cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 940 Documents
Biophilic Desigm Concept in Innovation and Creativity Center, Semarang City Aprilia, Caristia Dewi
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi kreatif  dengan berbagai sektor seperti seni, desain, dan teknologi digital yang terus berkembang. Namun, pelaku ekonomi kreatif menghadapi tantangan persaingan yang semakin ketat, sehingga diperlukan peningkatan ekosistem kreatif yang komprehensif. Salah satu strategi utama adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan teknis, kreativitas, manajemen, dan kewirausahaan yang didukung oleh infrastruktur seperti ruang kolaboratif dan pusat inovasi. Infrastruktur ini tidak hanya menyediakan ruang fisik untuk berkreasi tetapi juga sebagai platform pemasaran produk kreatif. Selain itu, akses terhadap modal, dukungan kelembagaan, serta inovasi pemasaran berbasis teknologi menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing pelaku kreatif. Saat ini, fasilitas ruang kreatif di Semarang masih terbatas dan belum optimal dalam mendukung kolaborasi dan inovasi. Untuk mengatasi masalah tersebut, pendekatan arsitektur biofilik dapat diterapkan untuk menciptakan ruang yang mendukung kreativitas, kolaborasi, dan inovasi. Dengan integrasi elemen alami, arsitektur biofilik berpotensi meningkatkan kesehatan, kenyamanan, dan kreativitas pengguna ruang, sehingga mendukung terciptanya ekosistem ekonomi kreatif yang lebih dinamis dan berkelanjutan di Kota Semarang.
Fasilitas Inkubasi Sosial-Ekologi Sebagai Sistem Regenerasi Di Kawasan Purwodinatan Semarang Wibisono, Ahmad Bayu
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Morfogenesis digital selalu dinamis dalam memperluas dasar teori dan penerapannya baik dengan pengembangan algoritma komputasi maupun praktik aktualisasinya terhadap desain. Salah satu bidang ilmu yang sedang berkembang penerapannya di arsitektur dalam 10 tahun terakhir melalui morfogenesis digital adalah evo-devo (Mateu & Bermejo, 2019). Sebagai perluasan kerangka sintesis, evo-devo merupakan bidang ilmu yang mempelajari proses evolusi (filogeni) berdasarkan perkembangan organisme (ontogeni) (Craig, 2015; Raff, 2000; Abzhanov, 2017). Selain itu, morfogenesis digital mampu menginspirasi penerapan pada seluruh kategori bio-inspirasi dalam arsitektur (Roudavski, 2009). Hal tersebut dapat memunculkan dimensi baru dalam memperkenalkan arsitektur sebagai organisme hidup. Dalam hal ini, mekanisme untuk menghidupkan arsitektur yang statis ada pada umpan balik biologis sebagai sistem regeneratif yang mampu merespon perubahan sosial-ekologi suatu kawasan. Oleh karena itu, fasilitas inkubasi dalam skala kawasan yang berfungsi untuk mengembangkan lingkungan sekitarnya dan juga aktivitas ekonomi dianggap menjadi tipologi yang tepat sebagai penerapannya.  
Nias Cultural Center di Kota Gunungsitoli dengan Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular Baulolo, Hendisman
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nias Cultural Center di Gunungsitoli dirancang sebagai pusat pelestarian, edukasi, promosi budaya, dan inovasi berbasis ekonomi kreatif dengan pendekatan arsitektur Neo-Vernakular. Proyek ini bertujuan untuk menghadirkan fasilitas terpadu guna mendukung pelestarian budaya lokal Nias yang terancam oleh arus modernisasi. Dengan mengintegrasikan elemen arsitektur tradisional, seperti rumah adat Omo Hada yang tahan gempa, serta penggunaan material lokal yang ramah lingkungan, desain ini menawarkan konsep berkelanjutan yang tetap mencerminkan identitas budaya Nias. Fasilitas utama yang dirancang meliputi ruang pameran budaya, workshop seni dan kerajinan, auditorium untuk pertunjukan seni, pusat oleh-oleh khas Nias, dan ruang interaktif yang mendukung edukasi serta pelatihan keterampilan tradisional. Gunungsitoli dipilih sebagai lokasi strategis karena merupakan pusat administrasi dan ekonomi Pulau Nias, dengan akses yang mudah bagi wisatawan domestik dan mancanegara. Analisis menunjukkan pentingnya infrastruktur budaya untuk mendukung pariwisata budaya yang selama ini masih kalah bersaing dengan pariwisata alam di Nias. Nias Cultural Center diharapkan mampu menjadi ikon pelestarian budaya, ruang edukasi interaktif, dan destinasi pariwisata budaya unggulan. Dengan pendekatan arsitektur NeoVernakular yang menggabungkan nilai-nilai tradisional dan inovasi modern, pusat ini berperan sebagai katalisator dalam menjaga keberlanjutan budaya Nias sekaligus mendorong perkembangan ekonomi kreatif lokal. Kata Kunci: Cultural Center; Arsitektur NeoVernakular; Seni dan Kebudayaan Nias; Pariwisata.
Perancangan Rumah Sakit Kanker Tipe B Dengan Pendekatan Holistic Architecture Auliarahma, Faradilla
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker merupakan salah satu permasalahan di dunia kesehatan dan menjadi penyakit paling mematikan nomor 2 di dunia. Kasus kanker terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. Per 2024 terdapat lebih dari 20 juta kasus kanker di dunia. Di Indonesia kanker menjadi penyebab kematian nomor 7 terbanyak. Di Jawa Tengah sendiri juga kasus kanker terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan tahun 2023, Jawa Tengah masuk sebagai provinsi dengan prevelansi kanker tertinggi kelima di Indonesia yaitu sebesar 1,7 per 1.000 penduduk dan angkanya berada diatas rata-rata nasional.  Meskipun begitu, fasilitas kesehatan untuk menunjang kanker masih sangat kurang.  Sehingga sangat dibutuhkan rumah sakit khusus Kanker di Jawa Tengah dengan tipe B yang menunjang pasien kanker se-provinsi Jawa Tengah. Penerapan konsep holistic architecture sangat  berperan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kanker karena arsitektur holistik nantinya akan menggabungkan pengobatan secara klinis dan non klinis yang keduanya akan dijalankan bersama-sama sehingga selama proses penyembuhan pasien tetap dalam keadaan psikis dan mental yang stabil sehingga diharapkan dapat mempercepat proses penyembuhan pasien kanker.
Gelanggang Olahraga Indoor dengan Pendekatan High-tech Architecture di Kebumen Nugraheni, Anggit
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gelanggang olahraga indoor merupakan sebuah gedung yang mampu menampung berbagai cabang olahraga, seperti bulu tangkis, bola voli, bola basket, futsal, tenis, dan sepak takraw. Salah satu olahraga yang populer di kalangan masyarakat Kabupaten Kebumen adalah bola voli. Setiap daerah di Kabupaten Kebumen memiliki fasilitas yang mendukung kegiatan olahraga tersebut. Kebumen telah menjadi tuan rumah untuk berbagai kejuaraan di tingkat regional maupun nasional. Beberapa fasilitas olahraga di Kebumen tampak kurang terawat dan perlu ditingkatkan sesuai dengan standar. Gelanggang olahraga indoor yang sesuai dengan standar nasional/ internasional dapat mendukung perkembangan olahraga dengan memfasilitasi kegiatan latihan, pertandingan, dan rekreasi yang dapat meningkatkan prestasi para atlet, minat masyarakat, dan menjadi ikon olahraga di daerah tersebut. Penyelesaian desain pada gelanggang olahraga indoor tersebut adalah dengan pendekatan high-tech architecture. Konsep high-tech architecture berkaitan dengan eksposisi struktur dan material, transparasi, penggunaan material dan warna yang modern, fungsionalitas dan fleksibilitas ruang, serta penggunaan teknologi struktur bentang lebar.
Hotel Resort di Bandungan dengan Pendekatan Arsitektur Ekologis Kafabi, Mokhamad Bagus Satria
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memaksimalkan potensi suatu wilayah demi meningkatkan pendapatan daerah setempat merupakan tindakan yang layak dilakukan. Potensi yang tersedia tentu tidak akan optimal jika tidak diimbangi dengan akomodasi yang memadai. Salah satu akomodasi yang dapat mewadahi kebutuhan wisatawan saat berkunjung ke suatu daerah adalah hotel resort. Hotel resort tidak hanya menyediakan kamar untuk menginap, tetapi juga menyediakan beberapa fasilitas penunjang yang dapat menjadi sarana rekreasi pengunjungnya. Perancangan hotel resort kali ini akan mengoptimalkan potensi alam dan kearifan lokal yang ada demi menciptakan pengalaman tak terlupakan bagi pengunjungnya. Pendekatan arsitektur ekologis yang digunakan diharapkan dapat menghadirkan kesan alam dengan tanpa merusak kondisi eksisting yang ada. Pendekatan ini dipilih karena melihat kawasan Bandungan sendiri yang memang diunggulkan dalam program agrowisatanya. Wisata agro dan holtikultura dapat menjadi sarana daya tarik yang dipadukan dengan rancangan hotel resort ini untuk sebagai ciri khas dan keunikan desain. Dengan konsep Arsitektur Integrasi, potensi potensi daerah setempat beserta fasilitas-fasilitas yang tersedia dapat saling terhubung untuk dinikmati oleh semua pengunjung dan menjadi sarana rekreasi untuk mendapatkan relaksasi.
Synapse College: A Collaborative Space Between Animation, Design, And Game In Bsb Semarang Ferren, Rebecca
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah tinggi animasi, desain grafis, dan game masih terhitung sedikit di Indonesia. Melihat perkembangan zaman yang serba modern, membuat manusia terbiasa mencari hiburan yang instan, contohnya dengan menonton film dan bermain game. Alangkah baiknya apabila media yang dikonsumsi memang berkualitas dan bermanfaat bagi yang menikmatinya, maka dari itu dibuatlah sekolah tinggi yang memiliki ilmu untuk mengembangkan potensi mahasiswa dalam bidang desain komunikasi visual, yang nantinya perkembangan animasi dan game yang diproduksi di Indonesia tidak kalah menarik untuk dikonsumsi masyarakat umum. harapannya dengan dibuatnya sekolah tinggi animasi, desain grafis, dan game secara kolaboratif, dapat bekerja sama membuat proyek dalam industry kreatif kedepannya.
Perancangan Hotel Resort Bintang 5 di Kawasan Pantai Sadranan, Gunungkidul Rahma, Fadiya
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Lebih dari itu, sektor pariwisata juga menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan segala potensinya, Indonesia memiliki kesempatan yang sangat besar untuk menjadi primadona devisa melalui sektor pariwisata, khususnya di Kabupaten Gunungkidul yang didukung oleh keindahan alam dan kekayaan budaya. Meskipun jumlah kunjungan wisatawan terus meningkat, durasi tinggal wisatawan masih relatif singkat. Hal ini disebabkan karena peningkatan jumlah wisatawan yang signifikan ke Gunungkidul, belum diimbangi dengan ketersediaan akomodasi yang memadai. Durasi tinggal yang pendek tentu berdampak pada berbagai aspek, salah satunya yaitu pada peningkatan pendapatan masyarakat lokal. Salah satu upaya untuk meningkatkan durasi tinggal adalah dengan mengembangkan akomodasi yang inovatif dan berkelanjutan, seperti hotel resort Perencanaan dan perancangan Hotel Resort menggunakan metode deskriptif dengan kajian dalam hal Hotel Resort tepi pantai yag didukung data primer berupa obervasi tapak secara langsung dan juga data-data sekunder berupa budaya/kultur setempat beserta pendukung lainnya, beserta penggunaan Neo-Vernakular sebagai pendekatannya. Pendekatan Neo-Vernakular ini memungkinkan terciptanya massa bangunan yang modern dan ikonik tanpa meninggalkan unsur-unsur budaya setempat, dengan kata lain tetap mengakar pada lokal wisdom. Sehingga, terjadi keseimbangan antara lokalitas dan modernitas.
Revitalisasi Pabrik Teh dengan Pengembangan Fasilitas Museum dan Restoran Sebagai Transformasi Menuju Kawasan Industri Modern Berbasis Wisata Edukasi di Kebun Teh Malabar Azizi, Azka
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Kebun Teh Malabar memiliki sejarah panjang dalam industri teh di  Indonesia, dengan pabrik teh lama yang menjadi saksi perkembangan industri tersebut.  Namun, di tengah modernisasi dan tuntutan akan keberlanjutan, perlu adanya transformasi  yang menggabungkan inovasi tanpa melupakan nilai sejarah. Revitalisasi ini bertujuan untuk  merancang kawasan industri teh modern di Kebun Teh Malabar, di mana pabrik teh baru akan  dibangun dengan teknologi berkelanjutan, sementara pabrik teh lama akan direvitalisasi  menjadi restoran dan museum yang mengedepankan edukasi dan pelestarian budaya.  Perancangan ini didasarkan pada konsep revitalisasi warisan industri teh, integrasi  antara teknologi modern dan keberlanjutan lingkungan, serta pengembangan pariwisata  edukatif yang menghubungkan sejarah dengan inovasi terkini dalam industri teh. Pabrik baru  akan dirancang dengan pendekatan arsitektur ramah lingkungan, menggunakan material lokal  dan energi terbarukan, sementara museum dan restoran di pabrik lama akan dirancang untuk  memberikan pengalaman historis dan kuliner yang otentik.  Isu utama yang diangkat dalam perancangan ini meliputi upaya pelestarian warisan  budaya melalui revitalisasi kawasan, penerapan prinsip industri berkelanjutan dalam produksi  teh, serta pengembangan ekowisata yang memberikan nilai tambah ekonomi dan edukasi bagi  pengunjung. Dengan demikian, perancangan kawasan ini tidak hanya menjawab kebutuhan  akan fasilitas industri yang modern, tetapi juga mendukung kelestarian lingkungan dan  peningkatan kualitas pengalaman wisata di Kebun Teh Malabar.
Rumah Singgah Primata: Redesain Pusat Rehabilitasi Lutung Jawa di Javan Langur Center melalui Kajian Ilmu Etologi Maulana, La Nadi
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 160
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) tergolong ke dalam satwa liar yang dilindungi negara karena populasinya yang rentan punah. Hal ini disebabkan oleh habitat mereka yang terbatas akibat deforestasi serta alih fungsi lahan. Hal ini juga diperparah dengan adanya ancaman predator alami dan perubahan iklim. Saat ini, pemerintah dan berbagai pihak tengah berupaya menjaga kelestarian populasi Lutung Jawa dengan membangun pusat rehabilitasi satwa. Namun, pusat rehabilitasi satwa masih menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan pola perilaku alami dan kesejahteraan satwa ke dalam aspek fisik kawasan rehabilitasi. Maka dari itu, redesain pusat rehabilitasi Lutung Jawa yang ada di Javan Langur Center sangat mendesak untuk dilakukan. Redesain Javan Langur Center sebagai rumah singgah bagi Lutung Jawa ini dirancang untuk memenuhi segala kebutuhan alaminya mereka dengan pendekatan ilmu etologi. Di mana, pendekatan ini akan berfokus pada aspek pola perilaku hewan (animal behavior) guna meningkatkan kesejahteraan hewan (animal welfare). Melalui redesain pusat rehabilitasi berdasarkan pola perilaku Lutung Jawa, pusat rehabilitasi dapat efektif dalam memastikan bahwa mereka dapat bertahan, beradaptasi, dan dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya.