cover
Contact Name
Mukhamad Irfan
Contact Email
semnasplp.wg@ugm.ac.id
Phone
+6281802668223
Journal Mail Official
semnasplp.wg@ugm.ac.id
Editorial Address
Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Indonesian Journal of Laboratory
ISSN : 26554887     EISSN : 26551624     DOI : 10.22146/ijl.v3i1
Jurnal ini bersifat open acces, bertujuan untuk membantu pengembangan profesi bagi Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia. Adapun ruang lingkupnya meliputi: 1. Bidang Agrokompleks dan Biologi, meliputi berbagai bidang disiplin ilmu, seperti kedokteran hewan, kehutanan, pertanian, peternakan, teknologi pertanian dan biologi 2. Bidang Kesehatan, meliputi bidang disiplin ilmu farmasi, keperawatan, kedokteran dan kedokteran gigi 3. Bidang Sains (MIPA), meliputi bidang disiplin ilmu matematika dan ilmu pengetahuan alam dan geografi, 4. Bidang Teknik, meliputi bidang disiplin ilmu arsitektur, komputer, teknologi informasi, elektro, kimia, industri, nuklir, permesinan, dan geodesi
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 Tahun 2019" : 7 Documents clear
Refdes Kombinasi Alat Refluks dan Distilasi, Upaya Efisiensi Proses Refluks dan Distilasi untuk Praktikum Kimia Organik supaya supaya supaya
Indonesian Journal of Laboratory Vol 2 No 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i4.52716

Abstract

Penyelenggaran praktikum di laboratorium kimia organik selalu menggunakan alat refluks dan destilasi. Untuk mempermudah mahasiswa memasang alat tersebut, laboratorium kimia organik membuat alat yang lebih cepat pemasangannya dan lebih efisien waktu praktikum. Alat tersebut gabungan alat refluks dan destilasi (refdes) untuk mengefisienkan proses refluks dan distilasi tanpa harus bongkar pasang alat. Proses pengujian alat refdes dengan mengekstrak biji kemiri dan esterifikasi etil asetat. Ekstraksi dan esrifikasi ini dilakukan dengan menggunakan serangkaian alat soxhlet yang diatasnya dipasang alat refdes dengan pendingin spiral. Hasil dari ekstraksi kemudian dibandingkan dengan ekstrak dan esterifikasi dengan alat yang biasa digunakan.Hasil percobaan di laboratorium kimia organik dengan alat refdes dan evaporator waktu ekstraksi 0,5, 1, dan 1,5 jam diperoleh volume minyak kemiri yang sama yaitu 4, 4,1, dan 5 mL dengan sisa pelarut 55 mL pada alat refdes, dan tanpa sisa pelarut pada evaporator. Percobaan esterifikasi etil asetat dengan waktu 30, 45, dan 60 menit, diperoleh volume esterifikasi 44, 40, dan 39 mL dengan alat refdes, dan 46, 43, 40 mL dengan distilasi konvensional. Berdasarkan hasil yang diperoleh, penggunaan alat refdes menghasilkan destilat dengan sisa pelarut 60% dibandingkan dengan evaporasi, sedangkan percobaan esterifikasi hasil destilasi tidak signifikan berbedaannya hanya waktunya lebih cepat dan praktis dalam pemasangan alat refluks dan distilasi.
Evaluasi Uji Banding Antar Laboratorium untuk Mengukur Kompetensi Personil Harjito Harjito
Indonesian Journal of Laboratory Vol 2 No 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i4.52990

Abstract

Telah dilakukan kegiatan uji banding antar laboratorium dengan parameter kimia terbatas yaitu Besi (Fe). Penelitian ini bertujuan menentukan dan memonitor kesinambungan unjuk kerja laboratorium dalam pengujian tertentu dan mengetahui kompetensi personil dari laboratorium penguji peserta. Cara pengolahan data uji banding dalam menguji Besi menggunakan z-score. Sampel air yang diujikan sebanyak 500 mL yang dikemas dalam botol plastik tertutup rapat. Pengujian parameter Besi secara spektrofotometrik dilakukan serentak di 14 (empat belas) laboratorium penguji, Hasil perhitungan nilai z-score data hasil pengukuran konsentrasi Besi menunjukkan bahwa terdapat dua laboratorium penguji yang berada dalam kategori kurang memuaskan, yaitu laboratorium dengan kode LUB-1 dengan nilai Z-Score 4.14 dan LUB-5 nilai z-score -3.32; dua laboratorium diragukan kode LUB 4 dengan nilai Z-Score 2.17 dan LUB-15 dengan nilai z-score; sedangkan 10 (sepuluh) laboratorium penguji lainnya termasuk dalam kategori kompeten termasuk Laboratorium Hidrologi dan Klimatologi Lingkungan Fakultas Geografi UGM,sehingga kemampuan personil dalam melakukan pengujian tidak diragukan.
Aplikasi Dimmer Switch pada Rak Kultur Sebagai Pengatur Kebutuhan Intesitas Cahaya Optimum Bagi TanamanIn Vitro Fifit Yuniardi
Indonesian Journal of Laboratory Vol 2 No 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i4.52991

Abstract

Kultur jaringan tanaman adalah salah satu cara menumbuhkan organ tanaman dalam suatu wadah/botol yang berisi media dalam keadaan steril. Tujuannya untuk mendapatkan tanaman dalam jumlah besar dalam waktu yang singkat. Faktor-faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dalam proses pertumbuhan dalam kultur in vitro, antara lain adalah cahaya.  Kualitas, intensitas, dan lamanya radiasi yang mengenai tumbuhan mempunyai pengaruh yang besar terhadap berbagai proses fisiologi tumbuhan.Untuk mendapatkan hasil pertumbuhan yang optimal metode cahaya sangat dibutuhkann, namun yang perlu diperhatikan adalah kebutuhan cahaya dalam proses kultur Jaringan berbeda-beda dimana dalam proses inisiasi pembelahan sel pada eksplan dan pertumbuhan jaringan kalus terkadang mengalami hambatan dengan adanya cahaya sedangkan dalam pertumbuhan pemanjangan bagian tanaman dan pengakaran kebutuhan cahaya lebih meningkat.  Intensitas cahaya yang optimum untuk tanaman pada tahap kultur inisiasi 1-1.000 lux, tahap multiplikasi 1.000-10.000 lux, tahap pengakaran 10.000 – 30.000 lux dan tahap aklimatisasi sebesar 30.000 lux.  Adanya aplikasi pada rak kultur diharapkan dapat mengatur cahaya sesuai kebutuhan tanaman dalam kegiatan kultur in vitro.
Estimasi Volume Insula Pancreatica Tikus dengan Metode Stereologi secara Manual pada Layar Komputer Yohanes Suhardi
Indonesian Journal of Laboratory Vol 2 No 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i4.52992

Abstract

Latar belakang: Estimasi volume insula pancreatica diperlukan untuk mendapatkan gambaran distribusi sel endokrin yang ada di dalamnya. Estimasi yang tidak bias dapat dilakukan dengan metode Cavalieri, namun belum semua laboratorium memiliki perangkat lunak untuk melakukan perhitungan ini.Tujuan penelitian: Untuk melakukan uji estimasi volume insula pancreatica tikus dengan metode Cavalieri menggunakan  cetakan pengukur titik di plastik dan foto di layar datar komputer.Metode: Satu ekor tikus Wistar jantan berumur 3 bulan, dikorbankan dengan cara dekapitasi. Pancreas diambil, difiksasi dan disiapkan untuk ditanam dalam blok paraffin. Sampel irisan dibuat dengan prinsip acak sistematis dan diwarnai dengan hematoksilin-eosin. Dengan menggunakan peralatan sederhana yang telah tersedia di laboratorium, estimasi volume dilakukan dengan metode hitung titik sesuai prinsip Cavalieri. Hasil: Sebanyak 7 irisan dengan jarak antar irisan 400 µm diamati, titik terhitung untuk estimasi volume pancreas 107 dengan luas area yang diwakili oleh satu titik (a/p) 49.382,62 µm2. Volume total pancreas didapatkan sebesar 2,11x109 µm3 (Coefficient of Error (CE) 10%). Pada estimasi volume insula pancreatica didapatkan titik terhitung 7102 dengan a/p 229,57 µm2yang menghasilkan penghitungan fraksi volume insula sebesar 30,8%. Volume insula pancreatica terhitung sebesar 0,65x109 µm3 (CE 7,6 %).Kesimpulan: Metode yang dilakukan merupakan cara yang mudah dan murah untuk melakukan estimasi volume, namun memiliki keterbatasan karena jarak antar titik tidak dapat disesuaikan dengan mudah.
Pemanfaatan Autoclave Model 1925x Sebagai Alat Suling dengan Model Kondensor Graham dan Kondensor Allihn untuk Mendukung Praktikum Mahasiswadi Laboratorium Produksi Tanaman II Politeknik Negeri Lampung Alqum Alqum; Nono Tarsono
Indonesian Journal of Laboratory Vol 2 No 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i4.52993

Abstract

Autoclave model 1925X   yang berfungsi pokok sebagai alat sterilisasi dapat dimanfaatkan fungsinya sebagai alat suling minyak atsiri  dengan penggunaan bahan yang relatif sedikit dengan menambahkan  model kondensor Graham dan kondensor Allihn.  Perancangan  alat penyulingan menggunakan autoclave sebagai alat suling dengan menambahkan kondensor Graham dan Allihn diharapkan dapat  menghasilkan minyak atsiri dengan kualitas yang baik dengan rendemen yang tinggi. Modifikasi autoclave  selain fungsi pokoknya sebagai alat sterilisasi juga dapat dioptimalkan fungsi lainnya yaitu sebagai  alat penyulingan minyak atsiri akan mampu memberikan pelayanan yang optimal pada praktikum dan penelitian di Laboratorium. Tujuan  penelitian ini adalah: (1) Mengetahui kemampuan   autoclave sebagai sebagai alat suling minyak atsiri. (2) Mengetahui rendemen  minyak  atsiri yang dihasilkan autoclave sebagai optimalisasi fungsi alat suling dengan menggunakan jenis kondensor graham dan kondensor allihn.  Metode analisis yang dipakai untuk menentukan apakah hasil perancangan  alat suling autoclave model 1925X dengan menggunakan dua jenis kondensor yaitu Kondensor tipe graham dan Kondensor tipe allihn memberikann hasil rendemen minyak atsiri  yaitu dengan uji deskriptik.        Hasil penelitian menunjukan penggunaan autoclave dengan menggunakan  kondensor  tipe graham waktu keluar kondesat awal bahan sereh wangi 9,10 menit, nilam 14,61 menit, dan rimpang jahe 7,47 menit.  Sedangkan  rendemen bahan sereh wangi 0,44%, daun nilam 3.10% dan   bahan rimpang jahe 1,42%. Sedangkan hasil penelitian dengan menggunakan  kondensor  Allihn waktu keluar kondesat awal bahan sereh wangi 9,10 menit,  daun nilam 12,31 menit dan rimpang jahe 7,47 menit.  Sedangkan  rendemen bahan sereh wangi 0,24%, daun nilam 2.03% dan   bahan rimpang jahe 0,10%. Rendemen  minyak atsiri berbahan sereh wangi standar SNI = 1,2%,  nilam  standar SNI =5,5%  dan bahan rimpang jahe  Standar SNI=1,50%. Penelitian ini menunjukan bahwa  dengan kondensor Graham menghasilkan rendemen yang lebih tinggi antara 34,5 % sampai dengan 92,9% bila dibandingkan dengan kondensor Allihn. Mampu menghasilkan minyak atsiri 63,7 % terhadap standar SNI.
Analisa Perbandingan Waktu Pengukuran Menggunakan Kursi Atropometri di Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi UNS Rina Sulistyowati
Indonesian Journal of Laboratory Vol 2 No 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i4.52994

Abstract

Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi (PSKE) Universitas Sebelas Maret Surakarta merupakan laboratorium yang mempunyai dua kursi antropometri untuk kegiatan praktikum dan penelitian yaitu kursi antropometri kayu dan kursi antropometri besi. Setiap semester gasal dilaksanakan praktikum yang melakukan pengukuran dimensi tubuh menggunakan kursi antropometri. Dalam proses pengukuran kedua kursi antropometri mempunyai cara yang berbeda sehingga waktu yang dihasilkan juga berbeda. Untuk mengetahui prosentase perbandingan waktu pengukuran maka dihitung waktu baku yang menggunakan metode perhitungan jam henti.Dari hasil perhitungan waktu baku maka diketahui bahwa kursi antropometri besi memerlukan waktu pengukuran 60% lebih lama dibandingkan dengan kursi antropometri kayu. Hal ini karena ada proses mengangkat kursi antropometri besi waktu lebih lama karena berat dan harus memutar sekrup untuk mengencangkan agar tidak mencederai mahasiswa yang sedang diukur.
Budidaya Jamur Tiram Tanpa Menggunakan Plastik Baglog Isnayati Isnayati
Indonesian Journal of Laboratory Vol 2 No 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i4.52995

Abstract

Budidaya jamur tiram sejatinya adalah pemanfaatan limbah serbuk kayu sebagai bahan baku pembuatan baglog jamur. Namun dalam perkembangannya budidaya jamur tiram menghasilkan limbah baru yang jauh lebih berbahaya dari pada bahan dasar pembuatannya yaitu plastik pembungkus baglog. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu gambaran tentang dapat berfungsinya alat pencetak log tanpa plastik dan gambaran tentang teknik budidaya jamur tiram tanpa menggunakan plastik baglog menggunakan bak kontainer sebagai tempat penumbuhan miselia jamur tiram.  Hasil dari penelitian ini budidaya jamur tiram dapat dilaksanakan tanpa menggunakan plastik baglog namun dari segi pengerjaan menjadi lebih rumit dan membutuhkan waktu yang lebih lama dalam proses pencetakan log dan penyusunan 12 buah log dalam bak kontainer ukuran 40 Liter,  miselia dapat berkembang, namun pada fase penumbuhan miselia jamur dalam bak kontainer  miselia jamur saling merekatkan susunan log menjadi satu dan sulit terpisahkan

Page 1 of 1 | Total Record : 7