cover
Contact Name
Mukhamad Irfan
Contact Email
semnasplp.wg@ugm.ac.id
Phone
+6281802668223
Journal Mail Official
semnasplp.wg@ugm.ac.id
Editorial Address
Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Indonesian Journal of Laboratory
ISSN : 26554887     EISSN : 26551624     DOI : 10.22146/ijl.v3i1
Jurnal ini bersifat open acces, bertujuan untuk membantu pengembangan profesi bagi Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia. Adapun ruang lingkupnya meliputi: 1. Bidang Agrokompleks dan Biologi, meliputi berbagai bidang disiplin ilmu, seperti kedokteran hewan, kehutanan, pertanian, peternakan, teknologi pertanian dan biologi 2. Bidang Kesehatan, meliputi bidang disiplin ilmu farmasi, keperawatan, kedokteran dan kedokteran gigi 3. Bidang Sains (MIPA), meliputi bidang disiplin ilmu matematika dan ilmu pengetahuan alam dan geografi, 4. Bidang Teknik, meliputi bidang disiplin ilmu arsitektur, komputer, teknologi informasi, elektro, kimia, industri, nuklir, permesinan, dan geodesi
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 Tahun 2020" : 7 Documents clear
Pemanfaatan Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit sebagai Bahan Pengganti Alternatif Papan Partikel Buwang Raharjo
Indonesian Journal of Laboratory Vol 2 No 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v2i1.54156

Abstract

Industri sawit dalam kegiatan pengoperasiannya dapat menghasilkan limbah salah satunya adalah limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Tandan kosong kelapa sawit merupakan limbah padat yang berasal dari industri sawit.Tujuan penelitian ini adalah mengenalkan tandan kosong kelapa sawit sebagai bahan alternatif papan partikel. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Metode deskriptif adalah metode yang digunakan untuk menjelaskan data yang diperoleh pada saat penelitian. Metode ini dimulai dari persiapan bahan baku, pembuatan papan partikel sebanyak 10 sampel terdiri dari 3 perlakuan (20%, 30% dan 50%), 3 ulangan, dan control, pengujian sampel berdasarkan SNI.03-2105-2006, hasil dari pengujian yang nilainya 0 maka tidak dapat diuji sehingga nilai dikeluarkan dan di deskripsikan penyebab hasil tersebut. Langkah kerja dimulai pada tahapan persiapan perekat, proses pencampuran partikel TKKS dengan perekat  dan proses pembentukan lembaran papan partikel. Pembuatan papan partikel tandan kosong kelapa sawit dengan perekat Polyvinyl Acetate (PVAc) menunjukkan hasil yaitu sifat fisik uji pengembangan tebal tidak memenuhi standar SNI.03-2105-2006 yaitu maksimum 12%, uji kerapatan memenuhi standar SNI.03-2105-2006 yaitu 0,4 g/cm3 – 0,9 g/cm3 dan kadar air memenuhi standar SNI.03-2105-2006 yaitu <14%. Pada uji sifat mekanik keteguhan patah (Modulus Of Rapture)  tidak memenuhi standar Nilai JIS A 5908-2003 yaitu minimum 82 kg/cm2  dan keteguhan lentur (Modulus of Elasticity) tidak memenuhi standar SNI.03-2105-2006 yaitu minimum 2.081,63 kg/cm2. Pelaksanaan penelitian beberapa uji sifat fisik telah memenuhi standar dan uji sifat mekanik tidak memenuhi standar, penggunaan tingkat konsentrasi perekat yang lebih tinggi akan membuat kualitas papan partikel kuat dan lebih baik.
Modifikasi Deanstark Upaya Efisiensi Proses Distilasi Uap Minyak Biji Pala dalam Praktikum Kimia Organik Siti Asfiyah
Indonesian Journal of Laboratory Vol 2 No 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v2i1.54161

Abstract

 Telah dilakukan percobaan kombinasi sistem distilasi uap dengan modifikasi deanstark upaya efisiensi proses distilasi minyak biji pala untuk praktikum kimia organik. Destilasi ini bertujuan untuk membandingkan stem distilasi baru modifikasi deanstark dan stem distilasi lama dengan generator uap, meningkatkan hasil distilasi minyak biji pala, mempercepat waktu praktikum, dam mengidentifikasi komponen senyawa dalam minyak biji pala dengan GC-MS.Percobaan ini diawali dengan isolasi minyak pala menggunakan metode distilasi uap dengan sistem generator sebagai sumber uap air panas yang di dalamnya diisi akuades panas sebanyak 3 L. Isolasi minyak pala menggunakan metode stem distilasi yang dikombinasikan dengan deanstark, digunakan labu 1 L yang diisi akuabides 600 mL dan dipanaskan selama 1 jam. Hasil yang diperoleh dari dua sistem destilasi tersebut kemudian dibandingkan volume minyak atisiri (mL) dan beratnya (g). Minyak atsiri yang didapat selanjutnya diidentifikasi dengan GC-MS.Hasil percobaan menunjukkan bahwa dengan waktu destilasi uap 1, 2, dan 3 jam dengan sistem generator menghasilkan minyak 0,13, 0,24, dan 0,30 mL dengan berat masing – masing 0,12, 0,10, dan 0,05 g. Sedangkan pada waktu yang sama dengan stem distilasi yang dikombinasikan dengan deanstark diperoleh minyak 0,7, 0,3 , dan 0,1 mL dengan berat masing – masing 0,632, 0,903, dan 0,993 g. Berdasarkan hasil identifikasi dengan GC-MS minyak atsiri biji pala hasil isolasi mengandung komponen sabinene (40,53%), camphene (21,10%), dan safrole (7,13%). Kata kunci: Distilasi uap, deanstark, minyak biji pala, kromatografi lapis tipis
Pengaruh Modifikasi AC Chiller yang Menggunakan Heat Recovery terhadap Perbandingan Coefficient of Performance (COP) I Wayan Sutarsa; A.A Krisna Wira Putra; I Wayan Widiantara
Indonesian Journal of Laboratory Vol 2 No 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v2i1.54175

Abstract

AC chiller merupakan salah satu jenis sistem tata udara dengan pendinginan tidak langsung karena sistem pendinginannya tidak mendinginkan udara secara langsung  tetapi melalui media air, yang terlebih dahulu didinginkan oleh sitem refrigerasi. Air yang telah dingin disirkulasikan ke ruangan dengan pompa ke FCU (Fan Coil Unit) atau AHU ( Air Handling Unit). Di dalam sistem refrigerasi, dilakukan modifikasi dengan penambahan komponen Heat recovery, yang dipasang untuk percepat pelepasan panas refrigerant di saluran keluaran Kompresor dan sebelum masuk kondensor pada sistem AC chiller. Penelitian ini membandingkan performansi AC chiller dengan heat recovery dan yang tidak. Pengujian dilakukan sebanyak satu kali pengambilan data. pertama dilakukan pada sistem AC chiller sebelum penambahan komponen heat recovery, yang kedua dilakukan pada sistem AC chiller sesudah penambahan heat recovery. Kedua pengujian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan nilai performansi kerja atau Coefficient Of Performance (COP). Pengujian dilakukan dengan cara pengambilan data secara langsung di sistem terhadap tekanan refrigerant, temperature dan daya listrik.Hasil modifikasi menunjukkan sistem dapat berjalan dengan baik dan hasil pengujian menunjukkan performansi sistem dengan heat recovery hasilnya lebih baik sampai 8, sedangkan yang tidak hanya sampai 6,4. dapat disimpulkan bahwa AC chiller yang ditambahkan dengan komponen heat recovery dapat meningkatkan kinerja dari sistem tersebut.
Studi Perbandingan Pembuatan VCO (Virgin Coconut Oil) Sistem Enzimatis dan Pancingan terhadap Karakteristik Minyak Kelapa Murni yang Dihasilkan Rindawati Rindawati
Indonesian Journal of Laboratory Vol 2 No 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v2i1.54196

Abstract

Teknik Pembuatan virgin coconut oil dapat dilakukan secara tradisional namun pembuatan secara tradisional dianggap tidak baik terhadap karakteristik minyak yang dihasilkan karena dapat menyebabkan minyak cepat berbau tengik dan warna pada minyak berubah akibat proses oksidasi pada saat perebusan. Sistem enzimatis dan sistem pancingan dinilai berbeda dengan sistem tradisional karena keduanya dilakukan tanpa menggunakan pemanasan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh pembuatan VCO sistem pancingan dan enzimatis terhadap karakteristik minyak kelapa murni yang dihasilkan (VCO) setelah dianalisis kadar air,asam lemak bebas dan rendemen.Pada penelitian ini dilakukan perbandingan pembuatan vco dengan cara penambahan potongan buah papaya (10%, 15%, 20%) pada krim untuk sistem enzimatis dan penambahan minyak pancingan VCO (10%, 15%, 20%) pada krim. Setelah di fermentasi selama 24 jam kemudian di peroleh hasil berupa VCO kemudian dianalisa asam lemak, kadar air, rendemen. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pembuatan VCO metode enzimatis yang paling baik diduga pada konsentrasi 10% dengan kadar asam lemak bebas 0,04%. Sedangkan VCO dengan metode pancingan yang baik diduga pada semua konsentrasi dengan kadar asam lemak bebas yang sama sebesar 0,03%. Namun untuk nilai kadar air kedua metode ini masih belum memenuhi persyaratan mutu sesuai SNI 7381: 2008 karena nilai dari kedua metode ini melampaui standar 0,2%.Sedangkan untuk perolehan rendemen metode enzimatis yang tertinggi adalah pada penambahan potongan buah pepaya sebanyak 20% dengan rendemen yaitu sebesar 17%. Pada metode pancingan yang memperoleh rendemen tertinggi ialah metode pancingan 10% sebesar 24,9%.
Validasi Metode Analisa Amonia pada Air Tanah Menggunakan Metode Spectrofotometri Muryanto Muryanto
Indonesian Journal of Laboratory Vol 2 No 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v2i1.54490

Abstract

Amonia dilepas kedalam air oleh adanya penguraian organik dan juga sebagai buangan metabolik organisme perairan. Amonia (NH4) merupakan senyawa nitrogen, Pada bentuk cairan, amonia terdapat dalam 2 bentuk yaitu amonia bebas atau tidak terionisasi (NH3) dan dalam bentuk ion amonia (NH4+).Penelitian ini menggunakan spertrofotometer. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan metode yang valid untuk penetapan kadar ammonia . Validitas metode ditunjukkan melalui parameter selektivitas, linearitas, LLOD, LLOQ, presisi, dan akurasi (% recovery). Panjang gelombang yang digunakan yaitu 425 nm,. Lineritas kurva baku unsur amonia  r = 0,996 dan KV = 1.99. Nilai LOD dan LOQ yang dihasilkan parameter Amonia  adalah  0,0032 ppm dan 0,0107 ppm. % Recovery parameter Amonia sebesar 98.929%, Presisi yang ditunjukkan dengan nilai KV memenuhi persyaratan validasi. Dengan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa metode analisis parameter ammonia pada air tanah di Kecamatan Gondokusuman, Yogyakarta memenuhi persyaratan validasi.
Karakteristik Pertumbuhan Jamur pada Media PDA dengan Metode Pour Plate Anang Juni Yastanto
Indonesian Journal of Laboratory Vol 2 No 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v2i1.54491

Abstract

Jamur memerlukan oksigen untuk pertumbuhannya, sehingga jamur biasanya diinokulasi dengan cara spread plate (digores di permukaan media). Inokulasi juga bisa dilakukan dengan pour plate, yaitu dengan menambahkan mikrobia pada media agar sebelum memadat (suhu 45 °C). Kelemahan dengan metoda pour plate yaitu akan membatasi ketersediaan oksigen dalam medium yang dibutuhkan untuk pertumbuhan jamur. Tujuan dari penelitian ini yaitu 1) mengetahui pertumbuhan miselia jamur pada media secara pour plate, 2) mengetahui waktu inkubasi miselia jamur ketika muncul di permukaan media dan pembentukan spora jamur. Suspensi spora jamur Rhizopus oligosporus diplating dengan dua cara yaitu spread plate dan pour plate dengan menggunakan media PDA (Potato Dextrose Agar), kemudian diinkubasi suhu 30 °C selama 5 hari. Pengamatan dilakukan setiap hari dengan melihat pertumbuhan miselia dan pembentukan sporanya. Hasil menunjukkan bahwa Jamur dapat hidup dengan metoda pour plate dan menghasilkan miselia yang dapat menembus media untuk mencari oksigen. Spora jamur berkecambah di dalam media PDA pada inkubasi 12 jam dan dengan metode pour plate miselia akan muncul ke permukaan media pada inkubasi 24 jam. Setelah 48 jam inkubasi, miselia akan semakin menyebar dan mulai terbentuk sporangium pada kedua metode inokulasi. Spora hitam muncul pada inkubasi hari ke 3 dan akan merata pada inkubasi hari ke 5. Kecepatan pertumbuhan jamur yang ditumbuhkan dengan metoda pour plate tidak berbeda dengan jamur yang ditumbuhkan dengan metoda spread plate.
Modifikasi Alat Penakar Curah Hujan Tipe Observatorium (OBS) Guna Validasi dan Efektivitas Pengukuran Abidin Abidin
Indonesian Journal of Laboratory Vol 2 No 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v2i1.55260

Abstract

Stasiun Klimatologi Politeknik Negeri Lampung dilengkapi dengan alat penakar curah hujan type Observatorium (OBS). Penakar curah hujan yang  berfungsi untuk mengukur jumlah curah hujan yang jatuh pada permukaan tanah. Curah hujan yang tercurah masuk dalam corong penakar dan terkumpul di dalam tabung penampung. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan gelas ukur, dengan cara mengangkat corong penakar, lalu mengambil tabung penampung curah hujan dan menuangkannya ke dalam gelas ukur. Apabila curah hujan melebihi kapasitas gelas ukur, maka pengukuran dilakukan beberapa kali sehingga curah hujan yang tertampung dapat diukur semua. Hal ini memakan waktu yang lama, sehingga curah hujan sering tumpah pada saat pengukuran, dan hasil pengukuran tidak valid. Permasalahan ini menuangkan suatu gagasan untuk memodifikasi alat penakar curah hujan type OBS dengan menggunakan kran. Dengan tujuan pada proses pengukuran menghasilkan data yang valid dan efektif. Penelitian ini menggunakan metode eksprimental membandingkan hasil pengukuran penakar curah hujan yang sudah dimodifikasi dengan yang belum dimodifikasi. Analisis data menggunakan metode kuntitatif dan skala rasio. Pengujian dilakukan sebanyak tiga kali ulangan dengan volume curah hujan yang bervariasi yaitu curah hujan 10 mm, 25 mm, dan 50 mm. Dari ketiga kali pengujian dihasilkan rata-rata waktu pengukuran curah hujan dengan menggunakan penakar curah hujan type OBS sebelum dimodifikasi, untuk volume curah hujan 10 mm = 110 detik,  25 mm = 243 detik, 50 mm = 431 detik. Hasil pengujian penakar curah hujan type OBS hasil modifikasi untuk volume curah hujan 10 mm = 68 detik, 25 mm = 135 detik, dan 50 mm= 268 detik. Disimpulkan bahwa hasil pengukuran curah hujan menggunakan penakar curah hujan type OBS yang sudah dimodifikasi dengan tambahan kran lebih valid dan efektif.

Page 1 of 1 | Total Record : 7