cover
Contact Name
Fahruddin
Contact Email
fahruddin@upy.ac.id
Phone
+6282134949368
Journal Mail Official
fahruddin@upy.ac.id
Editorial Address
https://journal.upy.ac.id/index.php/karmawibangga/about/editorialTeam
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
KARMAWIBANGGA: Historical Studies Journal
ISSN : -     EISSN : 27154483     DOI : 10.31316
Core Subject : Education, Social,
The journal publishes writings on (1) historiography, (2) philosophy of history, (3) history of education, and (4) history educaiton. Historiography means the writing of history based on the critical examination of sources, the selection of particular details from the authentic materials in those sources, and the synthesis of those details into a narrative that stands the test of critical examination. Historiography studies cover chronologically various themes, such as local history, social history, cultural history, economic history, political history, military history, intellectual history, environmental history, and other historical studies. Philosophy of history, the study either of the historical process and its development or of the methods used by historians to understand their material. History of education is a study of the past that focuses on educational issues. These include education systems, institutions, theories, themes and other related phenomena in the past. History education includes studies of how history teaches in school or society, curriculum, educational values in events, figures, and historical heritage, media and sources of historical learning, history teachers, and studies of textbooks.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2025)" : 5 Documents clear
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENGUKURAN BERPIKIR KRITIS DALAM DISKUSI SISWA KELAS X DI SMK NEGERI 1 KASIHAN Fernando, Dito
KARMAWIBANGGA Historical Studies Journal Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/fkip.v7i01.6614

Abstract

This research aims to find out: (1) Knowing the development of critical thinking instruments in the discussion of class X students of SMK N 1 Kasihan. (2) Knowing the quality of the instrument for measuring students' critical thinking. This research is an R&D (Research and Development) research. R&D research is a research method used to develop certain products. In this study, researchers developed a measurement instrument for critical thinking in student discussions. The development model in this research is ADDIE which uses several steps, namely (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The results of this study resulted in: (1) instrument development through validation by three validators who have a high average with a score of 0.966%. after being tested on students showed that the average critical thinking power was high with an average of 73.90%. (2) the results of the validity of the instrument stated that each item of the instrument was declared valid, the reliability results showed that the instrument was reliable with a score of 0.896, the feasibility test results on each item showed that this instrument was feasible with a feasibility score of 73.96%, and the results of the critical thinking power test showed a high score with an average of 73.90%.
PEMIKIRAN TAN MALAKA DALAM UPAYA MERUMUSKAN KONSEP REPUBLIK UNTUK INDONESIA TAHUN 1925: makdura dagang, makdura
KARMAWIBANGGA Historical Studies Journal Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/karmawibhangga.v7i01.6841

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui: (1) Kondisi sosial dan politik masyarakat Indonesia tahun 1925; (2) Konsep Republik yang digagas oleh Tan Malaka; (3) Dampak pemikiran Republik Tan Malaka terhadap pergerakan kemerdekaan bangsa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode literatur yang dilakukan melalui pengidentifikasian sumber yang diperoleh kemudian sumber tersebut di jelaskan dengan melalui analisis sumber yang dalam tahap selanjutnya diuraikan dengan sistematis. Penelitian ini juga menggunakan langkah-langkah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini mempunyai Kesimpulan: (1) kondisi sosial dan politik di Indonesia dipengaruhi oleh sistem kolonial Belanda yang berlangsung begitu lama sehingga mempengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat pribumi. Terdapat sistem Hirarki kelas di Indonesia diantaranya kelas atas (orang Belanda), kelas menengah (orang Arab, Cina, dan India), kelas bawah (orang Pribumi). Pemerintahan Belanda Menunjuk Gubernur Jendral Untuk memimpin wilayah Jajahannya di Indonesia. tercipta juga Dewan Hindia dan sistem Keresidenan sebagai Upaya untuk mengatur Indonesia. ketimpangan yang terjadi dalam skala sosial dan politik mengakibatkan Masyarakat Indonesia memiliki akses yang buruk terhadap segala bentuk layanan seperti Pendidikan, Kesehatan, pekerjaan, dan kepemilikan tanah. (2) Tan Malaka membuat salah satu upaya dengan cara merumuskan konsep republik bagi Indonesia sebagai Upaya untuk menyatukan Masyarakat agar terciptanya revolusi. Konsep republik tan Malaka memuat berbagai aspek seperti kemerdekaan Indonesia, kedaulatan rakyat, keadilan sosial dan ekonomi, serta Pendidikan dan kesadaran Politik. (3) dampak dari pemikiran tan Malaka tersebut mempengaruhi tokoh-tokoh pergerakan dan organisasi-organisasi perjuangan kemerdekaan seperti Soekarno, Muhamad Hatta, Sutan Syahrir, SI, PNI, dan PKI. Kelompok dan individu di negeri ini mulai semakin menyadari identitas nasionalnya dan menginginkan pemerintahannya terbebas dari kekuasaan kolonial Belanda. Kata kunci: Peranan Tan Malaka, Konsep Republik, Revolusi
PUSARAN PERISTIWA PEMBANTAIAN DUKUN SANTET BANYUWANGI 1998 Al Farisy, Fikrudz Dzikri; Ajat Sudrajat
KARMAWIBANGGA Historical Studies Journal Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/karmawibhangga.v7i01.7318

Abstract

Tahun 1998 bisa dikatakan menjadi salah satu periode kelam dalam sejarah bangsa Indonesia. Pada tahun tersebut Indonesia tidak hanya dihadapkan dengan Reformasi melainkan juga beberapa peristiwa penting seperti Peristiwa Pembantaian Dukun Santet Banyuwangi 1998. Peristiwa ini merupakan serangkaian pembunuhan terhadap orang-orang yang diduga sebagai dukun santet di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Meskipun pada faktanya orang-orang terduga dukun santet tersebut tidak dapat dibuktikan baik secara hukum maupun ilmiah,. Tuduhan dukun santet kemudian menjadi semacam pembenaran terhadap aksi pembunuhan yang terjadi sepanjang Februari-Desember 1998. Berangkat dari komplektivitas yang terjadi, penelitian ini akan mencoba untuk mengungkapkan siapa pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam Peristiwa Pembantaian Dukun Santet Banyuwangi 1998. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan menggunakan pendekatan Ilmu Sosial-Politik dikarenakan apa yang akan dibahas dalam penelitian ini berkaitan erat dengan aspek sosial-politik. Dengan berbagai analisis mendalam penelitian ini mengungkapkan fakta bahwa tidak ada pemain tunggal dalam Peristiwa Pembantaian Dukun Santet Banyuwangi 1998. Kata Kunci : Pembantaian, Dukun Santet, Banyuwangi
PENDIDIKAN PEREMPUAN: DEWI SARTIKA DAN SEKOLAH KAUTAMAAN ISTRI 1904-1942 Indra Rahmat Jatnika
KARMAWIBANGGA Historical Studies Journal Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/karmawibhangga.v7i01.7320

Abstract

Education for indigenous women during the Dutch Colonial era was still a difficult thing to do. At that time, women were constrained by the culture of society that women were considered not to have to or even did not need to attend school, especially for the lower middle class. Education for women is an interesting topic to study, therefore the purpose of this study is to determine the background of the establishment of the Kautamaan Istri school and its development in 1904-1942. The method used in this study is the literature study method. The research method used is the historical research method, starting from the heuristic stage, source verification, interpretation, and historiography. The results of this study are that Dewi Sartika's thoughts on education for women are influenced by her family background and the environment in which she lives. Dewi Sartika wants women to be useful for themselves, their families and society. Therefore, Dewi Sartika built the Kautamaan Istri School on January 16, 1904. Dewi Sartika believes that women must have knowledge, so that they do not depend on others, so through education for women, young women are directed to apply values ​​and norms according to applicable regulations. The curriculum taught at the Kautamaan Istri School includes cooking, washing, sweeping, taking care of the household as well as reading, writing and arithmetic. Because the purpose of this school is to prepare competent women to educate children and take care of the household.
POETRY BATTLE JOGJA HIP-HOP FOUNDATION: AKULTURASI BUDAYA JAWA DAN HIP-HOP DI INDONESIA Muhammad Zaini Almasykur
KARMAWIBANGGA Historical Studies Journal Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/karmawibhangga.v7i01.7321

Abstract

Penelitian ini secara mendalam mengkaji fenomena Poetry Battle yang diinisiasi oleh Jogja Hip-Hop Foundation sebagai sebuah inovasi unik dalam lanskap musik Indonesia. Dengan menggabungkan metode penelitian kualitatif, penelitian ini menganalisis bagaimana Poetry Battle berhasil menyinergikan elemen-elemen estetika tradisional Jawa, seperti tembang macapat dan gamelan, dengan ritme dan lirik khas hip-hop kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Poetry Battle tidak hanya melahirkan genre musik baru yang menarik, tetapi juga memiliki peran yang signifikan dalam pelestarian budaya Jawa dan pembentukan identitas lokal. Poetry Battle tidak hanya menjadi wadah bagi kreativitas musikal, tetapi juga menjadi sarana untuk mempromosikan nilai-nilai sosial dan budaya yang relevan dengan generasi muda. Poetry Battle ini juga menjadi ruang dialog yang produktif antara generasi tua dan muda, sehingga memungkinkan terjadinya transfer pengetahuan dan nilai-nilai budaya. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa Poetry Battle merupakan sebuah fenomena yang menarik dan patut dikaji lebih lanjut. Poetry Battle tidak hanya menjadi bukti keberhasilan dalam menggabungkan tradisi dan modernitas dalam musik, tetapi juga menjadi inspirasi bagi pengembangan musik Indonesia yang lebih inklusif dan relevan. Penelitian ini juga memberikan kontribusi terhadap pemahaman yang lebih mendalam tentang peran musik dalam pelestarian budaya dan pembentukan identitas. Kata Kunci: Poetry Battle, Akulturasi Budaya, Tradisional, Hip-Hop

Page 1 of 1 | Total Record : 5