cover
Contact Name
Nanis Hairunisya
Contact Email
nanis.hairunisya@stkippgritulungagung.ac.id
Phone
+6282143247279
Journal Mail Official
inspirasi@stkippgritulungagung.ac.id
Editorial Address
STKIP PGRI Tulungagung Jalan Major Sujadi Timur 7, Plosokandang, Kedungwaru Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66229 Telepon : (0335) 32142
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
INSPIRASI (JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL)
Published by STKIP PGRI Tulungagung
ISSN : 19072015     EISSN : 26863456     DOI : http://dx.doi.org/10.29100/insp
The management team received scientific papers both in the form of research results and thought results in IPS education Âand social science.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2 (2018)" : 8 Documents clear
ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA KELAS IV SDN KENDALREJO 01 TAHUN PELAJARAN 2017/2018 fajrin, ria
INSPIRASI : JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/insp.v15i2.901

Abstract

Mathematics is one of the main subjects taught starting from elementary school level. Most students do not like math lessons, resulting in low learning outcomes. This study aims to (1) Describe the types of difficulties experienced by students in solving the story problems in grade 4 students of SDN Kendalrejo 01, and (2) Knowing and describing what factors cause students having difficulty in solving the story problem in the students grade IV SDN Kendalrejo 01.               Research method using qualitative research type with case study approach. Data obtained from the results of mathematical tests materisoal stories, data hadil observation, and data interviews. For the data source used all students of class IV SDN Kendalrejo 01 which amounted to 21 students. The instruments used in the research are test, observation, and interview.               The result of the research shows the factors that cause the students having difficulties in solving the matrix problems include internal factors and external factors. Internal factors, (1) Students are less able to understand each question in the test questions so that the answers from students deviate from the questions that have been asked, (2) Students assume that math is the most difficult lesson so that students are lazy to think and thoroughly in doing the problem, in adding or subtracting in the concept of story, (3) Students feel less able to focus every problem in the lesson, focus on listening when the teacher explains, not paying attention when the teacher writes on the board so that students will find it difficult after giving them the problem to do it yourself. External factors, (1) Teachers are too patient to be less appropriate with the expected students, (2) The class situation is noisy due to the lack of student responses during the learning process, (3) Teachers are less able to understand what students want in the learning process in the classroom, (4) lack of spirit of learning and encouragement from parents at home to learn, (5) too much time playing outside so less time to learn. 
PENERAPAN MODEL BLENDED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS WEB PADA MATERI PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA DENGAN PENDEKATAN KONSTEKTUAL TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPS ariek tri ariani
INSPIRASI : JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/insp.v15i2.907

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1). Untuk mengetahui  PenerapanModel Blended Learning dalam Pembelajaran Berbasis Web pada Materi Perubahan Sosial Budaya  dengan Pendekatan Kontekstual. 2).  Untuk mengetahui  Penerapan Model Blended Learning dalam Pembelajaran Berbasis Web pada Materi Perubahan Sosial Budaya terhadap Motivasi Belajar Siswa. 3). Untuk mengetahui Penerapan Model Blended Learning dalam Pembelajaran Berbasis Web pada Materi  Perubahan Sosial Budaya  terhadap Hasil Belajar Siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif,Sedangkan menurut Bogdan dan Taylor (1975) dalam buku Moleong (2004:3) mengemukakan metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. yang terdiri dari dua siklus dan tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan,observasi, refleksi dan evaluasi. Subjek penelitian sebanyak 42 siswa dengan jumlah siswa laki-laki 25 siswa dan siswa perempuan 17 siswa. Pengumpulan data dilaksanakan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan pendekatan kualitatif, dengan caramendeskripsikan data hasil observasi selama pelaksanaan penelitian. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa persentase motivasi dan hasil belajar  pada pembelajaran IPS telah mencapai target yang ditentukan. Pada siklus I pertemuan pertama rata-rata skor motivasi dan hasil belajar kurang baik , 51,8  dan pada pertemuan kedua rata-rata skor meningkat menjadi 66,6. Rata-rata skor motivasi dan hasil belajar yang meliputi :( keaktifan, rajin, tekun, tanggung jawab , mengerjakan tugas tepat waktu sehingga hasil belajar rata-rata skor 66,6 ) siklus I  rata-rata2 skor mencapai 59,2. Pada siklus II meningkat, pada pertemuan pertama rata-rata skor  meningkat mencapai 72,4 dan pada pertemuan kedua rata-rata skor meningkat menjadi 86,2. Rata-rata meningkat  siklus II menjadi 79,3 Pada siklus II,  penelitian  dihentikan karena rata-rata skor sudah tercapai. Kesimpulan penelitian yang diperoleh adalah Penerapan Model Pembelajaran Blended Learning Berbasis Web pada Materi PerubahanSosial Budaya dengan Pendekatan Kontekstual terhadap Motivasi dan Hasil Belajar IPS (  Pada siswa kelas IX  SMPN 2 Campurdarat, Kabupaten Tulungagung)
PENINGKATAN MOTIVASI DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN TEBAK KATA PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS VII Eny Suyanti
INSPIRASI : JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/insp.v15i2.905

Abstract

Proses kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran IPS Kelas VII ASMPN 1 Rejotangan masih belum terlaksana dengan baik, hal tersebut dilihat dari aktivitas siswa yang kurang pada saat proses pembelajaran. Motivasi dan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VII SMPN 1 Rejotangan  cenderung masih rendah. Hal tersebut disebabkan pembelajaran IPS monoton dan kurang adanya variasi. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui peningkatkan motivasi dan aktivitas belajar siswa melalui metode pembelajaran Tebak Kata pada mata pelajaran IPS di SMPN 1 Rejotangan  karenamotivasi dan aktivitas belajar siswa di kelas VII A SMP N 1Rejotangan masih rendah.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIA SMPN 1 Rejotangan. Penelitian ini berlangsung dalam 3 siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket, dan catatan lapangan. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif dan teknik analisis data angket. Keabsahan data menggunakan triangulasi metode, yaitu dengan membandingkan hasil wawancara, observasi, angket, dan catatan lapangan. Kriteria keberhasilan dalam penelitian ini adalah apabila tingkat motivasi dan aktivitas belajar siswa mencapai 75% dan apabila 75% dari siswa kelas VIIA memiliki nilai minimal 75 (KKM) pada mata pelajaran IPS.Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Penerapan metode pembelajaran Tebak Kata dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya peningkatan pada setiap siklus. Siklus I motivasi belajar siswa adalah 69%. Pada siklus II meningkat sebesar 3 % menjadi 72%, dan pada siklus III meningkat sebesar 5% sehingga menjadi 77%. Hal ini berarti motivasi belajar siswa telah melampaui kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan yaitu 75%; 2) Penerapan metode pembelajaran Tebak Kata dapat menigkatkan aktivitas belajar siswa. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya peningkatan pada setiap siklus. Siklus I aktivitas belajar siswa adalah 67%, siklus II mengalami peningkatan sebesar 4% menjadi 71%, dan pada siklus III mengalami peningkatan sebesar 6% menjadi 77%. Hal tersebut berarti menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa telah melampaui kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan yaitu 75%.
HUBUNGAN MINAT, MOTIVASI DAN KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI KELAS XI AKUNTANSI SMKN 1 BOYOLANGU atih wilupi
INSPIRASI : JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/insp.v15i2.407

Abstract

Di kelas XI Akuntansi SMKN 1 Boyolangu ditemukan sebagian siswa kurang berminat, kurang termotivasi,  kemandirian  mereka  ditemukan  kurang  dalam  kegiatan  belajar  mengajar,  di  samping  itu melihat dari prestasi siswa ada yang kurang sehingga penulis tertarik untuk mengadakan penelitian. Dari penemuan hal tersebut hipotesis yang penulis sajikan adalah untuk menjawab masalah: Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara minat belajar, motivasi belajar, kemandirian  belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas XI Akuntansi SMKN 1 Boyolangu?. Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1) Ada hubungan yang signifikan antara minat belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas XI Akuntansi SMKN 1 Boyolangu. Hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikan sebesar 0,000. 2) Ada hubungan yang signifikan antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas XI Akuntansi SMKN 1 Boyolangu. Hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikan sebesar  0,013. 3) Ada hiubungan yang signifikan antara kemandirian belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas XI Akuntansi SMKN 1 Boyolangu . Hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikan sebesar 0,032. 4) Ada hiubungan yang signifikan antara minat belajar, motivasi belajar dan kemandirian belajar  terhadap prestasi belajar siswa kelas XI Akuntansi SMKN 1 Boyolangu. Hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikan sebesar 0,000.
PENGARUH PENGGUNAAN METODE PENGAKUAN PENDAPATAN TERHADAP PENETAPAN BESARNYA LABA PADA PT. PLN (PERSERO) AREA PELAYANAN DAN JARINGAN CIMAHI JAWA BARAT dewi endah fajarina
INSPIRASI : JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/insp.v15i2.909

Abstract

Abstrack: Every company needs an accurate accounting information to determine the policies that will be the company to get an accurate accounting information required careful recording of transactions, can be accounted for, and in accordance with accepted accounting principles in Indonesia. PT PLN (Persero) and Network Service Area Cimahi as a business entityorlimited company requires an accurate accounting information erived from transaction records that can be accounted for, for the purposes of the Income Method of recording required. Accountable and profitable for the company because it is necessary for the calculation of the financial statements with Revenue Recognition Methods. From these calculations is expected to obtain a revenue recognition method which is really beneficial for the company. The method used is an associative analysis method that aims to find there a causal influence of one variable with another variable, which is cause and effect. The study population is the data related to the company's revenue, the data collected through observation and interviews document study. Taking into account the results of this study concluded that PT PLN (Persero) Revenue Recognition Method using the Accrual Basis and have been implemented in accordance with accepted accounting principles in Indonesia. Goodness Accrual Basis method is able to record income and expenses received in advance or accrued. While the influence of the method of determining the amount of revenue recognition profit amounted to 0,998. Furthermore, a significant difference between the recognition of revenue and the profits that t = 20.768 t consulted with a 5% error table to test the two parties and df (degrees of freedom) = (n-2) = 2, in order to obtain the t table = 4.303 means that t is greater than t table (20.768 4.303). This condition allows the financial statements prepared in accordance with the actual conditions of the company and with accurate data. To maintain the accuracy of accounting records, it is advisable totighteninternal controls in accord an cewith the applicable provisions in accounting.
PENGARUH PEMBELAJARAN NUMBERED HEAD TOGETHERDAN TALKING STICKTERHADAP HASIl BELAJAR IPS Wijayanti Lidya
INSPIRASI : JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/insp.v15i2.898

Abstract

AbstrakPenelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan perbedaan pembelajaran numbered head together dan talking stick. Rancangan penelitian yang digunakan adalah posttest-Only Control Group design. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 348 siswa.Teknik pengambilan sampling menggunakancluster Random Sampling.Penelitian ini menggunakan Sampel tiga kelas. Metode pengumpulan data menggunakan tes dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji regresi sederhana dan Uji Independent Sample Ttest dengan menggunakan bantuan SPSS 21.0.Hasil penelitianada pengaruh yang signifikan antara:(1)pembelajaran Number Head Togetherterhadap hasil belajar IPS ditunjukkan dengan perolehan thitung2,671ttabel2,042(2).pembelajaran Talking Stick terhadap hasil belajar IPS dengan perolehan thitung4,448 ttabel2,042. Hasil penelitian ada perbedaan yang signifikan antara:(3) pembelajaran tradisional dengan pembelajaran Number Head Together ditunjukkan dari perolehanthitung5,605ttabel1,990(4) pembelajaran tradisional dengan pembelajaran Talking Stick ditunjukkan dari perolehan thitung2,363ttabel1,990(5) pembelajaran Number Head Together dengan Talking Stick ditunjukkan dari perolehan thitung3,439ttabel1,990.
PERAN GURU IPS DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK (Study Multi Situs Di MTsN Tulungagung Dan MTsN Karangrejo) agus suhartono
INSPIRASI : JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/insp.v15i2.908

Abstract

This study aimed to describe the role of teachers IPS in create the character of students as educator,motivator, fasilitator, informator, konselor and evaluator.  method used was qualitative research based on discussion, it included as descriptive research using multi sites study.  The data collection techniques are participant observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was done starting from the reduction  , the presentation  , and conclusions. To test the validity carried out triangulation. The create character religius, honest,  discipline, demokratic, holy land love, pay attention and responsible of students in MTsN Tulungagung and MTsN Karangrejo apply  theory interaksionalisme simbolic by coley, blumer, Blumstein, George Herbert Mead   dan Manfred Kuhn.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) DENGAN KUIS WHO WANTS TO BE A MILLIONAIRE TERHADAP HASIL BELAJAR IPS DAN MOTIVASI SISWA SMP NEGERI 1 BOYOLANGU wulandari, tria septy
INSPIRASI : JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/insp.v15i2.913

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS dan motivasi siswa yang menggunakan model pembelajaran TGT dengan kuis who wants to be a millionaire dibandingkan dengan siswa pada kelas kontrol. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi experimental dengan nonequivalent control group design.Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 1 Boyolangu terdiri atas kelas VII A – VII I. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII G yang berjumlah 36 siswa sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VII E yang berjumlah 32 sebagai kelas kontrol. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan secara acak. Hal ini dikarenakan seluruh kelas VII memiliki rata-rata yang relatif sama sehingga seluruh kelas bisa dijadikan kelas kontrol dan eksperimen.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang menggunakan model pembelajaran TGT dengan kuis who wants to be a millionare mencapai 75,89 dibandingkan pembelajaran pada kelas kontrol yaitu 71,69. Kedua, ada perbedaan motivasi belajar antara siswa yang menggunakan model pembelajaran TGT dengan kuis who wants to be a millionare yaitu  86,28 dibandingkan pembelajaran pada kelas kontrol yaitu 82,84.

Page 1 of 1 | Total Record : 8