cover
Contact Name
Nanis Hairunisya
Contact Email
nanis.hairunisya@stkippgritulungagung.ac.id
Phone
+6282143247279
Journal Mail Official
inspirasi@stkippgritulungagung.ac.id
Editorial Address
STKIP PGRI Tulungagung Jalan Major Sujadi Timur 7, Plosokandang, Kedungwaru Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66229 Telepon : (0335) 32142
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
INSPIRASI (JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL)
Published by STKIP PGRI Tulungagung
ISSN : 19072015     EISSN : 26863456     DOI : http://dx.doi.org/10.29100/insp
The management team received scientific papers both in the form of research results and thought results in IPS education Âand social science.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1 (2019)" : 7 Documents clear
PERBEDAAN PENGGUNAAN PEMBELAJARAN PROBLEM BASE LEARNING (PBL) DAN JIGSAW TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATA PELAJARAN IPS PADA SISWA KELAS XII KOMPETENSI KEAHLIAN KEPERAWATAN SMKN 1 REJOTANGAN TULUNGAGUNG TAHUN PELAJARAN 2017-20 UMI - MUTHOHAROH
INSPIRASI : JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/insp.v16i1.1056

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara Pembelajaran  Kooperatif Tipe Problem Base Learning (PBL) dan Kooperatif Tipe Jigsaw terhadap motivasi belajar dan kemampuan berpikir kritis mata pelajaran IPS siswa  kelas XII Kompetensi Keahlian Keperawatan SMKN 1 Rejotangan tahun pelajaran 2017-2018.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan komparatif karena bertujuan untuk membandingkan keberadaan variable-variabel pada dua sampel atau lebih sampel yang berbeda atau pada waktu yang berbeda. Dalam hal ini variable yang akan diteliti adalah motivasi belajar dan kemampuan berpikir kritis antara dua kelas eksperimen yang diberi perlakuan. Penelitian ini juga menggunakan desain eksperimen dengan bentuk desainnya adalah non equivalent comparation group design (pre-test dan post-test) karena kedua kelompok eksperimen tidak dipilih secara random dan bertujuan untuk membandingkan perbedaan setelah diberikan perlakuan untuk kedua kelas eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII Kompetensi Keahlian Keperawatan SMKN 1 Rejotangan Tahun Pelajaran 2017-2018 yang berjumlah 50 orang   yang   terbagi   dalam   dua kelas, yaitu kelas XII KPR-1 sebanyak 25 orang dan XII KPR-2 sebanyak 25 orang.Instrumen yang digunakan adalah angket motivasi dan angket kemampuan berpikir kritis. Analisis data instrumen yang digunakan adalah  validitan dan normalitas angket. Analisis hipotesis yang digunakan adalah normalitas homogenitas, , uji general linear model, uji kesamaan matrik-kovarian uji signifikansi multiivariat dan uji  signifikansi univariat.Berdasarkan hasil penelitian (1) Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Jigsaw terhadap motivasi belajar dengan nilai signifikansi pada tes uji signifikansi univarian sebesar 0,974 atau 0,05. (2) Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Jigsaw terhadap kemampuan berpikir kritis dengan nilai signifikansi pada tes uji signifikansi univarian sebesar 0,502 atau 0,05. (3) Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Jigsaw terhadap motivasi belajar dan kemampuan berpikir kritis sesuai pada tes uji signifikansi univarian  yang menunjukkan tidak adanya interaksi antara model dan variable motivasi dan kemampuan berpikir kritis. (4) Terdapat pengaruh yang tidak signifikan atau pengaruh yang sangan kecil sekali antara Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Jigsaw terhadap motivasi dan kemampuan berpikir krtis, sesuai dengan uji multivarian yang  menunjukkan angka wilk`k lamda sebesar 0,987 yang mendekati 1 yang artinya terdapat pengaruh yang kecil model pembelajaran terhadap motivasi dan kemampuan berpikir kritis.
Gaya Hidup Ibu Rumah Tangga Pengusaha Salon Kecantikan (Studi Kasus Pengusaha Salon Kecantikan Di Kecamatan Panggul) Martini - Martini
INSPIRASI : JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/insp.v16i1.1057

Abstract

Gaya hidup merupakan tindakan sadar yang memiliki tujuan, tidak lain adalah ingin memperoleh rasa aman dan identitas diri. Waktu  luang  merupakan  waktu  yang  mempunyai  posisi  bebas penggunaannya dan waktu tersebut berada di luar kegiatan rutin sehari-hari sehingga dapat dimanfaatkan  secara  positif  guna  meningkatkan  produktifitas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gaya hidup pengusaha salon dalam memanfaatkan waktu luangnya. Tujuan tersebut akan dijelaskan dan dianalisis menggunakan teori gaa hidup kotler dan teori Waktu luang triatmoko. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif paradigma interpretatif yang secara khusus menggunakan teori utamanya dari Kotler tentang Gaya Hidup dan teori pendukungnya tentang Pemanfaatan waktu luang dari Triatmoko. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi dan wawancara. Setelah data terkumpul, data akan dianalisis dan membuat simpulan. Hasil penelitian menunjukkan gaya hidup pengusaha salon mencakum tiga obyek yaitu aktivitas, minat dan opini, ketiga obyek tersebut dimaknai oleh masing-masing pengusaha salon kecantikan, dan waktu luang terdiri dari dimensi waktu, cara pengisian, fungsi. Hasil pemaknaan gaya hidup dan waktu luang tersebut kemudian dijadikan dasar tindakan bersama. Tindakan bersama dapat melalui kesamaan gaya hidup dan waktu luang.
PENGARUH KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU, MOTIVASI BELAJAR SISWA DAN SARANA PRASARANA PENDIDIKAN DI SEKOLAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS VI GUGUS VI SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN SENDANG TULUNGAGUNG Fitria Setia Falentina
INSPIRASI : JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/insp.v16i1.1052

Abstract

Kegiatan pembelajaran di sekolah merupakan kegiatan pendidikan yang bertujuan menciptakan peserta didik yang memiliki kwalitas diri yang baik.Pendidikan dalam hal ini sekolah tidak dapat lepas dari peran guru sebagai fasilitator dalam penyampaian materi, motivasi dari lingkungan peserta didik dan fasilitas yang ada di lingkungan sekolah itu sendiri yang dapat mempengaruhi prestasi peserta didik.Berdasarkan data hasil observasi pada penelitian disimpulkan bahwa kondisi kompetensi pedagogik, motivasi belajar siswa dan sarana prasarana pendidikan di sekolah serta prestasi belajar IPS pada kelas VI Gugus VI Sekolah Dasar di Kecamatan Sendang Tulungagung yang terdiri dari 6 lembaga Sekolah Dasar yang berjumlah 75 siswa yaitu baik. Dengan menggunakan uji regresi linier berganda didaptkan hasil variabel kompetensi pedagogik guru (X1),  motivasi belajar (X2) dan sarana prasarana pendidikan di sekolah (X3) mempunyai pengaruh terhadap variabel terikat yaitu prestasi belajar (Y) IPS siswa Sekolah Dasar Kelas VI Gugus VI di Kecamatan Sendang Tulungagung. Adapun dari ketiga variabel (X1, X2, dan X3) yang paling dominan dalam mempengaruhi prestasi belajar IPS adalah variabel Motivasi belajar (X2) dengan pengaruh 64,2% lebih besar daripada pengaruh kompetensi pedagogik guru sebesar 62%  (X1) dan pengaruh sarana prasana pendidikan (X3) hanya 48,9 % dalam mempengaruhi prestasi belajar IPS.
PERBEDAAN MODEL PEMBELAJARAN TPS DAN TALKING STICK TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VII SMPN 3 NGUNUT - TULUNGAGUNG TAHUN PELAJARAN 2017/2018 MIFTAKUL - KHASANAH
INSPIRASI : JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/insp.v16i1.1058

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh  kesenjangan hasil belajar dengan aktivitas belajar siswa, disebabkan karena guru tidak menggunakan model pembelajaran yang efektif selama proses belajar mengajar serta tidak terciptanya suasana terbuka. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, Teknik pengumpulan data menggunakan uji prasyarat, uji Analisis MANOVA dan uji hipotesis.Hasil penelitiannya adalah Menunjukan bahwa statisticujidaritabel MultivariateTestdidapatnilai Pvalue(Sig.)=0.17,karenap value (Sig.) 0.05makaH0ditolakdanHa diterima.Artinya terdapat perbedaan yang signifikan Model pembelajaran Think Pair Share terhadap Aktivitas belajar dan Hasil belajar IPS. Menunjukkan bahwa terdapat perbedaan model pembelajaran talking stickterhadap aktivitas belajar dan hasil belajar karenanilai PValue (Sig) 0,100,05, dan nilai PValue (Sig) 0,250,05 makaH0ditolak dan Haditerima. (3) Menunjukkan bahwa Fhitung dari Y1 adalah 7,019 Ftabel  2,77 dan Fhitung dari Y2 adalah 6,238 Ftabel  2,77. Fhitung Ftabel maka dapat disimpulkan signifikan Fhitung Y1  = 0,010 0,05 dan signifikan Fhitung Y2  = 0,025 0,05 maka dikatakan nilai F signifikan sehingga dapat disimpulkan bahwa ada Perbedaan Model pembelajaran Think Pair Share dan Model pembelajaran Talking Stick terhadap Aktivitas belajar dan Hasil belajar IPS.
ANALISIS IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN IPS DALAM MEMBENTUK KARAKTER NASIONALISME DI MTS MIFTAHUL JANNAH PARAKAN TRENGGALEK Guntur - Guswantoro
INSPIRASI : JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/insp.v16i1.1053

Abstract

Implementasi kurikulum 2013, diawali dengan merancang desain program perencanaan pembelajaran berupa silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang merupakan penjabaran dari kompetensi inti dan kompetensi dasar yang sudah ditetapkan Badan Standar Nasional Pendidikan..Secara konseptual perkembangan pendidikan IPS di Indonesia tidak bisa dipisahkan dari perkembangan pemikiran Social Studies yang berkembang secara universal. Dalam pembelajaran IPS terutama membahas membentuk karakter nasionalisme dimana definisi karakter sendiri itu adalah kualitas atau kekuatan mental atau normal, akhlak atau budi pekerti individu yang merupakan kepribadian khusus yang menjadi pendorong dan penggerak, serta yang membedakan dengan individu lain. Sebaliknya penjelesan nasionalisme berarti menyatakan keunggulan suatu aktivitas kelompok yang didasarkan atas kesamaan bahasa, budaya, dan wilayah.
FENOMENA KENAKALAN PESERTA DIDIK Rizki Brida Amalia
INSPIRASI : JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/insp.v16i1.1059

Abstract

Kenakalan siswa merupakan salah satu hal yang menyimpang karena ada hal-hal yang negatif yang dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal dari dalam siswa tersebut.oleh sebab itu dalam menangani masalah kenakalan peserta didik ini diperlukan bantuan dari banyak pihak, baik dari keluarga khususnya orang tua, teman dan lingkungan sekitarnya merupakan salah satu dukungan bagi remaja untuk bertingah laku positif. Kenakalan siswa merupakan salah satu hal yang menyimpang karena ada hal-hal yang negatif yang dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal dari dalam siswa tersebut.oleh sebab itu dalam menangani masalah kenakalan peserta didik ini diperlukan bantuan dari banyak pihak, baik dari keluarga khususnya orang tua, teman dan lingkungan sekitarnya merupakan salah satu dukungan bagi remaja untuk bertingah laku positif.
PENGARUH PENGGUNAAN TUTOR SEBAYA , MEDIA TUTORIAL , DAN MOTIVASI TERHADAP HASIL BELAJAR KOMPUTER AKUNTANSI Septiani - Septiani
INSPIRASI : JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/insp.v16i1.1054

Abstract

Keberhasilan pembelajaran salah satunya ditunjukkan dengan perolehan hasil belajar yang tinggi oleh siswa. Hasil Belajar Komputer Akuntansi yang dicapai siswa kelas XI  Akuntansi di SMKN 1 Boyolangu tahun pelajaran 2017/2018 yang terdiri dari 160 siswa terbagi ke dalam 4 kelas secara rata - rata masuk kategori baik. Kondisi ini bisa lebih ditingkatkan menjadi kategori sangat baik. Dengan menggunakan uji regresi linier berganda didapatkan hasil ada pengaruh yang signifikan antara  penggunaan model pembelajaran kooperatif tutor sebaya  (variabel X1), media pembelajaran video tutorial (variabel X2), dan motivasi belajar  (variabel X3) terhadap hasil belajar komputer akuntansi (variabel Y) secara simultan dengan tingkat pengaruh 64,3%. Sedangkan sisanya sebesar, 35,7% di pengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar variabel dalam penelitian ini. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7