cover
Contact Name
Rahmat Nur
Contact Email
rahmat.nur@ulm.ac.id
Phone
+6282346468651
Journal Mail Official
padaringan@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Brigjen H. Hasan Basri, Pangeran, Kec. Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Padaringan : Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi
ISSN : -     EISSN : 26848104     DOI : https://doi.org/10.20527
Core Subject : Education, Social,
Padaringan adalah Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pendidikan, Sosiologi dan Antropologi yang diterbitkan tiga kali setahun (Januari,Mei,dan September) oleh Program Studi Pendidikan Sosiologi yang memuat tentang aspek : (1) Hasil Penelitian,(2) Opini, resensi buku maupun info pendidikan, sosiologi serta antropologi yang aktual dalam bidang keilmuan masing-masing.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2022): Mei 2022" : 5 Documents clear
PAGANDENG: Diversifikasi Okupasi Pada Masyarakat Transmigran Di Desa Katulungan Kabupaten Luwu Utara Abdul Rahman, Nurlela, Mauliadi Ramli
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 4, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.219 KB) | DOI: 10.20527/padaringan.v4i2.5454

Abstract

Tujuan penelitian ini, yaitu 1). Untuk mendeskripsikan Desa Katulungan Sebagai Desa Transmigrasi. 2). Untuk mengetahui keterkaitan antara munculnya aktivitas pagandeng dengan modernisasi pertanian. 3).Untuk mengetahui dampak kehadiran pagandeng terhadap kondisi sosial ekonomi di Desa Katulungan. Penelitian inimerupakan penelitian kualitatif dengan teknik analisis deskriptif. Data yang terkait dengan permasalahan pokok penelitiandiperoleh langsung dari lapangan melalui observasi, dan wawancara. Data yang diperoleh kemudian diberi interpretasi kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan agar bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang sosial dan kemanusiaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1). Desa Katulungan merupakan desa yang kebanyakan dihuni oleh transmigran dari Pulau Jawa yang memiliki etos kerja tinggi serta keterampilan dalam bidang pertanian. 2).Aktivitas pertanian yang dilakoni oleh masyarakat Desa Katulungan telah tersentuh oleh modernisasi pertanian sehingga tenaga kerja manusia mulai digeser oleh mesin. Akibatnya perempuan yang bekerja sebagai buruh tani harus kreatif melihat peluang, dan peluang yang cocok adalah bekerja sebagai pedagang sayur keliling (pagandeng). 3). Interaksi antara pedagang dan pembeli telah melahirkan hubungan-hubungan sosial yang harmonis antara masyarakat di Desa Katulungan, bahkan di wilayah Kecamatan Sukamaju secara umum.
SPIRAL OF SILENCE; Gerakan Elite Lokal Dalam Pemekaran Wilayah Gambut Raya Muhammad Luthfi Farizan, Setia Budhi, Ismar Hamid
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 4, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.428 KB) | DOI: 10.20527/padaringan.v4i2.5455

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pihak-pihak yang terlibat dalam gerakan pemekaran wilayah Gambut Raya, apa saja alasan yang mendorong pemekaran, apa saja strategi yang dilaksanakan, bagaimana dinamika-dinamika yang terjadi pada gerakan pemekaran wilayah Gambut Raya dan seperti apa fenomena yang dihubungkan dengan teori spiral of silence pada gerakan pemekaran wilayah Gambut Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dasar penelitian adalah studi kasus atau case study. Penelitian dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu desk review dan penelitian lapangan dengan instrument observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pada gerakan pemekaran wilayah Gambut Raya terdapat keterlibatan dan peran aktif dari pihak elite lokal yang mempunyai karakteristik spiral of silence. Terdapat alasan-alasan yang menjadi mendorong keinginan pemekaran, yakni pelayanan birokrasi, isu pembangunan dan kepadatan penduduk. Strategi yang dilaksanakan adalah melakukan pendekatan dengan sosialisasi terhadap masyarakat dan pendekatan dalam bidang media. Hambatan pada gerakan terbagi menjadi dua, internal dan eksternal, internal berkaitan dengan kondisi internal organisasi pemekaran dan eksternal berkaitan dengan relasi dengan kabupaten induk. Dalam kaitannya dengan teori spiral of silence, media menjadi salah satu kekuatan terbesar gerakan dimana tokoh-tokoh Gambut Raya terlibat langsung dengan pembentukan wacana di media. Terdapat juga bentuk-bentuk simbolisasi penguasaan wacana yang menjadikan pihak elite lokal Gambut Raya memiliki daya tawar sebagai mayoritas dalam pemekaran wilayah.
NILAI SOSIAL BUDAYA DALAM PEMBATASAN KETURUNAN (Studi Kasus Pada Masyarakat Pedalaman Suku To Balo Di Kabupaten Barru) Nurlina Subair, Syahban Nur
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 4, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1036.354 KB) | DOI: 10.20527/padaringan.v4i2.5466

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan tujuan mendeskripsikan faktor penyebab terjadinya pembatasan keturunan, memahami proses pembatasan keturunan, dan menganalisis bentuk nilai sosial budaya dalam pembatasan keturunan bagi masayarakat pedalaman Suku To Balo di Kabupaten Barru. Informan penelitian ini berjumlah 7 orang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini antara lain observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang menyebabkan pembatasan keturunan pada Suku To Balo dipengaruhi oleh keyakinan yang melekat pada suku itu sendiri. Proses pembatasan keturunan yaitu dengan menggunakan berbagai macam cara untuk mencegah kehamilan antara lain: metode zaman dahulu, metode jongkok dan bersin, metode mencuci kemaluan dengan jeruk nipis, dan program KB. Suku To Balo tetap berinteraksi dengan masyarakat sekitar tanpa merasa ada yang salah dengan keadaan mereka, serta masyarakat juga menerima keberadaan mereka.
Hambatan Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) Dalam Peningkatan Kesejahteraan Sosial Masyarakat Di Kelurahan Pelambuan Kota Banjarmasin Maulida Rachma, Yusuf Hidayat, Laila Azkia
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 4, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.03 KB) | DOI: 10.20527/padaringan.v4i2.5457

Abstract

Kesejahteraan sosial menjadi tujuan utama dari setiap negara di dunia. Salah satu hambatan untuk mencapai kesejahteraan adalah masalah kemiskinan. Pemerintah dalam upayanya menurunkan tingginya angka kemiskinan salah satunya dengan cara meningkatkan efektivitas penanggulangan kemiskinan melalui program berbasis perlindungan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH). Penelitian ini bertujuan untuk menemukan Hambatan Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kelurahan. Pelambuan Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data dipilih secara Purposive Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis hasil penelitian menggunakan langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Hambatan Pelaksanan Program Keluarga Harapan (PKH) dalam meningkatkan Kesejahteraan Sosial Masyarakat di Kelurahan Pelambuan, masih terdapat beberapa hambatan, yang kemudian dikelompokkan menjadi dua kategori, yakni: hambatan pada pelaksanaan (a) secara internal dan (b) secara eksternal. Selanjutnya adalah hambatan pada Pendamping Sosial. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada Unit Pengurus PKH wilayah Kota Banjarmasin harus lebih mengontrol bagaimana titik hasil dari Program Keluarga Harapan (PKH) tersebut, sudah sejauh mana berjalan, agar pemantauan dan evaluasi kinerja untuk tahap berikutnya dapat terkendali dengan baik.
Nilai Kearifan Lokal Budaya Tiwah Masyarakat Dayak Ngaju Dalam Presfektif Pendekatan Ekologi Herlina Lupi Listyaning Putri, Nasrudin, Muhammad Efendi
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 4, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1844.674 KB) | DOI: 10.20527/padaringan.v4i2.5487

Abstract

Masyarakat lokal kalimantan secara umum memiliki keragaman budaya yang sangat unik. Faktual di lapangan menjelaskan bahwa kepercayaan masyarakat lokal menyimpan unsur-unsur budaya dalam wadah kearifan lokal masyarakat dayak yang banyak kita jumpai dalam bentuk linguistik maupun nonverbal yang dipadukan serta disinergikan secara kreatif untuk menjaga dan memelihara lingkungan dengan tujuan manusia dan alam mencapai keserasian dan keselarasan. Ritual tiwah memiliki makna tersendiri jika dikaji dengan konteks pendekatan geografi, karena kajian ilmu geografi sendiri tak terbatas hanya pada kajian fisik saja, akan tetapi aktivitas masyarakat, perkembangan budaya maupun hal-hal subtansial yang terkait pada pergerakan dan persebaran baik itu dalam konteks abstraksi maupun faktual yang menjadi unsur utama dalam kajian ilmu geografi. Korelasi budaya tewah dengan pendekatan ekologi merupakan suatu perspektif mengenai metodologi dalam mempelajari perkembangan kepribadian yang mempertimbangkan aspek-aspek di luar individu, yaitu dari sisi lingkungan di mana individu berada. Pada ritual tiwah sendiri memiliki presfektif ekologi dengan melihat manusia sebagai bagian dari suatu sistem yang berjalan di muka bumi ini.

Page 1 of 1 | Total Record : 5