cover
Contact Name
Diah Widasmara
Contact Email
diah2ko@gmail.com
Phone
+6281296736449
Journal Mail Official
diah2ko@gmail.com
Editorial Address
http://ejournal-balitbang.kkp.go.id/index.php/JP/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pari
ISSN : 25020730     EISSN : 25490133     DOI : http://dx.doi.org/10.15578/jp.v6i2
Jurnal PARI adalah jurnal yang diterbitkan oleh Sekertariat Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan - Kementrian Kelautan dan Perikanan (BRSDM KKP), yang memiliki p-ISSN : 2502-0730 dan e-ISSN : 2549-0133 dengan tujuan menyebarluaskan hasil karya tulis ilmiah di bidang Perpustakaan, Dokumentasi dan Informasi, Kearsipan, Kehumasan serta Ilmu Komputer. Naskah yang dimuat jurnal tersebut berasal dari Pejabat Fungsional Pustakawan Arsiparis,Pranata Humas dan Pranata Komputer.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 133 Documents
“SOCIAL SELLING” DAN PEMANFAATAN BAGI PERPUSTAKAAN Nasrul Rizal A. Lubis
Jurnal Pari Vol 5, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : BRSDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jp.v5i2.8775

Abstract

ABSTRAK:Diera modern ini, iklim jual beli produk di masyarakat berubah dengan munculnya mediasosial membuat batasan antara kehidupan profesional dan personal semakin kabur, sehinggamengubah cara pandang penguna berinteraksi dengan industri. Penjualan sosial memberikanlangkah demi langkah untuk memanfaatkan keterampilan dan teknik dalam penyampaian sebuahstrategi penyampaian informasi yang diperlukanABSTRACT:In this modern era, the climate of buying and selling products in society changes with the adventof social media making the boundaries between professional and personal life increasingly blurred,thus changing the way users interact with industry. Social sales provide step by step to utilize theskills and techniques in delivering a required information delivery strategy
PENINGKATAN KOMPETENSI STAF PENGELOLA PERPUSTAKAAN DALAM UPAYA OPTIMALISASI PELAYANAN TERHADAP PEMUSTAKA ketut masiani
Jurnal Pari Vol 3, No 2 (2017): (Desember 2017)
Publisher : BRSDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jp.v3i2.6802

Abstract

ABSTRAKPelayanan perpustakaan saat ini perlu terus ditingkatkan dalam upaya untuk optimalisasi pelayanan kepada pemustaka. Saat ini pemustaka dapat dikategorikan menjadi 2 generasi, yaitu Immigrant generation dan Digital natives. Pemustaka pada saat ini lebih cenderung bersifat digital native yang lebih mengutamakan teknologi informasi dalam melakukan penelusuran informasi. Kemudahan yang diberikan oleh media informasi yang ada di internet memunculkan perubahan karakter pemustaka dan mulai meninggalkan perpustakaan sebagai media sumber informasi. Pengkajian ini dilakukan untuk mengetahui kompetensi pustakawan yang dibutuhkan dalam pengelolaan perpustakaan serta upaya yang perlu dilakukan untuk mencapai kompetensi tersebut. Pengkajian ini menggunakan metode USG (Urgent, Seriousness, Growth). Data yang digunakan dalam pengkajian ini adalah data primer melalui kuesioner yang dibagikan ke beberapa ke peneliti, teknisi, karyawan administrasi serta mahasiswa yang sedang melakukan kegiatan di BBRBLPP.Hasil pengkajian menunjukkan bahwa yang paling dibutuhkan pengelola perpustakaan saat ini adalah kompetensi dan profesionalisme dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi. Kompetensi dan profesionalisme ini dapat diperoleh melalui pelatihan di bidang kepustakawanan.ABSTRACTThe current library services was need to be continuously improved in the effort of optimizing services to users. Currently users can be categorized into 2 generations, namely Immigrant generation and Digital natives. The presenters are more likely to be digital native who prioritize information technology in conducting information tracking. The ease givenby the information media available on the internet led to changes in the character of the user and began to leave the library as a medium of information resources. This assessment is conducted to determine the competence of librarians needed in library management and efforts that need to be done to achieve these competencies. This assessment usesUSG (Urgent, Seriousness, Growth) method. The data used in this assessment is primary data through questionnairesdistributed to some researchers, technicians, administrative staff and students who are conducting activities at IMRAFE.The results showed that library managers are mostly required competence and professionalism in the field of informationand communication technology. This Competence and professionalism can be obtained by librarianship training.
Dampak Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah Terhadap Pengelolaan Arsip Dinamis di Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Semarang Tri Hudayanti
Jurnal Pari Vol 5, No 1 (2019): Juli 2019
Publisher : BRSDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jp.v5i1.8338

Abstract

Arsip adalah rekaman kegiatan/peristiwa dalamberbagai bentuk dalam media sesuai denganperkembangan teknologi informasi dan komunikasiyang dibuat dan diterima oleh lembaga Negara,pemerintahan daeah, lembaga pendidikan,perusahaan, organisasi politik, organisasikemasyarakatan, dan perseorangan dalampelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa,dan bernegara. Kegiatan Pengelolaan arsip dinamisadalah proses penciptaan, penggunaan danPemeliharaan, serta penyusutan arsip yang dilakukanterhadap arsip aktif , arsip inaktif dan arsip vital, secaraefisien, efektif, dan sistematis. Tujuan dari artikel iniadalah untuk memberikan informasi kepadamasyarakat dengan ditetapkannyaUndang-UndangRINo. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah,maka kegiatan pengelolaan arsip dinamis di BalaiKarantina Ikan Pengendalian Mutu dan KeamananHasil Perikanan volumenya menjadi lebih banyak.Metode yang digunakan adalah Kuantitatif yaitumetode riset yang fokus pada penggunaan angka,tabel, grafik untuk menampilkan hasil data yangdiperoleh dari Sidat (Sistim Informasi Data Statistik)yang ada padaBalaiKarantina Ikan PengendalianMutudan Keamanan Hasil Perkanan. Data yang dihasilkanmelalui Sidat dihasilkan jumlah arsip sebelum dansesudah adanya Undang-undang Republik IndonesiaNomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerahterjadi perbedaan yang signifikan, sehinggaberdampak sekali pada pengelolaan arsip di BalaiKarantina Ikan Pengendalian Mutu dan KeamananHasil Perikanan Semarang, semakin bertambahnyavolume arsip maka akan berpengaruh pula denganketersediaan sarana dan prasarana,mengingat saranadan prasarana di Balai Karantina Ikan PengendalianMutu dan Keamanan Hasil Perikanan Semarangterbatas. Kesimpulannya adalah pada Balai KarantinaIkan Pengendalian Mutu dan Keamanan HasilPerikananSemarang berupayamenambah sarana danprasarana dalam pengelolaan arsip. The archive is recording activities and events invarious forms in media in line with the developmentof information technology and communication aremade and received by state institutions, localgovernment, educational institution, company,political organization, social organization andindividuals in the implementation of social lifenational and state. The Activity of managementdynamic archive is the process of creation, use andmaintenance, and depreciation archive done withactive archive, inactive archive and vital archive asan efficient, effective, and systematic. The purposeof this article to giving information to society with thelaw of the Republic of Indonesia number 23 of 2014concerning local government, so the managementactivities archive dynamic in Fish Quarantine andInspection Agency . The methods used quantitativemethod which is focused on numeric, table, graphicto show the result data which collected from Sidat(statistics data information system) in FishQuarantine and Inspection Agency. Data collectthrough Sidat produced by archive number beforeand after the law of the Republic of Indonesianumber 23 of 2014 on local government is going ona significant difference, so that it will effected onarchive management in Fish Quarantine andInspection Agency Semarang. It will increase archivevolume that can be effected the availability facilityand infrastructure, by remembering it in FishQuarantine And Inspection Agency Semarang. Theconclusion is in Fish Quarantine and InspectionAgency Semarang attempted to improveinfrastructure in archivemanagement
THE IMPACT OF SOCIAL MEDIA ON INDIVIDUAL PERFORMANCE IN AGRICULTURE AND FOOD OFFICE MAGELANG Kurnia Hardjanto
Jurnal Pari Vol 6, No 1 (2020): Juli 2020
Publisher : BRSDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jp.v6i1.9758

Abstract

Penggunaan media sosial sosial telah merambah ke semua lini layanan kehidupan masyarakat, termasuk di instansi pemerintah. Media sosial digunakan untuk mendukung implementasi program dan kegiatan di instansi pemerintah, yang kemudian berdampak pada kinerja individu di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara empiris dampak penggunaan media sosial terhadap kinerja individu di Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang.Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner dan wawancara kepada 40 (empat puluh) karyawan di Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi media sosial memiliki dampak positif pada peningkatan kinerja individu di Dinas Pertanian dan Pangan, yaitu sebagaimedia komunikasi (koordinasi) dan tempat untuk berbagi informasi secara aktual. Sementara beberapa dampak negatif penggunaan media sosial yang perlu diantisipasi berupa konsentrasi karyawan yang berkurang sehingga dapat menyebabkan keterlambatan pada penyelesaian pekerjaanThe use of social social media has penetrated into all lines of life services, including at government offices. Social media are used to support the implementation of programs and activities in government offices, which then have an impact on the performance of individuals in it. This studyaims to identify empirically the impact of the use of social media on the performance of individuals in Agriculture and Food Office, Magelang. This research uses descriptive analysis method. Data is collected by filling in questionnaires and interviewing with 40 (forty) officer in the Agriculture andFood Office. Research shows that the application of social media has a positive impact on improving the performance of individuals in Agriculture and Food Office, namely as a medium of communication (coordination) and a place to share information actually. While some negative impacts that need to be anticipated include reducing the concentration that can cause delay incompletion of work.
PRODUKTIVITAS DAN KOLABORASI PENELITI PADA JURNAL RISET AKUAKULTUR 2011-2015 erny puspa
Jurnal Pari Vol 3, No 1 (2017): (Juli 2017)
Publisher : BRSDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jp.v3i1.6791

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas penulis paling produktif dan tingkat kolaborasi terbanyak dalam penulisan pada Jurnal Riset Akuakultur tahun 2011-2015. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif menggunaan data publikasi Jurnal Riset Akuakultur periode tahun 2011-2015 yang memuat 240 artikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa I Nyoman Radiarta merupakan penulis paling produktif (23 artikel), kemudian A. Mariana Lusiastuti (18 artikel). Tingkat kolaborasi penulis terbanyak dihasilkan oleh I Nyoman Radiarta (23 artikel), kemudian oleh A. Mariana Lusiastuti (17 artikel). Tingkat kolaborasi penulisan karya ilmiah pada Jurnal Riset Akuakultur yaitu jumlah C = 0 sebanyak3 penulis, 0 < C < 0,5 sebanyak 0 penulis, C = 0,5 sebanyak 0 penulis, 0,5 < C < 1 sebanyak 1 penulis dan C = 1 sebanyak 297 penulis. Adapun rata-rata tingkat kolaborasi sebesar 0,995 (99.5%). Kondisi ini menunjukkan atmosfer menulis yang baik dan perlu ditingkatkan dikemudian hari.ABSTRACTThis study aims to determine the productivity and the level of collaboration in writing in the Journal of AquacultureResearch in 2011-2015. The descriptive method was used to investigate the publication data of Aquaculture ResearchJournal of 2011-2015 which is containing 240 articles. The results showed that I Nyoman Radiarta was the most prolificwriter (23 articles), followed by A. Mariana Lusiastuti (18 articles). The similar result on the author collaboration showedthat I Nyoman Radiarta (23 articles), followed by by A. Mariana Lusiastuti (17 articles) have the highest level. Moreover,the level of collaboration (C) writing scientific papers on the Journal of Aquaculture Research was C = 0 by 3 authors,0 <C <0,5 by 0 authors, C = 0,5 as many as 0 authors, 0.5 < C <1 for 1 author and C = 1 of 297 authors. The averagelevel of collaboration was 0.995 (99.5%). This condition revealed that the level of collaboration among author in writingAquaculture Research Journal was appropriate and should be encouraged in the future.
PETA POTENSI PERPUSTAKAAN LINGKUP PUSAT RISET PERIKANAN Teti Endrawati
Jurnal Pari Vol 4, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : BRSDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jp.v4i2.7865

Abstract

Peta potensi pada lingkup perpustakaan Pusat Riset Perikanan dalam penelitian ini sebatassumberdaya manusia perpustakaan, lokal konten yang dimiliki, dan peringkat lokal konten dalamgoogle scholar, hasil penelitian menunjukkan dari 13 satuan kerja Pusrikan terdapat 19 orangsumberdaya perpustakaan yang terdiri dari 11 orang sudah menjadi pustakawan dan 8 orangbelum menjadi pustakawan (pengelola perpustakaan) hal ini salah satunya dikarenakan masihragu dan belum siapnya mereka menjadi pustakawan sedangkan untuk potensi lokal kontenpusriskan terdiri 12 judul lokal konten yang terdri dari 6 judul dan yang belum 6 judul lagi belumterakreditasi dikarenakan tulisan pada lokal konten tesebut belum ilmiah, sedangkan untukperingkat google scholar kutipan terbanyak adalah Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia sebanyak1240 kutipan, Indeks–h 8, dan Indeks-i10 8. Adapun kutipan terendah pada Jurnal KebijakanPerikanan Indonesia dengan 58 kutipan indeks-h 3, Indeks-i10 1. Untuk mengatasi kendalakekurangan peta potensi tersebut dilakukan solusi: 1) untuk SDM pustakawan perlu adanya motivasiseperti mensosialisakan keuntungan menjadi pustakawan 2)untuk akreditasi lokal konten dapatmeningkatkan kualitas tulisan lebih ilmiah sehingga dapat memenuhi substansi yang disyaratkanoleh LIPI. Lokal konten yang terakreditasi tentunya dapat meningkatkan kutipan, indeks-h danIndeks-i 10 sehingga dapat meningkatkan peringkat pada google scholar.Library Potential Map of KP Fisheries Research Center is limited to library human resources, itslocal content, and local content rating in Google Schoral, the research result shows from 13Pusrikan working unit there are 19 library resources which consist of 11 people who have becomelibrarians and 8 people who haven’t (library administrators) the reason behind this is because theyare still hesitant and not ready to be librarians, on the other hand for local content potential Pusriskanconsist of 12 local content titles which consist of 6 titles and the other 6 are not yet credited due tothose local contents are not scientific. Meanwhile, for the rank of Google scholar the most quotationis Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia as many as 1240 quotations, -h8 index, and –i10 8 index.Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia got the lowest rank in Google Svholar with 58 quotations -h3 index, -i10 1 index. The solutions to overcome the problem of potential map shortage are: 1) Itis important to socialize the benefit of becoming librarian to library human resource as motivation.2) it is important to make the quality of credited local content more scientific so it can be approvedby LIPI. Credited local content surely increase the quotation, -h index and –I 10 index, therefore theGoogle Scholar rating will increase, too.
PERPUSTAKAAN ELEKTRONIK (E-LIBRARY) MENGGUNAKAN CALIBRE Dani Saepuloh
Jurnal Pari Vol 2, No 2 (2016): (Desember 2016)
Publisher : BRSDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jp.v2i2.3253

Abstract

ABSTRAKPerpustakaan Digital adalah sebuah sistem yang memiliki berbagai layanan dan obyek informasi yang mendukung akses obyek informasi tesebut melalui perangkat digital. Layanan ini diharapkan dapat  mempermudah pencarian informasi di dalam koleksi obyek informasi seperti dokumen, gambar dan database dalam format digital dengan cepat, tepat, dan akurat. Perpustakaan digital itu tidak berdiri sendiri, melainkan terkait dengan sumber-sumber lain dan pelayanan informasinya terbuka bagi pengguna di seluruh dunia. Koleksi perpustakaan digital tidaklah terbatas pada dokumen elektronik pengganti bentuk cetak saja, ruang lingkup koleksinya malah sampai pada artefak digital yang tidak bisa digantikan dalam bentuk tercetak. Koleksi menekankan pada isi informasi, jenisnya dari dokumen tradisional sampai hasil penelusuran. Perpustakaan ini melayani mesin, manajer informasi, dan pemakai informasi. Semuanya ini demi mendukung manajemen koleksi, menyimpan, pelayanan bantuan penelusuran informasi.ABSTRACTE-library is a system that provides some services and information and supports  information access through digital tools. These services are expected to simplify information searching in the data collection such as document, diagrams, and database in digital format becoming more quickly, pricisely and accurately. E-library does not stand alone but is related to other resources which is open-accessed to user worldwide. E-library collection is not only limited to an electronic document as a substitution of a hardcopy document, but is also encompassing a digital artefact that can not be replaced in printed format. The collection is emphasizing on the information contents, traditional document types, and searching results. This library serves engine, information manager, as well as information user. All this concept will support collection management, storage, service and information searching
SURVEI MINAT BACA TARUNA STP JAKARTA TAHUN 2019 widya indarti
Jurnal Pari Vol 6, No 1 (2020): Juli 2020
Publisher : BRSDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jp.v6i1.9751

Abstract

Minat baca adalah keinginan untuk melaksanakan aktivitas membaca. Manfaat membaca bagi peserta didik adalah menambah wawasan, membuka jendela dunia bagi pembaca, menambah pengalaman, menambah kosa kata dan struktur kalimat bagi peserta didik. Melakukan survey minat baca dianggap penting untuk mengetahui faktor faktor terkait yang meningkatkan kunjunganperpustakaan. Metode yang dipakai dalam tulisan ini adalah survey dengan simple random sampling yang populasi nya adalah jumlah kunjungan taruna pada bulan Maret 2019. Kemudian untuk mendapatkan data digunakan kuesioner. Sampel disini dikatakan simple (sederhana) karena pengambilan anggota sampel dari populasi tersebut dianggap homogen kemudian secara acakdilakukan pemilihan sampel yang representatif dimana sebanyak 71 orang dijadikan sampel. Hasil data direpresentasikan dalam metode deskriptif kuantitatif berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik untuk mendapatkan gambaran atau jawaban yang telah dirumuskan dalampenelitian. Berdasarkan keterangan yang telah diuraikan maka dapat dirumuskan hal-hal yang berkaitan dengan survey minat baca, yaitu: (1) Frekuensi Membaca dalam satu minggu adalah 3 sampai 4 kali kunjungan untuk membaca atau meminjam buku sebanyak 28 orang atau 40 %; (2) Responden melakukan aktivitas membaca 1 sampai dengan 2 jam sehari sebanyak 57 orang atau 80%; (3) Buku Cetak Dan Elektronik Yang Dibaca 3 Bulan Terakhir dibaca oleh responden sebanyak 2-4 bahan bacaan setiap harinya sebanyak 28 orang atau 40%; (4) Kegiatan di Waktu Luang responden adalah berselancar di internet sebanyak 28 orang atau 40%; (5) Frekuensi kunjungan untuk membaca atau pinjam buku dalam satu bulan menjawab 1-4 kali untuk baca dan pinjam buku sebanyak 57 orang atau 80%.Reading habit is the desire to carry out reading activities. The benefits of reading for students are adding insight, opening a window to the world for readers, adding experience, adding vocabulary and sentence structure for students. Conducting a reading habit survey is considered important to know the related factors that increase library visits. The method used in this paper is a survey with simple random sampling whose population is the number of cadet visits in March 2019. Then to get the data used a questionnaire. The sample here is said to be simple (simple) because the sampling of members of the population is considered homogeneous then a random sample selection is taken where as many as 71 people are sampled. The results of the data are represented inquantitative descriptive methods in the form of numbers and analysis using statistics to get a picture or answer that has been formulated in the study. Based on the information that has been described, matters can be formulated related to the reading habit survey, namely: (1) The frequency of reading in one week is 3 to 4 visits to read or borrow books as many as 28 people or 40%; (2)Respondents conduct reading activities 1 to 2 hours a day as many as 57 people or 80%; (3) The printed books and electronics that were read in the last 3 months were read by respondents as many as 2-4 reading materials every day as many as 28 people or 40%; (4) Respondent’s Free Activity is 28 people or 40% surfing the internet; (5) Frequency of visits to read or borrow books inone month answered 1-4 times to read and borrow books as many as 57 people or 80%
PENINGKATAN JUMLAH PENGUNJUNG PERPUSTAKAAN Suyatno Suyatno
Jurnal Pari Vol 1, No 1 (2015): (Desember 2015)
Publisher : BRSDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jp.v1i1.133

Abstract

Menurut Undang-Undang No. 43 Tahun 2007 perpustakaan sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa belum semua fungsi tersebut dilaksanakan oleh perpustakaan. Fungsi rekreasi seringkali diabaikan oleh pengelola perpustakaan maupun badan yang menaunginya. Fungsi rekreasi di perpustakaan dapat mengacu pada semua hal dalam perpustakaan. Beberapa aspek yang diperlukan dalam mengoptimalkan fungsi rekreasi diperpustakaan antara lain: birokrasi, anggaran, SDM, serta manajemen yang bagus, prosentase perimbangan jumlah koleksi, serta keterbatasan anggaran sehingga untuk membeli bahan bacaan ringan dan santai tidak tercukupi menjadi salah satu kendala dalam mengoptimalkan fungsi rekreasi di perpustakaan. Perlu strategi khusus untuk untuk menggaet masyarakat untuk memanfaatkan perpustakaan antara lain dengan cara mengikuti kegiatan pameran buku, workshop, pasar murah atau yang lainnya dengan berlandaskan fungsi rekreasi. Beberapa pengembangan berdasarkan pada konsep fungsi rekreasi diantaranya meliputi program edu-tourism, keberagaman layanan perpustakaan baik di dalam kegiatan utama perpustakaan, maupun di luar kegiatan dasar perpustakaan, persentase perimbangan koleksi, Tata ruang, lighting dan pewarnaan ruangan yang memberikan kesan nyaman dan tidak membosankan serta Perabotan dan perlengkapan yang tidak terlalu kaku dan formal.According to the Law of the Republic of Indonesia No. 43 Year 2007, a library serves as medium for education, research, conservation, information and recreation to elevate intelligence and to empower the society. However most libraries have not met these functions. Recreational function in particular, has been largely overlooked both by the library management and the institution under which it runs. Recreational function can be referred to all aspects of library. Some of the aspects that are essential to optimize recreational function of the library are: bureaucracy, financial support, human resource, good management, balanced collection, as well as financial constraint that limits the ability of the library to expand its collection for books with light and easy materials. This has become one of the hurdles in optimizing recreation function of library. It takes special strategy to attract people to go to library such as taking parts at book fairs, workshop, inexpensive market or other kind of events that have recreational function. Some development that run based on recreational function is edu-tourim, diversity of services both within the main activity of the library and outside the main activity, balance percentage of collection, layout, lighting and room coloration that give cozy and comfortable impression as well as modern and dynamic furniture.
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN PENELITI TERHADAP PENGGUNAAN REFERENSI DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH syarianah syarianah
Jurnal Pari Vol 6, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : BRSDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jp.v6i2.9734

Abstract

Kajian dilakukan untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan peneliti terhadap penggunaan referensi dalam penulisan karya tulis ilmiah. Kajian dilakukan terhadap karya tulis peneliti Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan yang dipublikaikan melalui JurnalRiset Akuakultur. Hasil kajian menunjukkan bahwa jumlah karya tulis ilmiah peneliti yang dipublikasikan selama 3 tahun sebanyak 32 artikel terdiri dari pendidikan strata 3 (14 artikel), strata 2 (16 artikel), dan strata 1 (2 artikel). Rata-rata jumlah penggunaan referensi untuk tingkatpendidikan strata 3 sebanyak 31,25 artikel, strata 2 sebanyak 18,00 artikel, dan strata 1 sebanyak 44,5 artikel. Peniliti dengan tingkat pendidikan strata 3 dan 2 lebih sering menggunakan majalah/ jurnal sebagai bahan referensi utama. Sedangkan peneliti dengan tingkat pendidikan strata 1 lebih banyak menggunakan buku/monograf sebagai bahan referensi utama. Peneliti dengan tingkat pendidikan strata 3 lebih banyak menggunakan referensi yang berusia 1 s/d 10 tahun (195 artikel).Sedangkan pendidikan strata 2 dan 1 lebih banyak menggunakan referensi yang berusia 11 s/d 20 tahun (masing-masing 172 dan 30 artikel).The study was conducted to examine the effect of the researcher’s education level on the use of references in writing scientific papers. The study was conducted on article the of researchers publishedin the Jurnal Riset Akuakultur. The results of the study showed that the number of scientific paperspublished by researchers was 32 articles consisting of strata 3 (14 articles), strata 2 (16 articles), and strata 1 (2 articles). The average number of reference uses for strata 3 was 31.25 articles, for strata 2 as many as 18.00 articles, and for strata 1 as many as 44.5 articles. Researchers with alevel 3 and 2 education often use magazines / journals as the main reference material. Meanwhile, researchers with a bachelor’s level education often use books / monographs as the main referencematerial. Researchers with a strata 3 education level mostly use references aged 1 to 10 years (195 articles). Meanwhile, for strata 2 and 1 education mostly use references aged 11 to 20 years (172 and 30 articles respectively)

Page 3 of 14 | Total Record : 133