cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal_kimiakemasan@yahoo.com
Phone
+6281806885732
Journal Mail Official
jurnal_kimiakemasan@yahoo.com
Editorial Address
Balai Besar Kimia dan Kemasan, Kementerian Perindustrian Jl. Balai Kimia No.1, Pekayon, Pasar Rebo Jakarta Timur 13710 Indonesia
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kimia dan Kemasan
ISSN : 2088026X     EISSN : 25499424     DOI : http://dx.doi.org/10.24817
Jurnal Kimia dan Kemasan (JKK) publishes original research article related to Applied chemistry including natural product (essential oils, palm oil derivative, natural dye), biopolymer, chemical synthesis, and problems of chemical processes and apparatus; and also packaging material and technology.
Articles 410 Documents
Pengaruh Lama Penyulingan Biji Pala Terhadap Rendemen Dan Mutu Minyak Yang Dihasilkan Endang Suryadi
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 24 NO. 1 JUNI 2002
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4743

Abstract

Penelitian pengaruh lama penyulingan terhadap rendemen dan mutu minyak yang dihasilkan telah dilakukan dengan sistem kohobasi. Biji pala terdiri dari dua jenis. Pertania adalah biji pala segar dengan kadar air rata-rata 85% dan lainnya adalah biji pala yang dikeringkan dengan kadar air rata-rata 13%. Periode lama waktu penyulingan adalah 14 jam. Distilat dianalisis pada setiap waktu tertentu, yaitu penyulingan ( 2, 5, 8 11 dan l .J) jam. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa semakin lama biji pala disuling makin banyak rendemen minyak yang dihasilkan, namun demikian putaran optiknya semakin menurun. Pada penyulingan ( 2, 5 dan 8) jam, biji kering menghasilkan minyak lebih banyak secara signifikan dari pada biji segar. Minyak yang dihasilkan dari biji segar maupun kering pada penyulingan ( 11 dan 14 ) tidak memenuhi spesifikasi mutu minyak pala untuk ekspor, disebabkan putaran optiknya terlalu rendah. Hasil terbaiok adalah penyulingan selama 8 jam dengan nienggunakan biji kering di mana ( rendemen minyak, berat jenis, indeks bias dan putaran optik ) masing-masing adalah ( 13,60% db; 0,897;1,479dan10,70 ).
Pembuatan dan Karakterisasi Plastik Biodegradable dari Limbah Polipropilena dan Pati Biji Durian dengan Penambahan Maleat Anhidrida Sebagai Agen Pengikat Silang Tengku Rachmi Hidayani; Elda Pelota; Dyah Nirmala
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 39 No. 1 April 2017
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v39i1.2027

Abstract

Penelitian dilakukan untuk menghasilkan plastik biodegradable dari pencampuran limbah polipropilena dan pati  biji durian dengan menambahkan maleat anhidrida sebagai agen pengikat silang dan benzoil peroksida sebagai inisiator. Plastik polipropilena yang digunakan bersumber dari limbah plastik polipropilena yang ada di pasaran dikenal sebagai plastik gula. Pati biji durian didapatkan dengan metode perendaman dengan air sadah dan pengendapan dengan akuades. Pada penelitian ini, dilakukan dengan berbagai variasi bahan yang ditambahkan dengan perbandingan tertentu yaitu berturut-turut limbah polipropilena, pati biji durian, maleat anhidrida, dan benzoil peroksida yaitu (94:6:1), (94:6:1:1), (94:6:2:1), dan (94:6:3:1). Metode pencetakan plastik biodegradable dilakukan dengan metode kempa tekan. Plastik biodegradable dikarakterisasi dengan analisis sifat mekanik berupa uji tarik dengan menggunakan acuan standar ASTM D – 1822 type L, analisis biodegradable menggunakan metode gravimetri berdasarkan penurunan masa plastik setelah penanaman selama 1 bulan, dan analisis gugus fungsi dengan uji Fourier Transform Infra Red (FTIR). Dari hasil penelitian didapatkan kondisi optimum plastik biodegradable yang dihasilkan pada perbandingan limbah polipropilena, pati biji durian, maleat anhidrida, dan benzoil peroksida adalah (94:6:1:1) dengan nilai kekuatan tarik 9,81 N/m2 dan kemuluran 0,5625%, penurunan masa dari analisis uji biodegradable sebesar 9,08%, dan interaksi kimia dari plastik biodegradable yang dihasilkan dapat dilihat berdasarkan hasil analisis dengan FTIR ditemukan bilangan gelombang yang menunjukkan gugus fungsi yang khas untuk menunjukkan ikatan antara limbah plastik polipropilena yang dicangkok dengan maleat anhidrida dengan bantuan inisiator benzoil peroksida dan pati biji durian.
Pendekatan Green Synthesis Nanopartikel CuFe2O4 Dengan Bantuan Ekstrak Daun Gambir Dan Sifat Anti Bakterinya Suci Auliya Rahmi Elsya; Zulhadjri Zulhadjri; Syukri Arief
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 41 No. 2 Oktober 2019
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v41i2.5417

Abstract

Perkembangan nanoteknologi berkaitan dengan nanomaterial berfungsi untuk meningkatkan kemampuan antibakteri serta mengurangi jumlah pemakaian logam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu, pH dan waktu sintesis hidrotermal terhadap karakteristik nanopartikel tembaga ferit (CuFe2O4­) yang selanjutnya diaplikasikan sebagai antibakteri. Nanopartikel tembaga ferit (NTF) telah disintesis dengan memadukan metode green sintesis dan hidrotermal. Ekstrak daun gambir (Uncaria gambir Roxb) digunakan sebagai capping agent dalam penelitian ini. Hasil analisis XRD memberikan informasi bahwa NTFyang disintesis dengan penambahan ekstrak daun gambir dan NaOH serta dengan penambahan NaOH saja pH 12 suhu 180˚C selama 8 jam berfase kubik. NTF yang disintesis dengan penambahan ekstrak daun gambir dan NaOH pH 12 suhu 180˚C selama 8 jam memiliki ukuran paling kecil yaitu 24nm. Dari hasil fotograf SEM diketahui NTF yang disintesis pada suhu 180˚C selama 8 jam pH 12 berbentuk spheric dan masih ada yang teraglomerasi. Nanopartikel tembaga ferit yang disintesis diaplikasikan pada bakteri gram positif (S.aureus) dan gram negatif (E.coli) menggunakan metode difusi sumuran. NTF yang disintesis pada suhu 180˚C selama 8 jam pH 10 dan 12 efektif menghambat pertumbuhan bakteri E. coli dan S. aureus.
Penelitian Pendahuluan Pengolahan Air Limbah Secara Aerobik Aida Soelaeman
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. XVII NO. 3 SEPTEMBER 1995
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.5058

Abstract

Aerobic treatment is used for treatment of waste water which is of a relatively low concentration and is in large quantity as well. In this treatment, domestic waste water seeks to purify, by making maximum used of bacteria's ability to take in organic matters. The COD removal from this research are describe that concentration of COD already reached ± 90 %.
Cara-Cara Pembuatan Garam Di Indonesia Kusartuti Imam Subagyo
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.7 JULI 1977
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4866

Abstract

There are many proceses for making salt in indonesia. But all of these have an equality, they use sun energy for evaporation (solar salt), and generally based on sea water. Only 2 small areas in Central of Java, use soil water and salted mud for raw material (soil salt). The mentioned processes will be described briefly.
Sifat Fisis Dan Mekanis Komposit High Density Polyethylene (HDPE) – Hydroxyapatite (HAp) Dengan Teknik Iradiasi Gamma Sulistioso Giat S Giat; Sudirman Sudirman; Devi Indah Anwar; F. Lukitowati; Basril Abbas
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 37 No. 1 April 2015
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v37i1.1812

Abstract

High Density Polyethylene (HDPE) sebagai polimer sintetis dengan kerapatan komposit yang tinggi dan hydroxyapatite (HAp) merupakan komponen tulang yang penting. Komposit HDPE yang berfungsi sebagai matriks dengan HAp selayaknya dapat membentuk tulang sintetik. Komposit HDPE-HAp dengan rasio              2/1 : 3/1 : 4/1 (b/b,%) dikompaksi dan dipanaskan pada suhu 180 °C, selanjutnya diuji efektivitas radiasi gamma pada dosis 25 kGy dan 50 kGy. Komposit hasil iradiasi diukur kekerasan, perubahan struktur kimia, morfologi, sifat termal, dan kristalinitas menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), Scanning Electron Microscope (SEM), Differential Scanning Calorimetry (DSC), dan X-Ray Diffraction (XRD). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kekerasan komposit meningkat dari nilai 65 shore A hingga 69,5 shore A dengan waktu pemanasan 1 jam, 2 jam, dan 86 shore A dengan dosis radiasi 50 kGy untuk sampel komposit HDPE-HAp (2:1). Berdasarkan pengamatan dengan SEM menunjukkan permukaan komposit yang kompak dan HAp terikat secara fisik berdasarkan pengukuran dengan XRD dan DSC. Pengukuran FTIR menunjukkan tidak terjadinya perubahan spektrum komposit hasil iradiasi. Iradiasi gamma dapat meningkatkan sifat mekanis komposit    HDPE-HAp. 
Comparative Study Of Various Chemical Refrigerants For Natural Gas Hydrates Production As Alternative Media For Natural Gas Transportation Ario Guritno; Slamet Slamet
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 40 No. 2 Oktober 2018
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v40i2.3939

Abstract

Indonesia has been facing natural gas declining problem since 2003, and one of the alternative solutions which can be proposed is by producing gas from the stranded area. Stranded gas is not much developed due to its remote location and a small number of gas reserves. Natural Gas Hydrates or NGH is one of promising alternative medium for natural gas transportation, but it is not much developed yet. Transportation of NGH requires neither cryogenic temperature as LNG does nor high pressure as CNG does. This theoretical study will suggest a simulation scheme to produce synthetic NGH. Production of synthetic NGH utilizes a refrigeration cycle as a cooling source. Based on proposed proses for converting natural gas to NGH, various design parameters for a refrigeration cycle have been investigated. Results obtained suggested that propane as a refrigerant with a specific operating parameter can be a good alternative for the production of NGH.
Pengaruh Konsentrasi Anhidrida Maleat dan Peroksida Benzoil terhadap Persen Pencangkokan pada Sintesis Kompatibilizer Polyethylene-Graft-Maleic Anhydride Muhammad Ghozali; Pius Doni Bonafius Sinaga; Shela Maranatha Yolanda
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 38 No. 1 April 2016
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v38i1.1977

Abstract

Telah dilakukan sintesis Linear Low Density Polyethylene- graft-Maleic Anhydride (LLDPE-g-MA) untuk mengetahui pengaruh konsentrasi anhidrida maleat dan peroksida benzoil terhadap persen pencangkokan. Sintesis dilakukan dengan cara mencangkokkan monomer anhidrida maleat ke dalam Linear Low Density Polyethylene (LLDPE) dengan bantuan peroksida benzoil sebagai inisiator dan xylene sebagai pelarut. Reaksi dilakukan dalam reaktor stainless steel pada suhu 120°C selama 5 jam dengan bantuan gas nitrogen. Konsentrasi anhidrida maleat divariasikan antara 10-40 per seratus resin, sedangkan variasi BPO dilakukan pada 0,5-2 per seratus resin. Persen pencangkokan ditentukan dengan menghitung monomer anhidrida maleat yang tercangkok ke dalam LLDPE. Analisis Fourier Transform Infra Red (FTIR) dilakukan untuk mempelajari gugus fungsi yang terbentuk dalam LLDPE-g-MA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persen pencangkokan tertinggi sebesar 9,2598% dihasilkan pada penggunaan anhidrida maleat sebesar 40 per seratus resin dan BPO sebesar 2 per seratus resin.  
Hidrolisis Biomassa Mikroalga Porphyridium cruentum Menggunakan Asam (H2SO4 dan HNO3) dalam Produksi Bioetanol Ni Wayan Sri Agustini; Nadhil Febrian
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 41 No. 1 April 2019
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v41i1.3962

Abstract

Porphyridium cruentum ada salah satu jenis mikroalga uniseluler dari kelas Rhodophyceae yang memiliki karbohidrat. Kandungan karbohidratnya yang tinggi, sehingga mikroalga ini berpotensi sebagai sumber bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses hidrolisis biomasa P. cruentum menggunakan asam untuk menghasilkan bioetanol. Biomassa P. cruentum dihidrolisis dengan menggunakan 2 jenis asam yaitu HNO3 dan H2SO4. Variasi konsentrasi asam yang digunakan adalah 1%; 2% dan 3%, pada suhu 100 oC selama 60 menit. Fermentasi dilakukan selama 5 hari dengan menggunakan Saccharomyces cerevisiae. Analisis karbohidrat menggunakan metoda fenol sulfat, gula pereduksi menggunakan metoda DNS, sedangkan analisis kadar etanol menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Hasil dari studi ini, kandungan karbohidrat P. cruentum diperoleh sebesar 22,82%. Semakin tinggi konsentrasi asam yang digunakan, semakin tinggi pula kadar gula reduksi yang diperoleh. Kadar etanol dari biomasa yang dihidrolisis menggunakan H2SO4 maksimum dicapai pada konsentrasi 1% H2SO4 yaitu 34,5% dan dicapai pada hari ke-4, sedangkan biomassa yang dihidrolisis dengan HNO3 maksimum dicapai pada konsentrasi 2% yaitu sebesar 14,83% pada hari ke-2. Penggunaan konsentrasi asam yang rendah dapat mengurangi efek negatif terhadap lingkungan. Mikroalga P. cruentum yang mengandung karbohidrat 22,82% dapat dijadikan sebagai salah satu bahan baku untuk menghasilkan bioetanol yang berkelanjutan.
Bahan Baku Plastik Polystyren Budi Utami
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN NO.36 TRIWULAN II 1987/1988
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4961

Abstract

Polystyren is linear polymer which thermoplastic made with syntesa from one or more monomer eg : styren, aerylonitril and butadien. The ·bases of making polystyren is polymeritation reaction. Polymeritation have 5 bypes, each type has characteristicand used difficult. Polymerita­tion process have variaty technique where it is goodness and likensess.

Page 4 of 41 | Total Record : 410


Filter by Year

1976 2021


Filter By Issues
All Issue Vol. 43 No. 2 Oktober 2021 Vol. 43 No. 1 April 2021 Vol. 42 No. 2 Oktober 2020 Vol. 42 No. 1 April 2020 Vol. 41 No. 2 Oktober 2019 Vol. 41 No. 1 April 2019 Vol. 40 No. 2 Oktober 2018 Vol. 40 No. 1 April 2018 Vol. 39 No. 2 Oktober 2017 Vol. 39 No. 1 April 2017 Vol. 38 No. 2 Oktober 2016 Vol. 38 No. 1 April 2016 Vol. 37 No. 2 Oktober 2015 Vol. 37 No. 1 April 2015 Vol. 36 No. 2 Oktober 2014 Vol. 36 No. 1 April 2014 Vol. 35 No. 2 Oktober 2013 Vol. 35 No. 1 April 2013 Vol. 34 No. 2 Oktober 2012 Vol. 34 No. 1 April 2012 Vol. 33 No. 2 Oktober 2011 Vol. 33 No. 1 April 2011 Vol. 32 No. 2 Oktober 2010 Vol. 32 No. 1 April 2010 BULLETIN PENELITIAN VOL. 28 NO. 1 APRIL 2006 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 2 DESEMBER 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 1 APRIL 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 26 NO. 2 DESEMBER 2004 BULLETIN PENELITIAN VOL. 26 NO. 1 APRIL 2004 Bulletin Penelitian Vol. 25 No. 3 Desember 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 25 NO. 2 AGUSTUS 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 25 NO. 1 APRIL 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 24 NO. 2 DESEMBER 2002 BULLETIN PENELITIAN VOL. 24 NO. 1 JUNI 2002 BULLETIN PENELITIAN VOL. 23 NO. 2 DESEMBER 2001 BULLETIN PENELITIAN VOL. 23 NO. 1 JUNI 2001 BULLETIN PENELITIAN VOL. 22 NO. 2 DESEMBER 2000 BULLETIN PENELITIAN VOL. 22 NO. 1 JUNI 2000 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 3 DESEMBER 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 2 AGUSTUS 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 1 APRIL 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 3 DESEMBER 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 2 AGUSTUS 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 1 APRIL 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 3 DESEMBER 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 2 AGUSTUS 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 1 APRIL 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 3 DESEMBER 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 2 AGUSTUS 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 1 APRIL 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVII NO. 4 DESEMBER 1995 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVII NO. 3 SEPTEMBER 1995 BULLETIN PENELITIAN VOL. XV NO. 46 Maret 1991 BULLETIN PENELITIAN NO.45 TRIWULAN III 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.44 TRIWULAN II 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.43 TRIWULAN I 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.38 TRIWULAN IV 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.36 TRIWULAN II 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.35 TRIWULAN I 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.34 TRIWULAN IV 1985/1986 BULLETIN PENELITIAN NO.33 TRIWULAN III 1985/1986 BULLETIN PENELITIAN NO.26 TRIWULAN IV 1983/1984 BULLETIN PENELITIAN TAHUN IV NO.15 & 16 JULI & OKTOBER 1979 BULLETIN PENELITIAN TAHUN IV NO.13 & 14 JANUARI & APRIL 1979 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.11 & 12 JULI & OKTOBER 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.10 APRIL 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.9 JANUARI 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.8 OKTOBER 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.7 JULI 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.5 JANUARI 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN I NO.4 OKTOBER 1976 BULLETIN PENELITIAN TAHUN I NO.3 JULI 1976 More Issue