cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 940 Documents
RESORT HOTEL DI KAWASAN WISATA COLO KUDUS DENGAN PENEKANAN ARSITEKTUR EKOLOGI Jeehan Azzahra Fath
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Wisata Colo merupakan salah satuobjekwisata yang terkenal di Kabupaten Kudus dan banyakmenarikwisatawan. Kawasan wisatainiditetapkansebagaipusataktivitaswisatadenganatraksiberupawisataalam dan wisatareligi. Kawasan Wisata Colo menjadiandalanKabupaten Kudus karenamerupakanobjek yang paling seringdikunjungisetiaptahunnya. Objekwisata yang adaadalah Air Terjun Montel, MakamSunanMuria, Air 3 Rasa, Taman Ria Colo, GunungMuria, dan masihbanyaklagi.  Untukmemenuhikebutuhanwisatawandibutuhkanakomodasi yang dapatmemfasilitasi dan mendukungkegiatan para wisatawandalamberekreasitersebut. Biladitinjau, penginapan di Kabupaten Kudus khususnya di Kawasan Wisata Colo belumbanyak dan belumcukupmemadaibaikdarisaranamaupunprasarana. Melihatkondisitersebut, perluadanyapenambahanakomodasipenginapan yang dapatmenunjangkegiatanmenginapmaupunrekreasi. Resort hotel berbintangempatdenganpenekananarsitekturekologidirasatepatsebagaialternatif. Takhanyauntukberistirahat, resort inidapatdijadikansebuahdayatarikuntukrekreasibaru.
TALAO HOTEL RESORT Atika Neima Hayati
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MenurutWalikotaPariaman (Zulfikar, 2018 dalam Antara News), cukuptingginyakunjunganwisatawanlokal dan juga  mancanegara yang datangke Kota Pariaman, merupakanhal yang turutmempengaruhiperkembanganperekonomianmasyarakatterutamapelakuusahaekonomikreatif. Namun, haltersebutbelumdidukungpenuh oleh keberadaanfasilitaslengkapseperti hotel berbintangsebagaidayatarikwisatawan. Untukmenunjangkedatanganwisatawanke Kota Pariamandiperlukanketersediaansaranaakomodasi yang dapatmenampungjumlahpengunjungkotapariaman. Denganadanya hotel resort di pantaiPariamanmenjadipotensi dan solusiuntukpemenuhankebutuhanpenginapandekatpantaikarenabelumadanya hotel resort yang terbangun dan sekaligusmenyediakansaranauntukrekreasi yang menarik dan berlokasidekatdenganwisatasekitarpantaitalaosebagaidestinasiwisata  baru di Pariaman. Oleh sebab  itumuncullahgagasandesainpembangunan hotel resort di kotaPariamandenganpenekananpendekatandesainArsitektur Minangkabau, gunamelestarikan dan mempertahankanadatbudaya di minangkabau. Denganharapandapatmeenciptakansaranaakomodasi yang dapatmemenuhikebutuhanpenginapan di pantaipariaman, sertadapatmenjadidayatarikbarubagipariwisatakotapariaman.
PERANCANGAN PANTAI KETAWANG INDAH BERBASIS WISATA EDUKASI DI KABUPATEN PURWOREJO Annisa Febriana
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisatapantai di KabupatenPurworejotelahdibukadandikelolasejaktahun2006. BerdasarkanRenstraDinasKoperasiPerindustrianPerdagangandanPariwisataKabupatenPurworejoTahun 2010-2014, PendapatanAsli Daerah KabupatenPurworejopadasektorpariwisatasebagianbesarberasaldaripariwisatapantaiyaitusebesar 40%. Hal inimenunjukkanminatwisatapantaimendudukiperingkatterataspariwisata di KabupatenPurworejo. BerdasarkanRencanaIndukPengembanganPariwisataKabupatenPurworejotahun 2013-2028, PantaiPantaiKatawang Indah merupakanpantai yang diarahkansebagaipengembangankawasanpariwisataKabupatenPurworejodengantema yang diunggulkanyaituwisataedukasi. PantaiKetawang Indah adalahpantai yang berada di DesaKetawangrejo, KecamatanGrabag, KabupatenPurworejo yang memilikipemandanganpegununganSewudanMenoreh di sebelahtimur, serta karst Gombong di sebelahbarat. Di PantaiKetawang Indah jugaterdapatberbagaipohoncemara yang membuatsuasanamenjadilebihasri. Hal unik yang ada di PantaiKetawang Indah yaitumemilikikebunbinatang mini sebagaiedukasisatwadaratankepadaanak-anak. Berdasarkanpenjelasan di atas, PantaiKetawang Indah memilikipotensiwisata yang dapatmemberikan income terhadappendapatandaerah. Namunsaatinifasilitaspendukungparwisatadanelemen-elemenpariwisata yang lain di PantaiKetawang Indah masihkurang. Olehkarenaitu, PantaiKetawang Indah memerlukanpembenahanfasilitassaranaprasarana yang lebihlengkapuntukmenunjangkegiatanpariwisatanya. 
PERANCANGAN ASRAMA MAHASISWA UNIVERSITAS DIPONEGORO ( UNDIP HOUSING ) Mitsalina Ghoisanie
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asrama mahasiswaadalahtempattinggal /  hunian yang diperuntukkanuntukpelajarperguruantinggi, Namunsaatini asrama juga berperanpentingmenjadi salah satuwadahpembentukkomunitas yang dapatmewadahiberbagaimacamkegiatan di dalamnya. Umumnyapengadaan asrama dibangunberdasarkantigafungsiutama, yaitusebagaitempatinteraksisosial, peningkatanakademik, dan kesejahteraanmahasiswa. Akan tetapi pada kenyataannya, di Universitas Diponegorobelumtersedia asrama mahasiswa yang memadai dan dapatmemenuhifungsi-fungsi di atas. Saatinihunianmahasiswa yang dikelola oleh kampusbertumpu di RumahSusunMahasiswa Universitas Diponegoro. Sementararumahsusuntersebuttidakbisadibilangsebagaitempattinggal yang ideal bagimahasiswadikarenakanbeberapaalasan. Salah satualasanutamanyaadalahkarenafungsidaribangunantersebuttidakdiperuntukkanuntuktempattinggalmahasiswasehinggadinilaitidakdapatmengakomodasiberbagaimacamkebutuhandalam asrama. Perancanganinibertujuanuntukmembuatperencanaan dan perancangandenganmemenuhiketigaaspek yang sudahdisebutkansebelumnya, yaitusebagaitempatinteraksisosial, peningkatanakademik, dan kesejahteraanmahasiswadenganmembentuk community living yang ideal bagimahasiswasebagaipenghunidengankapasitas dan fasilitas yang memadai, sertadapatmemenuhikebutuhantempattinggaluntukmahasiswasebagailayaknyabangunan asrama pada umumnya.  
PERANCANGAN AUDITORIUM BERBASIS HI – TECH DI SEMARANG Novita Amartya
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Dari jumlahpenduduk Kota Semarang sertakegiatan-kegiatan formal maupun informal sepertiwisuda, pertemuan, pameran, ataupertunjukkan yang diketahuiterusmeningkat, membuat Kota Semarang sebagaisalahsatukota Metropolitan di Indonesia sertapusatperkembangandalamhalperekonomian, pariwisata, pendidikan, ataukesehatan di Jawa Tengah terusmengembangkanfasilitaspublikuntukmewadahikegiatantersebut. Padakegiatan-kegiatan  tersebuttentunyamembutuhkanspace yang lebihluasdanbesar yang dapatmenampunghinggaribuan orang sepertigedungConvention, Exhibition, atau auditorium. Kota Semarang sendirisudahmemilikigedungdenganspaceluassalahsatunya auditorium, namunkeberadaan auditorium di Semarang yang dimilikibeberapakampushanyadigelaruntukkalanganwargakampus, beberapajugabelumterpenuhiuntukmenampungwisudawan yang lebihbanyakdanuntukkhalayakumummasihbelummemilikispace yang dapatmencapairibuanlebih. Untukitu, dibutuhkanadanyafasilitaspublik yang dapatmenampungribuan orang berupa auditorium denganskalatingkatnasionalmaupuninternasional. Sehinggahasilpadaperencanaandanperancangannantinyaakanmerealisasikanbangunan auditorium yang dapatmewadahikebutuhanruang yang cukupbesarsertadapatmengakomodasikegiatan-kegiatandenganbaikmelaluikonsepArchitecture Hi-Techyang belumbanyakditerapkanpada Kota Semarang, sebagaimanaberanimenunjukkankarakterkejujurandarikonsephi techpadaarsitektur, begitujugadenganharapandapatmeningkatkanperekonomian Kota Semarang yang dapatmengundang investor-investor.
KARONESE ECONOMIC AND CULTURAL CENTRE KABANJAHE DENGAN PENDEKATAN WING+T Ignatius Bayu K. Bangun
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Kabanjahe merupakan pusat perekonomian regional di Kawasan Kabupaten Karo, namun walaupun fungsinya yang sangat vital, bangunan ini memiliki banyak sekali permasalahan yang menghambat perkembangannya dan wilayah sekitarnya seperti: Pasar dalam kondisi buruk dan tidak mampu menampung jumlah pengguna, Kemacetan parah setiap hari, Tidak ada solusi pasca kebakaran 2008, dan Tidak ada public space berupa RTH di sekitar lokasi. Oleh sebab itu rancangan sebuah kompleks pasar baru akan dibutuhkan. Adapaun dalam perancangannya, Pasar harus memenuhi standar agar kegiatan berjalan lancar. Selain itu akan diadakan Penambahan cultural center sebagai pusat kegiatan warga dan edukasi budaya. Dan dengan Menggunakan konsep WInG+T dalam perancangan untuk menciptakan desain yang tanggap lokasi, inklusif, berkelanjutan dan memiliki daya Tarik turisme.   
DESAIN APARTEMEN TERINTEGRASI STASIUN DEPOK BARU DENGAN PENDEKATAN TOD Muhammad Azzam
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambahanjumlahpenduduk yang semakinmeningkatberpengaruh pada tingkatkebutuhanpekerjaan yang semakintinggi, sehinggaterjadinyamigrasikekota-kotabesar. Jakarta sebagaiibukotamemberikanharapanpekerjaan yang tinggisehinggabanyak orang yang pindahdaridesamenuju Jakarta. Di lahan yang terbatasdenganjumlahpenduduk yang terusmeningkatmenjadikan Jakarta sebagaikota yang padatpenduduk. Sehinggabanyakpekerja yang lebihmemilihtinggal di kota-kotasekitar dan tetapbekerja di Jakarta, halseringdisebutdengankomuter.Depoksebagai salah satukotasatelit yang beradadekatdenganibukota Jakarta menjadikannyasebagaikota yang diminatibagi para komuteruntukmenjaditempathunian. Namunbilahalinitidak di tanganidenganbaikmakadapatterjadi urban sprawl yang tidakterkendali. Butuhlebihbanyaksumberdaya, infrastruktur, sertakemacetan yang dapatterjadiseiringpertumbuhanhunian yang tidaktertata. Sehinggaperluadanyapendekatanlebihdalamuntukmenyediakanhunian di daerahtersebut. Konseppendekatan Transit Oriented Development (TOD) dapatdijadikanacuandalammenyusunperencanaankota yang baik. TOD mengedepankanaspekpejalan kaki, bersepeda, zonasi yang padu dan padat, sertaintegrasiantaramodatransportasi. Sehinggaterciptaharmoniantarahunian, transportasi, dan kebutuhansehari-hari. Dalammemadatkansebuahzonasiperluadanyahunian vertical atauapartemensehinggakebutuhanakanhuniandenganterbatasnyalahan di sekitar area TOD menjadiseimbang. Stasiun Depok Barutelah di tetapkanmenjadi salah satu area TOD dilihatdaristrategisnyalokasisertaminat pasar. 
SHOPPING MALL DI KABUPATEN KLATEN DENGAN PENDEKATAN BIOPHILIC Salsabila Putri Mahardhika
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhanekonomi di suatudaerahmerupakansebuahtandabahwadaerahtersebutterusberkembang. Lajupertumbuhanekonomi di KabupatenKlatenmengalamipeningkatansetiaptahunnya, dimanasektorperdaganganmemberikankontribusiterbesarkeduasetelahsektorindustri pada PDRB KabupatenKlatentahun 2020. Untukmendukungpertumbuhanekonomitersebut, sudahseharusnyadiiringidenganbertumbuhnyafasilitasperdagangan salah satunyayaitupusatperbelanjaan. Namun, KabupatenKlatenhanyamemilkisatupusatperdagangan modern, yaitu Plaza Klaten. Oleh karenaitu, keberadaanpusatperbelanjaan modern berupa shopping mall di KabupatenKlateninimenjadihal yang cukupkrusial. Hal inidapatdilihatdarifenomena yang ada di masyarakatKlaten yang akanpergikeluarkota, baikituke Solo maupun Yogyakarta, untukpergikebioskop, berjalan-jalanataubahkanmencaribarangbermerk yang tidakbisaditemukan di Klaten. Pendekatan biophilic dipilihkarenahubunganantaramanusiadenganalam pada masyarakat urban yang semakinhilang. Pendekatan biophilic mampumemenuhikebutuhanfisiologis (kenyamanan) dan kebutuhanpsikologis (kesehatan & ketenangan) penggunabangunan. Selainitu, pendekatan biophilic pada shopping mall memilikipotensiuntukmeningkatkanpenjualan.
HOTEL BISNIS BINTANG EMPAT DAN CONVENTION DENGAN PENDEKATAN GREEN ARCHITECTURE DI KOTA SEMARANG Resthesia Hafidz Sedono
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang adalah Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah menjadikannya salah satu kota yang dituju oleh para investor untuk menjalankan bisnisnya. Kota Semarang ada di urutan ke-11 kota dengan jumlah penduduk terbanyak dengan jumlah 1.653.524 jiwa penduduk (BPS). Jumlah penduduk yang besar tentunya akan mendatangkan ekonomi yang besar pula. Ekonomi suatu daerah dapat dilihat dari besaran produk domestik bruto (PDB) daerah tersebut. PDB merupakan akumulasi dari berbagai unit ekomoni yakni besaran konsumsi penduduk, investasi atau penanaman modal, investasi pemerintah, serta besaran ekspor-impor. PDB Indonesia pada tahun 2019 mencapai angka 15.833,9 triliun rupiah  (BPS) sedangkan PDB regional Kota Semarang pada 2019 sebesar 191.365 miliar rupiah (BPS). Angka ekonomi Kota Semarang tersebut terdiri dari beberapa sektor ekonomi. BPS menunjukkan kalau sektor perdagangan memiliki porsi sebesar 13,61% terhadap PDB regional. Angka tersebut juga menjadi yang paling besar di antara wilayah lain di Provinsi Jawa Tengah sehingga Kota Semarang berperan sebagai pusat ekonomi Provinsi Jawa tengah didukung dengan kedudukan Kota Semarang sebagai Ibukota Provinsi Jawa Tengah. Dunia bisnis  perdagangan yang berkembang akan menimbulkan bisnis lain yakni MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Bisnis perdagangan, terutama bisnis menengah dan besar memerlukan tempat yang dapat mengakomodasi kegiatan perusahaan seperti pertemuan, konvensi, dll. Secara sederhana, Pendit (1999, dalam Fafurida, 2016) mendefinisikan bisnis MICE sebagai bisnis yang memberikan jasa pelayanan bagi pertemuan sekelompok orang (cendekiawan, pelaku bisnis, dll) yang berkumpul untuk membahas hal yang berkaitan dengan urusan bersama. Bisnis MICE terus berkembang seiring waktu. Data yang dikeluarkan oleh Bappeda Kota Semarang menunjukkan perkembangan kegiatan MICE di Kota Semarang salah satunya ditunjukkan oleh kenaikan infrastruktur penunjang bisnis MICE. Infrastruktur penunjang MICE pada tahun 2012 berjumlah 5793 dan bertambah menjadi 6953 pada tahun 2015. Kenaikan ini secara tidak langsung menggambarkan besarnya industri ini yang memantik pertumbuhan infrastruktur pendukungnya. Sedangkan bila dirinci lagi, dalam usaha perhotelan, kegiatan meeting mendominasi usaha penyewaan ruang. Meeting berkontribusi sebesar 54%, diikuti dengan Connvention sebesar 28%, Incentive 13%, dan Exhibition 4%. maka dibutuhkan tempat yang memadai untuk mengakomodasi kegiatan tersebut. Perencanaan Hotel Bisnis Bintang 4 di Kota Semarang memiliki nilai penting karena perkembangan bisnis Kota Semarang yang pesat dan potensi bisnisnya. 
SMART RENTAL APARTMENT BERBASIS TOD STANDARD 3.0 DAN BERSERTIFIKASI GREENSHIP DI KAWASAN CBD THAMRIN, JAKARTA Eugenius Rivado Victor Laude
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Apartemen adalah bangunan hunian yang tidak asing dalam masyarakat urban dan jika dibandingkan dengan hunian bertingkat banyak seperti rumah susun, apartemen terbilang lebih mewah dari pemilihan material dan fasilitas-fasilitasnya. Salah satu fasilitas yang membedakan adalah parkir luas untuk mobil-mobil penghuninya. Fenomena “induced demand” menyatakan setiap kali adanya peningkatan fasilitas yang mewadahi kendaraan bermotor yang awalnya berusaha untuk mengurangi kemacetan justru memperparah keadaan tersebut (Lee, n.d.). Kemacetan yang diperparah tersebut ditambah kendaraan bermotor yang tidak ramah lingkungan memperburuk kejernihan udara yang membuat orang semakin malas berjalan kaki sehingga kendaraan bermotor kembali meningkat dan jika solusinya adalah memperlebar jalan atau menambah parkir akan menciptakan lingkaran “setan” yang tidak ada akhirnya. Walaupun demikian, konsep bangunan hunian bertingkat mewah tetap memiliki manfaatnya diantaranya adalah sebagai aset investasi (real estate) (Saputra, 2021), lebih menghemat ruang jika direncanakan dengan baik dibandingkan rumah-rumah mewah dengan lahan luas yang hanya dihuni beberapa orang, dan khusus di wilayah perencanaan juga mampu mengimbangi investasi terhadap pembangunan kantor-kantor baru yang mencapai 43,5 Ha luasnya (Ruhulessin, 2021). Oleh karena itu, perlu adanya perencanaan apartemen yang tepat agar bisa memaksimalkan potensi tersebut tanpa memperburuk masalah. Perencanaan dilakukan dengan kembali memikirkan teori Doxiadis (1970) dalam perencanaan kota dimana selalu dibutuhkan hubungan interkoneksitivitas antara 5 elemen: manusia, masyarakat, shell, jaringan dan alam itu sendiri. Secara detail perencanaan dilakukan dengan meninjau prinsip Transit Oriented Development (TOD) dan Green Building yang akan disatukan dalam naungan SMART Tech.