cover
Contact Name
Mukhamad Irfan
Contact Email
semnasplp.wg@ugm.ac.id
Phone
+6281802668223
Journal Mail Official
semnasplp.wg@ugm.ac.id
Editorial Address
Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Indonesian Journal of Laboratory
ISSN : 26554887     EISSN : 26551624     DOI : 10.22146/ijl.v3i1
Jurnal ini bersifat open acces, bertujuan untuk membantu pengembangan profesi bagi Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia. Adapun ruang lingkupnya meliputi: 1. Bidang Agrokompleks dan Biologi, meliputi berbagai bidang disiplin ilmu, seperti kedokteran hewan, kehutanan, pertanian, peternakan, teknologi pertanian dan biologi 2. Bidang Kesehatan, meliputi bidang disiplin ilmu farmasi, keperawatan, kedokteran dan kedokteran gigi 3. Bidang Sains (MIPA), meliputi bidang disiplin ilmu matematika dan ilmu pengetahuan alam dan geografi, 4. Bidang Teknik, meliputi bidang disiplin ilmu arsitektur, komputer, teknologi informasi, elektro, kimia, industri, nuklir, permesinan, dan geodesi
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 3 Tahun 2019" : 7 Documents clear
Kombinasi Alkohol dan Asap Cair Sebagai Alternatif Pengawet Spesimen Cacing Tanah (Pheretima sp.) Ani Sri Rahayoe
Indonesian Journal of Laboratory Vol 1 No 3 Tahun 2019
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i3.48715

Abstract

Pengawetan spesimen merupakan upaya untuk mempertahankan keadaan mahluk hidup sehingga dapat dipergunakan untuk kepentingan pendidikan dan penelitian. Pengawetan spesimen sangat terkait dengan pelaksanaan praktikum sistematika hewan. Asap cair grade-2 tempurung kelapa telah diketahui berpotensi sebagai pengawet yang aman. Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk mengevaluasi pengaruh kombinasi alkohol dan asap cair sebagai pengawet spesimen cacing tanah (Pheretima sp.) dan kisaran kombinasi yang baik.Penelitian merupakan penelitian eksperimen dilaksanakan pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2018. Cacing tanah diberi 11 perlakuan kombinasi alkohol 70% dan asap cair grade-2. Perbandingan alkohol:asap cair dibuat (10:0), (9:1), (8:2), (7:3), (6:4), (5:5), (4:6), (3:7), (2:8), (1:9), dan (0:10) dengan 3 kali ulangan. Cacing diambil di daerah Pringgolayan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Pengamatan dilakukan 2 minggu sekali, terhadap  keadaan specimen (meliputi: warna, keutuhan, dan kekenyalannya) dan larutan (meliputi: warna dan kejernihannya). Hasil penelitian hingga Minggu IV menunjukkan seluruh perlakuan mampu mengawetkan spesimen, keutuhan, dan kekenyalan tetap terjaga. Semakin tinggi kadar asap cair menyebabkan  warna yang semakin gelap. Hal ini disebabkan oleh Hb darah spesimen mengikat karbon dalam larutan. Kombinasi perlakuan II (alkohol:asap cair=9:1) hingga perlakuan V (kombinasi alkohol:asap cair=6:4) memberikan hasil kenampakan spesimen yang baik. Kombinasi tersebut tampak lebih baik dari pada perlakuan I (alkohol 70% murni) dan perlakuan XI (asap cair grade-2). Hasil awetan spesimen perlakuan I, warna merah tampak memudar, tubuh lebih lunak, dan beberapa bagian menyusut.
Penggunaan Beberapa Jenis Tinta untuk Menggantikan Tinta Tryphan Blue dalam Pengamatan Kolonisasi Mikoriza Hadianur Hadianur
Indonesian Journal of Laboratory Vol 1 No 3 Tahun 2019
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i3.48717

Abstract

Pupuk hayati mikoriza merupakan salah satu  pupuk  yang digunakan untuk mengatasi masalah pada tanah  marginal. Mikoriza berpotensi memfasilitasi penyediaan berbagai unsur hara bagi tanaman terutama unsur Phospor (P). Perbaikan pertumbuhan dan kenaikan hasil berbagai tanaman berkaitan dengan peningkatan penyerapan unsur hara  P untuk tanaman. Penggunaan mikoriza pada tanaman yang dibudidayakan terlebih dahulu harus diuji apakah akar yang digunakan sebagai inokulannya terkolonisasi mikoriza atau tidak, karena jika akar yang digunakan tidak terkolonisasi mikoriza maka tidak akan terjadi kolonisasi jamur pada akar tanaman target. Konsekuensinya pupuk P yang tersedia di tanah tidak dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Trypan Blue (C34H24N6Na4O14S4) merupakan bahan kimia yang biasa digunakan untuk pengamatan kolonisasi mikoriza. Senyawa ini digunakan untuk mempermudah pengamatan terhadap akar yang terkolonisasi mikoriza. Pada dasarnya penggunaan Trypan Blue berbahaya bagi kesehatan manusia sehingga diperlukan satu tehnik yang aman dan tidak berbahaya serta murah untuk proses pewarnaan akar pada pengamatan kolonisasi akar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tinta yang beredar di pasaran dan mudah didapat dengan harga yang terjangkau untuk menggantikan tinta Tryphan Blue dalam pengamatan kolonisasi mikoriza. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dengan 5 ulangan. Jenis tinta yang digunakan terdiri dari Tinta Quink Parker, Epson C664, Aiflo biru dan e-Print. Pengamatan yang diamati adalah perbandingan kolonisasi akar mikoriza. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  jenis tinta berpengaruh sangat nyata terhadap perbandingan pengamatan kolonisasi  akar/kolonisasi mikoriza dan persentase kolonisasi akar. Jenis tinta Quink Parker biru dan Epson C 664 merupakan tinta yang dapat menggantikan tinta Tryphan Blue pada pengamatan kolonisasi  mikoriza.
Prototype Sistem Monitoring Level Air Berbasis Labview dan Arduino Sebagai Sarana Pendukung Praktikum Instrumentasi Sistem Kendali Hery Suryantoro
Indonesian Journal of Laboratory Vol 1 No 3 Tahun 2019
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i3.48718

Abstract

Air adalah kebutuhan yang sangat penting, ketersediaan air tetap harus selalu ada baik di rumah tangga, perkantoran, tempat-tempat umum ataupun industri. Hal ini menyebabkan peran tangki penampung air fundamental untuk menjamin ketersediaan air. Pengukuran ketinggian air secara otomatis adalah salah satu parameter yang perlu diukur untuk mendeteksi keadaan tangki penampung yang meluap atau kosong. Salah satunya dengan membuat sensor pengukur level air yang diumpanbalikkan menggunakan pompa air. Pada penelitian ini dibuat prototipe dengan menggunakan Arduino Uno R3 dan software LabVIEW sebagai pusat pengolah data yang terintegrasi dengan sensor ultrasonic SRF05 sebagai pembaca ketinggian air. Prototipe ini dilengkapi dengan indikator kondisi air, indikator pompa air yang diatur dari Arduino. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu perencanaan, pengumpulan bahan, perancangan hardware, pembuatan program Arduino dan LabView, pengujian.  Pengambilan data dilakukan dengan mengubah level air dengan membuka kran secara bertahap. Berdasarkan hasil pengamatan didapatkan hasil perbandingan antara level air yang tertera pada tangki penampung air dengan level air yang tertampil pada monitoring Arduino dan LabVIEW yaitu level air penampung 22 cm hasil sistem monitoring  22,12 cm, level air 15,5 cm hasil sistem monitoring 14,47cm, level air 2,5 cm hasil sistem monitoring 2,52 cm. Rata-rata kesalahan pembacaan pengukuran level air  sebesar 0,089 cm.
Air Limbah Air Conditioner (AC) Sebagai Alternatif Pengganti Pelarut Akuades pada Proses Analisis Total Asam pada Salak Pondoh (Salaca edulis) Padya Sumarwanto; Yuni Hartati; Mukhamad Irfan
Indonesian Journal of Laboratory Vol 1 No 3 Tahun 2019
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i3.48719

Abstract

Kondensasi atau pengembunan dari Air Conditioner (AC) kantor atau laboratorium berupa air, biasanya ditampung ke dalam wadah jerigen atau bahkan dibiarkan menetes di tempat terbuka. Laboratorium Pangan dan Gizi Fakultas Teknologi Pertanian selalu menggunakan AC, sehingga air AC yang terkondensasi di tampung dalam jerigen ternyata air yang dihasilkan cukup banyak untuk setiap harinya. Air ini cukup jernih mirip dengan akuades, sehingga kemungkinan bisa digunakan sebagai pelarut ataupun pengencer dalam analisis total asam pada salak pondoh (Salacca edulis)Tujuan penelitian ini untuk memanfaatkan air AC sebagai pengganti air akuades dalam proses analisis total asam  dengan metode titrasi. Adapun parameter yang diukur meliputi : Total asam, pH, dan berat jenis terhadap air kondensasi AC dengan akuades.Sebagai pembanding digunakan akuades. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh,berat jenis air AC sebesar 1.006 + 0.001 sedangkan akuades sebesar 1.0152  + 0.0001  kg. m3. Keasaman air AC senbesar 6.28 +  0.01. Sedangkan akuades sebesar 6,8267 + 0.02. Hasil analisis total asam (dihitung sebagai asam tanat) pada salak pondoh (Salacca edulis) dengan pelarut AC sebesar 6,8182 % + 0.02  . Sedangkan dengan pelarut akuades sebesar  6,8237 + 0.007. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa menggunakan air AC sebagai pelarut bisa digunakan untuk analisis total asam.
Optimasi Metode Tranformasi Gen Sucrose Phosphat Synthase (SPS) pada Tanaman Tomat (Lycopersicon esculentum) dengan Bantuan Agrobacterium tumefaciens Purnama Okviandari
Indonesian Journal of Laboratory Vol 1 No 3 Tahun 2019
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i3.48720

Abstract

Metode transformasi gen adalah cara mentranfer gen ke tanaman dengan tujuan tertentu yang dapat dilakukan secara alami dan buatan, dalam penelitian ini dilakukan secara alami dengan bantuan Agrobacterium tumefaciens.  Didalam proses transformasi banyak faktor teknis yang mendukung keberhasilan tertransfernya gen. Oleh karena itu pada peneltian  Optimasi Metode Transformasi gen Sucrose  Phosphat  Synthase (SPS) pada Tanaman Tomat  (Lycopersicon esculentum) dengan bantuan Agrobacterium tumefaciens ini bertujuan mengoptimalkan faktor-faktor yang mendukung transformasi gen secara alami dengan menggunakan  Agrobacterium tumefaciens strain LBA 4404 yang mengandung konstrak gen SPS1 dari tanaman tebu, dikendalikan oleh promotor CaMV35S dan gen NPT II sebagai marker ketahanan terhadap kanamisin. Dalam penelitian ini dilakukan optimalisasi  penggunaan metode penelitian mulai penggunaan eksplan kotiledon, proses transformasi, kokultivasi,regenerasi, seleksi tanaman potatif transforman, aklimatisasi dan analisa DNA genom dengan harapan mendapatkan tanaman  putatif  transforman dengan persentase tinggi.  Metode transformasi gen yang diperoleh akan mendukung  kegiatan penelitian  transformasi gen di UPT Laboratorium Terpabu dan Sentra Inovasi Universitas Jember dan di laboratorium lain yang memerlukannya.
Hubungan Pengetahuan K3 terhadap Kesadaran Berperilaku K3 pada Mahasiswa di Laboratorium Rini Yana
Indonesian Journal of Laboratory Vol 1 No 3 Tahun 2019
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i3.48721

Abstract

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Laboratorium sangatlah  penting untuk diterapkan. Penerapan perilaku K3 sangat ditentukan oleh pengetahuan K3. Mahasiswa belum begitu banyak pengetahuannya tentang K3 di laboratoriumdan masih kurangnya kesadaran untuk berperilaku K3.  Penelitian ini perlu untuk mengetahui hubungan pengetahuan K3 terhadap kesadaran berperilaku K3 pada mahasiswa FK di laboratorium.Penelitian ini menggunakan metode korelasi Pearson Product Moment atau analisis korelasi berupa data variabel untuk mengetahui hubungan variabel bebas yaitu pengetahuan K3 (X), dengan variabel terikat yaitu kesadaran berperilaku K3 (Y). Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dan populasi, dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya yang sedang praktikum di laboratorium Biokimia berjumlah 229 responden. Setelah diuji terdapat hubungan antara pengetahuan K3 dengan kesadaran berperilaku K3 di laboratorium (r = 0,482) yang tergolong cukup. Besarnya hubungan pengetahuan K3 terhadap kesadaran berperilaku K3 sebesar  23,21 % dan sisanya 76,79 % ditentukan oleh variabel lain.Taraf signifikansi (α) sebesar 5 % menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif hubungan pengetahuan K3 terhadap kesadaran berperilaku K3 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya di laboratorium dilihat dari nilai t hitung >t tabel  atau 7,25 >1,97.
Langkah-Langkah Optimasi PCR Yuenleni Yuenleni
Indonesian Journal of Laboratory Vol 1 No 3 Tahun 2019
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i3.48723

Abstract

Salah satu teknik analisa genetika adalah PCR (Polymerase Chain Reaction). Sebelum dilakukan PCR dengan sampel penelitian, perlu dilakukan optimasi agar didapatkan komposisi dan kondisi PCR yang sesuai sehingga mendapatkan hasil PCR yang optimal. Seorang Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) ataupun teknisi laboratorium dalam mendampingi peneliti atau mengerjakan penelitian dengan PCR seharusnya mengetahui langkah-langkah yang dilakukan jika sampel dan reagen sudah siap.Tulisan ini diharapkan mampu memberikan gambaran kepada PLP-teknisi laboratorium ataupun peneliti baru yang akan mengerjakan penelitian dengan PCR.Optimasi PCR bisa dilakukan dengan variasi komposisi PCR ataupun variasi tahapan PCR. Pada tulisan ini langkah-langkah  PCR dijelaskan dengan contoh optimasi gena TCF7L2 (Transcription Factor 7-Like 2) dengan ukuran produk PCR 113 bp, optimasi ini dilakukan dengan variasi konsentrasi primer dan variasi tahapan PCR yaitu suhu annealing.Penelitian ini dimulai dengan  mengencerkan primer menjadi 100 uMol, kemudian membuat variasi konsentrasi primer yaitu 2,5 uMol, 5 uMol, dan 10 uMol.  Suhu annealing (Ta) dihitung dari rata-rata suhu Melting (Tm ) primer Forward dan Primer Reverse dikurangi 5, kemudian melakukan PCR dengan variasi primer dan variasi suhu annealing yaitu 47 ̊C, 49 ̊C, 51 ̊C, dan 53 ̊C. Produk PCR di elektroforesis dan didokumentasikan hasilnya dengan Gel document dan  gambar hasil elektroforesis dibandingkan secara visual.Produk PCR pada masing-masing konsentrasi primer dan masing-masing suhu annealing didapatkan band yang tebal, terang dan sesuai ukuran (target) dan konsentrasi primer yang menghasilkan band yang optimal adalah 2,5 uMol, dan Suhu annealing yang yang optimal adalah 53 ̊C.

Page 1 of 1 | Total Record : 7