cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 940 Documents
Tranquil Spot, Hotel Resort di Tasikmalaya Dini Sriwahyuni
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul Tugas Akhir yang diusung adalah Tranquil Spot, Hotel Resort di Tasikmalaya. Hotel Resort merupakan sebuah penginapan yang di dalamnya menyediakan jasa pelayanan/penginapan, makan, minum dan dilengkapi dengan fasilitas khusus untuk berekreasi dengan keindahan alam yang ada di sekitarnya (Sapta Permana et al., 2020). Untuk mendukung fasilitas resort, terdapat fasilitas tambahan berupa Tranquil Spot atau tempat relaksasi dan rekreasi. Secara Bahasa, tranquil berarti tenang, damai, tentram, dan spot berarti tempat atau titik. Dalam hal ini, Tranquil Spot dapat didefinisikan sebagai tempat relaksasi dan rekreasi yang dapat memberikan ketenangan. Untuk mendukung kelestarian budaya dan kesenian lokal, tempat relaksasi yang akan diadakan berupa workshop kerajinan khas Tasikmalaya serta area yang terintegrasi dengan danau (Lake Integrated Area). Tasikmalaya sendiri memiliki beberapa kerajinan khas yang sangat unik seperti payung geulis, kelom geulis, anyaman awi, gerabah, dan lain sebagainya. Jadi, nantinya akan ada healing spot berupa workshop kerajinan seni serta Lake Integrated Area, sehingga selain menjadi fasilitas pendukung atau penginapan bagi para wisatawan, juga dapat menjadi sarana pendukung kelestarian seni dan budaya Tasikmalaya melalui workshop relaksasi dan fasilitas terintegrasi dengan danau yang disediakan. Adapun pendekatan arsitektur yang diusung adalah Arsitektur Biofilik. Arsitektir Biofilik merupakan adalah prinsip desain arsitektur yang berpusat pada penerapan aspek simbiosis antara unsur manusia dengan unsur alam disekitar kawasan bangunan.Lingkup Substantial Secara substansial, ruang lingkup pembahasannya adalah seputar Tranquil Spot, Resort Hotel, serta data-data terkait kebutuhan desainnya. Hotel Resort yang akan dirancang direncanakan akan mengusung pendekatan arsitektur biofilik. Secara spasial, lokasi perancangan merupakan salah satu Kota di Provinsi Jawa Barat. Adapun metode pembahasan yang dilakukan untuk menyusun Tugas Akhir Tranquil Spot, Resort Hotel di Tasikmalaya dengan Pendekatan Arsitektur Biofilik adalah dimulai dari perumusan masalah, studi literatur, pengamatan objek, analisa data dan penyususnan program perencanaan dan perancangan, serta pengembangan ide dan pemecahan masalah. Kata Kunci: Hotel, Resort, Tranquil Spot, Biofilik
Pusat Seni Gerabah Kasongan Herlina Fadhillah
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasongan adalah salah satu daerah yang berada di Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta dimana daerah ini terkenal sebagai sentra kerajinan gerabah. Tingginya potensi perkembangan industri gerabah mampu meraih pasar global bahkan mencapai angka 25 juta dollar. Bahkan hingga kini masih terdapat ±481 pengrajin yang tersebar di Kasongan. Hasil kerajinan dari pengrajin tersebut berupa guci, pot/vas, patung, dan lain sebagainya. Berbagai pengembangan terus dilakukan setiap elemen dari Kasongan. Namun, usaha pengembangan dan potensi yang dimiliki Kasongan, masih belum didukung dengan peningkatan sarana dan prasarana informasi pariwisata dimana akses informasi mengenai objek wisata masih sangat terbatas. Tak hanya itu, banyaknya pengrajin gerabah di Kasongan menjadi suatu keuntungan sekaligus resiko yang harus dihadapi. Pasalnya luas daerah Kasongan mencapai 40,8 hektar sedangkan pengrajin tersebar di seluruh wilayah Kasongan. Apabila wisatawan datang berkunjung, tidak semua wisatawan berkenan berkeliling ke seluruh toko yang tersebar di Kasongan. Terlebih lagi tercatat sebanyak 160 pengrajin yang tidak memiliki toko yang dekat dengan jalan raya. Tak berhenti disitu, tidak tersedianya tempat yang memadahi untuk pengrajin mengadakan pelatihan pembuatan gerabah dan kurangnya fasilitas seperti pujasera di kawasan Kasongan menjadi suatu permasalahan lainnya. Bahkan, permasalahan mengenai lahan parkir juga menjadi salah satu perhatian yang harus pertimbangkan dikarenakan timbulnya kemacetan dan ketidaknyamanan bagi para wisatawan. Dari uraian tersebut, diusulkan perencanaan dan perancangan Pusat Seni Gerabah Kasongan. Usulan tersebut berupa bangunan yang mampu menyelesaikan permasalahan bagi siapa saja yang datang, berupa pusat infromasi, etalase yang mendukung pengrajin memperkenalkan, etalase bahan baku produsen, sarana edukasi gerabah, serta sarana penunjang lainnya seperti perbankan untuk membantu pengelolaan keuangan, biro jasa ekspor dan pengiriman untuk membantu pelaksanan ekspor pengrajin, area rekreasi, kuliner, dan penyediaan lahan parkir. Penyusunan LP3A ini bertujuan untuk merumuskan hal-hal yang berhubungan dengan Pusat Seni Gerabah Kasongan sebagai landasan konseptual perencanaan dan perancangan desain arsitektur. Pembahadan dilakukan dengan metode deskriptif, dokumentatif, dan komparatif. Hasil dari rumusan berupa program perencanaan dan perancangan arsitektur melalui identifikasi pengguna, kriteria, standar maupun regulasi terkait. Kata Kunci: Pusat Seni; Gerabah; Kasongan; Neo-Vernakular
Redesain Rumah Susun Bandarharjo Semarang Dengan Pendekatan Biophilia Sebagai Hunian Sustainable Environment Moh. Rafi Basyair Syadza
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Susun Bandarharjo termasuk salah satu permukiman yang berlokasi di Kelurahan Bandarharjo dengan kondisi yang kumuh. Selain itu, rumah susun tersebut juga mengalami beberapa permasalahan seperti minimnya ruang publik, karena sebuah bangunan rumah susun harus dapat mengakomodasi hubungan interaksi sosial bagi penghuninya. Kemudian selain seringnya terjadi banjir rob pada sekitar rumah susun tersebut juga kurangnya area ruang terbuka hijau, karena ruang terbuka hijau pada sebuah rumah susun menjadikan penghuni nyaman dan menjadikan lingkungan sehat. Dalam permasalahan tersebut, sehingga perlunya sebuah redesain bangunan Rumah Susun Bandarharjo yang memiliki jumlah blok 3 yaitu blok A, Blok B, dan Blok lama dengan membuat hunian yang berwawasan lingkungan, serta dapat mengakomodasi hubungan interaksi sosial dengan menghadirkan area publik, green area.
Diving And Snorkeling Resort Hotel Di Pantai Bangsring, Banyuwangi Anugerah Firdaus
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia dengan ribuan macam keragaman yang ada, menjadikannya sebagai salah satu negara yang kaya di mata dunia. Kekayaan sumber daya yang Indonesia miliki merupakan sebuah potensi yang bisa dimanfaatkan dalam sektor industri pariwisata. Pertumbuhan sektor industri pariwisata di Indonesia terus berkembang dengan pesat walau sempat terdampak oleh pandemi Covid-19. Salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki segudang potensi wisata baik alami, buatan, atau bahkan kebudayaan adalah Kabupaten Banyuwangi. Lokasinya yang berada di ujung timur tanah jawa dan berbatasan dengan Pulau Bali serta dikelilingi wilayah perairan membuat Kabupaten Banyuwangi memiliki banyak potensi wisata bahari di area pesisir pantai. Namun, dari sekian banyak potensi yang ada, belum banyak dijumpai fasilitas pendukung di area pesisir pantai yang menawarkan sebuah tempat untuk tinggal yang memiliki akses langsung menuju area pantai dilengkapi fasilitas penunjang kelas satu. Pantai Bangsring yang menjadi salah satu spot bagi para wisatawan untuk melakukan olahraga diving atau snorkeling menjadi satu lokasi yang bisa dikembangkan dalam pengadaan fasilitas tempat tinggal sementara seperti resort hotel agar wisatawan yang datang bisa tinggal lebih lama dalam menikmati setiap jengkal pesisir Pantai Bangsring. Penyusunan LP3A ini bertujuan untuk membuat perencanaan dan perancangan terkait resort hotel di area Pantai Bangsring melalui pendekatan arsitektur modern dan tropis yang mengacu pada standar dan peraturan yang sudah ada, karakteristik pengguna serta kriteria desain yang merespon keadaan sekitar. Dalam keberjalanannya metode yang digunakan dalam penyusunan makalah ini menggunakan metode studi literatur, studi komparasi, studi banding, dan observasi lapangan dalam memenuhi kebutuhan semua data yang terkait. Oleh karena itu, penyusunan LP3A ini bertujuan untuk menghasilkan landasan dalam perencanaan dan perancangan resort hotel di Pantai Bangsring. Kata kunci : resort hotel, Pantai Bangsring.
Pasar Raya Salatiga Sebagai Pusat Perbelanjaan Dan Wisata Edukasi Berkonsep Zero Waste Arsyad Amirul Azmi
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar merupakan pusat perekonomian suatu daerah, dimana pasar pada awalnya digunakan manusia sebagai sarana untuk menukar kododiti yang dimiliki atau yang biasa disebut dengan barter. Lambat laun dengan adanya sistem yang disebut dengan uang, pasar tidak lagi hanya menjadi tempat bertukar antar komoditi atau barter saja namun terjadi juga sebagai tempat bertukar antara komoditi dengan uang atau yang biasa disebut dengan jual-beli. Pengumpulan informasi dan data dilakukan melalui survei langsung dan mencari infotmasi di internet pada lamanlaman yang terkait sehingga didapatkan informasi-informasi yang sesuai dan relevan. Informasi informasi yang didapatkan dan digunakan adalah yang bersumber dari buku, jurnal artikel, publikasi ilmiah, laman-laman resmi yang yang berkaitan, serta hasil pengamatan secara langsung pada kondisi eksisting. Pasar hybrid adalah konsep pasar yang menggabungkan antara pasar tradisional dan pasar modern. Dalam pasar hybrid, terdapat kombinasi antara penjualan secara fisik di toko atau pasar tradisional dan penjualan melalui platform online. Konsep pasar hybrid ini merupakan solusi yang inovatif untuk mempertahankan dan memodernisasi pasar tradisional. Penerapan konsep pasar hybrid tidak hanya terbatas pada sektor ritel, tetapi juga dapat diterapkan dalam sektor lainnya seperti sektor pertanian dan pariwisata. Wisata edukasi berbasis zero waste adalah konsep wisata yang fokus pada pendidikan dan praktik pengurangan limbah sampah atau zero waste. Konsep ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Wisata edukasi berbasis zero waste biasanya melibatkan kunjungan ke tempat-tempat seperti pusat daur ulang, taman kompos, dan pertanian organik. Wisatawan dapat belajar tentang teknik dan praktek pengelolaan sampah yang benar dan berkelanjutan, serta cara untuk mengurangi limbah dan menghasilkan bahan organik yang dapat digunakan kembali. maka dari itu diharapkan dapat Memberikan suatu dokumen tertulis terkait dengan Pasar Tradisional yang dibahas secara Arsitektural. Sehingga dapat memudahkan bagi pihak-pihak yang membutuhkan dalam perancangan-perancangan Pasar Tradisional selanjutnya. Kata Kunci: Pasar; Wisata; Zero Waste;
Perancangan Kantor Pusat Radio LPP RRI Semarang Berbasis Pengalaman Ruang Dan Waktu Dita Audina
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagaimana jika sebuah kantor stasiun radio dijadikan sebagai intrumen untuk mendengar? Perancangan kali ini akan mengangkat isu terkait pengalaman ruang dan waktu dalam kantor stasiun Radio Republik Indonesia Semarang dengan pendekatan arsitektur aural. Hal ini akan memberikan pengalaman baru bagi pengguna sekaligus menjadikan arsitektur sebagai instrumen untuk mendengar bukan hanya untuk dilihat.
Perancangan Senior Living Berbasis Terapi Demensia Dalam Upaya Peningkatan Produktivitas Lansia di Kota Semarang Ludwina Natasya Azarine
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seperti yang kita ketahui, permasalahan yang umum dihadapi lansia adalah dalam hal kesehatannya. Kesehatan yang dimaksud dapat berupa kesehatan fisik dan psikis. Meninjau dari kesehatan psikisnya, mayoritas lansia mengalami penurunan kognitif sehingga rentan terkena penyakit demensia yang mana ini akan mengganggu dan dibutuhkan pendampingan khusus. Banyak keluarga yang tidak mampu merawat lansia dan lebih memilih untuk menitipkannya di panti jompo guna mendapatkan perawatan dan perhatian yang dibutuhkan para lansia tersebut. Oleh karena itu, fasilitas dan kebutuhan terapi dalam menangani lansia yang menderita sakit demensia ini menjadi hal yang perlu diperhatikan, selain menyediakan fasilitas huniannya. Perancangan ini mengambil lokasi di Wisma Lansia Harapan Asri Semarang sebagai objek eksisting untuk kemudian dianalisis dan ditambahkan program yang berkaitan dengan terapi lansia yang menderita demensia tersebut. Harapan dari perancangan ini adalah dapat menciptakan kebaharuan dalam program ruang panti jompo dimana berbasis terapi yang dibutuhkan oleh lansia yang menderita penyakit demensia sehingga didapatkan hasil desain yang ideal dan merespon kondisi lansia, serta membantu mengurangi atau memulihkan dari penyakit demensia yang dideritanya.
Waste Architecture : Perancangan Arsitektur Interior Pada Bangunan Piramida Rowosari Sebagai Objek Wisata Menara Pandang Nisa'ul Hamidah
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waste (Cambridge Dictionary, 2023) dapat diartikan sebagai penggunaan sesuatu yang salah atau tidak perlu (benda) yang disia – siakan. Dalam konteks sebuah bangunan berupa bangunan yang disia – siakan atau tidak difungsikan lagi atau bisa disebut banguna terbengkalai. Perlakuan terhadap bangunan terbengkalai yang bisa saja disebut sebagai sampah cenderung akan dirobohkan dan kebanyakan dibiarkan hingga hancur atau roboh sendiri. Terdapat solusi lain yang bisa dilakukan yaitu menghidupkan bangunan dengan memfungsikan kembali bangunan baik dengan fungsi yang sama seperti sebelumnya atau diubah menjadi fungsi baru. Perancangan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali bangunan Piramida Rowosari yang merumuskan segala sesuatu terkait fungsi ruang baru yang akan dirancang dalam bangunan yang sudah ada, Perancangan suatu ruang merupakan bagian dari pendekatan arsitektur interior. Konsep ekologi juga akan digunakan untuk mendesain kembali bangunan piramida beserta kawasannya menjadi fungsi baru.
Exhibition Center dengan Pendekatan pada Adaptasi Arsitektur Neo-Vernakular di Kota Surakarta R Nana Ravinsa Adikara
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Exhibition Center adalah sebuah bangunan atau kompleks yang dirancang khusus sebagai tempat untuk mengadakan pameran, pertunjukan, konferensi, dan acara lainnya yang melibatkan perusahaan, industri, atau komunitas tertentu. Exhibition Center ini biasanya memiliki fasilitas yang modern dan lengkap, seperti area pameran, ruang pertemuan, area makan, dan fasilitas teknologi canggih untuk memfasilitasi presentasi dan acara lainnya. Pengunjung Exhibition Center dapat berasal dari berbagai latar belakang, termasuk kalangan bisnis, akademisi, umum, atau bahkan wisatawan. Oleh karena itu, perancangan Exhibition Center harus mempertimbangkan kebutuhan dan preferensi pengunjung yang berbeda. Salah satu tujuan utama dari Exhibition Center adalah untuk memberikan pengalaman yang unik dan berkesan bagi pengunjungnya, serta mempromosikan produk dan jasa dari perusahaan yang terlibat dalam acara tersebut. Dalam merancang Exhibition Center, perlu diperhatikan faktor-faktor seperti tata letak, kapasitas, keamanan, dan efisiensi energi. Perancangan juga harus memperhatikan aspek lingkungan dan sosial, termasuk praktik ramah lingkungan dan aksesibilitas bagi orang yang berkebutuhan khusus. Kesimpulannya, Exhibition Center adalah sebuah bangunan atau kompleks yang dirancang khusus untuk mengadakan berbagai acara seperti pameran, konferensi, dan pertunjukan. Perancangan Exhibition Center harus mempertimbangkan berbagai faktor yang berkaitan dengan fungsinya sebagai pusat pameran dan tempat pertemuan, serta memperhatikan aspek lingkungan dan sosial untuk menciptakan sebuah gedung yang efisien, ramah lingkungan, dan dapat memberikan pengalaman yang unik bagi pengunjungnya. Kata Kunci: Eksibisi; Konferensi; MICE; Arsitektur.
Kampung Vertikal Tambakmulyo dalam Mengatasi Permukiman Kumuh di Kota Semarang Kiara Arsya S.
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan kumuh adalah salah satu permasalahan lingkungan yang sangat serius. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi permasalahan lingkungan yang berdampak buruk tersebut. Berdasarkan informasi yang diberikan Kementerian PUPR melalui website e-RTLH, jumlah RTLH di Kota Semarang mencapai 5.296 KK. Beberapa permukiman kumuh dapat dijumpai di kawasan pemukiman padat dan berdekatan dengan kawasan industri Kota Semarang. Kawasan Tanjung Mas yang terletak pada Kecamatan Semarang Utara yang merupakan Kawasan dengan tingkat kumuh berat terluas di Kota Semarang, yakni 64,77 Ha. Pada Kawasan ini terdapat kampung nelayan yang telah berdiri sejak tahun 1950 dan dikenal dengan kampung Tambak Lorok (Sekatia, 2015). Kawasan dengan luas ±84,48 ha ini terbagi kedalam 2 wilayah yaitu wilayah Tambakmulyo di sebelah barat dan Tambak Rejo di sebelah timur. Kampung yang langsung berbatasan dengan pesisir pantai ini meliputi 5 RW dari kelurahan Tanjung Mas, yaitu RW 12, 13, 14,15, dan 16. Dalam konteks menuju zero carbon penulis melakukan penataan Kawasan dengan pembangunan rendah karbon yang memperhatikan lingkungan dengan menggunakan konstruksi ramah lingkungan, menerapkan efisiensi sumber daya, dan rendah karbon. Penataan Kawasan Kampung Tambakmulyo ini juga berkonsep hunian yang bertransformasi dari sebuah kampung yang horizontal dibentuk bersusun tegak lurus keatas (vertikal) dengan tujuan meminimalisasi penggunaan lahan. Berbeda dengan hunian vertikal lainnnya, kampung vertikal haruslah bisa mewadahi karakteristik dari sebuah budaya kampung itu sendiri. Konsep ini juga merupakan metode dan model perencanaan yang lebih mengedepankan aspirasi dan partisipasi masyarakat sebagai modal sosial pembangunannya. Kata Kunci : Tambakmulyo, Kampung Vertikal, Pembangunan Rendah Karbon