cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 165 Documents
Search results for , issue "PERIODE 158 (JUNI 2024)" : 165 Documents clear
PERANCANGAN DESAIN INKLUSIF HOTEL BINTANG 5 DI KOTA SEMARANG Setiawan, Bimo Adjie
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semarang menjadi salah satu pilihan kota di Jawa Tengah yang kerap dikunjungi bagi wisatawan lokal maupun para pendatang dari luar kota. Hotel sebagai tempat yang mampu menampung wisatawan yang melakukan kegiatan atau rekreasi untuk menginap. Potensi Hotel Bintang 5 sebagai akomodasi terhadap kebutuhan wisatawan seperti menginap, menikmati fasilitas hotel, olahraga, hiburan, dan akses ke berbagai tempat seperti wisata, pusat perbelanjaan, dan akses transportasi. Pada tahun 2022 terakhir, hotel fitur disabilitas berjumlah 25 dari 186 (hotel berbintang dan non berbintang). Pada sarana penginapan, khususnya hotel masih kurang dalam menggunakan fitur disabilitas, sehingga penerapan desain inklusif masih belum diterapkan. Walikota Semarang menyatakan bahwa pentingnya manajemen ramah disabilitas menjadikan Kota Semarang sebagai kota inklusi. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang terbuka atas kerjasama tiap pengelola fasilitas wisata untuk mendukung pembangunan untuk disabilitas di tempat wisata. Pendekatan desain inklusif mempengaruhi kenyamanan pada ruang untuk mempertimbangkan fungsi ruang dan penggunanya. Desain inklusif hadir untuk menjadikan sebuah lingkungan menjadi lebih baik untuk merespon keberagaman. Metode ini dilakukan secara studi literatur. Adapun studi banding antara hotel yang sudah dan belum menerapkan desain inklusif. Penilaian tersebut berdasarkan prinsip dan persyaratan desain inklusif. Hasilnya diharapkan menjadi bentuk pendekatan desain inklusif terhadap hotel dan program dasar perencanaan dan perancangan.
SEMARANG ART CENTER DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR KONTEMPORER Siahaan, Rachel Sonia
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang merupakan kota yang kaya akan keragaman budaya dan seni. Menilik pada sejarah terbentuknya Kota Semarang, kesenian di ibukota Jawa Tengah adalah perpaduan budaya Jawa, Tionghoa, Arab, dan Belanda. Berdasarkan informasi dari website Pemerintah Kota Semarang (2024), terdapat sejumlah 844 sanggar seni yang terdaftar di Kota Semarang sampai dengan tahun 2024. Sanggar seni ini meliputi semua lini seni mulai dari seni rebana, seni tari, seni lukis, vokal, sampai dengan seni musik tradisional dan modern. Banyaknya sanggar seni yang ada di Semarang menunjukkan bahwa masyarakat Semarang senang dan antusias dengan kesenian baik yang tradisional maupun yang modern. Dengan jumlah sanggar seni yang sangat melimpah, sudah selayaknya Semarang memiliki tempat yang bisa mewadahi para seniman untuk mengekspresikan minat dan bakatnya. Kini, seni kontemporer dan modern sudah semakin marak di Kota Semarang. Perancangan Semarang Art Center dengan Pendekatan Arsitektur Kontemporer diharapkan dapat menjawab persoalan kurangnya ruang berkesenian di Semarang. Kata kunci : Art center, Kontemporer, Teater, Seni, Kesenian
REVITALISASI STASIUN TAWANG TERINTEGRASI DENGAN STASIUN LRT MENGGUNAKAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HYBRID Ilham, Maulana
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi telah menjadi kebutuhan vital dalam kehidupan saat ini, tercermin dari minat masyarakat yang meningkat dalam menggunakan transportasi umum maupun kendaraan pribadi. Mobilitas yang tinggi dan efisiensi waktu menjadi faktor penting, terutama di kota-kota besar seperti Kota Semarang. Dalam menghadapi tantangan mobilitas dan kemacetan, Kota Semarang membutuhkan infrastruktur transportasi umum yang baru. Salah satu solusinya adalah pengembangan Stasiun LRT yang diintegrasikan dengan Stasiun Tawang, hal ini dapat meningkatkan pilihan transportasi masyarakat dan mengurangi kemacetan. Pengembangan Stasiun LRT yang terintegrasi dengan Stasiun Tawang akan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan dan efisiensi transportasi di kota ini. Stasiun LRT menjadi langkah yang relevan dan bijaksana dalam mengatasi permasalahan minat terhadap transportasi umum di Kota Semarang. Dengan mempertimbangkan integrasi dengan Stasiun Tawang, rancangan Stasiun LRT menjadi solusi bagi tantangan infrastruktur transportasi umum di kota ini. Langkah ini tidak hanya akan meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap transportasi umum, tetapi juga akan membantu dalam mengurangi kemacetan dan polusi udara, serta mendukung pertumbuhan berkelanjutan kota-kota besar seperti Semarang. Kata kunci tidak boleh berupa kalimat. Kata kunci dapat berupa frasa. Kata kunci disusun berdasarkan urutan alfabet. Kata Kunci: Integrasi; Infrastruktur; LRT; Minat transportasi; Pengembangan transportasi; Stasiun Tawang.
TRANSIT HUB DI STASIUN TAWANG SEMARANG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR INFILL Rayhan, Muhammad
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah penumpang masuk dan keluar Stasiun Tawang yang sangat tinggi tiap tahunnya, fenomena tingginya mobilitas yang terjadi di Stasiun Tawang dan tidak ada nya akses masuk transportasi umum untuk menjangkau langsung Stasiun Tawang, perencanaan kedepan Stasiun Tawang dengan adanya LRT di Stasiun Tawang akan menimbulkan kelebihan mobilitas di stasiun tawang. Dibutuhkannya wadah untuk menampung kapasitas di Stasiun Tawang yang terbilang selalu padat, diperlukan bangunan yang dapat dijadikan sebagai tempat transit untuk penumpang Stasiun Tawang Semarang, diperlukan bangunan yang mampu menarik minat wisatawan. Diatasi dengan merencanakan dan merancang Transit Hub di Stasiun Tawang Semarang dengan Pendekatan Arsitektur Infill. Tujuan dari rancangan ini adalah dapat menciptakan inovasi perancangan Transit Hub dengan pendekatan arsitektur infill yang terintegrasi dengan moda transportasi lain seperti BRT, kereta api dan angkutan umum sehingga dapat mengurangi kemacetan lalu lintas khususnya dalam kota dari arah Semarang. Pada perancangan Transit Hub di Stasiun Tawang Semarang yang direncanakan, desain bangunan menggunakan pendekatan desain arsitektur infill. Hal ini karena pendekatan desain arsitektur infill adalah metode mendirikan bangunan dengan mengisi small gappada wilayah yang sekelilingnya terdapat bangunan eksisting dan menitikberatkan pada keselarasan antara hasil rancangan dan lingkungan sekitar, terlebih bangunan stasiun tawang merupakan bangunan heritage yang patut dipertahankan eksistingnya. Pendekatan desain arsitektur infill mencakup banyak aspek, termasuk konsep konservasi kawasan bersejarah, pendekatan kontekstual, dan penggunaan parameter elemen-elemen visual bangunan sekitar, seperti proporsi, fasad, komposisi, dan garis sempadan bangunan.
REDESAIN PASAR SERDANG JAKARTA DENGAN KONSEP SUSTAINABLE Robby, Kaleb
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Serdang Jakarta, yang terletak di Kelurahan Serdang, Kecamatan Kemayoran, Kota Jakarta Pusat, telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak tahun 1976. Lokasinya yang strategis, berada di pusat kota dan dekat dengan area perumahan yang padat penduduk, membuatnya menjadi destinasi utama bagi warga sekitar dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, seperti kebanyakan pasar tradisional lainnya, Pasar Serdang tidak luput dari berbagai tantangan dan permasalahan yang perlu diatasi. Salah satu masalah yang sering muncul adalah terkait dengan kebersihan pasar yang tidak mencapai standar yang diinginkan. Selain itu, fasilitas di pasar ini juga kurang memadai, dengan bangunan yang sudah tua dan desain yang kurang menarik. Permasalahan lain termasuk peningkatan jumlah pedagang di dalam dan di sekitar pasar, yang seringkali mengakibatkan kemacetan lalu lintas karena pedagang yang berjualan di bahu jalan. Meskipun demikian, pasar ini masih diminati oleh masyarakat sekitar karena menyediakan beragam barang dengan harga yang terjangkau, memungkinkan akses bagi masyarakat dari berbagai lapisan ekonomi. Namun, untuk memaksimalkan potensi pasar dan mengembalikan citra positif pasar tradisional, diperlukan upaya perencanaan, perancangan, dan penataan ulang secara menyeluruh. Tantangan utama yang dihadapi adalah merancang ulang sirkulasi pengunjung di seluruh area pasar, meningkatkan tampilan dan orientasi pengunjung di dalam dan di luar pasar, serta memperbaiki fasilitas penunjang dan mengurangi pelanggaran terhadap desain. Pendekatan yang digunakan adalah dengan mempertimbangkan keberlanjutan, baik dari segi ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Harapannya, dengan pendekatan ini, pasar dapat mengatasi permasalahan yang ada dan meningkatkan kualitasnya secara berkelanjutan. Melalui perencanaan dan perancangan kembali yang holistik, diharapkan pasar ini dapat menjadi lebih dari sekadar tempat transaksi barang, tetapi juga menjadi pusat kegiatan ekonomi yang berkelanjutan bagi daerah sekitarnya. Dengan demikian, akan tercipta lingkungan yang lebih nyaman bagi pedagang dan pembeli, serta memberikan kontribusi positif bagi perekonomian lokal secara keseluruhan. Kata Kunci: Pasar Tradisional; Penataan Kembali; Pendekatan Sustainable.
PERANCANGAN OCEANARIUM DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR METAFORA DI KOTA SEMARANG Rahma Yudhistira, Ananta Sadina
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oceanarium merupakan sebuah objek wisata edukatif dengan atraksi wisata berupa akuarium raksasa yang menampilkan berbagai jenis biota laut. Oceanarium bertujuan untuk menyampaikan informasi terkait keindahan dan permasalahan perairan kepada pengunjung. Kota Semarang merupakan salah satu kota yang potensial dalam pengembangan produk pariwisata khususnya wisata edukasi dan wisata bahari. Akan tetapi, belum ada produk pariwisata khususnya objek wisata yang menggabungkan kegiatan wisata rekreasi, edukasi, dan konservasi yang dapat menarik wisatawan dengan baik. Masyarakat Kota Semarang juga belum mengenal dengan baik keindahan bawah laut sehingga menimbulkan permasalahan- permasalahan perairan di Kota Semarang. Dengan adanya bangunan oceanarium di Kota Semarang, masyarakat di Kota Semarang maupun wisatawan yang datang ke Kota Semarang dapat menjangkau serta mengenali keindahan biota laut dengan mudah melalui atraksi wisata yang disajikan sehingga masyarakat dapat lebih peduli dalam pelestarian kawasan perairan. Kepedulian tersebut didasari oleh kesadaran masyarakat akan keindahan perairan itu sendiri yang menimbulkan rasa cinta dan ingin menjaga biota laut. Bangunan Oceanarium ini dirancang dengan menggunakan pendekatan arsitektur metafora agar lebih menonjol, menarik, dan menimbulkan rasa penasaran bagi pengunjung untuk memasuki bangunan tersebut. Pendekatan arsitektur metafora sendiri merupakan suatu pendekatan arsitektur dengan pemaknaan subjek tertentu dalam perancangannya. Oleh karena itu, keberadaan oceanarium dengan pendekatan arsitektur metafora di Kota Semarang diharapkan dapat menjadi sarana rekreasi, edukasi, dan konservasi yang menumbuhkan rasa peduli untuk melestarikan wisata bahari di Kota Semarang. Kata Kunci: Arsitektur Metafora, Kota Semarang, Oceanarium  
REDESAIN OBJEK WISATA LEMBAH GUNUNG MADU DI KABUPATEN BOYOLALI Putri, Adinda Irmalia
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembah Gunung Madu merupakan salah satu objek wisata yang terletak di Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali tepatnya pada Jalan Raya Simo-Klego. Modernisasi dan penekanan konsep objek wisata yang jelas terhadap Lembah Gunung Madu menjadi suatu keharusan. Hal ini menuntut adanya perancangan ulang dan penambahan beberapa bangunan maupun fasilitas yang ada dengan penggabungan unsur tradisional dan modern. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengevaluasi rancangan Objek Wisata Lembah Gunung Madu kemudian merancang kembali terkait untuk memaksimalkan potensi edukasi dan pariwisata yang sudah ada sebelumnya menjadi lebih baik. Metode dalam penyusunan Tugas Akhir Landasan Program Perencanaan dan Perancangan dengan judul “Redesain Objek Wisata Lembah Gunung Madu di Kabupaten Boyolali” menggunakan metode deskripif. Selain itu, metode selanjutnya adalah metode observasi yang dilakukan dengan cara pengumpulan data. Metode terakhir adalah komparatif. Data yang telah didapatkan akan dibandingkan untuk mengetahui perbedaan objek dengan tujuan studi banding. Objek Wisata Lembah Gunung Madu merupakan salah satu objek wisata buatan di Kabupaten Boyolali. Lembah Gunung Madu memiliki daya tarik view hutan dan pedesaan dengan penawaran fasilitas menarik bagi semua kalangan
CITY WALK MALL DI KOTA SEMARANG Risgitya Cantika, Noveera
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Simpang Lima Semarang sebagai kawasan Central Business District memiliki kecenderungan menjadi kawasan superblok karena peningkatan kepadatan lalu lintas dan kegiatan ekonomi. Di sisi lain, masyarakat Kota Semarang yang tinggal di daerah sub-urban kesulitan untuk menjangkau fasilitas hiburan dan komersial karena rata-rata terletak di pusat kota. Sehingga, muncullah gagasan tentang alternatif pusat keramaian untuk memecah aktivitas publik. Karakter bangunan yang berhubungan dengan aktivitas publik adalah kontinuitas waktu kegiatan, aksesibilitas, daya tampung terhadap jumlah masyarakat, dan mengakomodir aktivitas seluruh lapisan masyarakat. Kecamatan Pedurungan memiliki potensi menjadi alternatif lokasi pembangunan infrastruktur pemecah keramaian karena memiliki jumlah penduduk dengan persentase paling tinggi di Kota Semarang. Kecamatan Pedurungan belum memiliki fasilitas pusat perbelanjaan selengkap kawasan Central Business District (CBD) Kota Semarang. Selain kebutuhan akan berbelanja, fasilitas rekreasi juga menjadi daya tarik dan kebutuhan yang belum terfasilitasi di kawasan Kecamatan Pedurungan. Dari karakteristik-karakteristik yang telah disebutkan di atas antara lain, kontinuitas waktu kegiatan, daya tampung terhadap jumlah masyarakat, mengakomodir aktivitas seluruh lapisan masyarakat, dan berdasarkan kebutuhan infrastruktur Kecamatan Pedurungan yang membutuhkan sarana rekreasi dan pusat perbelanjaan, fasilitas infrastruktur yang memenuhi adalah Shopping Mall atau pusat perbelanjaan modern. Konsep Shopping Mall yang mengintegrasikan elemen City Walk bertujuan memberikan kebebasan kepada pengunjung untuk menikmati suasana luar ruangan yang lebih nyaman sekaligus menjadi fasilitas komersial yang menyatukan fungsi berbelanja dan bersantai, lengkap dengan fasilitas hiburan dan area terbuka hijau.
PUBLIC LIBRARY AS A SOCIAL SPACE OF SOCIETY IN KLATEN REGENCY Shofia, Ghina
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring perkembangan teknologi, informasi, sosial, dan budaya, fungsiperpustakaan yang awalnya sebagai tempat penyimpanan informasi danpengetahuan, saat ini mulai mengalami perubahan fokus sebagai ruang sosial bagimasyarakat. Perubahan fokus ini dapat dikategorikan ke dalam dua hal yaitu peransosial dan komunitas, serta format informasi yang disimpan dalam perpustakaan.Selain itu, keberadaan perpustakaan secara fisik di tengah era digital saat ini, masihmenjadi sesuatu yang penting. Perpustakaan sebagai tempat ketiga memiliki peransebagai bangunan publik vital untuk mewadahi peningkatan peran sosial. Melihatadanya pergeseran fokus perkembangan fungsi perpustakaan, saya melihat adanyapotensi untuk mengembangkan desain perpustakaan umum. Ruang sosial yangmenjadi fokus utama pada perpustakaan umum dapat menjadi wadah parakomunitas dalam berbagi ide, sehingga menghadirkan perpustakaan umum yangdapat mewadahi kebutuhan sosial masyarakat merupakan tantangan saat ini. Dalammewujudkan perpustakaan yang dapat memenuhi ruang sosial masyarakatmemerlukan kriteria-kriteria pendukung yang didapatkan dari esensi sebuahperpustakaan dengan metode studi tipologi yang kemudian menjadi basis desaindalam perancangan ini. Dari studi tipologi ini menunjukkan bahwa ruang sosial pada perpustakaan dapat dikategorikan sesuai tingkat intensitasnya mulai dari low-average intensive, high intensive, dan format informasi yang berupa digital (virtual space). Ketiga unsur tersebut dipengaruhi oleh faktor boundaries, persebaran area, openness, enclosure, dan natural light. Oleh karena itu, perancangan perpustakaan umum ini mempertimbangkan beberapa potensial keyword yang telah dianalisis sehingga dapat mendukung interaksi sosial masyarakat sekitar.
REDESAIN TERMINAL TIPE A BARANANGSIANG DI KOTA BOGOR Mowi, Nasywa Deniragosti
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bogor merupakan sebuah wilayah di Kabupaten Jawa Barat, yang merupakan salah satu kota dengan mobilitas pengunjung yang tinggi. Isu permasalahan terkait Terminal Tipe A Baranangsiang yang ada di Kota Bogor menjadi latar belakang dari perencanaan dan perancangan Redesain Terminal Tipe A Baranangsiang di Kota Bogor. Hal yang melatarbelakanginya antara lain ketidakteraturan alur sirkulasi pada terminal yang menyebabkan kesemrawutan dan tidak terawatnya area terminal yang membuat terminal memiliki kesan kumuh. Permasalahan desainnya adalah bagaimana menerapkan sirkulasi yang ideal untuk sebuah terminal Tipe A dengan mempertimbangkan alur trayek dan penumpang, serta bagaimana merancang sebuah terminal dengan pendekatan konsep arsitektur berkelanjutan. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk menyelesaikan masalah desain pada Terminal Tipe A Baranangsiang, serta menciptakan sebuah terminal yang sesuai dengan standarisasi terminal Tipe A dengan ketentuan fasilitas yang ada agar pelaku dalam terminal dapat merasakan kenyamanan dan keamanan.