cover
Contact Name
Muhammad Aditya Pratama
Contact Email
adityapratama@ikj.ac.id
Phone
+6285693972062
Journal Mail Official
imaji@ikj.ac.id
Editorial Address
Jalan Sekolah Seni No.1 (Raden Saleh, Kompleks Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No.73, RT.8/RW.2, Cikini, Jakarta, Central Jakarta City, Jakarta 10330
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal IMAJI
ISSN : 19073097     EISSN : 27756033     DOI : https://doi.org/10.52290/JI
Core Subject : Humanities, Art,
Journal IMAJI accommodates a collection of various topics of film / audio-visual studies that contain ideas, research, as well as critical, fresh, and innovative views on the phenomenal development of cinema in particular and audio-visual in general. This journal aims to provide research contributions to film and audio-visual media which are expected to encourage the development of film, including photography, television and new media in Indonesia, so that they are superior and competitive at the national level and in the international world.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2012): IMAJI" : 7 Documents clear
Penonton dan Televisi : Proses Memaknai dalam Kode Budaya dan Kapitalisme Muhlisiun, Arda
IMAJI Vol. 4 No. 2 (2012): IMAJI
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbicara tentang televisi, berarti membicarakan tentang program acara dan khalayak penonton. Disana terjadi proses pembermaknaan, yakni televisi sebagai pemberi makna dan penonton sebagai penerima makna. Proses itu terjadi dalam kode-kode yang dikirim (encode) dan diterima (decode), baik berupa hal yang berkaitan dengan teknis, ideologi, maupun asumsi terhadap calon penonton. Setiap kode yang dikirimkan pada penonton tidak serta merta dimaknai sesuai dengan maksud si pengirim kode -setiap proses encoding tidak pernah sarna dengan proses decoding. Justru yang terjadi adalah setiap penonton dengan bebas mengendalikan makna atas setiap kode yang diterimanya. Hal ini terjadi karena setiap penonton memiliki modal dalam menonton, yakni : tiga posisi hipotesis.
Dokumentasi, Jurnalistik TV, dan Dokumenter Akbar, Budiman
IMAJI Vol. 4 No. 2 (2012): IMAJI
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menempatkan sebuah karya audio-visual kedalam bentuk identifikasi seperti dokumentasi, jurnalistik tv dan dokumenter, sepertinya dianggap sesuatu hal yang sangat dimudahkan. Akan tetapi kita bisa lihat dan mendengar hal itu terkesan menjadi sesuatu yang rumit apabila diminta seseorang untuk dijelaskan bagaimana cara menempatkannya pada masing-masing bentuk yang menjadi pembahasan tulisan ini. Meskipun memberikan kesan yang teramat sederhana dalam hal ini, tetapi setidaknya uraian ini memberikan gambaran ringkas bagaimana menempatkan karya audio-visual kedalam bentuk dokumentasi, jurnalistik tv dan dokumenter dengan sudut pandang tertentu.
Program Televisi yang Dibutuhkan dan Diminati Studi Kasus Komedi Situasi Bajaj Bajuri Adhityaksa, Christanta
IMAJI Vol. 4 No. 2 (2012): IMAJI
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari sekian banyak program TVyang disuguhkan tentunya akan memberi kesempatan kepada penonton dalam memilih program mana saja yang dibutuhkan, diminati, atau keduanya. Penonton kadang tanpa sadar telah memilih program televisi favorit berdasarkan kriteria tersebut, dampaknya adalah penonton akan terjebak dalam memilih program yang mereka minati tapi sebenarnya tidak dibutuhkan atau sebaliknya. Hal ini berujung pada suatu kenyataan bahwa program yang sarat dengan unsur pesan moral belum tentu diminati oleh penonton dan pengiklan sehingga masa tayangnya menjadi singkat, akibatnya program yang beredar didominasi oleh tayangan yang jauh dari kata 'sehat'. Dari kondisi itu tentu yang diharapkan adalah adanya program televisi yang diminati dan sekaligus dibutuhkan oleh penonton
Mensinergikan Industri Animasi dengan Program Televisi di Indonesia Prakosa, Gotot
IMAJI Vol. 4 No. 2 (2012): IMAJI
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri film animasi di Indonesia kini hidupkan kembali, bangkit dari tidur panjang. Pemerintah memberikan perhatian dan memberikan dukungannya. Industri televisi di Indonesia juga berkembang cepat. Dengan demikian di sana-sini stasiun televisi lokal bermunculan di seluruh Indonesia, bergabung beriringan dengan televisi negara, berdampingan dengan stasiun nasional yang sudah mapan. Konvergensi dari dua dunia, animasi dan televisi, adalah hal yang sangat wajar, karena keduanya memiliki kesamaan, yaitu media yang tidak hanya memiliki nilai menghibur tapi juga menggunakan teknologi canggih. Unsur-unsur ini membuat kedua media membentuk sinergi dalam membantu untuk memperkaya kehidupan masyarakat di negeri ini.
Pertumbuhan Kajian Televisi, Keseharian, dan Revolusi Sains Ariansah, Mohamad
IMAJI Vol. 4 No. 2 (2012): IMAJI
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sains adalah sebuah wilayah yang memiliki standar terukur dan ketat dengan mengakomodasi persoalan ontologis, epistemologis maupun etis. Kriteria-kriteria terten tu menentukan seberapa sahih sebuah bidang dapat diklaim sebagai bagian dari ilmu pengetahuan. Karena persoalan-persoalan tersebut, terkadang sains terkesan angkuh dan dingin. Kemunculan kajian televisi sebagai bidang baru dalam penelitian ilmu-ilmu sosial dan komunikasi sejak periode 1990-an, telah memberikan sebuah inovasi dan persoalan baru terhadap sains. Pada satu sisi ia membuka imajinasi tanpa batas mengenai wilayah dari sains, namun di sisi lain selalu akan muncul resiko bahwa sains akan kehilangan keunikannya sebagai disiplin yang ketat dan berganti menjadi kisah-kisah mengenai apapun.
Infotainment, Gaya Indo atau Amrik? Rukmananda, Naratama
IMAJI Vol. 4 No. 2 (2012): IMAJI
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infotainment diluar televisi, disajikan dalam ruang karya jurnalistik visual yang mengagungkan nilai aktual, faktual dan "trust ': Bukan sekedar "pengumuman " atas informasi yang cederung satu arah, kurang faktual dan untrust.
Perkembangan Televisi Daerah di Federasi Rusia Pasca Uni Soviet Saptatia D.N, Henny
IMAJI Vol. 4 No. 2 (2012): IMAJI
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini merupakan bagian kecil dari penelitian dengan pendekatan empirik yang dilakukan sepanjang tahun 2001-2007 pada lima perusahaan penyiaran daerah atau stasiun TV daerah, yang di Rusia dikenal dengan istilah "TV Regional ': Dalam artikel ini disajikan situasi Televisi Regional Rusia pasca likuidasi Uni Soviet. Kebijakan Gorbachev dan perubahan politik memberi peluang bagi perorangan dan lembaga non-pemerintah untuk mendirikan TV Komersial dan TV Swasta. Keberadaan lebih dari 1.000 TV Regional yang aktif beroperasi di seluruh Federasi Rusia pada awal-awal tahun runtuhnya Uni Soviet itu seharusnya dapat dianggap sebagai potensi negara untuk meningkatkan pembangunan masyarakat Rusia baru. Namun meningkatnya jumlah yang besar itu tidak diimbangi dengan tingginya kualitas program. Perubahan kualitas dan pengembangan TV Regional tidak terjadi dengan sendirinya. Pada awal1990-an muncul banyak organisasi yang disebut sebagai "organisasi publik" atau "organisasi non-pemerintah" atau "organisasi non-profit ': Biasanya disingkat NCO. Salah satu NCO yang produktif dan aktif bekerja untuk pengembangan media massa sejak awal1990-an adalah Internews Rusia. Artikel ini memaparkan bagaimana kemitraan TV Regional dengan organisasi non-pemerintah, dalam hal ini Internews-Rusia, mampu meningkatkan partisipasi mereka dalam proses pembangunan masyarakat Rusia baru dan melakukan redefinisi atas tujuan media massa, masyarakat dan bahkan tujuan negara secara keseluruhan. kemitraan keduanya dapat dianggap sebagai kunci untuk mencapai tujuan integral konsep Media Development, yaitu mewujudkan terbentuknya masyarakat yang independen dan demokratis, yang disebut Civil Society.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 3 (2025): Imaji Visual dalam Ruang, Waktu, dan Memori Vol. 16 No. 2 (2025): Film, Masyarakat, Teknologi, dan Identitas Budaya Vol. 16 No. 1 (2025): Identitas dalam Sinema Indonesia Vol. 15 No. 3 (2024): Ruang, Penonton, dan Wacana Sinematik Vol. 15 No. 2 (2024): Fotografi, Bahasa Visual dan Eksotisme Vol. 15 No. 1 (2024): Arsip, Wacana Visual & Film Eksperimental Vol. 14 No. 3 (2023): Suara & Imaji yang Berkelindan Vol. 14 No. 2 (2023): Fotografi, Riwayatmu Hingga Kini Vol. 14 No. 1 (2023): Antara Struktur dan Bahasa Visual Vol. 13 No. 3 (2022): Menuju Layar Personal sebagai Budaya Baru Menonton Vol. 13 No. 2 (2022): Wawancara dan Kedalaman Penelitian Media Audio Visual Vol. 13 No. 1 (2022): Merayakan dan Dirayakan Melalui Sinema Vol. 12 No. 3 (2021): Membingkai Realitas melalui Imaji Visual Vol. 12 No. 2 (2021): Panorama Mengamplifikasi Gagasan melalui Media Audio-Visual Vol. 12 No. 1 (2021): Sinema dan Wacana Vol. 11 No. 2 (2020): Sinema, Ideologi, dan Kritik Sosial Vol. 11 No. 1 (2020): Bentuk, Gaya, dan Persepsi Penonton Vol. 10 No. 2 (2018): Karakter dan Konsep-Konsep Psikoanalisis dalam Film Vol. 10 No. 1 (2018): Teknologi dan Storytelling dalam Medium Audio-Visual Vol. 9 No. 1 (2017): Mitos dalam Film dan Televisi Vol. 8 No. 1 (2016): IMAJI Vol. 5 No. 2 (2013): IMAJI Vol. 5 No. 1 (2013): IMAJI Vol. 4 No. 2 (2012): IMAJI Vol. 4 No. 1 (2012): IMAJI No. 6 (2011): IMAJI No. 5 (2009): IMAJI No. 4 (2008): IMAJI No. 3 (2007): IMAJI No. 2 (2006): Dimana Posisi Kritik Sinema Indonesia? No. 1 (2005): Antara Melihat dan Membaca More Issue