cover
Contact Name
herlinda
Contact Email
jurnalkeb.basurek1@gmail.com
Phone
+6285367262277
Journal Mail Official
jurnalkeb.basurek1@gmail.com
Editorial Address
Jl. Mahakam Raya No.16, Lingkar Barat, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu, Bengkulu 38225
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Kebidanan Basurek
ISSN : 25273698     EISSN : 26214393     DOI : https://doi.org/10.51851/jkb.v1i1
Core Subject : Health,
Jurnal kebidanan Besurek merupakan jurnal yang menyediakan tulisan ilmiah untuk bertukar gagasan tentang teori, metodelogi dan inovasi berhubungan dengan dunia kesehatan khususnya lingkup Kebidanan yang tertulis dan mengandung manfaat tersurat untuk pembaca.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2018)" : 5 Documents clear
HUBUNGAN KETUBAN PECAH DINI (KPD) DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM Tri Endah Suryani
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v3i1.109

Abstract

Setiap tahun di seluruh dunia lebih dari sembilan juta bayi meninggal pada periode perinatal, WHO dalam laporannya menjelaskan bahwa penyebab kematian tertinggi bayi dinegara berkembang adalah disebabkan oleh asfiksia neonatorum, keadaan dimana bayi tidak dapat segera bernafas secara spontan dan teratur setelah lahir. Hal tersebut disebabkan kurangnya intake oksigen sebelum, selama dan sesaat setelah lahir. Apabila terdapat gangguan pertukaran gas atau pengangkutan oksigen maka akan terjadi asfiksia, keadaan ini akan mempengaruhi fungsi sel tubuh dan bila tidak teratasi dapat menyebabkan kematian. KPD merupakan salah satu faktor penyebab asfiksia neonatorum dan infeksi yang dapat meningkatkan mortalitas dan morbiditas perinatal. Angka kejadian asfiksia di Puskesmas Jetis Kota Yogyakarata pada tahun 2014 mengalami peningkatan yaitu dari 22 kasus di tahun 2013 menjadi 37 kasus asfiksia dari 279 kelahiran ditahun 2014. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan April 2015. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang lahir di Puksesmas Jetis Kota Yogyakarta Pada Tahun 2014 yaitu sebanyak 279 bayi. Sampel penelitian sebanyak 276 responden diambil dengan teknik purposive sampling. Uji hipotesis menggunakan Chi square. Sebagian besar (86,6%) bayi lahir tidak mengalami asfiksia dan sebagian besar (91,3%) ibu bersalin tidak mengalami KPD. Dari (8,7%) ibu bersalin dengan KPD (6,9%) bayi yang dilahirkan mengalami asfiksia. Terdapat hubungan yang signifikan antara KPD dengan kejadian asfiksia neonatorum (X2 = 97.920) dan (= 0,000). Hasil Contingency Coefficient diperoleh nilai 0.512 yang berarti terdapat keeratan hubungan yang sedang antara KPD dengan kejadian asfiksia neonatorum. Terdapat hubungan yang signifikan Ketuban Pecah Dini dengan kejadian asfiksia neonatorum
HUBUNGAN ANTARA SIKAP DENGAN PERILAKU IBU BALITA DALAM MEMANTAU PERTUMBUHAN BALITA DI POSYANDU Sari Widyaningsih
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v3i1.110

Abstract

Berdasarkan survey yang dilakukan peneliti di 3 Desa binaan yaitu Desa Sidosari, Desa BP 1 Dan Desa Sumber Arum diantara 3 Desa tersebut Desa BP 1 memiliki cakupan penimbangan balita belum mencapai terget Nasional sebesar 80% yaitu 32%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan hubungan sikap dengan perilaku ibu dalam memantau pertumbuhan balita di Posyandu. Subjek penelitian ini adalah 68 ibu balita yang diambil secara consecutive sampling. Dari 68 ibu balita sebagian besar 38 orang (55,9%) ibu memiliki sikap mendukung terhadap penimbangan Posyandu dan sebagian besar 35 orang (51,5%) perilaku ibu aktif dalam dalam memantau pertumbuhan balita setiap bulan di posyandu. Dari 30 orang ibu yang tidak memliki sikap tidak mendukung, 19 orang (63,3%) ibu memiliki perilaku tidak aktif dalam memantau pertumbuhan balita. Dari 38 orang ibu yang memiliki sikap mendukung, 24 (63,2%) ibu memiliki perilaku aktif dalam memantau pertumbuhan balita. Hasil analisis Bivariat menggunakan uji chi-square didapatkan nilai p =0,030 (<0.05), hal ini berarti ada hubungan yang bermakna antara sikap dengan perilaku dalam memantau pertumbuhan balita di Posyandu Desa BP1 Kec.Sukaraja Kab.Seluma. Diharapkan Ibu yang tidak mendukung terhadap Posyandu perlu dukungan dari tokoh masyarakat yaitu kepala desa, kader, petugas kesehatan.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN SIKAP IBU DENGAN KEBERHASILAN TOILET TRAINING PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN Lolli Nababan; Weni Lestari
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v3i1.111

Abstract

Toilet training adalah suatu usaha untuk melatih anak agar mampu mengontrol dalam melakukan buang air besar dan buang air kecil. Tingkat pendidikan dan sikap ibu merupakan salah satu faktor keberhasilan toilet training pada anak. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan sikap ibu dengan keberhasilan toilet training pada anak usia 3-4 tahun di PAUD IT Baitul Izzah kota Bengkulu tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik. Sampel seluruh ibu yang memiliki anak usia 3-4 tahun berjumlah 30 orang dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Data dianalisis dengan univariat dan bivariat Hasil analisis univariat menunjukan bahwa dari 30 ibu yang memiliki anak usia 3-4 tahun hampir sebagian yang berpendidikan menegah 11 orang (36,7%), dan sebagian besar yang berpendidikan tinggi 19 orang(63,3%). Hasil analisis bivariat menggunakan chi-square antara variabel tingkat pendidikan dan keberhasilan toilet training diperolah nilai p velue (0,009) yang berarti ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan keberhasilan toilet training pada anak usia 3-4 tahun di PAUD IT Baitul Izzah kota Bengkulu tahun 2017 dan antara variabel sikap ibu dan keberhasilan toilet training diperolah nilai p velue (0,001) yang berarti ada hubungan yang signifikan antara sikap ibu dengan keberhasilan toilet training pada anak usia 3-4 tahun di PAUD IT Baitul Izzah kota Bengkulu tahun 2017. Disarankan kepada pengelola/guru PAUD IT Baitul Izzah kota Bengkulu dan orang tua untuk melakukan latihan toilet training pada anak usi 3-4 tahun, terutama pada anak yang tidak berhasil dalam melakukan toilet training.
PEMBERIAN EDUKASI PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI PADA Ny. “R” G7P4A2 PMB SATIARMI KOTA SUMEDANG Nurul Maulani
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v3i1.112

Abstract

Alat kontrasepsi salah satunya adalah menghentikan/mengakhiri kehamilan terutama pada seorang istri berumur lebih dari 35 tahun dan mempunyai anak maksimal tiga orang. Pengetahuan tentang alat/cara KB merupakan hal yang penting dimiliki sebagai bahan pertimbangan sebelum menggunakan alat kotrasepsi yang akan dipilih.Alat kontrasepsi yang digunakan dalam mengakhiri kehamilan yaitu Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) permanen meliputi Metode Operasi Wanita (MOW) dan Metode Operasi Pria (MOP). Penelitian ini bertujuan melakukan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. “R” umur 36 tahun G7P4A2 dengan Pemberian Edukasi Pemilihan Alat Kontrasepsi di PMB Satiarmi Kota Sumedang 2017.Jenis penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik yang meliputi observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan kepustakaan Hasil menunjukan bahwa pada asuhan kebidanan komprehensif yang diberikan Ny „R” umur 37 tahun G7P4A2 pada hamil TM III yaitu KIE tentang alat kontrasepsi IUD, implan, MOW dan MOP. Proses persalinan dilakukan tindakan sectio caesaria berjalan lancar keadaan ibu dan bayi baik sampai nifas dua minggu. Ny “R” sudah menggunakan alat kontrasepsi MOW bersamaan dengan tindakan sectio caesaria.Simpulan dari Asuhan kebidanan komprehensif Ny “R” umur 37 tahun G7P4A2 adalah asuhanyang diberikan sesuai dengan kebutuhan klien yang didukung teori dan evidance based dalam kebidanan. Asuhan selama enam minggu berjalan lancar dan normal.
GAMBARAN MOTIVASI IBU BALITA DALAM KEIKUTSERTAAN KEGIATAN POSYANDU Annisa Khoiriah; Sari Widya Ningsih
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v3i1.113

Abstract

Masih rendahnya ibu balita dalam memotivasi dirinya untuk ikut serta dalam kegiatan posyandu Rinjani di Kelurahan Jembatan Kecil Kota Bengkulu Tahun 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran motivasi ibu dalam keikutsertaan kegiatan posyandu Rinjani di Kelurahan Jembatan Kecil Kota Bengkulu Tahun 2017. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Observasional Deskriptif dengan desain Cross Sectional, populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita yang berkunjung ke Posyandu Rinjani Kelurahan Jembatan Kecil Kota Bengkulu dari bulan Januari sampai dengan Mei tahun 2017, dengan sampel sebanyak 33 orang dengan teknik pengambilan sampel secara total sampling. Hasil analisis univariat, dari 33 orang terdapat 22 orang (66,7%) yang mempunyai motivasi rendah, 11 orang (33,3%) yang mempunyai motivasi kuat, 20 orang (60,6%) tidak ikut serta kegiatan posyandu dan 13 orang (39,4%) ikut serta kegiatan posyandu. Hasil penelitian juga ditemukan dari 33 orang hampir seluruh responden 18 orang (81,8%) yang mempunyai motivasi rendah tidak ikut serta dalam kegiatan posyandu sedangkan yang mempunyai motivasi kuat hampir seluruh dari responden 9 orang (81,8%) ikut serta dalam kegiatan posyandu. Diharapkan pihak puskesmas untuk lebih aktif memberikan promosi kesehatan berupa edukasi kepada ibu baik melalui penyebaran leaflet, pemasangan spanduk dan bekerja sama dengan kader posyandu agar lebih aktif untuk mengajak ibu yang mempunyai balita untuk datang ke posyandu.

Page 1 of 1 | Total Record : 5