cover
Contact Name
Abdul Karim
Contact Email
abdulkarim@walisongo.ac.id
Phone
+6224-7606405
Journal Mail Official
jurnal.agc@walisongo.ac.id
Editorial Address
Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Jl. Prof. Dr. Hamka Kampus III Ngaliyan Semarang 50185
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Advanced Guidance and Counseling
ISSN : 27461513     EISSN : 27461521     DOI : https://doi.org/10.21580/jagc
Aim: This journal publishes articles as a result of empirical research in Guidance and Counseling, both quantitative and qualitative. Scopes: The scopes of Journal of Advanced Guidance and Counseling are Islamic Guidance and Counseling, Child and Adolescent Counseling, Adult and Elder Counseling, Family Counseling, School Counseling, Higher Education Counseling, Crisis and Risk Counseling, Occupational Counseling, Cyber Counseling, Educational Psychology, Counseling and Guidance, Rehabilitation Counseling, Technology usage in Counseling, Counseling and Guidance for Special Population
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2021)" : 5 Documents clear
Analysis of parental burnout conditions during the Covid-19 pandemic in Indonesia Bella Yugi Fazny
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2021.2.2.9200

Abstract

Purpose -  This research aimed to describe the level of parental burnout of parents in children during the COVID-19 pandemic.  Method - Measurements were carried out using the Maslach Burnout Inventory (MBI) instrument. Participants in this research amounted to 164 people spread across various regions in Indonesia.Result - 15% of parents experienced a high level of parental burnout, 64% of parents experienced a moderate level of parental burnout and 21% of parents experienced a low level of parental burnout in the care of children under 18 years old during the COVID-19 pandemic. The results of another survey of the need for assistance were that 96% of parents answered that it was necessary to provide a self-healing guidebook related to mental health issues (self-therapy).Implications – This research has an impact on developing a first aid handbook to assist parents in identifying and dealing with parental burnout independently through self-healing therapy.Originality – This research is an overview of the need for assistance that can be provided or developed by further researchers especially in the care of children under 18 years old during the COVID-19 pandemic.***Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat parental burnout orang tua pada anak selama masa pandemi COVID-19.Metode - Pengukuran dilakukan dengan menggunakan instrumen Maslach Burnout Inventory (MBI). Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 164 orang yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.Hasil - 15% orang tua mengalami tingkat kelelahan orang tua yang tinggi, 64% orang tua mengalami tingkat kelelahan orang tua yang sedang dan 21% orang tua mengalami tingkat kelelahan orang tua yang rendah dalam mengasuh anak di bawah usia 18 tahun selama masa pandemi COVID-19. Hasil survei lain tentang perlunya pendampingan adalah 96% orang tua menjawab perlu menyediakan buku panduan self-healing terkait masalah kesehatan mental (self-therapy).Implikasi - Penelitian ini berdampak pada mengetahui praktisi kesehatan mental dan psikiatri dapat mengembangkan buku pegangan pertolongan pertama untuk membantu orang tua dalam mengidentifikasi dan menangani kelelahan orang tua secara mandiri melalui terapi penyembuhan diri.Originalitas - Penelitian ini merupakan gambaran tentang perlunya bantuan yang dapat diberikan dan atau dikembangkan oleh peneliti selanjutnya khususnya dalam pengasuhan anak di bawah 18 tahun selama masa pandemi COVID-19.
Counseling guidance in improving family stability in facing a covid-19 pandemic Rois Nafi'ul Umam
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2021.2.2.9247

Abstract

Purpose – The purpose of this study is to provide a clear description of the issue of family stability during the pandemic and family counseling guidance as to the solution in improving family stability.Method – This study applied a descriptive qualitative approach with an interview as the technique to collect the data. The informants in this study were 5 people consisting of the executive board and the members of Al-Usroh family community in Balikpapan.Result - The result of the study shows that during the pandemic the issues influencing family stability are family financial crisis, boredom, and over anxiety. To improve family stability during the pandemic, family counseling guidance with a conjoint approach was carried out.Implication – This research might become a study on the application of family counseling guidance services to improve family stability.Originality – This study was about the effect of the covid-19 pandemic towards family stability and the role of family counseling guidance to improve family stability.***Purpose – Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tentang masalah ketahanan keluarga di masa pandemi dan layanan bimbingan konseling keluarga sebagai solusi dalam meningkatkan ketahanan keluargaMethod – Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data wawancara. Informan dalam penelitian ini sebanyak 5 orang yakni dari pengurus dan anggota komunitas keluarga Al-Usroh BalikpapanResult  -  Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan di masa pandemi yang berpengaruh terhadap ketahanan keluarga seperti krisis finansial pada keluarga, kejenuhan dan kecemasan yang berlebihan. Dalam rangka meningkatkan ketahanan keluarga di masa pandemi ini, upaya yang dilakukan yakni melalui layanan bimbingan konseling kelompok dengan pendekatan conjoint.Implication – Penelitian ini dapat menjadi kajian tentang pemanfaatan layanan bimbingan konseling keluarga untuk meningkatkan ketahanan keluargaOriginality – Penelitian ini adalah penelitian tentang dampak pandemi covid-19 terhadap ketahanan keluarga dan peran bimbingan konseling keluarga untuk meningkatkan ketahanan keluarga
Psychological stressors and life satisfaction among university students during the Second Wave of covid-19: Moderating role of resilience Tania Qamar; Saralah Devi Mariamdaran Chethiyar; Muhammad Ali Equatora
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2021.2.2.9321

Abstract

Purpose -  The purpose of the research was to examine the relationship between psychological distress and life satisfaction among university students during the second wave of COVID-19, also to assess the moderating role of resilience.  Method - The population of this study is university students. The selection of samples in the current research using purposive sampling strategy and selected 200 students. The data were analyzed using correlation analysis,  hierarchical regression analysis, and path analysis.Result - The results show the psychological distress has a significant negative relationship with life satisfaction and resilience has a significant positive relationship with life satisfaction. Regression findings reveal that psychological distress and resilience were significant predictors of life satisfaction. Moderation findings show the resilience plays a significant moderating role between psychological distress and life satisfaction.Implications – The current research suggests improving the skills performance in the life of students. The present study helps to understand the importance of life satisfaction, especially among university students.Originality – This is the first study that used intervening variables psychological distress, resilience, and life satisfaction. It is not only particular for professionals or students to be aware of psychological distress toward life satisfaction in the Pakistani society but also to be educated about the culture itself and clinical area.***Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara tekanan psikologis dengan kepuasan hidup mahasiswa selama gelombang kedua COVID-19, serta menilai peran moderasi resiliensi.Metode - Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan strategi purposive sampling dan dipilih 200 siswa. Analisis data menggunakan analisis korelasi, analisis regresi berjenjang, dan analisis jalur.Hasil - Hasil penelitian menunjukkan tekanan psikologis memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan kepuasan hidup dan resiliensi memiliki hubungan positif yang signifikan dengan kepuasan hidup. Temuan regresi mengungkapkan bahwa tekanan psikologis dan ketahanan merupakan prediktor signifikan dari kepuasan hidup. Temuan moderasi menunjukkan ketahanan memainkan peran moderasi yang signifikan antara tekanan psikologis dan kepuasan hidup.Implikasi - Penelitian saat ini menyarankan peningkatan kinerja keterampilan dalam kehidupan siswa. Studi ini membantu untuk memahami pentingnya kepuasan hidup, terutama di kalangan mahasiswa.Originalitas - Ini merupakan penelitian pertama yang menggunakan variabel intervening tekanan psikologis, resiliensi, dan kepuasan hidup. Tidak hanya bagi para profesional atau pelajar untuk menyadari tekanan psikologis terhadap kepuasan hidup dalam masyarakat Pakistan tetapi juga untuk dididik tentang budaya itu sendiri dan area klinis.
Stages of crisis counseling interventions on abortus provocatus performers in pregnancy due to rape Husnun Nahdhiyyah
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2021.2.2.9184

Abstract

Purpose -  The purpose of this study was to discuss the stages of counseling intervention for provocative abortion perpetrators in pregnancy due to rape.  Method - The research method used in this article is library research. The research was conducted by collecting information and data with the help of various materials in the library such as books, previous research results, articles, notes and various journals related to the problem to be solved systematically to collect, process, and conclude data using the method.Result - A perpetrator of abortus provocatus in pregnancy due to rape is in dire need of crisis counseling in terms of physical, psychological, and mental trauma. The stages of crisis counseling intervention carried out by the counselor are: defining the problem, ensuring the counselee's safety, providing support, examining alternatives, making plans, and getting commitments.Implications – This research has an impact on knowing the stages of crisis counseling intervention carried out by counselors.Originality – This research used literature deeply about the stages of counseling intervention for abortus provocatus perpetrators in pregnancy due to rape.***Tujuan - Tujuan penelitian ini untuk membahas tahapan intervensi konseling bagi pelaku aborsi provokatif pada kehamilan akibat perkosaan.Metode - Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah penelitian kepustakaan. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan informasi dan data dengan bantuan berbagai bahan yang ada di perpustakaan seperti buku, hasil penelitian sebelumnya, artikel, catatan dan berbagai jurnal yang berkaitan dengan masalah yang akan dipecahkan secara sistematis untuk mengumpulkan, mengolah, dan menyimpulkan data menggunakan metode.Hasil - Pelaku abortus provokatus dalam kehamilan karena perkosaan sangat membutuhkan konseling krisis dari segi trauma fisik, psikis, dan mental. Tahapan intervensi konseling krisis yang dilakukan oleh konselor adalah: mendefinisikan masalah, memastikan keselamatan konseli, memberikan dukungan, memeriksa alternatif, membuat rencana, dan mendapatkan komitmen.Implikasi - Penelitian ini berdampak pada mengetahui tahapan intervensi konseling krisis yang dilakukan oleh konselor.Originalitas - Penelitian ini menggunakan literatur secara mendalam tentang tahapan intervensi konseling bagi pelaku aborsi provokatif pada kehamilan akibat perkosaan. 
Level of self-efficacy of middle school students during the Covid-19 pandemic Taufik Agung Pranowo
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2021.2.2.9146

Abstract

Purpose -  The purpose of this study was to determine the level of self-efficacy in students at Sarbini Islamic Junior High School.  Method - This type of research is quantitative research. The population in this study was 215 students. The sample used in this study was 25 students. Sampling was done by purposive random sampling. Data analysis in this study used descriptive quantitative.Result - The level of student self-efficacy at the moderate level shows a value of 26%. As for the high level shows a value of 21%. Students at Sarbini Islamic Junior High School experienced a low level of self-efficacy with a value of 7%, and a level of self-efficacy in the less category with a value of 19%. In each indicator, it can be seen that there are only 2 levels of high self-efficacy with values of 77 and 81 on the indicators of Adjusting to Tasks and Self-Assessment of Ability to Do Tasks. While other indicators are in the medium category.Implications – This research has an impact on knowing the level of self-efficacy of Sarbini Islamic Junior High School students to provide an overview to Sarbini Islamic Junior High School teachers in the learning process.Originality – Strengthening students at Islamic Junior High School through self-efficacy in the form of guidance and counseling services.***Tujuan - Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efikasi diri pada siswa SMP Islam Sarbini.Metode - Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 215 siswa. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 25 siswa. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive random sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif.Hasil - Tingkat efikasi diri siswa pada tingkat sedang menunjukkan nilai sebesar 26%. Sedangkan untuk level tinggi menunjukkan nilai sebesar 21%. Siswa SMP Islam Sarbini mengalami tingkat efikasi diri rendah dengan nilai 7%, dan tingkat efikasi diri dalam kategori kurang dengan nilai 19%. Pada masing-masing indikator terlihat hanya terdapat 2 tingkat efikasi diri yang tinggi dengan nilai 77 dan 81 pada indikator Menyesuaikan Tugas dan Penilaian Diri Kemampuan Mengerjakan Tugas. Sedangkan indikator lainnya berada pada kategori sedang.Implikasi - Penelitian ini berdampak pada mengetahui tingkat efikasi diri siswa SMP Islam Sarbini untuk memberikan gambaran kepada guru SMP Islam Sarbini dalam proses pembelajaran.Originalitas - Penguatan siswa MTs melalui studi level efikasi diri berupa layanan bimbingan dan konseling.

Page 1 of 1 | Total Record : 5