cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 940 Documents
Living Museum Garam Palung Buleleng Dengan Pendekatan Ekologi Dan Biofilik Arsitektur Anggita Rizkyta
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Garam merupakan salah satu komoditas penting bagi masyarakat dunia. Sering disebut dengan garam dapur, jenis mineral yang memiliki rasa asin ini sangat diperlukan dalam berbagai aspek kehidupan. Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi besar untuk menjadi penghasil garam salam jumlah masif. Wilayah laut Indonseia memiliki luasan kurang lebih 62%, lebih luas dari wilayah daratannya, sehingga Indonesia berpotensi untuk dapat secara mandiri memproduksi garam mengingat air laut merupakan bahan utamanya. Selain atas komoditas yang dihasilkan dari kekayaan hayatinya, Indonesia juga terkenal akan keanekaragaman budaya yang dimiliki di setiap daerahnya, salah satunya Bali, yang sudah dikenal hingga mancanegara sebagai tujuan wisata idaman. Salah satu warisan budaya Bali adalah pembuatan garam dengan teknologi garam palung. Produksi garam telah dilakukan dan menjadi mata pencaharian penduduk pesisir Bali sejak berabad-abad yang lalu dengan keunikan yang dimiliki yaitu metode palungan. Namun sayangnya, jumlah petani garam palung di Bali terus berkurang akibat peralihan lahan pertanian garam menjadi lahan wisata, pengaruh musim, serta sukarnya perluasan pasar akibat modal yang tidak memadai. Hal ini pun berpengaruh pada terancamnya pelestarian budaya teknologi lokal garam palung Bali. Melihat permasalahan tersebut, salah satu solusi yang dapat ditawarkan yaitu dengan adanya museum yang secara spesifik melestarikan pembuatan garam lokal Buleleng dengan teknologi palung, didukung dengan konsep “living” sehingga penyampaian sejarah menjadi lebih menarik dan berbekas. Dengan berlokasi di daerah tujuan wisata, museum ini dapat menjadi sarana pelestarian budaya sekaligus edukasi dan rekreasi sehingga dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan pendapatan daerah dari kunjungan wisata. Perancangan museum ini pun didukung dengan persebaran museum di Indonesia yang sudah cukup banyak, termasuk museum yang didirikan pihak swasta, yang memberikan indikasi bahwa masyarakat masih mendukung pelestarian kebudayaan melalui museum. Kata Kunci: Garam; Wisata; Budaya; Living; Museum
Relokasi Dan Pengembangan Slb-B (Tunarungu) Karnnamanohara Sleman Dengan Aplikasi Konsep Deafspace Winona Shafira Putri Radhwanissa
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SLB/B diklasifikasikan sebagai fasilitas pendidikan luar biasa yang memberikan pelayanan pendidikan khusus bagi anak-anak penyandang tunarungu. Seiring bertambahnya jumlah penyandang tunarungu di DIY Yogyakarta, SLB/B Karnnamanohara sebagai satu-saturya SLB/B di Kabupaten Sleman yang khusus menangani tunarungu dinilai memiliki potensi dan prospek yang baik di masa depan sehingga perlu untuk terus dikembangkan. Selain sebagai tempat pelayanan pendidikan khusus bagi penyandang tunarungu, SLB/B Karnnamanohara Sleman memiliki potensi sebagai pusat maupun percontohan layanan fasilitas pendidikan tunarungu bagi kota-kabupaten lain di DIY Yogyakarta. Namun SLB/B Karnnamanohara yang sudah ada memiliki berbagai permasalahan. Permasalahan berupa permasalahan pengelolaan, permasalahan desain, serta lokasi tapak. Dilihat dari potensi dan kondisi yang ada maka dapat disimpulkan diperlukan relokasi beserta pengembangan SLB/B Karnnamanohara sebagai wadah kegiatan pendidikan, sarana bersosialisasi, Dengan pendekatan Universal Design dan disertai penerapan konsep deafspace design sebagai standart bangunan yang baik bagi penyandang tunarungu. Metode yang digunakan penulis awalnya dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar melalui literatur mengenai pendidikan luar biasa, tinjauan tunarungu, tinjauan standar sarana dan prasarana untuk Sekolah Luar Biasa (SLB), tinjauan mengenai kurikulum SLB, tinjauan Universal Design, dan tinjuan konsep deafspace design. Selain itu juga dilakukan studi banding langsung ke SLB/B Widya Bhakti Semarang dan studi preseden lainnya. Hasil studi banding in kemudian dijadikan referensi bagi perancangan Relokasi dan Pengembangan SLB/B Karnnamanohara Sleman. Tapak yang digunakan adalah tapak yang berada pada BWK III yaitu Kecamatan Depok, Sleman. Selain itu juga dibahas mengenai penataan massa dan ruang dalam bangunan sesuai aplikasi konsep deafspace, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan Relokasi dan Pengembangan SLB/A Dria Adi di Semarang. Diharapkan, Tugas Akhir ini mampu menjawab permasalahan yang ada, baik pada tapak, maupun masalah dari aspek lain.
Traditional Theme Park dengan Konsep Cerita Rakyat di Semarang Salwa Kinanti
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Traditional Theme park atau jenis taman hiburan yang dipilih pada perancangan ini merupakan taman hiburan yang berfokus kepada taman sebagai unsur tematiknya dibandingkan wahana permainannya. Taman hiburan jenis ini dirancang dengan konsep cerita rakyat nusantara khususnya cerita rakyat Jawa Tengah sebab berlokasi di Semarang dan dapat menjadi pilihan edukasi anak anak sebagai salah satu metode belajar lain yang menarik atau bermain sambil belajar. Dalam memahami perencanaan desain Traditional Theme Park yang sesuai dengan kebutuhan pengunjung, maka penyusunan laporan ini menggunakan pendekatan perencanaan dan perancangan arsitektur seperti pendekatan aspek pelaku dan kebutuhan ruang yang terbentuk dari aktivitas pelaku tersebut. Metode yang digunakan dalam pendekatan adalah metode observasi pada studi preseden, wawancara dengan pihak terkait serta penggunaan metode literatur yang terkait dengan konsep perancangan sehingga didapat fasilitas yang akan dirancang, konsep cerita rakyat Jawa Tengah yang akan diambil, besaran ruang total serta tapak tempat taman hiburan ini akan dibangun. Kata Kunci: Traditional Theme Park; Cerita Rakyat; Semarang
One-Stop Living Mall Apartement in Bogor Intan Briliana Pitaloka
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bogor merupakan penyokong Ibu Kota Jakarta, selain karena jaraknya yang dekat, juga telah banyak tersedia transportasi umum untuk menuju ke pusat kota Jakarta. Hal itu menyebabkan tingginya minat untuk bermukim di Kota Bogor. Namun seiring berjalannya waktu, lahan semakin berkurang dan jumlah penduduk semakin bertambah. Pada kuartal pertama tahun 2022, Kota Bogor memiliki indeks suplai apartemen yang rendah. Hal ini menjadi urgensi untuk membangun fasilitas hunian vertikal di Kota Bogor. Hunian dengan fasilitas dan lokasi yang strategis telah lama diminati. Hal ini sejalan dengan lifestyle masyarakat modern yang mengutamakan kemudahan dalam memenuhi dan menjalankan kehidupannya. Konsep one-stop living telah lama beredar di masyarakat dimana dalam sebuah area tertentu dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti fungsi hunian, perkantoran, pusat perbelanjaan, dsb. Dalam perancangan ini, dirancang sebuah hunian vertikal dengan pendekatan one-stop living yang diwujudkan dengan membangun mixed-use building yang terdiri dari bangunan apartement dan mall.
Beach Resort Hotel di Kawasan Wisata Rancabuaya dengan Pendekatan Arsitektur Tradisional Sunda Kriston Effendy
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resort merupakan fasilitas akomodasi yang dibangun di tempat-tempat wisata. Tujuan pembangunan hotel semacam ini tentunya adalah sebagai fasilitas akomodasi dari suatu aktivitas wisata. Beach resort hotels merupakan resort yang terletak di daerah pantai, mengutamakan potensi alam dan laut sebagai daya tariknya. Kabupaten Garut merupakan daerah yang terletak di sebelah barat Kabupaten Bandung yang sebagai Pusat Pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Kabupaten Garut memiliki letak yang strategis sebagai penyangga Ibu Kota Provinsi Jawa Barat. Tujuan perancangan beach resort hotels di kawasan wisata Kabupaten Garut ini adalah untuk menanggapi pertumbuhan perkembangan pariwisata Kabupaten Garut dengan cara mendesain suatu sarana akomodasi yang dapat mendukung perkembangan pariwisata di Kabupaten Garut. Proses perancangan Proses perancangan beach resort hotels di kawasan wisata Kabupaten Garut dimulai dari metode pengumpulan data, studi literatur serta studi komparasi kemudian di analisis. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai Resort, tipe dan syarat hotel, pedoman perencanaan hotel resort kemudian tinjauan arsitektur tradisional sunda dalam mengkaji prinsip-prinsip arsitektur tradisional sunda yang diangkat dalam tema ini, dilanjutkan dengan analisis. Analisis-analisis sebagai berikut: analisis pengguna, analisis aktivitas, analisis kebutuhan ruang, analisis besaran ruang, dan analisis tapak. Seluruh hasil kajian dituangkan dalam bentuk program ruang dan konsepkonsep perancangan yang diaplikasikan ke dalam desain yang dipresentasikan ke dalam bentuk gambar- gambar arsitektur.
Perancangan Bandara Sepinggan dengan Memanfaatkan Lokalitas sebagai Identitas yang Berkelanjutan M Ikhsan Maulana Lubis
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan Terminal Penumpang Bandara Sepinggan dengan Memanfaatkan Lokalitas sebagai Identitas yang berkelanjutan merupakan sebuah bentuk upaya mengembalikan perancangan bandar udara yang kuat akan lokalitas. Bandara Sepinggan merupakan salah satu dari tiga gerbang menuju IKN Nusantara dan gerbang utama menuju Kalimantan dan pengadaannya mengadopsi terminal-terminal baru yang bersifat modern. Keadaan tersebut mengakibatkan perbedaan antara suatu tempat (bandara) dengan tempat lainnya tidak dapat dirasakan. Untuk itu, dengan karakter kuat yang sudah melekat dengan Bandara Sepinggan, perencanaan dan perancangan akan difokuskan dalam penciptaan identitas pada Bandara Sepinggan dengan melebur lokalitas setempat dengan unsur teknis bandara yang sifatnya modern. Perencanaan dan perancangan dimulai dari proses merumuskan masalah, studi literatur dan studi preseden terkait teknis bandara. Lalu dilanjutkan dengan pengamatan eksisting, baik dari kebudayaan & elemen arsitektur lokal, ataupun terminal penumpang bandara itu sendiri. Landasan penyusunan dan perhitungan ruang yang akan dihadirkan dengan meninjau daya dukung lahan dan dikaitkan dengan kelas bandara perencanaan. Kemudian menyusun kebutuhan ruang dari aktivitas pengguna dan dari standar/regulasi yang mengatur tentang perencanaan Bandar Udara ataupun Terminal Penumpang Bandar Udara. Program ruang yang dihasilkan akan diterapkan pada tapak perencanaan untuk meyusun perencanaa di atas tapak. Selanjutnya akan dilakukan kajian aspek kinerja bangunan untuk diterapkan dalam proses perancangan agar semua standar pelayanan, kenyamanan, dan keamanan dapat terjaga dan terpenuhi. Setelah kebutuhan teknis dan pengguna tercapai, penciptaan identitas akan melalui pengamatan kritis dan dibedah melalui elemen perancangan agar penciptaan identitas hadir dalam keseluruhan arsitektur, tidak hanya penggunaan ornamen yang sifatnya tempelan semata.
Pusat Seni Gerabah Kasongan Herlina Fadhillah
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasongan adalah salah satu daerah yang berada di Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta dimana daerah ini terkenal sebagai sentra kerajinan gerabah. Tingginya potensi perkembangan industri gerabah mampu meraih pasar global bahkan mencapai angka 25 juta dollar. Bahkan hingga kini masih terdapat ±481 pengrajin yang tersebar di Kasongan. Hasil kerajinan dari pengrajin tersebut berupa guci, pot/vas, patung, dan lain sebagainya. Berbagai pengembangan terus dilakukan setiap elemen dari Kasongan. Namun, usaha pengembangan dan potensi yang dimiliki Kasongan, masih belum didukung dengan peningkatan sarana dan prasarana informasi pariwisata dimana akses informasi mengenai objek wisata masih sangat terbatas. Tak hanya itu, banyaknya pengrajin gerabah di Kasongan menjadi suatu keuntungan sekaligus resiko yang harus dihadapi. Pasalnya luas daerah Kasongan mencapai 40,8 hektar sedangkan pengrajin tersebar di seluruh wilayah Kasongan. Apabila wisatawan datang berkunjung, tidak semua wisatawan berkenan berkeliling ke seluruh toko yang tersebar di Kasongan. Terlebih lagi tercatat sebanyak 160 pengrajin yang tidak memiliki toko yang dekat dengan jalan raya. Tak berhenti disitu, tidak tersedianya tempat yang memadahi untuk pengrajin mengadakan pelatihan pembuatan gerabah dan kurangnya fasilitas seperti pujasera di kawasan Kasongan menjadi suatu permasalahan lainnya. Bahkan, permasalahan mengenai lahan parkir juga menjadi salah satu perhatian yang harus pertimbangkan dikarenakan timbulnya kemacetan dan ketidaknyamanan bagi para wisatawan. Dari uraian tersebut, diusulkan perencanaan dan perancangan Pusat Seni Gerabah Kasongan. Usulan tersebut berupa bangunan yang mampu menyelesaikan permasalahan bagi siapa saja yang datang, berupa pusat infromasi, etalase yang mendukung pengrajin memperkenalkan, etalase bahan baku produsen, sarana edukasi gerabah, serta sarana penunjang lainnya seperti perbankan untuk membantu pengelolaan keuangan, biro jasa ekspor dan pengiriman untuk membantu pelaksanan ekspor pengrajin, area rekreasi, kuliner, dan penyediaan lahan parkir. Penyusunan LP3A ini bertujuan untuk merumuskan hal-hal yang berhubungan dengan Pusat Seni Gerabah Kasongan sebagai landasan konseptual perencanaan dan perancangan desain arsitektur. Pembahadan dilakukan dengan metode deskriptif, dokumentatif, dan komparatif. Hasil dari rumusan berupa program perencanaan dan perancangan arsitektur melalui identifikasi pengguna, kriteria, standar maupun regulasi terkait. Kata Kunci: Pusat Seni; Gerabah; Kasongan; Neo-Vernakular
Mixed Use Building dengan Pendekatan Desain Biofilik di Semarang Adiva Salwaa Ai Shafaa
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang merupakan kota dengan perkembangan yang pesat dalam segi kependudukan dan ekonomi. Dengan perkembangan tersebut, kebutuhan hunian, perkantoran, dan hiburan juga meningkat. Seiring dengan peningkatan kebutuhan, ketersediaan lahan kosong di Kota Semarang pun semakin sedikit. Mixed use building adalah bangunan dengan dua atau lebih fungsi yang saling terintegrasi satu sama lain. Perancangan bangunan mixed use dengan pendekatan desain biofilik dapat menjadi solusi keterbatasan lahan yang ada di Kota Semarang untuk tetap dapat memenuhi kebutuhan penduduknya. Pendekatan biofilik menyelaraskan lingkungan alam dengan bangunan yang dapat memberikan kesejahteraan terhadap manusia baik dari fisik dan mental di tengah hiruk pikuk kesibukan kota. Perancangan bangunan mixed use terletak pada lokasi pusat kota yaitu kawasan Simpang Lima Semarang yang strategis. Perencanaan bangunan dilakukan dengan pertimbangan jumlah penduduk yang tinggal, bekerja, dan sedang menempuh pendidikan di Kota Semarang, dilakukan dengan pencarian data secara deskriptif melalui studi komparatif, studi pustaka dan studi lapangan. Dari data-data yang didapat, terbentuklah perencanaan perancangan bangunan mixed use di Kota Semarang yang meliputi bangunan apartemen, shopping center, dan coworking space di kawasan Simpang Lima Semarang dengan masing- masing fungsi bangunan saling terintegrasi satu sama lain dengan fasilitas yang dapat memenuhi kebutuhan pengguna, terlebih melalui pendekatan biofilik yang diterapkan pada fasad bangunan serta interior keseluruhan bangunan.
Redesain Stadion Trikoyo Klaten dengan Fasilitas Penunjang Olahraga Muh Izam Fauzan
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepakbola menjadi salah satu olahraga yang digemari masyarakat Indonesia, dengan banyaknya klub sepakbola yang tersebar di seluruh Indonesia. Banyak suporter yang antusias mendukung tim kesayangan mereka. Sebagai salah satu cabang olahraga yang populer, sepakbola memerlukan sarana penunjang sebagai pengembangan cabang olahraga ini. Stadion menjadi tempat terlesenggaranya pertandingan sepakbola, yang dapat digunakan juga sebagai tempat untuk kompetisi maupun olahraga lain seperti atletik. Stadion Trikoyo merupakan salah satu stadion di Indonesia, tepatnya di Kabupaten Klaten yang merupakan kendang klub PSIK Klaten. Stadion Trikoyo merupakan tempat untuk berolahraga masyarakat Klaten, baik sepakbola maupun atletik. Dengan kapasitas 5000 penonton stadion Trikoyo masuk dalam kategori stadion tipe C yang menaungi kompetisi setara dengan kecamatan. Fasilitas Stadion Trikoyo kurang memenuhi dan tidak sesuai dengan standar, sehingga perlu adanya redesain untuk menyesuaikan dengan standar yang berlaku. Redesain stadion dengan metode pengumpulan data penunjang sebagai acuan dan standar untuk meredesain. Studi literatur terhadap tata cara perancangan stadion dan standar stadion rekomendasi FIFA sebagai dasar redesain. Data dari survey sebagai dasar dalam analisis terhadap standar redesain dari stadion. Analisis data survey menghasilkan besaran yang digunakan dalam perancangan. Desain stadion menggunakan pendekatan Green Architecture sebagai konsep dalam perancangan. Salah satu syarat perancangan harus menerapkan arsitektur hijau. Green Architecture dengan menanggapi kondisi iklim sekitar dan memperhatikan pengguna sebagai konsep yang digunakan. Green Architecture berguna dalam perancangan karena prinsipnya merujuk pada efisien energi sehingga tidak membuat pemborosan dalam perancangan maupun pengelolaannya.
Kampung Vertikal Berbasis Arsitektur Perilaku Di Manggarai Jakarta Selatan Simon Credo H.S. Simanjuntak
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Manggarai merupakan salah satu wilayah administratif Kota Jakarta Selatan yang terletak di Kecamatan Tebet. Kelurahan ini menjadi salah satu kelurahan dengan tingkat kekumuhan yang tinggi. Peningkatan pemukiman kumuh didasari oleh banyak faktor, terutama faktor kemiskinan dan kepadatan penduduk. Dalam Pergub No. 90 Tahun 2018 mengenai Peningkatan Kualitas Pemukiman Dalam Rangka penataan Kawasan Pemukiman Kumuh mengatakan bahwa Kelurahan Manggara terkhususnya RW 04 masuk kedalam kategori pemukiman kumuh berat. Telah banyak upaya yang dilakukan pemerintah dalam meminimalisir penyebaran kampung kumuh dengan beberapa program pemerintah, yakni KOTAKU, CAP (Community Action Plan), dan CIP (Collaborative Implementation Program). Keberadaan kampung kumuh ini memiliki ciri-ciri seperti pola bangunan yang tidak berarturan, ketidaktersediaan fasilitas yang memadahi, lingkunga yang tidak bersih, dan tidak sehat. Hal ini tentunya berdampak pada rendahnya kualitas hidup masyarakat yang tinggal di lingkungan pemukiman kumuh. Oleh karena itu, di desain Kampung Vertikal sebagai opsi berhuni yang mengandalkan efisiensi lahan. Desain dari kampung vertikal ini juga menyediakan kebutuhan hunian dan fasilitas sosial yang sesuai standard untuk masyarakat dengna berbasis arsitektur perilaku yang meninjau secara detail hubungan manusia sebagai penghuni dengan lingkungannya. Desain dari bangunan kampung vertikal juga tidak akan menghilangkan nilai sosial dan budaya masyarakat kampung yang ’”guyub” dan senang bersosialisasi. Harapannya dengan keberadaan kampung vertikal berbasis arsitektur perilaku ini, dapat meningkatkan kualitas masyarakat yang tinggal di kampung kumuh, menyediakan fasilitas yang dibutuhkan guna menunjang kebutuhan hidup, serta mengakomodasi segala kegiatan-kegiatan masyarakat dalam kampung vertikal. Kata Kunci: Kampung Vertikal, Pemukiman Kumuh, Kelurahan Manggarai