria permukiman kumuh, mulai dari bangunan rumah yang berdiri, pemenuhan pendirian sesuai dengan pranata yang berlaku, jangkauan jaringan jalan, dan drainase, sanitas masyarakat, akses penyediaan air bersih, proteksi terhadap bencana dan kebakaran, dan sistem pengelolaan sampah. Permukiman Kebon Pedes belum memenuhi kriteria permukiman yang layak dan nyaman untuk dihuni. Penataan ini hadirsebagai alternatif jawaban untuk mengembalikan kembali kualitas dalam lingkungan hunian. Tak hanya dari segi bangunan saja, aspek lingkungan (ekologi), aspek sosial, dan juga aspek pendukung ekonomi masyarakat menjadi poin penting yang harus diperhatikan dalam menata kembali permukiman.
NURSING HOME DI JAKARTA BARAT DENGAN PENDEKATAN HEALING ARCHITECTURE Lani Brigitta Marpaung
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 153 (Desember 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lanjut usia atau lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun atau lebih. Pada umumnya lansia akan mengalami perubahan fisik, kognitif, mental, spiritual maupun psikososial yang akan menurunkan kemampuannya dalam beraktivitas. Hal ini meningkatkan ketergantungan hidup lansia terhadap orang lain yang berada di usia produktif. Menurut Undang-undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia, upaya peningkatan kesejahteraan sosial lansia pada hakikatnya merupakan pelestarian nilai-nilai keagamaan dan budaya bangsa. Wujud nyata pemerintah adalah mengupayakan pembangunan dan peningkatan fasilitas sosial khusus lansia, seperti panti werdha atau yang lebih sering dikenal dengan panti jompo. Namun, upaya pemerintah ini tidak sepenuhnya diterima secara positif oleh masyarakat. Masyarakat memiliki pandangan yang kurang baik terhadap panti jompo seperti panti jompo dianggap sebagai tempat ‘pembuangan’ lansia. Selain itu, Indonesia telah memasuki masa ageing population atau penuaan penduduk. Kondisi dimana suatu wilayah memiliki populasi lansia di atas 7%. Berdasarkan hasil susenas pada bulan Maret 2020 oleh Badan Pusat Statistik, populasi penduduk lansia di Indonesia pada tahun 2020 mencapai 10,7% atau sekitar 28 juta jiwa. DKI Jakarta menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang turut merasakan fenomena ini, dengan persentase penduduk lansia mencapai 8,21%. Sebagai ibu kota negara sekaligus pusat ekonomi dan bisnis, DKI Jakarta memiliki angka rata-rata lama sekolah lansia tertinggi di antara seluruh provinsi di Indonesia yakni 9,47 tahun atau setara dengan 1 SMA/sederajat. Angka tersebut hampir dua kali lipat dari angka rata-rata nasional. Ini menandakan bahwa DKI Jakarta memiliki penduduk lansia dengan pola pikir yang lebih maju dan terbuka tentang masa tuanya. Berdasarkan uraian di atas, DKI Jakarta masih membutuhkan fasilitas sosial khusus lansia berupa hunian dengan gagasan dan konsep yang baru, tetapi memiliki standar yang sama. Nursing home dapat membawa citra baru yang positif pada panti werdha atau panti jompo. Didukung dengan pendekatan healing architecture dan penerapan prinsip universal design dalam perencanaan dan perancangannya, nursing home diharapkan dapat mewujudkan kesejahteraan sosial dan taraf hidup yang wajar bagi lansia.
SELO EDU RESORT, BOYOLALI DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGIS Wahyu Wisudawan Sofiandi Usman
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 153 (Desember 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia terletak pada garis cincin api pasifik (ring of fire) yang membentang sepanjang lempeng pasifik yang merupakan lempeng tektonik di dunia yang paling aktif. Dengan begitu, zona ini memberikan pengaruh sebesar hampir 90% dari kejadian gempa di bumi dan hampir semuanya merupakan gempa besar (Kramer, 1996). Selain gempa, pada cincin api ini terdapat lebih dari 450 gunung berapi yang dapat memberikan dampak letusan juga gempa bumi vulkanik. Hal itu yang menyebabkan Indonesia menjadi salah satu negara paling rawan bencana. Terlepas dari dampak negatifnya, Indonesia termasuk negara yang beruntung karena berkat berada di cincin api ini, Indonesia memiliki tanah yang subur, vegetasi yang beragam, bahan mineral berlimpah serta banyak gunung berapi yang mempunyai panoramic view yang indah, bahkan sudah diakui di dunia. Kabupaten Boyolali merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Tengah dengan posisi geografis wilayahnya yang dapat dijadikan kekuatan sebagai modal pembangunan daerah karena berada pada segitiga wilayah Joglosemar (Yogyakarta-Solo-Semarang) yang merupakan tiga kota utama di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Di tengah tengah daerah inilah terselip potensi emas wisata tepatnya di Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali. Kawasan Merapi Merbabu Menoreh ini ditetapkan sebagai cagar Biosfer UNESCO karena memiliki keunikan bio diversitas, bio geografi, kultur, dan ekosistem. Selain dihuni ragam flora dan fauna unik, kawasan seluas 250.000 Ha ini juga mempunyai potensi pengembangan berkelanjutan serta logistic resource berupa riset science technology education yang mumpuni. Oleh karena itu, dalam merancang dan merencanakan Selo Edu Resort, Boyolali ini perlu menanamkan nilai-nilai edukasi di dalamnya serta memperhatikan hubungan keselarasan antara tiga unsur yaitu manusia, alam dan budaya setempat. Dengan begitu akan tercipta bangunan resort yang edukatif, tidak merusak alam, menggunakan energi seefisien mungkin, memiliki ciri khas serta mampu memperkenalkan dan meningkatkan kunjungan wisata yang belum terjamah pada daerah tersebut.
APARTEMEN BIOPHILIK DI KOTA SEMARANG Bagus Pandhito Refo Persada
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 153 (Desember 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang kini tengah menjadi sorotan karena besarnya jumlah investor yang menanam modalnya di kota ini. Letaknya yang strategis, potensi SDA dan SDM-nya yang besar di berbagai sektor serta infrastruktur yang memadai, seperti Pelabuhan Tanjung Mas, Bandar Udara Ahmad Yani yang bertaraf internasional serta Tol Trans Jawa penghubung wilayah barat (Banten, DKI, Jawa Barat), wiIayah timur (Jawa Timur dan Bali) dan wilayah selatan (D.I.Yogyakarta), menjadi faktor penarik minat perusahaan skala nasional maupun internasional untuk berinvestasi di kota Semarang. Berdasarkan fenomena tersebut maka dapat disimpuIkan bahwa Kota Semarang membutuhkan apartemen yang dapat memenuhi kebutuhan hunian penduduk pada Iahan terbatas di kota serta dapat menunjang kesejahteraan hidup penghuninya sebagai makhIuk hidup yang membutuhkan interaksi positif dengan Iingkungan aIam dan sosiaInya. DaIam mengatasi permasaIahan tersebut maka diperIukan perencanaan dan perancangan apartemen di Kota Semarang dengan meIaIui pendekatan desain biophiIik . BiophiIik merupakan sebuah konsep desain yang bertujuan untuk menciptakan habitat yang baik bagi manusia dengan meningkatkan afiIiasi positif dengan Iingkungan hidupnya. Pendekatan desain ini diharapkan dapat mengatasi permasaIahan dan meningkatkan kesejahteraan hidup penghuni apartemen di Kota Semarang.
APARTMENT DAN RENTAL OFFICE DI KOTA SEMARANG DENGAN PENERAPAN KONSEP BANGUNAN HIJAU SALMA ALITYA WAHYU SUSILO
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 153 (Desember 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semarang merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah, dimana perkembangan infrastuktur Jawa Tengah berpusat pada kota ini. Berkembangnya infrastruktur menyebabkan meningkatnya minat akan hunian di Kota Semarang. Pada tahun 2018 hampir 76% luas kawasan yang direncanakan sebagai kawasan pemukiman di Kota Semarang sudah terbangun oleh rumah tinggal warga. Hal ini menyebabkan perlu adanya pengoptimalisasi sisa tapak guna hunian di Kota Semarang. Selain dalam sektor hunian, perkembangan infrastruktur pun berdamak pada meningkatnya minat tenaaga kerja di Kota Semarang. Menurut Pemerintah Kota Semarang, sejak tahun 2015 jumah minat akan tenaga kerja terus mengalami peningkatan sehingga membutuhkan lahan untuk menampung aktivitas para pekerja Peningkatan kedua sektor tersberupa kantor. Peningkatan pada kedua sektor tersebut berbanding urus dengan kebutuhan akan lahan guna di Kota Semarang. Hal ini menyebabkan semakin menurunnya jumlah ketersediaan lahan khusunya guna hunian dan perkantoran di kota ini. Untuk mengatasi menurunnya jumlah ketersediaan lahan guna hunian dan perkantoran, maka perlu adanya sebuah wadah yang dapat menampung kedua aspek kegiatan tersebut sekaligus.

Page 1 of 1 | Total Record : 9