cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 940 Documents
Lifestyle Mall dengan Ruang Terbuka Hijau di Kabupaten Grobogan Hasna Salsabila Mumtaz
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Grobogan termasuk ke dalam Kawasan Strategis Nasional (KSN) Kedungsepur, yang terdiri dari wilayah Kendal, Demak, Ungaran, Semarang, Salatiga, dan Purwodadi. Kawasan ini merupakan wilayah strategis nasional dintinjau dari segi pertumbuhan ekonomi. Mall merupakan salah satu fasilitas yang banyak dicari masyarakat serta berperan penting dalam menggerakkan roda perekonomian. Tidak adanya pusat perbelanjaan modern berupa mall di Kabupaten Grobogan membuat para warga harus menempuh perjalanan ke luar kota apabila hendak memenuhi kebutuhannya. Padahal, peningkatan ekonomi berkelanjutan merupakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Grobogan yang perlu diwadahi. Di samping itu, berkembangnya zaman dan pengaruh arus globalisasi, telah mempengaruhi perkembangan digitalisasi marketing. Sehingga, mall tidak bisa lagi hanya mengandalkan pusat perbelanjaan sebagai daya tariknya. Lebih dari itu, sebuah mall haruslah mengakomodasi kebutuhan lifestyle dari para pengunjungnya, agar tetap digemari. Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan komponen penting dalam wilayah perkotaan, yang berperan dalam menjaga ketersediaan lahan sebagai kawasan resapan air, menjaga keseimbangan alam, serta menjaga keasrian dan keserasian kawasan perkotaan. Suatu wilayah perkotaan haruslah memiliki sebanyak 20% RTH publik. Namun demikian, di Kabupaten Grobogan, ketersediaan RTH publik masih sangat kurang yaitu hanya sebesar 7,73%. Berangkat dari kedua hal inilah, yang kemudian menjadi pertimbangan penulis untuk mengusung tema “Lifestyle Mall dengan Ruang Terbuka Hijau di Kabupaten Grobogan” sebagai Tugas Akhir.
Rumah Susun Manggarai dengan Pendekatan Interioritas Brigitta Edelweis Mekarwangi
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepadatan penduduk menjadi suatu permasalahan yang tak kunjung terselesaikan di kota-kota besar di Indonesia. Tingginya laju urbanisasi di kota-kota besar di Indonesia memicu timbulnya kawasan permukiman kumuh. Solusi untuk merevitalisasi kampung yang padat penduduk dan kumuh adalah dengan mengubah tipe hunian menjadi hunian vertical, seperti rumah susun, dikarenakan keterbatasan lahan yang ada. Namun, untuk masyarakat yang lebih familiar dengan tempat tinggal landed, mengubah kebiasaan hidup di tempat tinggal bertipe landed menuju tempat tinggal vertikal bukanlah hal yang mudah. Konsep interioritas, di mana manusia dan ruang saling memengaruhi, dirasa tepat untuk menguraikan isu tersebut. Oleh karena itu, konsep interioritas digunakan sebagai dasar dalam perancangan Rumah Susun Manggarai yang dapat menghadirkan experience tempat tinggal landed terkhusus kebiasaan-kebiasaan pada perkampungan ke dalam tempat tinggal vertikal.
Pengembangan Pasar 16 Ilir Sebagai Pasar Seni dengan Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular Nabila Khairunnisa
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar 16 Ilir adalah pasar yang bersejarah di Palembang karena sempat menjadi pusat perekonomian Sumatera Selatan. Sejak 1821, bangunan berlantai 5 ini telah berdiri dan selalu ramai oleh kegiatan perdagangan. Namun, sekarang kondisinya seperti telah terbengkalai dan semakin sepi akibat pandemi Covid-19 lalu. Hal ini yang membuat Pemerintah Kota Palembang ingin melakukan perombakan terhadap Pasar 16 Ilir ini dengan langkah awal yakni mengambil alih pengelolaan dari pihak ketiga menjadi sepenuhnya dipegang oleh Pemkot Palembang. Bangunan ini direncanakan akan melalui pengembangan dengan adanya kontribusi profesional di dalamnya sehingga dapat menjadi bangunan yang lebih menarik karena mengikuti perkembangan zaman. Isu lainnya dari Kota Palembang yakni belum adanya prasana yang mampu menampung karya-karya seni dan budaya khas dari Palembang maupun Sumatera Selatan sekaligus menjadi wadah dalam memamerkan dan melestarikan budaya lokal dalam bentuk penampilan alat musik tradisional ataupun ekshibisi/pameran seni yang akan lebih menarik minat pengunjung untuk mengenal benda-benda kebudayaan Palembang. Arsitektur Neo-Vernakuler dipilih karena dalam prinsipnya menerapkan unsur budaya dari daerah tempat lokasi berada dan memperhatikan aspek iklim juga. Sehingga perancangan pasar seni dengan pendekatan arsitekur neo-vernakuler diharapkan dapat menjadi usulan desain yang mampu menanggapi isu-isu tersebut. Melalui survey dan analisis yang dilakukan hingga nantinya mencapai ke tahapan perencanaan dan perancangan akan membahas seputar permasalahan dan solusi yang dapat diterapkan dalam rancangan sehingga dapat menjawab isu yang ada. Di dalam proses menuju suatu desain yang pasti harus melalui proses dengan metode yakni mengumpulkan data dari studi pustaka/studi literatur, mengambil gambar secara visual dari lokasi penelitian, dan juga studi preseden sebagai bahan komparasi dari bangunan sejenis yang telah terbangun terhadap standar yang berlaku sehingga mendapatkan kriteria yang akan diterapkan. Sehingga menciptakan desain grafis yang dapat dipertanggungjawabkan keasliannya dan dapat menjadi usulan desain dalam rencana pengembangan yang akan diaksanakan.
Pengembangan Pusat Kawasan Wisata Alam Sendang Coyo Di Kabupaten Grobogan Dengan Pendekatan Arsitektur Ekologi Kukuh Prayogo
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Grobogan merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki potensi wisata yang cukup banyak, mulai dari wisata alam, wisata buatan, wisata budaya, hingga wisata kuliner. Salah satu wisata alam di Kabupaten Grobogan yang terkenal akan potensi alamnya adalah wisata alam Sendang Coyo. Wisata alam Sendang Coyo memiliki potensi mata air yang begitu jernih dan segar, sehingga tidak heran jika digandrungi cukup banyak wisatawan. Namun, sayangnya kondisi wisata alam Sendang Coyo belum sepenuhnya memadai. Banyak fasilitas yang belum lengkap dan terkesan seadanya, serta beberapa fasilitas lainnya tidak terawat dengan baik. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengembangan dari pusat kawasan wisata alam Sendang Coyo, terutama dalam pengembangan objek atraksi dan fasilitasnya. Pengembangan ini bertujuan untuk meningkatkan kepuasan dan daya tarik wisatawan, sehingga berpotensi dalam peningkatan nilai jual dari wisata tersebut. Pengembangan ini menggunakan pendekatan arsitektur ekologi, dengan menaruh perhatian pada keselarasan antara manusia dan lingkungan alamnya. Tujuan dari penggunaan pendekatan arsitektur ekologi adalah untuk menjaga kelestarian dari wisata alam Sendang Coyo. Tidak hanya dari pelestarian alam saja, pendekatan ekologi juga mempertimbangkan aktivitas dan tradisi masyarakat lokal setempat. Pendekatan ini akan menerapkan penyesuaian dengan lingkungan alam, penggunaan material lokal, sistem bangunan yang hemat energi, dan minim limbah, serta desain yang mampu mendukung aktivitas tradisi dan kegiatan lokal setempat.
Creative Hub Dengan Pendekatan Kontemporer Di Depok Salma Fadhila
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan Industri Kreatif sangat berperan dalam perkembangan ekonomi baik dalam sebuah negara maupun daerah. Peran industri kreatif dapat terlihat dari meningkatnya Produk Domestik Bruto (PDB), nilai ekspor, hingga meningkatnya peluang tenaga kerja. Hal tersebut juga terlihat pada Kota Depok yang memiliki banyak tenaga kerja di bidang industri kreatif. Namun, dengan banyaknya tenaga kerja di bidang industri kreatif belum dapat terakomodasi pada sebuah ruang fisik khusus untuk mengembangkan bisnis mereka. Oleh karena itu, perancangan Creative Hub di Kota Depok dipilih sebagai judul LP3A yang merupakan salah satu tahapan dalam rangkaian Tugas Akhir. Terdapat beberapa fungsi utama yang akan diakomodasi dalam bangunan Creative Hub yaitu, edukasi, inkubasi, dan komersial dengan tujuan untuk mengembangkan bisnis industri kreatif. Bangunan creative hub harus tetap dapat melestarikan warisan budaya suatu daerah, dalam hal ini adalah Kota Depok. Konsep Arsitektur Kontemporer dipilih karena mengutamakan kebebasan berekspresi dan berkembang mengikuti tren pada suatu periode sehingga eksistensi suatu karya arsitektur dapat bertahan ditengah perubahan zaman. Ketiga fungsi utama dan konsep yang dipilih tersebut dirumuskan dengan beberapa metode. Perancangan desain Creative Hub menggunakan beberapa metode perancangan baik dalam mengumpulkan data maupun menganalisis data. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan observasi langsung ke tapak dan beberapa creative hub di Bogor dan Jakarta. Data tersebut kemudian di analisis dengan menggunakan studi literatur dan studi banding.
Pusat Kebudayaan Cirebon dan Informasi Pariwisata di Kota Cirebon dengan Pendekatan Aristektur Neo-Vernakular Rifaldoni Rifaldoni
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cirebon menjadi pusat kebudayaan di provinsi jawa Barat, Kota kecil yang berada di bagian timur provinsi jawa barat ini menyimpan banyak keunikan yang hanya dapat ditemui saat berkunjung di cirebon. Keunikan yang dimiliki oleh cirebon, menciptakan sebuah identitas baru dan perwajahan yang lebih baik. Potensi Kebudayaan dan Pariwisata yang menarik, membuat banyak wisatawan datang ke cirebon untuk berkunjung. Peninggalan berniali tinggi, juga banyak ditemukan di Kota Cirebon. Hal ini membuat cirebon mendapat julukan sebagai gerbang menuju rahasia. Namun dalam era modern, banyak penemuan hingga kebudayaan yang tidak memiliki perhatian lebih terhadap potensi wisata dan kebudayaan. Dalam perkembangannya, Kebudayaan Cirebon juga merupakan hasil dari pengaruh kebudayaan India, Arab dan, China yang dibawa oleh Pendatang yang melakukan kegiatan berniaga antar bangsa. Kebudayaan Cirebon menjadi kebudayaan yang memiliki Heterogenitas budaya yang luas. Salah satu Budaya Benda yang ada di Cirebon adalah Kereta Kencana Paksinagaliman, yang mana adalah hasil akulturasi budaya India, Arab dan China. Dari hal tersebut, diperlukan sebuah penataan dan penanganan khusus untuk menjadikan Kebudayaan, Kesenian hingga Informasi Pariwisata Cirebon dapat terpusat. Serta, guna menjaga dan melestarikan peninggalan budaya dan sejarah Cirebon yang bernilai dan memiliki makna yang tinggi. Sehingga diperlukan sebuah Pusat Kebudayaan Cirebon dan Pariwisata yang representatif dan dapat memperkenalkan Cirebon dalam satu tempat. Dengan menggunakan pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular sehingga dapat memiliki khas yang mencuri perhatian. Serta dapat menjadi sebuah pusat Informasi Pariwisata yang dapat mempermudah pengunjung wisata dalam mengenal Cirebon. Kata Kunci: Cirebon, Pariwisata, Kebudayaan, Neo Vernakular, Arsitektur
Bonappetea : Discover Teahouse and Wellness Through Light and Shadow Experience Ardian Nabil Farizi
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan berkembangnya zaman, dengan begitu banyak digitalisasi dimana mana, informasi banyak masuk dan keluar sehingga sulit untuk disaring. Lebih dari itu kebiasaan hidup serba cepat menciptkan fenomena burnout atau rasa stress berlebih yang memiliki dampak ke ranah psikologi dan fisiologis. Dengan begitu dibutuhkan suatu tempat untuk menyembuhkan diri dan sarana yang dapat meningkatkan kualitas hidup. Teahouse merupakan salah satu tempat yang mengedepankan atmosfer intim dan dipercaya dapat beresonansi dengan sebagai tempat yang dapat meningkatkan kualitas hidup. Dalam penciptaan atmosfer yang intim tersebut, cahaya memegang peranan yang cukup penting untuk menciptakan suasana ruang yang tenang dan intim. sehingga teahouse and wellness yang dirancangan berbasiskan dengan cahaya yang lebih menitikberatkan pada pencahayaan alami. Adapun motede pengumpulan data yang digunakan adalah seperti, mapping data, menyusun literature, sintesis teori dan melakukan studi preseden. motede pembahasan laporan ini menggunakan motode deskriptif dengan menganalisa dan mengambil kesimpulan data data yang telah dikumpulkan dan dipelajari. Selain itu metode eksplorasi yang digunakan adalah dengan mengekplorasi dan studi mengenai cahaya. perancangan ini memiliki lokasi di Kabupaten Bogor, tepatnya di Telaga Saat Puncak. Dengan judul “Bonappetea. Discover Teahouse and Shadow Through Light and Shadow Experience” merupakan sebuah redesain kawasan wsata telaga menjadi fasilitas penunjang kualitas hidup berupa teahouse, spa dan kontemplasi. Kata Kunci : Stress, Teahouse, Wellness, Cahaya
Redesain Pasar Agung Di Kota Depok Dengan Pendekatan Vitalitas Ruang Nadha Sulthanah
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perdagangan merupakan salah satu bagian dari perekonomian yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan suatu wilayah. Kegiatan perdagangan ini tentunya melibatkan penjual dan pembeli. Pasar sebagai tempat bertemunya kedua pihak tersebut secara tidak langsung memiliki peranan yang penting dalam perekonomian suatu wilayah. Pasar tradisional diartikan sebagai pasar yang dibangun dan dikelola oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, Swasta, Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah termasuk kerjasama swasta dengan tempat usaha berupa toko, kios, los dan tenda yang dimiliki/dikelola oleh pedagang kecil, menengah, swadaya masyarakat atau koperasi dengan usaha skala kecil, modal kecil dan dengan proses jual beli barang dagangan melalui tawar menawar. Sebutan pasar tradisional telah diganti dengan pasar rakyat. Pasar tradisional di Kota depok dapat ditemukan dibeberapa area pada bagian kota ini. Salah satu pasar tradisional terbesar di Kota Depok adalah Pasar Agung. Pasar Agung sebagai salah satu pasar terbesar di Kota Depok ini dinilai belum berfungsi dengan efektif dikarenakan terjadinya ketimpangan pengunjung pada pasar tersebut. Pasar dengan bangunan tiga lantai ini ramai dikunjungi pada area lantai basement dan lantai satu. Hal ini menyebabkan kosongnya kios dan los yang telah disediakan pada bangunan tersebut. Selain itu, permasalahan pada pasar ini juga ditemukan pada keadaan zona basement yang digunakan untuk perdagangan pangan basah ini kurang memadai dengan kurangnya pencahayaan alami dan penghawaan alami. Pasar tradisional pada umumnya hanya beroperasi hingga siang hari. Hal ini pun juga terjadi pada Pasar Agung di Kota Depok. Kegiatan di area basement hanya aktif pada pagi hari. Pada siang harinya hanya kios pada lantai satu dan dua yang masih beroperasi. Berdasarkan kondisi ini, pasar dapat dikatakan tidak berfungsi secara optimal karena aktivitas pada ruangnya terjadi secara aktif dalam rentang waktu yang relatif singkat. Berdasarkan waktu operasi toko dan tingkat keterisian area penjualan yang maka diperlukan upaya untuk mengoptimalkan hal tersebut. Redesain Pasar Agung di Kota Depok dengan Pendekatan Vitalitas Ruang adalah sebuah pembaruan desain untuk Pasar Agung di Kota Depok untuk mewujudkan pasar yang dapat berfungsi dengan efesien dan efektif untuk kegiatan perekonomian. Landasan program perencanaan dan perancangan redesain Pasar Agung di Kota Depok dengan Pendekatan Vitalitas Ruang ini diperlukan agar menciptakan pasar yang dapat beroperasi secara efektif dengan memperhatikan kualitas kenyamanan, keamanan, keselamatan dan kesenangan pengguna. Kata Kunci: Pasar Rakyat; Pasar Tradisional; Vitalitas.
Bogor Contemporary Art Center dengan Pendekatan Univesal Design Jasmine Hanifah Zafeera
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni kontemporer yang terdiri dari seni kriya, Lukis, musik, instalasi, dan tari ini terus berkembang di Indonesia, salah satunya di kota Bogor. Kota bogor memiliki potensi dalam mengembangkan seni kontemporer, yakni dapat dilihat dari adanya komunitas seni baik seni Lukis, grafiti, sanggar dan komunitas seni lainnya. Potensi ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatakan ekonomi dari Kota Bogor mengingat pendapatan para seniman berasal dari karya mereka sendiri. Saat ini bangunan yang mengakomodasi seni di Kota Bogor belum secara maksimal dalam mewadahi kegiatan seni tersebut, dikarenakan karya seni dari para seniman ini belum banyak ditampung oleh wadah seni di kota ini. Selain itu, Aksesibilitas dari infrastruktur bangunan kesenian di Kota Bogor ini juga dapat diakatakan belum ramah untuk semua pengunjung khususnya kalangan dengan hambatan seperti kalangan lansia maupun difabel, termasuk tuna daksa dan tuna Netra. Tujuan dirancangnya Bogor Contemporary Art Center ini yaitu untuk mengakomodasi segala kegiatan seni dan meningkatkan pendapatan para seniman di kota bogor. Selain itu, merancang sebuah wadah kesenian yang dapat memenuhi aksesibilitas serta fasilitas bagi penikmat seni sehingga semua kalangan penikmat seni dapat menikmati dan menggunakan Art Center tersebut. Metode yang digunakan dalam perancangan ini diawali dengan merumuskan masalah, yang kemudian dilakukannya tinjauan literatur hingga studi banding untuk mendapatkan sebuah program yang terintragis serta dapat mendukung perencanaan dan perancangan dari Bogor Contemporary Art Center ini. Perencanaan dan perancangan pembangunan diperlukan agar perancangan terintergrasi fungsinya, dan memiliki fasilitas, daya tampung serta fasilitas penunjang yang memadai. Sehingga dibutuhkan Bangunan Bogor Contemporary Art Center didesain dengan penekanan konsep Universal Design yang bersifat mengakomodasi aksesibilitas dan kenyamanan pengguna dari semua kalangan. Kata Kunci: Art Center, Contemporary Art, Universal Design
Apartemen Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dengan Konsep Co-Living (Communal Living) Resyaifa Aurora
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia pendidikan menjadi salah satu tolak ukur adanya kemajuan dalam suatu bangsa. Pendidikan di Indonesia, khususnya yang terjadi pada Kota Serang semakin berkembang dan meningkat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Sama halnya dengan yang terjadi di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Jumlah mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa bertambah setiap tahunnya. Hingga pada tahun 2020, terdapat 4962 mahasiswa baru. Namun, tidak semua mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa berasal dari Kota Serang. Sehingga, diperlukan adanya hunian untuk mahasiswa yang berasal dari luar Kota Serang. Akan tetapi, jumlah mahasiswa yang bertambah dengan cepat tidak sesuai dengan kebutuhan lahan yang ada dan semakin banyak pula kost-kost yang dibangun oleh masyarakat. Hal tersebut menyebabkan berkurangnya lahan terbuka hijau di Kota Serang terutama di lingkungan sekitar kampus. Sehingga, di perlukan adanya hunian vertikal berupa apartemen yang menjadi salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut. Adapun lingkup pembahasan dibatasi pada permasalahan yang berkaitan dengan aspek-aspek arsitektural. Dimana penyusunan dilakukan dengan pengumpulan data yang berasal dari studi pustaka, melalui browsing internet, menjelaskan, dan menjabarkan terhadap informasi terkait perencanaan dan perancangan bangunan apartemen mahasiswa dengan konsep co-living. Sehingga dengan adanya rancangan ini dapat menjadi satu wadah yang mampu mendukung hobi dan gaya hidup mahasiswa dengan penyediaan berbagai fasilitas pendukung. Kata Kunci: Apartemen Mahasiswa, Co-Living