cover
Contact Name
Dr. Ir., Nurtati Soewarno, M.T
Contact Email
nurtati@itenas.ac.id
Phone
+6222-7272215
Journal Mail Official
terracotta@itenas.ac.id
Editorial Address
Tata Usaha Prodi Arsitektur Institut Teknologi Nasional Bandung - Itenas Gedung 17 Lantai 1 Jl. P.H.H. Mustofa No 23 Bandung - Jawa Barat 40124
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA
ISSN : -     EISSN : 27164667     DOI : https://doi.org/10.26760/terracotta
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA adalah Jurnal Ilmiah yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan pengembangan teknologi dalam bidang-bidang utama : Perancangan Arsitektur (gedung), Stuktur dan Konstruksi, Teknologi Bangunan, Perencanaan Kota dan Asitektur Kota, Perumahan dan Permukiman, serta Teori-Metoda dan Sejarah Arsitektur.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2021)" : 6 Documents clear
Penilaian Greenship GBCI Dalam Penerapan Reuse Material Di Café Day N Nite Bandung Agung Prabowo Sulistiawan
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v2i1.4342

Abstract

AbstrakPenerapan penggunaan kembali barang bekas (reuse material) sebagai bahan bangunan di Indonesia menjadi sebuah upaya dalam mewujudkan arsitektur ramah lingkungan. Salah satu contoh penggunaan material bekas yaitu penggunaan material peti kemas atau kontainer bekas. Peti kemas bekas sangat mungkin dijadikan unit dasar dalam perencanaan dan perancangan arsitektur hunian maupun komersial. Peti kemas bekas mungkin bukan termasuk limbah yang merusak lingkungan, karena peti kemas bekas dapat digunakan kembali (reuse), dan didaur ulang (recycle). Oleh karena itu, material peti kemas yang digunakan kembali pada bangunan, menjadikan bangunan yang unik dan ramah lingkungan serta membantu melestarikan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menilai bangunan Cafe Day n Nite Bandung yang menggunakan material peti kemas bekas berdasarkan kriteria Sumber dan Siklus Material pada Greenship Green Building Council Indonesia (GBCI). Dalam penelitian ini metodologi penelitian yang digunakan adalah metodologi kualitatif berupa survey lapangan dan wawancara. Analisa yang dilakukan merujuk pada kriteria Sumber dan Siklus Material menurut Greenship GBCI yang meliputi Refrigeran Foundamental, Penggunaan Gedung dan Material Bekas, Material Ramah Lingkungan, Penggunaan Refrigeran tanpa ODP, Kayu Bersertifikat, Material Prafabrikasi, dan Material Regional. Berdasarkan hasil analisa dapat disimpulkan bahwa Cafe Day n Nite Bandung memenuhi total presentase sebesar 79% penilaian berdasarkan kriteria Sumber dan Siklus Material pada Greenshp GBCI.Kata kunci: reuse material, peti kemas, ramah lingkungan ABSTRACTThe application of reuse of materials as building materials in Indonesia is an effort to create environmentally friendly architecture. One example of using used materials is the use of used container. Used containers are very likely to be used as a basic unit in planning and designing residential and commercial architecture. Used containers may not include waste that damages the environment, because used containers can be reused and recycled. Nonetheless, container materials that are reused in buildings can make a building unique and environmentally friendly and help preserve the environment.The purpose of this study is to identify and assess the Cafe Day n Nite Bandung buildings that use used container materials based on the Sources and Material Cycle criteria at the Greenship Green Building Council Indonesia (GBCI). In this study, the research methodology used is a qualitative methodology in the form of field surveys and interviews. The analysis was carried out from the criteria for Source and Material Cycles according to the GBCI Greenship including Foundamental Refrigerants, Use of Building and Used Materials, Environmentally Friendly Materials, Use of Refrigerants without ODP, Certified Wood, Prefabricated Materials, and Regional Materials. Based on the results of the analysis, it can be concluded that Cafe Day n Nite Bandung fulfills a total percentage of 79% of the assessment based on the Sources and Material Cycle criteria at Greenshp GBCI.Keywords: reuse material, used container, environmentally friendly
Permeabilitas Dan Konektifitas Pada Pola Jaringan Jalan Kawasan Hunian Cihapit Bandung Dian Duhita Permata
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v2i1.4276

Abstract

AbstrakKawasan Cihapit Bandung merupakan kawasan hunian yang telah dibentuk sejak tahun 1920-1925 yang ditata menarik dengan pola jaringan jalan ‘organic grid’. Kawasan yang awalnya diperuntukkan bagi pegawai menengah ke bawah ini telah dilengkapi dengan fasilitas hunian, pasar, pertokoan, dan ruang terbuka hijau. Seiring berjalannya waktu, kawasan Cihapit saat ini tidak mengalami banyak perubahan  terkait pola jaringan jalan. Pola jaringan jalan yang terhubung satu dengan lainnya serta persimpangan-persimpangan yang berjarak 800 meter menghasilkan kawasan ini cukup nyaman untuk diakses. Beberapa koridor jalan berfungsi sebagai penghubung menuju kelas jalan yang lebih besar sehingga kawasan ini seringkali menjadi akses alternatif. Kehadiran pasar Cihapit berperan penting terhadap fungsi komersial serta kegiatan penunjang pada kawasan. Meningkatnya kebutuhan terhadap lahan, mengakibatkan berkurangnya ruang terbuka hijau pada kawasan yang berfungsi sebagai node serta beralih fungsi menjadi pelayanan umum. Penelitian ini menganalisis mengenai permeabilitas serta konektifitas pada pola jaringan jalan di  kawasan Cihapit Bandung terkait dengan  kondisi tata guna lahan serta klasifikasi jalan.  Kondisi tata guna lahan dibandingkan pada dua periode yaitu tahun 1933 dan 2015 sehingga dapat disimpulkan perubahannya.  Sedangkan klasifikasi jalan kawasan Cihapit dianalisis secara detail pada setiap koridor baik dimensi maupun elemen pendukungnya termasuk kondisi drainase, jalur pedestrian, dan vegetasi. Kata kunci : Cihapit, klasifikasi jalan, permeabilitas dan konektifitas, pola jaringan jalan. AbstraCTThe Cihapit Bandung area is a residential area that has been formed since 1920-1925 which is arranged attractively with an "organic grid" road network pattern. The area, which was originally intended for middle to lower class employees, has been equipped with residential facilities, markets, shops, and green open spaces. Over time, the Cihapit area has not changed much either to the street network pattern. The street network pattern that is connected to each other and intersections less than 2.6 km2 becomes this area quite convenient to access. Several street corridors function as a link to a larger street classification so that this area is often alternative access. The presence of the Cihapit Market participate in commercial functions and supporting activities in the area. The increasing need for land has resulted in a reduction in green open space in areas that function as nodes and switching functions to public services. This research analyzes the permeability and connectivity of the street network patterns in the Cihapit Bandung area related to land use conditions and street classification. Land use conditions were compared in two periods, namely 1933 and 2015 so that the changes can be concluded. Meanwhile, the street classification of the Cihapit area is analyzed in detail for each corridor, both dimensions and supporting elements of the corridor, including drainage conditions, pedestrian paths, and vegetation. Keywords: Cihapit, street classification, permeability and connectivity, street network..
Photogrammetry dalam Perancangan: Pemetaan dan Pemodelan Kawasan Desa Wisata Nitih Indra Komala Dewi
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v2i1.4292

Abstract

ABSTRAKPemetaan kawasan dalam bentuk model yang terukur dengan memanfaatkan teknologi digital dapat mempermudah proses pencitraan kawasan Desa Wisata dan mempermudah dalam proses desain. Artikel mengkaji mengenai studi kelayakan pemodelan visual tiga dimensi (3D) berbasis foto pada lingkup kawasan dengan objek studi Kampung Wisata Rotan Galmantro, Desa Tegalwangi, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon. Desa wisata ini dipilih karena merupakan bagian dari wilayah pengembangan desa wisata Rotan Galmantro yang memiliki potensi dan dapat dikembangkan sebagai sentra Kampung Wisata yang terletak kurang lebih 12km dari kota Cirebon. Beberapa tahapan dilakukan dalam proses pemetaan kawasan ini, antara lain: (1) Tahap pertama melakukan persiapan sebelum proses pemodelan dilakukan, diantara mempersiapkan alat berupa drone dengan spesifikasi kamera 4K, pemilihan program yang akan digunakan untuk pemotretan, pemilihan teknik pengambilan foto, perencanaan cakupan luas wilayah pengukuran; (2) Tahap kedua melakukan proses pengecekan kondisi lapangan, kalibrasi drone sebelum penerbangan, pemotretan kawasan, pemeriksaan hasil pengambilan gambar, pengolahan foto udara menjadi data kawasan, kalibrasi ukuran dan pemodelan 3D. Hasil pemodelan tiga dimensi bagian dari kawasan Kampung Rotan Galmantro menggunakan teknologi photogrammetry memberikan hasil pemodelan visual tiga dimensi kawasan dengan akurasi yang baik, sesuai dengan kondisi eksisting tanpa harus membuat 3D model dari awal. Proses Perancangan menjadi lebih mudah dan efektif.Kata kunci: Pemodelan 3D Kawasan, Pemodelan Eksisting, Photogrammetry,   ABSTRACTMapping the area in the form of a scalable model using digital technology can simplify the process of imaging the Tourism Village area and simplify the design process. This article examines the feasibility study of a photo-based three-dimensional visual modelling (3D) in the area of the object of study in Kampung Wisata Rotan Galmantro, Tegalwangi Village, Weru sub-district, Cirebon District. This tourist village was chosen because it is part of the development area of the Galmantro Rotan tourism village which has potential and can be developed as a tourism village center which is located approximately 12 km from the city of Cirebon. Several stages were implemented in the process of this area, including (1) The first stage, preparations before the modelling process was performed, includes prepared a tool in the form of a drone with 4K camera specifications, selected the program to be used for shooting, selected photo-taking techniques, planned the wide-area coverage measurement; (2) The second stage, arranged the process of checking field conditions, calibrated the drone before the flight, took pictures, aerial photographs process into data area, size calibration and 3D modelling. The results of three-dimensional modelling of the Galmantro Rattan Village area using photogrammetric technology provide three-dimensional visual modelling of the area with accurate results, according to existing conditions without having to create a 3D model from scratch. The design process becomes easier and more effective in terms of time, cost and labour.Keywords: 3D Area Modeling, Existing Modeling, Photogrammetry
Fasilitas Ruang Khusus Pada Sekolah Inklusi Binar Indonesia (Bindo) di Bandung Mamiek Nur Utami; Wahyu Buana Putra
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v2i1.4289

Abstract

ABSTRAK     Diterbitkannya Rencana Induk Pengembangan Pendidikan Inklusif Tingkat Nasional Tahun 2019 – 2024, memperkuat keinginan pemerintah dalam membuat konsep sekolah pendidikan inklusi. Sekolah Inklusi merupakan sebuah pelayanan pendidikan dimana Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) belajar bersama satu ruang dengan anak normal. Mereka belajar bersama, meskipun kemungkinan materi yang diberikan berbeda. Saat ini belum ada standar fasilitas kebutuhan ruang untuk sekolah inklusi. Penelitian ini menganalisa kebutuhan ruang, persyaratan ruang sekolah yang dapat mendukung proses belajar pada sekolah inklusi. Analisa kebutuhan ruang untuk sekolah inklusi ini berdasarkan karakteristik umum yang terdapat pada anak lamban belajar, kesulitan belajar, autis dan Attention Deficit Hyperactive Disorder (ADHD). Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah metodologi kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sekolah inklusi harus memiliki ruang-ruang khusus yang merupakan bagian dari penanganan anak-anak berkebutuhan khusus, ruang tersebut memiliki persyaratan ruang yang spesifik sesuai dengan karaktek anak yang ditangani. Ruang khusus tersebut diantaranya: (a) Ruang Belajar Individu yang digunakan untuk anak belajar bersama guru secara individual atau bisa juga secara kelompok dengan jumlah siswa terbatas, yaitu maksimum 5 siswa, (b) Ruang Renung dibutuhkan untuk anak yang sedang mengamuk atau tantrum berat, (c) Ruang konsultasi dipergunakan untuk orang tua berkonsultasi dengan  guru , psikolog dan pedagog di sekolah.Kata kunci: inklusi, anak berkebutuhan khusus (ABK), metode kualitatif deskriptif, ruang-ruang khusus. AbstraCTThe issuance of the National Level Inclusive Education Development Master Plan for 2019-2024, strengthens the government's desire to conceptualize inclusive education schools. Inclusive School is an educational service where children with special needs (ABK) study in one room with normal children. They studied together, even though the material might be different. Currently, there are no standard facilities for the space requirements for inclusive schools. This study analyzes space requirements and school space requirements that can support the learning process in inclusive schools. The analysis of space requirements for inclusive schools is based on general characteristics found in slow learners, learning difficulties, autism and Attention Deficit Hyperactive Disorder (ADHD). The method used in this research is descriptive qualitative methodology. The results of this study indicate that inclusive schools must have special rooms which are part of the handling of children with special needs, these spaces have specific space requirements in accordance with the characteristics of the children being handled. These special rooms include: (a) Individual Study Rooms which are used for children to study with the teacher individually or in groups with a limited number of students, namely a maximum of 5 students, (b) The Reflection Room is needed for children who are raging or heavy tantrums, (c) The consultation room is used for parents to consult with teachers, psychologists and pedagogues in schools.Keywords: inclusive, special needs student, descriptive qualitative method, special rooms
Perubahan Pola Parkir Akibat Penambahan Fungsi Bangunan di Kawasan Paskal Hypersquare di Kota Bandung Dewi Parliana
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v2i1.4314

Abstract

AbstrakPerubahan  tatanan fungsi dan massa bangunan yang diakibatkan oleh perluasan pada sebuah kawasan kota akan mengakibatkan perubahan pada fungsi lainnya, diantaranya fungsi parkir. Penelitian ini akan mengkaji mengenai perubahan kawasan Paskal 23 di Kota Bandung Indonesia yang berkaitan dengan parkir serta aspek – aspek yang menunjang parkir lainnya yaitu perabot jalan. Paskal 23 awalnya adalah kawasan pertokoan berupa deretan ruko 23 Paskal Shopping Center berlokasi di kawasan one stop business strategis di pusat kota Bandung. Tujuan penulisan ini adalah mengidentifikasi transformasi pada elemen-elemen fisik yang difokuskan pada parkir, perabot jalan yang berpotensi membentuk kawasan Paskal Hypersquare. Metode yang digunakan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik observasi lapangan, pendekatan studi dengan morfologi kota, dan dilihat secara diakronik, yaitu menganalisis transformasi parkir, dan perabot jalan, pada kawasan Paskal Hypersquare berdasarkan data sebelum hingga sesudah Mall 23 Paskal dibangun. Data-data diperoleh dari observasi langsung ke wilayah penelitian dan observasi pustaka lain, serta pembahasan yang bersifat deskriptif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan  transformasi elemen-elemen fisik kota terkait Parkir adalah adanya penambahan parkir pada Mall 23 Paskal. Terkait perabot jalan dapat disimpulkan bahwa setelah Mall 23 Paskal dibangun ada penambahan elemen fisik yang mendukung pada pencapaian ke arah Mall 23 Paskal. Elemen parkir dan perabot jalan sangatlah berpengaruh terhadap pembentuk kawasan di Paskal Hypersquare. Elemen fisik pembentuk kawasan Paskal Hypersquare telah memenuhi aspek perencanaan sebuah kawasan.Kata Kunci: Transformasi, Parkir, Perabot jalan, Paskal Hypersquare, ABSTRACTThe development of malls in the city of Bandung undergo a transformation. A total of nine mall (rental and strata) new period 2014 to 2017 One of the malls is 23 Paskal Shopping Center located in one stop strategic business area in downtown Bandung. The purpose of this paper is to identify the transformation of physical elements which is focused on parking, street furniture that potentially form the Paskal Hypersquare area. The method use qualitative research method with field observation technic, morphology of the city study approach, and seen diacronically, i.e analyzing the transformation of parking, street furniture, and signage at Paskal Hypersquare area based on data before and after Mall 23 Paskal is built. The data are obtained from direct observation to research area and other literature observation, as descriptive discussion. From the results of the study can be concluded that the overall transformation of physical elements of the city, according to parking there the addition of parking at Mall 23 Paskal. Related Street Furniture can be concluded that after Mall 23 Paskal built there is addition of physical elements that support the achievement toward the Mall 23 Paskal. Elements Parking, Street Furniture, and Signage is very influential on the forming of the area in Paskal Hypersquare. Physical element forming Paskal Hypersquare area has met the aspect of planning as a shopping mall.Keywords: Transformation, Parking, Street Furniture, Hypersquare Paskal,
Pengaruh Penggunaan Material Bambu Terhadap Fasad Bangunan Amfiteater Taman Buah Mekarsari Bogor Ardhiana Muhsin
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v2i1.4315

Abstract

AbstrakSeiring dengan isu lingkungan yang berkembang di Indonesia saat ini, arsitek diharapkan dapat menciptakan bangunan dengan material yang ramah lingkungan dan terbarukan. Efisiensi penggunaan material bangunan sangat diperlukan guna mempertahankan sumber daya alam yang ada di negara ini. Salah satu material yang ramah lingkungan serta mudah didapatkan di Indonesia yaitu material bambu. Bambu memiliki beberapa keunggulan dibanding kayu yaitu memiliki masa pertumbuhan yang cepat. Bambu, dalam waktu lima tahun sudah dapat dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi bangunan, dapat dilengkungkan karena memiliki elastisitas, serta memberikan nilai dekoratif yang tinggi. Fasad secara arsitektural dapat diartikan kulit terluar/ selubung yang mencerminkan wajah bangunan. Umumnya bagian badan memiliki porsi terbesar karena bidang ini mudah terlihat dan diolah dengan banyak ragam desain namun pada arsitektur bambu bagian yang lebih mendominasi adalah kepala yang direpresentasikan berupa atap. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Bagian yang dianalisis di antaranya adalah kriteria desain bangunan yang dapat mengatasi problematika material bambu di lokasi iklim tropis, karakteristik dan penggunaan material pada bangunan yang menggunakan bambu yang pada akhirnya menentukan ekspresi dan karakter, serta komposisi fasad bangunan yang menggunakan bambu. Hasil akhir diketahui faktor-faktor tersebut ternyata memang mempengaruhi tampilan fasad bangunan bambu secara keseluruhan yang umumnya didominasi oleh atap bangunan.Kata kunci: arsitektur, ramah lingkungan, material, fasad AbstraCTAlong with environmental issues that are currently developing in Indonesia, architects are expected to be able to create buildings with environmentally friendly and renewable materials. Efficient use of building materials is needed in order to maintain the natural resources that exist in this country. One of the materials that are environmentally friendly and easily available in Indonesia is bamboo material. Bamboo has several advantages over wood which is that it has a fast growth period. Bamboo, within five years can be used as a building construction material, can be bent because it has elasticity and provides high decorative value. Architecturally, the facade can be interpreted as the outer shell / sheath that reflects the face of the building. Generally, the body part has the largest portion because this area is easily visible and processed with a variety of designs, but in bamboo architecture, the part that dominates is the head which is represented in the form of a roof. The research method used is qualitative with a case study approach. The sections analyzed include building design criteria that can overcome the problems of bamboo material in tropical climatic locations, the characteristics and use of materials in buildings using bamboo, which ultimately determine the expression and character and composition of building facades using bamboo. The final result is that these factors actually influence the appearance of the bamboo building facades as a whole which is generally dominated by the roof of the building.Keywords: architecture, environmental friendly, material, facade

Page 1 of 1 | Total Record : 6