cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019" : 10 Documents clear
PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI PENDIDIKAN POLITIK Yahzinka, Esti Mei
Jurnal Kewarganegaraan Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.671 KB) | DOI: 10.31316/jk.v3i2.1307

Abstract

AbstrakRiset ini disusun dengan tujuan mengetahui peran Pendidikan Kewarganegaraan apabila dikembangkan dengan ilmu Pendidikan Politik. Dasar dari Pendidikan Kewarganegaraan secara umum adalah untuk memberikan arahan dan petunjuk guna membuka wawasan seseorang dalam bernegara sesuai dengan hati nuraninya masing-masing, yang mana Pendidikan Kewarganegaraan tersebut sejalan dengan fungsi Pendidikan Politik yang erat kaitannya dengan proses pengendalian diri, mengambil keputusan, dan mengetahui konsekuensi atas dasar tujuan politik yang sudah diambil sebelumnya. Selain itu, Pendidikan Politik pun merupakan sesuatu yang krusial yang patut dilpelajari atas dalam rangka memperkokoh sikap demokratis waga negara, ikut andil dalam organisasi kemasyarakatan, serta menganalisis hambatan yang muncul dalam membangun sikap demokratis dalam masyarakat. Metode riset ini dilakukan dengan pengumpulan data menggunakan teknik metode kualitatif dimana lebih menjabarkan dari sudut pandang analisa, dimana dapat ditarik kesimpulan bahwa pengembangan pendidikan kewarganegaraan merupakan sebagai pendidikan politik yang dimana segala landasan atau teori berpolitik terdapat didalam pendidikan kewarganegaraanKata kunci: Pendidikan politik, pendidikan kewarganegaraan, AbstractThis research was prepared with the aim of knowing the role of Citizenship Education when developed with the science of Political Education. The basis of Citizenship Education in general is to provide direction and guidance to open one's insights in the state in accordance with their own conscience, where citizenship education is in line with the function of Political Education that is closely related to the process of self-control, decision making, and knowing the consequences on the basis of political objectives that have been taken before. In addition, Political Education is also something crucial that should be studied in order to strengthen the democratic attitudes of the state, participate in community organizations, and analyze the obstacles that arise in building democratic attitudes in society. This research method is done by collecting data using qualitative method techniques which better describe from the point of view of analysis, where it can be concluded that the development of citizenship education is as a political education where all political foundations or theories are contained in citizenship educationKeywords: Political education, citizenship education,
DAMPAK PENDIDIKAN TINGGI TERHADAP ETIKA SOPAN SANTUN DI KALANGAN PEJABAT Qonita, Nailin Fauzia
Jurnal Kewarganegaraan Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.532 KB) | DOI: 10.31316/jk.v3i2.1302

Abstract

AbstrakPendidikan identik dengan sarana dan usaha dalam pembelajaran karakter yang didalamnya bertujuan untuk mengubah perilaku manusia sehingga tercipta manusia yang memiliki moral yang yang tertanam dalam dirinya sehingga akan tercipta etika sopan dan santun yang menjunjung tinggi nilai-nilai hormat menghormati antar sesama. Pembentukan kepribadian dan karakter dalam dunia pendidikan sangat penting dalam menghadapi krisis moral bangsa Indonesia. Untuk itulah pendidikan memiliki tanggung jawab yang tidak ringan untuk menciptakan sumber daya manusia yang memiliki moral serta etika sopan santun yang baik, bermartabat dan berbudi pekerti, dan juga memiliki komitmen untuk bertindak secara konsisten.Kata kunci : Pendidikan, etika, sopan dan santun. AbstractEducation is synonymous with the means and efforts in character learning in which aims to change human behavior so as to create a human being who has a moral that is ingrained in him so that it will create ethics of manners and manners that uphold the values of respect for each other. The formation of personality and character in the world of education is very important in dealing with the moral crisis of the Indonesian nation. Therefore, education has a responsibility that is not light to create human resources that have good morals and ethics of good manners, dignity and ethics, and also have a commitment to act consistently.Keywords: Education, ethics, manners and manners.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PPKN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING Hidayati, Sri
Jurnal Kewarganegaraan Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.849 KB) | DOI: 10.31316/jk.v3i2.1308

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn melalui model Problem Based Learning (PBL). Model problem based learning (PBL) merupakan pelajaran dengan menghadapkan siswa dengan permasalaha - permasalahan peaktis sebagai pijakan dalam belajar atau dengan kata lain siswa belajar melalui masalah. Subjek penelitian siswa kelas V SDN 113/X Pandan Makmur Jambi yang berjumlah 18 siswa. Alat pengumpulan data berupa lembar tes, lembar observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data berupa persentase. Penelitian ini menggunakan dua siklus, dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran tipe Problem Based Learning (PBL) dengan tindakan pemberian reward dapat meningkatkan hasil belajar PKN di kelas V SDN 113/X Pandan Makmur Jambi.Kata kunci : PBL, Hasil Belajar Siswa AbstractThis study aims to improve students' learning outcomes in PKn subjects through the Problem Based Learning (PBL) model. Problem based learning (PBL) model is a lesson by confronting students with problems - peaktis problems as a foothold in learning or in other words students learn through problems. The research subject of grade V students at SDN 113/X Pandan Makmur Jambi was 18 students. Data collection tools in the form of test sheets, observation sheets and documentation. Data analysis techniques in the form of percentages. This research uses two cycles, starting from planning, implementation, observation, and reflection. The results of the data analysis showed that by applying a Problem Based Learning (PBL) type learning model with rewarding actions can improve pkn learning outcomes in grade V SDN 113/X Pandan Makmur Jambi.Keywords: PBL, Student Learning Outcomes
DAMPAK PENGHAPUSAN UJIAN NASIONAL YANG AKAN DIGANTI DENGAN SISTEM ASASMEN KOMPETENSI DAN SURVEY KARAKTER Safitri, Safitri
Jurnal Kewarganegaraan Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.203 KB) | DOI: 10.31316/jk.v3i2.1303

Abstract

AbstrakPerubahan ujian nasional yang akan diganti dengan sistem asesmen kompetensi dan survey karakter oleh Menteri Pendidikan Nadiem Makarim tahun 2021 yang akan datang, dimana ujian nasional tidak lagi menjadi bahan tolak ukur peserta didik dan guru, untuk kedepannya diharapkan untuk peserta didik dapat menguasai sistem asesmen kompetensi dan survey karakter. Asesmen kompetensi kemampuan bernalar dalam memahami suatu bacaan (literasi), kemampuan mengaplikasikan suatu metode hitung meghitung atau matematika (numerasi), dan survey karakter adalah sebuah penilaian yang akan ditujukan pada peserta didik guna mengetahui keamanan, kerukunan, kondisi lingkungan rumah, kondidi lingkungan sekolah ( terdapat buliyeng dll), dan akhlak dari murid itu sendiri. Peserta didik akan ditanya mengenai gotong royong, Bhineka Tunggal Ika, tetapi bukan pertanyaan yang sesimpel itu melainkan esensi dari asas Pancasila. Dampak yang dirasakan adanya perubahan sistem tersebut dari kalangan guru, wali murid, dan peserta didik, serta pendapat dari perubahan sistem ujian nasional yang diganti menjadi asesmen kompetensi dan survey karakter.Kata kunci: dampak,asesmen kompetensi, dan survey karakter AbstractChanges in national exams that will be replaced with a system of competency assessment and character survey by the Minister of Education Nadiem Makarim in 2021, where the national exam is no longer a benchmark material for students and teachers, for the future it is expected that students can master the competency assessment system and character survey. Assessment of competency of reasoning ability in understanding a reading (literacy), the ability to apply a method of calculating math or math (numeration), and character survey is an assessment that will be aimed at students to know the safety, harmony, condition of the home environment, kondidi school environment ( there are buliyeng etc.), and the morality of the student itself. Students will be asked about gotong royong, Bhineka Tunggal Ika, but not a question that is as simple as that but rather the essence of the principle of Pancasila. The perceived impact of the system change from teachers, parents, and students, as well as opinions from changes in the national exam system that was changed to competency assessment and character survey. Keywords: impact, competency assessment, and character survey
RADIKALISME SEBAGAI BIBIT PERPECAHAN ANTAR UMAT BERAGAMA Salsabila, Febrina Yasmin
Jurnal Kewarganegaraan Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.825 KB) | DOI: 10.31316/jk.v3i2.1309

Abstract

Abstrak Pandangan radikal yang kerap dianggap suatu paham atau aliran keras yang memiliki keterikatan terhadap suatu perubahan dalam sosial dan politik tetapi sering terjadi dan membawa agama pada kehidupan lingkungan sosial yang memiliki peluang terjadinya suatu perpecahan antar umat beragama dan tentunya akan berdampak juga pada sistem tatanan pemerintah. Terjadinya radikalisme ini bisa kapan saja terjadi karna adanya suatu tujuan tertentu yang memiliki kepentingan sendiri dan sering dikaitkan dengan terorisme karena kelompok radikal ini menginginkan suatu perubahan dengan cara apapun itu. Dengan menggunakan metode sampling memudahkan seorang peneliti dalam mengetahui pendapat mengenai hasil dari pemahaman tentang radikalisme yang kebanyakan berpendapat bahwa gerakan radikalisme ini sangat berpengaruh terhadap perpecahan antar umat beragama.Kata kunci: Radikalisme, Perpecahan agama AbstractRadical views are often considered an understanding or hard flow that has an attachment to a change in social and political but often occurs and brings religion to the life of the social environment that has the opportunity of a split between religious people and will certainly have an impact also on the system of government order. The occurrence of this radicalism can happen at any time because there is a certain purpose that has its own interests and is often associated with terrorism because this radical group wants a change in any way it is. By using sampling method makes it easier for a researcher to know the opinion about the results of the understanding of radicalism which most argue that this radicalism movement is very influential to the division between religious people.Keywords: Radicalism, Religious division
FENOMENA KEMUNCULAN SUNDA EMPIRE KAITANNYA DENGAN KEBEBASAN BEREKSPRESI Dian Pertiwi, Garnis Fibria
Jurnal Kewarganegaraan Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.449 KB) | DOI: 10.31316/jk.v3i2.1304

Abstract

AbstrakSunda Empire adalah organisasi atau perkumpulan orang yang percaya pada romantisisme sejarah pada zaman dahulu. Kemunculan Sunda Empire menggegerkan dunia, karena petinggi Sunda Empire mengklaim bahwa anggota Sunda Empire adalah kepala negara dari semua negara dan rakyatnya adalah semua penghuni bumi. Tidak hanya itu, Petinggi sunda empire, Rangga Sasana pernah menganggap kerajaannya dapat mengendalikan senjata nuklir dan beranggapan kerajaannyaa adalah kekaisaran matahari dan bumi, mengaku memiliki perdana menteri dan kaisar perempuan, mereka juga memiliki pemikiran dapat berkomunikasi dengan Jack Ma pendiri Alibaba dan berpikir tentang usaha-usaha terbaru yang mengarah pada masa depan, bahkan beranggapan sunda empire adalah pewaris harta benda bumi. Sunda Empire melakukan upaya secara berulang untuk meyakinkan masyarakat, sehingga menimbulkan kepercayaan yang sebenarnya sebuah kebohongan. Sunda Empire ini bisa dikatakan mengajarkan aliran sesat karena mereka mengiming-imingi masyarakat dengan hal-hal yang instan. Perkumpulan Sunda Empire ini juga bisa dikatakan mengandung unsur makar, Pengakuan-pengakuan yang dibuat oleh Sunda Empire ini hanyalah fiktif atau hanyalah halusinasi semata karena semua ide-idenya tidak masuk akal dan tidak akan terwujud. Tujuan dilakukan penelitian ini agar masyarakat Indonesia tidak terjerumus akan hal-hal seperti ini dan jangan pernah mengikuti aliran-aliran sesat yang ide-idenya tidak masuk akal bahkann tidak akan terwujud. Metode penelitian ini menggunkan metode kualitatif dan turun langsung ke lapangan dengan cara wawancara.Kata kunci : Unsur makar, Halusinasi, Ajaran sesat. AbstractSunda Empire is an organization or association of people who believe in historical romanticism in ancient times. The emergence of sunda empire stirred the world, because sunda empire officials claimed that sunda empire members are heads of state of all countries and their people are all inhabitants of the earth. Not only that, sunda empire official, Rangga Sasana once considered his kingdom can control nuclear weapons and assumed his kingdom is the empire of the sun and earth, claimed to have a prime minister and a female emperor, they also had the thought of being able to communicate with Jack Ma the founder of Alibaba and think about the latest efforts that lead to the future, even assume sunda empire is the heir of the earth's treasures. Sunda Empire made repeated attempts to convince the public, thus giving rise to the belief that it was actually a lie. Sunda Empire can be said to teach heresy because they lure people with instant things. Sunda Empire association can also be said to contain elements of makar, Confessions made by the Sunda Empire is only fictitious or just hallucinations simply because all the ideas are absurd and will not materialize. The purpose of this research is so that indonesians do not fall into things like this and never follow heretical traditions whose ideas do not make sense and will not even materialize. This method of research uses qualitative methods and goes directly to the field by interview.Keywords: Elements of makar, Hallucinations, Heresy.
REMISI BAGI PARA PELAKU KORUPSI DI KOTA JAMBI Tri Khasanah, Yufita
Jurnal Kewarganegaraan Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.122 KB) | DOI: 10.31316/jk.v3i2.1310

Abstract

Abstrak Dalam hukum pidana teori pembalasan akan mengutamakan kepentingan orang yang menjadi korban. Teori pembalasan diterapkan dalam bentuk kurungan penjara. Tindak pidana yang diberikan kepada koruptor bukan sekedar memberikan hukuman nanmun memberikan efek jera agar tidak terulang. Tindakan korupsi jika dibiarkan maka akan merusak aset perekonomian negara. Dijelaskan dalam sila ke-2 bahwa menjunjung persamaan derajat dan persamaan di mata hukum maka diberikannya remisi bagi pelaku korupsi sesuai dengan peraturan pemerintah No. 99 tahun 2012 tentang perubahan kedua atas peraturan pemerintah No. 32 tahun 1999 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga binaan permasyarakatan. remisi diberikan kepada narapidana dan anak pidana apabila telah memenuhi syarat yaitu berkelakuan baik, telah menjalani masa tahanan selama lebih dari enam bulan. Pemberian remisi di Indonesia menimbulkan pro dan kontra.Kata kunci: Remisi, Korupsi AbstractIn criminal law the theory of retaliation will put the interests of the victim first. The theory of retaliation is applied in the form of prison confinement. Crimes given to corruptors are not just giving penalties nanmun give a deterrent effect so as not to repeat. Acts of corruption if left unchecked will damage the country's economic assets. It is explained in the 2nd precept that upholding equality and equality in the eyes of the law, the granting of remission for perpetrators of corruption in accordance with government regulation No. 99 of 2012 concerning the second amendment to government regulation No.32 of 1999 concerning the terms and procedures for the implementation of the rights of citizens assisted by the community. remission is given to inmates and criminal children if they have qualified to behave well, have served a prison term of more than six months. Granting remission in Indonesia poses pros and cons.Keywords: Remission, Corruption
PARTAI POLITIK SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN DEMOKRASI Sahira, Estrika Isna
Jurnal Kewarganegaraan Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.222 KB) | DOI: 10.31316/jk.v3i2.1305

Abstract

Abstrak Partai politik adalah sebuah organisasi yang terorganisir yang anggotanya memiliki tujuan yang sama. Dalam sistem politik, partai politik adalah sebagai sarana yang memadahi dan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah, baik berupa dukungan, keluhan maupun tuntutan. Partai politik dipakai sengai sarana pendidikan demokrasi karena karena partai politik bisa sebagai sarana bagi masyarakat untuk berkumpul, mengeluarkan aspirasi, pendapat politik yang memungkinkan untuk membangun  negara, karena dalam sisitem politik di Indonesia partai politik telah ditempatkan sebgai salah satu pilar untuk menyangga demokrasi.Kata kunci : partai politik, pendidikan demokrasi AbstractA political party is an organized organization whose members have the same goal. In the political system, political parties are as a means of dissecting and conveying the aspirations of the community to the government, either in the form of support, complaints or demands. Political parties are used as a means of democratic education because political parties can be a means for people to gather, issue aspirations, political opinions that allow to build the country, because in the political system in Indonesia political parties have been placed as one of the pillars to support democracy. Keywords : political parties, democratic education 
VONIS 20 TAHUN TERHADAP JESSICA KUMALA WONGSO Handayanti, Handayanti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.59 KB) | DOI: 10.31316/jk.v3i2.1311

Abstract

AbstrakPada kasus kopi sianida dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso dalam hal ini Jessica adalah pihak yang mengundang teman lamanya yaitu Mirna dan Hani untuk bertemu di cafe olivier yang berada di salah satu tempat perbelanjaan di Jakarta. Sebagai seorang tamu Mirna dan Hani menghadiri undangan dari Jessica di cafe olivier. Selaku tuan rumah mengundang orang lain sebagai tamunya dengan maksud untuk mencelakai tamu tersebut merupakan perbuatan yang salah dan jelas menyalahi etika kesopanan dalam pergaulan. Hal ini berarti Jessica sudah menyalahi norma atau nilai-nilai yang berlaku dimasyarakat yaitu tidak memuliakan tamunya. Perbuatannya tersebut Jessica dijatuhi hukum penjara selama 20 tahun.Kata kunci: Kopi Sianida, Etika, Hati Nurani AbstractIn the case of cyanide coffee with defendant Jessica Kumala Wongso in this case Jessica is the party that invited her old friends Mirna and Hani to meet at olivier café located in one of the shopping centers in Jakarta . As a guest Mirna and Hani attended an invitation from Jessica at the olivier café. As the host invites others as his guests with the intention to harm the guest is a wrong act and clearly violates the ethics of decency in association. This means that Jessica has violated the norms or values that apply in society that is not glorifying her guests. Jessica was sentenced to 20 years in prison. Keywords: Cyanide Coffee, Ethics, Conscience
PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI PENDIDIKAN NILAI Erisa, Erisa
Jurnal Kewarganegaraan Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.562 KB) | DOI: 10.31316/jk.v3i2.1306

Abstract

AbstrakPendidikan kewarganegaraan adalah sebuah wahana studi untuk mengembangkan, melestarikan  nilai-nilai luhur serta moral yang berasal dari budaya para leluhur bangsa Indonesia. Pendidikan kewarganegaraan sebagai Pendidikan nilai berarti pendidikan kewarganegaraan memuat pendidikan nilai, agar masyarakat dapat memahami dan berperilaku sesuai dengan pedoman nilai yang ada. Pendidikan kewarganegaraan sebagai pendidikan nilai akan mengantarkan warga negara  untuk menjadi warga negara yang baik dan cerdas yang ditandai dengan terwujudnya sebuah warga negara yang baik, cerdas, partisipatif, dan bertanggung jawab. Pendidikan nilai adalah suatu penanaman serta pengembangan nilai-nilai untuk dikembangkan dalam kehidupan. Tujuan adanya pendidikan nilai adalah membentuk karakter dengan materi yang berhubungan dengan moralitas, dan nilai-nilai dalam kehidupan. Pendidikan nilai yang dapat diajarkan oleh anak-anak adalah mengenai hal sopan-santun, disiplin, rajin dan lain sebagainya.Kata kunci : Pendidikan kewarganegaraan, pendidikan nilai, tujuan, contoh. AbstractCitizenship education is a vehicle for study to develop, preserve noble and moral values derived from the culture of the ancestors of the Indonesian nation. Citizenship education as value education means that citizenship education contains value education, so that the public can understand and behave in accordance with existing value guidelines. Citizenship education as a value education will lead citizens to become good and intelligent citizens characterized by the realization of a good, intelligent, participatory, and responsible citizen. Value education is an planting and development of values to be developed in life. The purpose of value education is to form characters with materials related to morality, and values in life. Value education that can be taught by children is about manners, discipline, diligentness and so on. Keywords: Citizenship education, value education, goals, examples.

Page 1 of 1 | Total Record : 10