Articles
11 Documents
Search results for
, issue
"Vol 23 No 1 (2025): Januari"
:
11 Documents
clear
KIAT GURU DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE ROLE PLAYING PADA MATERI KEBERAGAMAN SOSIAL BUDAYA DI INDONESIA DI KELAS V MIS MUHAMMADIYAH HUNGAYO PAYUNGA
Miftha Huljannah, Abdul Wahab Djafar, Lisdawati Muda,
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 23 No 1 (2025): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52266/kreatif.v24i1.3409
Penelitian ini bertujuan untuk kiat guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa melalui metode Role Playing pada pada materi keberagaman sosial budaya di Indonesia kelas V di MIS Muhammadiyah Hungayo Payunga. Metode Role Playing diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Metode penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan di kelas V MIS Muhammadiyah Hungayo Payunga. Penelitian ini menggunakan empat tahap, (1) tahap perencanaan (planning), (2) tahap aksi atau tindakan (acting), (3) tahap Observasi (observing), dan (4) tahap Refleksi (Reflecting). Subjek penelitian ini adalah semua siswa kelas V dengan jumlah siswa 11 orang. Perlakuan yang diberikan kepada subjek penelitian untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran tematik tema keberagaman sosia budaya di indonesia dengan melaksanakan metode Metode Role Playing. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa menggunakan metode Role Playing dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Peningkatan ini dapat dilihat dari penilaian hasil ulangan tema 8 yaitu 69.54% setelah diterapkan pada posttest siklus I penilaian hasil nilai rata-rata 75.90% dan pada siklus II hasil nilai rata-rata meningkat menjadi 85%. Dengan demikian dapat disimpulkan kiat guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa melalui metode Role Playing pada pada materi keberagaman sosial budaya di Indonesia kelas V di MIS Muhammadiyah Hungayo Payunga.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS SIKAP KEPADA GURU DALAM MENINGKATKAN KARAKTER SANTRI DI PONDOK PESANTREN NURUL IKHLAS SIDOARJO
Eli Masnawati, Siti Latifatul Hanim,
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 23 No 1 (2025): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52266/kreatif.v23i1.3517
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi pembelajaran berbasis sikap kepada guru dalam rangka meningkatkan karakter santri di Pondok Pesantren Nurul Ikhlas Sidoarjo. Pembelajaran berbasis sikap merupakan pendekatan pendidikan yang fokus pada pembentukan sikap positif dan karakter moral peserta didik melalui keteladanan dan interaksi sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain pembelajaran yang bersifat holistik dan integratif, yang mencakup ceramah, diskusi, praktik, dan kegiatan ekstrakurikuler, berhasil meningkatkan disiplin, empati, dan kejujuran santri. Selain itu, peran guru sebagai fasilitator yang memberikan contoh nyata sangat berpengaruh dalam proses ini. Evaluasi berkala dilakukan untuk memantau perkembangan karakter santri, meskipun masih terdapat tantangan seperti keterbatasan fasilitas dan perlunya pelatihan tambahan untuk pendidik. Temuan dari penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan pendidikan karakter di pesantren, serta menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis sikap efektif dalam membentuk individu yang bertanggung jawab dan beretika.
ANALISIS MANAJEMEN DAKWAH TERAPI PSIKORELIGIUS SOSIOPATIC DI PONDOK PESANTREN ISTIGHFAR SEMARANG
Susanto, Dedy
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 23 No 1 (2025): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52266/kreatif.v23i1.3817
Penelitian ini membahas analisis manajemen dakwah terapi psikoreligius dalam menangani perilaku sosiopatik di Pondok Pesantren Istighfar, Semarang. Didirikan dengan tujuan membina mantan preman, pesantren ini berupaya membantu mereka meninggalkan perilaku sosiopatik melalui pendekatan psikoterapi religius. Di bawah bimbingan Gus Tanto, santri yang berasal dari kawasan rawan seperti Barutikung, Kebon Harjo, Kaligawe, Tambaklorok, dan Purwosari mendapatkan pembinaan intensif yang menekankan nilai kasih sayang, baik di lingkungan pesantren maupun masyarakat sekitar. Keunikan pesantren ini terletak pada busana serba hitam yang dikenakan para santrinya, yang sebagian besar adalah laki-laki bertubuh gempal dan bertato. Dengan pendekatan dakwah berbasis spiritual, perilaku sosiopatik seperti kriminalitas dan kecanduan narkoba berhasil dicegah dan diatasi. Manajemen dakwah yang diterapkan mencakup tahapan perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengendalian (controlling). Strategi ini berperan penting dalam membentuk kembali santri menjadi individu yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam manajemen dakwah yang diterapkan di Pondok Pesantren Istighfar dalam upayanya mencegah dan mengobati perilaku sosiopatik, sebagai bagian dari dakwah Islam yang menyasar semua lapisan masyarakat, khususnya kelompok rentan.
MODEL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI INTEGRASI DAN INTERKONEKSI
Faridi, Kaharuddin, Tobroni,;
Tobroni, Tobroni;
Faridi, Faridi
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 23 No 1 (2025): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52266/kreatif.v24i1.3920
Artikel ini membahas tentang model pendidikan agama Islam (PAI) melalui integrasi dan interkoneksi. Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kepribadian peserta didik yang sejalan dengan nilai-nilai Islam. Dalam konteks globalisasi dan kompleksitas tantangan zaman, model pendidikan PAI memerlukan pendekatan yang lebih holistik. Artikel ini membahas konsep integrasi dan interkoneksi dalam pendidikan PAI sebagai upaya inovatif untuk mengatasi fragmentasi ilmu dan memperkaya wawasan peserta didik. Pendekatan integrasi menghubungkan nilai-nilai agama dengan ilmu pengetahuan kontemporer, sedangkan interkoneksi menjembatani antara tradisi keislaman dengan kebutuhan praktis kehidupan modern. Model ini bertujuan untuk menciptakan peserta didik yang tidak hanya memahami ajaran agama secara mendalam, tetapi juga mampu menerapkannya dalam konteks sosial, budaya, dan teknologi. Artikel ini menyajikan analisis konseptual tentang potensi, tantangan, dan strategi implementasi model integrasi dan interkoneksi dalam pendidikan PAI. Dengan demikian, tulisan ini diharapkan menjadi kontribusi teoretis yang bermanfaat bagi pengembangan kurikulum dan metode pembelajaran PAI yang relevan dengan kebutuhan zaman
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PKN DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL BUDAYA BIMA
Wahyuningsih, Nurul;
Mahmudah, Husnatul;
Kusumawati, Yayuk;
Maulana, Ikhsan
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 23 No 1 (2025): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52266/kreatif.v24i1.2514
Pendidikan Pancasila merupakan aspek penting dalam pembentukan karakter dan nilai-nilai yang kuat dalam diri individu. Salah satu pendekatan yang efektif dalam mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam pembelajaran Pancasila adalah dengan memanfaatkan kearifan lokal budaya. Sebagai kearifan lokal yang kaya, budaya Bima memiliki nilai-nilai yang relevan dan dapat menjadi sumber inspirasi untuk pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan implementasi pembelajaran Pendidikan Pancasila dengan memanfaatkan kearifan lokal budaya Bima dalam menanamkan nilai-nilai karakter. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dan analisis konten. Berdasarkan penelitian ini, ditemukan bahwa pendekatan yang mengintegrasikan pembelajaran Pancasila dengan kearifan lokal budaya Bima dapat secara efektif meningkatkan pemahaman dan penerapan nilai-nilai karakter pada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran Pendidikan Pancasila dengan pendekatan kearifan lokal budaya Bima memungkinkan siswa untuk menginternalisasi nilai-nilai seperti gotong royong, kejujuran, tanggung jawab, rasa menghargai, dan toleransi. Melalui kegiatan pembelajaran, pembiasaan-pembasaan dan nilai-nilai yang karakter yang terdapat pada budaya Bima, siswa dapat memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
KREATIVITAS GURU DALAM MENANAMKAN SIKAP DISIPLIN MELALUI MANAJEMEN KELAS
Mulyadi, Wahyu;
Maulana, Ikhsan
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 23 No 1 (2025): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52266/kreatif.v24i1.2515
Dewasa ini, permasalahan kehidupan manusia mengalami perubahan yang sangat pesat. Segala macam penyimpangan-penyimpangan terjadi dalam kehidupan manusia yang disebabkan dari berbagai faktor. Penanaman sikap disiplin sangat diperlukan serta diprioritaskan dalam proses belajar mengajar dilingkungan sekolah terutama pada jenjang kelas bawah (SD/MI). Berangkat dari persoalan ini SDN 3 Kore Sanggar mengambil langkah dalam meminimalisir persoalan yang timbul dengan menanamkan serta membina sikap disiplin dalam diri siswa melalui Manajemen kelas. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pengambilan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Setelah melakukan penelitian, peneliti menemukan beberapa bentuk peranan guru dalam menanamkan sikap disiplin melalui manajemen kelas yaitu; memberikan arahan, menjadi motivator, menjadi model atau panutan serta mengelola kelas, memberikan aturan pada kelas IV melalui manajemen kelas. Terlepas bentuk peranan, ada beberapa faktor yang menghambat penanaman sikap disiplin seperti kecenderungan bersikap masabodoh, pergaulan, perilaku dan keterlambatan siswa masuk sekolah. Berdasarkan faktor demikian tentu ada bentuk penguatan dalam menanamkan sikap disiplin yaitu; penguatan motivasi, pendekatan sosio- emosional, pendekatan melalui hukuman dan kerjasama guru.
FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM DALAM KAJIAN AKSIOLOGI SEBAGAI LANDASAN PENDIDIKAN ISLAM
Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi, Nur Lailatul Hidayah lDurrotul Mumtazah
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 23 No 1 (2025): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52266/kreatif.v23i1.3495
Filsafat pendidikan Islam membangun kerangka moral dan etika siswa denganmengintegrasikan ide-ide filosofis Islam. Pendidikan ini berupaya untukmenumbuhkan potensi sosial, moral, dan spiritual selain memberikan informasiintelektual. Sebagai bidang filsafat yang menekankan nilai-nilai, aksiologisangat penting dalam membimbing pendidikan Islam untuk memasukkan etikake dalam aktivitas sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode tinjauanpustaka dengan sumber literatur primer dan sekunder yang relevan.Denganmenggunakan metode ini diyakini pendidikan Islam dapat membuahkan hasil.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa filsafat pendidikan Islam dalamkajian aksiologi sebagai landasan pendidikan islam bertujuan untukmeningkatkan potensi masyarakat dalam berbagai bidang, antara lainintelektual, moral, sosial, dan spiritual, serta mendekatkan manusia kepadaAllah melalui kajian aksiologi. Pengetahuan akademis dan prinsip-prinsipspiritual dipadukan dalam pendidikan Islam untuk memberikan informasi yangbermanfaat bagi dunia dan memperdalam hubungan seseorang dengan Tuhan.
PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: MANFAAT DAN TANTANGAN
Muchlis, Muchlis
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 23 No 1 (2025): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52266/kreatif.v23i1.3518
Seiring dengan perubahan dan perkembangan zaman serta semakin pesatnya globalisasi disegala bidang kehidupan, maka seluruh sektor masyarakat harus mampu bertransformasi menuju digitalisasi disegala aspek, salah satunya adalah duni pendidikan. Di antara hasil perkembangan teknologi yang semakin canggih adalah hadirnya artificial intelligence. Kecerdasan buatan (AI) telah membawa perubahan besar dalam banyak aspek kehidupan manusia. Pendidikan Islam sebagai salah satu bidang yang terkena dampak juga mengalami perubahan signifikan dalam hal metode pengajaran dan pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana manfaat dan tantangan penggunaan artificial intelligence dalam pendidikan Islam dan bagaimana hal ini berpengaruh dalam proses pembelajaran di institusi pendidikan Islam.
HUBUNGAN KREATIVITAS DENGAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA DI MADRASAH ALIYAHH AL-HUSAINY KOTA BIMA
Ilfayati, Nur;
Ibrahim, Ibrahim
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 23 No 1 (2025): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52266/kreatif.v24i1.3947
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan mengetahui data-data empirik mengenai hubungan prestasi belajar dan kreativitas siswa dengan kecerdasan emosional secara terpisah maupun simultan. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode survei dengan pendekatan korelasional terhadap data-data kuantitatif yang diperoleh dari objek penelitian yaitu Siswa Madrasah Aliyah (MA) Al-Husainy Kota Bima. Sampel penelitian ini sebanyak 100 responden dari total populasi 129 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, dokumentasi, dan kuesioner. Jenis analisis yang digunakan adalah analisa korelasi dan regresi yang dijabarkan secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan cukup signfikan antara kreativitas siswa dengan kecerdasan emosi siswa di Madrasah Aliyah Al-Husainy Kota Bima yang tunjukkan dengan nilai Sig. (1 tailed) = 0,000 lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05). Dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,447 dan koefisien determinasi (R2) sebesar 20 %. Bentuk hubungan ditunjukkan dengan persamaan regresi Ŷ = 73,426 + 0,435 X, dapat dibaca bahwa setiap kenaikan 1 poin Kreativitas Siswa (X) akan diikuti kenaikkan Kecerdasan Emosional (Y) sebesar 0,435 poin
PERAN GURU PAI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QURAN MELALUI METODE IQRO
Missouri, Randitha;
Alamin, Zumhur;
Mayada, Mayada;
Safitriani, Nurinsa
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 23 No 1 (2025): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52266/kreatif.v23i1.3954
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru PAI dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran melalui penerapan metode Iqro di MTs. Al-Huda Kilo-Nusa Tenggara Barat. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan subyek penelitian yaitu siswa kelas IX MTs. Al-Huda Kilo tahun ajaran 2024/2025. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru PAI dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran sangat membantu siswa. Guru berperan sebagai pembimbing utama yang tidak hanya mengajarkan cara membaca Al-Qur'an, tetapi juga membangun fondasi kecintaan terhadap kitab suci dalam diri siswa. Guru PAI memperkenalkan metode Iqro kepada siswa, yang dimulai dari pengenalan huruf-huruf hijaiyah, tanda baca, dan harakat. Namun, cara mengajar guru PAI kurang efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa membaca Al-Quran. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata kemampuan siswa membaca Al-Quran belum sesuai tajwid. Hal ini disebabkan karena guru hanya menggunakan metode Iqro dalam pembelajaran Al-Quran, sehingga siswa merasa bosan mengikuti kegiatan pembelajaran Al-Quran. Peneliti menyarankan agar menggunakan metode lain dalam mempelajari Al-Quran seperti metode talaqqi, musyafahah, atau menggabungkan kedua metode tersebut agar siswa lebih semangat dan antusias mempelajari Al-Qur’an.