Jurnal Poster Pirata Syandana
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles
940 Documents
Rumah Susun Sewa Pekerja Industri Di Kabupaten Sidoarjo
Farid Nidzar Adnan
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Peningkatan sektor industri yang sangat pesat di Kabupaten Sidoarjo mengakibatkan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di kawasan industri. Hal ini dimanfaatkan baik oleh masyarakat di dalam wilayah maupun di luar wilayah kabupaten dengan harapan memperoleh lapangan pekerjaan yang layak. Akan tetapi, peningkatan jumlah penduduk akibat pemenuhan lapangan pekerjaan tersebut menyebabkan adanya peningkatan penduduk dan permukiman yang tidak terkendali. Rumah-rumah yang ada memiliki kondisi yang kumuh dan tidak layak huni. Oleh karena itu, perlu adanya sebuah hunian vertikal berupa rusun sewa yang bertujuan untuk memfasilitasi kebutuhan hunian pekerja. Pendekatan yang digunakan menggunakan pendekatan arsitektur humanis dengan melihat tingkat kepuasan penghuni, serta pemenuhan kebutuhan para pekerja sehari-hari untuk beristirahat, sekaligus memaksimalkan potensi yang ada pada tapak sehingga dapat menunjang aktivitas sosial dan rekreasi. Selain itu, arsitektur hijau juga digunakan untuk memberikan kenyamanan kepada penghuni dengan memaksimalkan pencahayaan dan penghawaan alami. Desain pada perancangan rumah susun sewa bagi pekerja industri dirancang sehingga dapat digunakan bagi semua termasuk penyandang disabilitas dan lansia. Bentuk bangunan menggunakan susunan secara modular untuk kemudahan konstruksi, material prefabrikasi, serta mengoptimalkan ruang terbuka dan ruang komunal di dalam bangunan. Kesimpulan yang dihasilkan berupa program perencanaan berupa tapak terpilih, program ruang, sistem struktur dan material, sistem utilitas, dan program perancangan berupa problem desain.
Recreational Hotel Di KEK Mandalika Dengan Konsep Neo-Vernakular
Rizaqi Fadhillah
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penetapan Mandalika sebagai Kawasan Ekonomi Khusus bertujuan untuk mendorong ekonomi Provinsi NTB oleh pemerintah pembangunannya sempat terhenti karena Pandemi Covid-19. Peningkatan wisatawan yang drastis setelah pandemi membuat pemerintah kurang siap dalam menangani akomodasi khususnya pada sektor penginapan di KEK Mandalika. Terlebih lagi persiapan yang kurang ini juga didasari oleh penyelenggaraan event Internasional yang diadakan di KEK Mandalika, seperti MotoGp di Sirkuit Mandalika sehingga okupansi hotel membeludak.
Wediombo Surfing Hotel
Radita Pramesti
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan rancang dari proses desain ini adalah menghasilkan sebuah kawasan bangunan akomodasi penginapan sebagai fasilitas kawasan wisata di Pantai Wediombo, Kab. Gunung Kidul dengan keunggulan kegiatan Surfing yang dimilikinya sebagai daya tarik wisata pantai terkhusus wisatawan mancanegara. Proses desain ini didorong dengan dijadikannya Pantai Wediombo sebagai maskot kegiatan Surfing di pesisir pantai Yogyakarta dan dilakukannya reaktivasi kembali kegiatan Surfing yang sudah ada dan terkenal sejak tahun 2017. Pasalnya, daya tarik pantai utama ditopang dengan orientasi arah pantai menghadap barat yang menyebabkan timbulnya jenis ombak yang dimiliki oleh Pantai Wediombo dengan jenis Break Surfer sebagai daya tarik wisatawan terutama mancanegara. Daya tarik wisata lain juga didukung dengan sudah adanya komunitas pengelola kegiatan bernama Wediombo Surfing Society dimana WSS mengadakan sistem penyewaan alat dan memberikan jasa instruksi edukasi pelatihan yang sudah terkenal di kalangan mancanegara dan akan terus berkembang dalam skala nasional maupun internasional. Faktanya, dengan potensi tersebut, disayangkan bahwasannya wisatawan peselancar belum memiliki penginapan dan fasilitas penunjang layak pada daerah kawasan Pantai Wediombo didukung dengan dilewatinya Pantai Wediombo oleh pembangunan akses Jalur Pantai Selatan, tentunya dibutuhkan suatu akomodasi penginapan yang dapat menunjang kegiatan peselancar sebagai faktor utama serta sebagai tempat peristirahatan bagi pengguna jalur Pantai Selatan. Proses desain ini dibantu dengan pendekatan konsep Biophilic Design yang mengacu pada 6 prinsip dasar yang dijadikan acuan sebagai bentuk adaptasi dengan lingkungan serta bentuk efisiensi energi dalam rangka memberi ketenangan dan kenyamanan bagi para pengguna. Pencarian data didapatkan melalui wawancara, analisa studi banding serta kegiatan observasi lapangan. Berdasarkan tahapan pendekatan perencanaan dan perancangan yang telah dilakukan, dihasilkan sebuah program perencanaan yakni Hotel Bintang 5 dengan luas 5 Ha yang terdiri dari 5 lantai dengan ketinggian 70 m dpl , total KDB sebesar 40% dan KDH sebesar 60%. Berdasarkan pendekatan jumlah kamar melalui rumus regresi 10 tahun mendatang, didapatkan jumlah kapasitas kamar sebanyak 490 unit yang terdiri dari 4 tipe kamar + 1 villa (3 jenis) dilengkapi dengan fasilitas penunjang utama berupa Surfing Camp sebagai fasilitas pendukung utama kegiatan Surfing. Dengan pendekatan konsep Biophilic Design sebagai bentuk adaptasi lingkungan dan efisiensi energi, diterapkan sistem struktural yang diadaptasikan dari penerapan bangunan multi massa sebagai adaptasi kontur setempat dan pengolahan air sebagai salah satu unsur Biophilic Design yang terkoneksi dengan kegiatan Surfing.
Perancangan Apartemen dengan Pendekatan Arsitektur Tropis di Jakarta Barat
Salsabila Puspitasari Asmoro Putri
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
DKI Jakarta sebagai ibu kota merupakan salah satu kota terbesar yang banyak dikunjungi oleh ekspatriat lokal baik dari pulau Jawa maupun dari luar Jawa yaitu Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Irian Jaya. Kepadatan penduduk dan kelengkapan sarana dan prasarana kota akan semakin meningkat, yang mengakibatkan DKI Jakarta menjadi kota yang membutuhkan hunian layak huni, termasuk kota Jakarta Barat. Naiknya harga properti dan semakin langkanya properti kosong telah menciptakan kebutuhan akan apartemen fungsional. Apartemen mengacu pada tempat tinggal yang terdiri dari beberapa apartemen yang dikelompokkan dalam sebuah gedung apartemen. Apartemen identik dengan suasana monoton (seragam) dan sirkulasi udara dalam ruang yang terbatas. Ini mungkin karena pola tata letak bukaan dan orientasi bukaan. Dengan bangunan apartemen penting bahwa penampilan bangunan mencerminkan karakteristik bangunan tersebut. Oleh karena itu, pembahasan difokuskan pada arsitektur tropis karena bangunannya berada di iklim tropis. Hal ini juga berpengaruh pada karakteristik ruang, karena bangunan tersebut berfungsi sebagai bangunan tempat tinggal yang dilengkapi dengan kedua fasilitas penunjang tersebut, yaitu. rumah makan, minimarket dan sarana olah raga, dan sarana penunjang yaitu kantor administrasi dan operasional. Desain bangunan tropis didasarkan pada bentuk massa bangunan, fasad, material, orientasi terbuka dan ventilasi
Redesain Museum Kretek Kudus
Asa Octa Asyabilla
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kota Kudus adalah kota yang terkenal sebagai Kota Kretek. Ciri khas Kretek sudah melekat dan menjadi salah satu karakter Kota Kudus itu sendiri. Museum Kretek saat ini merupakan Museum Rokok Khusus satu-satunya di Indonesia yang mempelajari asal-usul dan sejarah Rokok. Museum Kretek dapat menjadi sebuah Ikon Kota Kudus jika keberadaannya mudah dikenali oleh masyarakat. Namun, dalam perkembangan Museum Kretek dari tahun ke tahun, Bangunan Museum tidak memiliki perkembangan desain yang membuat bangunan tersebut kurang menarik dan membosankan. Selain itu, fasilitas hiburan yang ada di Museum, Waterboom memiliki fungsi yang bertolak belakang dengan keberadaan Museum Kretek. Pengunjung Museum Kretek lebih sering melakukan kunjungan ke Waterboom dibanding kunjungan ke Museum terutama anak sekolah. Permasalahan lainnya terletak pada bangunan Museum Kretek yang sudah tidak optimal dalam mewadahi kapasitas pengunjung harian dan koleksi benda yang semakin bertambah. Dengan permasalahan yang ada, Museum Kretek memerlukan sebuah bangunan baru yang dapat menjadi solusi. Penggunaan konsep Neo Vernakular adalah salah satu bentuk melestarikan dan mengingat sejarah serta kebudayaan suatu daerah. Bentuk kebudayaan-kebudayaan dan wisata kota Kudus dapat diaplikasikan melalui Bangunan Museum Kretek. Museum Kretek memerlukan karasteristik bangunan yang dapat menampilkan wujud Kudus lewat bangunan.
THE EDEN VILLAGE
Novi Rafilia
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kabupaten Tegal memiliki permasalahan lansia terlantar yakni sebanyak 600 orang. Namun, Kabupaten Tegal belum memiliki fasilitas penampungan bagi lansia, hanya terdapat 1 panti jompo keliling yang dikelola oleh suami istri. Para lansia terlantar harus diungsikan ke kota terdekat yang memiliki fasilitas panti, seperti Brebes dan Pemalang. Atas permasalahan tersebut, penulis mengangkat judul Panti Werdha bagi Lansia Terlantar di Kota Tegal dengan Pendekatan Homey Panti werdha sendiri merupakan sebuah hunian yang diperuntukkan bagi lansia, baik lansia terlantar maupun lansia tidak terlantar. Desain bangunan panti werdha harus mampu mengakomodasi kebutuhan para lansia. Terlebih seseorang yang telah memasuki usia lanjut banyak mengalami penurunan fisik maupun non fisik. Misalnya terjadi penurunan penglihatan, daya ingat, pendengaran, keterbatasan gerak, berkurangnya nafsu makan dll. Pendekatan konsep yang digunakan yaitu konsep Homey untuk memberikan kesan hunian yang nyaman bagi lansia. Konsep Universal Design juga menjadi dasar dalam perancangan bangunan panti agar dapat digunakan untuk semua kalangan tanpa memandang usia dan keterbatasan dalam mobilitas. Rancangan panti werdha juga memiliki fasilitas yang mendukung kegiatan para lansia, misalnya bernyanyi, berolahraga, beribadah, dan kegiatan yang bersifat menghibur bagi lansia. Landasan Program Perencanaan dan Perancangan (LP3A) ini merupakan salah satu rangkaian persyaratan dalam menempuh Tugas Akhir.
Samarang Joana Stoomtram Future Urban Ecological Renewal
Rinaldo Diyan Santoso
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kantor Samarang Joana Stoomtram yang terletak di Jalan Pengapon No. 2, Tanjung Mas, Semarang saat ini masih terinventarisasi sebagai bangunan cagar budaya tidak bergerak dan kondisinya terabaikan. Jika dibandingkan dengan perusahaan NIS dan SCS yang merupakan perusahaan kereta api pada periode yang sama, bangunan kantor NIS (1904) telah ditetapkan menjadi bangunan cagar budaya sejak tahun 1992. Sedangkan bangunan kantor SCS (1911) juga telah ditetapkan menjadi cagar budaya. Oleh karena itu perlu diketahui potensi bangunan tersebut berdasarkan kriteria pada BAB III Pasal 5 Undang-Undang RI No. 11 Tahun 2010 agar dapat direkomendasikan menjadi bangunan cagar budaya. Temuan yang diperoleh berdasarkan fakta kesejarahan yaitu Kantor Samarang Joana Stoomtram Maatschappij diperkirakan ada diantara tahun 1899-1901 sehingga saat ini telah berumur 121-123 tahun. Dari potensi tersebut terdapat metode perancangan building infill yang dapat mendukung penetapan cagar budaya. Berdasarkan potensi tapak dengan luas sekitar 120.000????^2, budaya, serta industri yang ada maka ditetapkan tipe bangunan berupa MICE. Selanjutnya dilakukan berbagai pendekatan untuk menghasilkan program ruang dan konsep perancangan yang akan dijadikan pedoman dalam merancang MICE sebagai pusat kegiatan konvesi, eksibisi, dan juga sarana liburan.
Politeknik Astra - Kamus Kulon Progo Terintegrasi Kawasan Industri Sentolo di D.I Yogyakarta
Muhammad Nabiel Putra Perdana
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta atau disingkat D.I Yogyakarta memiliki ibukota provinsi yang dikenal masyarakat sebagai Kota Pelajar. Hal ini dibuktikan dengan jumlah perguruan tinggi baik negeri, swasta, dan kedinasan sebanyak 107 institusi. Namun, jika ditelusuri lebih lanjut, Kabupaten Kulon Progo sebagai salah satu kabupaten di D.I Yogyakarta tercatat hanya memiliki satu perguruan tinggi saja. Ketidakmeratanya fasilitas perguruan tinggi baik kuantitas maupun kualitas di Kulon Progo ini dapat menyebabkan banyak lulusan sekolah menengah terkendala untuk meneruskan jenjang pendidikannya ke tingkatan yang lebih tinggi. Maka dari itu, dibutuhkan suatu rencana perancangan fasilitas pendidikan di Kulon Progo untuk memberikan kesempatan kepada lulusan sekolah menengah untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi dengan fasilitas pendidikan yang lebih aksesibel. Dengan mengacu pada Politeknik Astra yang sudah berdiri di Bekasi, perancangan ini akan berbasis terhadap bangunan tersebut mualid ari ketersediaan fasilitas hingga sistem pendidikannya agar dapat dibangun Politeknik Astra di daerah lain.
Pusat Perbelanjaan Dengan Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular Di Cbd Graha Padma Kota Semarang
Pradnya Soetomo
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu hal yang mendukung perkembangan Kota Semarang sampai saat ini adalah dengan adanya kawasan-kawasan CBD di Kota Semarang. CBD (Central Business District) merupakan wilayah yang menjadi pusat komersial dan bisnis kota. Graha Padma adalah salah satu kawasan perumahan prestige di Kota Semarang yang dikelola oleh developer PT. Graha Padma Internusa yang terletak pada bagian Semarang Barat. PT. Graha Padma Internusa pada agendanya akan membangun Central Business District (CBD) di lahan bekas bangunan pabrik besi seluas 27 Ha. Menurut rencana di kawasan CBD ini akan dibangun mal, hotel bintang lima, bioskop, kawasan perdagangan dan perkantoran dll. Saat ini pelanggan lebih memilih pusat perbelanjaan yang memberikan pengalaman yang berbeda, namun belum ada bangunan mal lifestyle center yang dilengkapi dengan area terbuka di Kota Semarang. Mal adalah pusat perbelanjaan yang berintikan satu atau beberapa department store besar sebagai daya tarik terhadap ritel-ritel kecil dan rumah makan. Mal dapat menjadi sarana entertainment yang diharapkan investor hadir pada CBD Graha Padma. Adapun metode pembahasan pada laporan ini meliputi studi literatur, observasi lapangan, dan studi banding. Perancangan Pusat Perbelanjaan dengan Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular di CBD Graha Padma Kota Semarang merupakan perancangan area dengan fungsi tempat wisata berbelanja yang menawarkan pengalaman perpaduan anara ruang tertutup dan ruang terbuka. Dalam konsep perancangannya diharapkan mampu menyajikan pengalaman wisata berbelanja dan hiburan yang berinovasi dalam tata ritelnya yang efisien, dalam setting ruang terbuka, serta penerapan arsitetur neo-vernakular yang memadukan arsitektur moderen dengan arsitektur Jawa. Kata kunci: pusat perbelanjaan, neo-vernakular, CBD Graha Padma, Kota Semarang
Diponegoro School Of Architecture Design As Creative Space
Arindy Givesa Amalia
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 156 (JUNI 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sekolah arsitektur telah mengalami perubahan yang disebabkan oleh adanya perang dunia, revolusi industri, dan juga kemajuan teknologi. Hal ini menyebabkan adanya pergeseran keilmuan arsitektur dari awal kehadirannya yang menyebabkan di sekolah arsitektur tidak hanya mempelajari tentang seni desain saja melainkan juga mempelajari tentang teknologi konstruksi dan pertukangan. Melihat dari tipologinya, sekolah arsitektur dapat dibagi menjadi dua jenis yakni sekolah arsitektur desain dan juga sekolah arsitektur teknik. Perkembangan zaman tentunya membawa tantangan baru bagi sekolah arsitektur masa kini untuk dapat mencetak lulusan terbaik yang memiliki pola pikir kreatif dan inovatif. Untuk mewujudkan misi ini tentunya lingkungan dalam sekolah arsitektur harus mendukung. Lingkungan yang kreatif dan kolaboratif dapat diwujudkan dengan memperhatikan beberapa hal, seperti konsep bangunan hingga kurikulum sekolah tersebut. Kriteria - kriteria pendukung yang melibatkan bentuk bangunan dapat di reduksi menjadi 'pure geometry' dengan metode konfigurasi geometri yang kemudian menjadi basis desain untuk menciptakan tipe sekolah arsitektur baru yang memiliki lingkungan kreatif dan kolaboratif.