cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal_kimiakemasan@yahoo.com
Phone
+6281806885732
Journal Mail Official
jurnal_kimiakemasan@yahoo.com
Editorial Address
Balai Besar Kimia dan Kemasan, Kementerian Perindustrian Jl. Balai Kimia No.1, Pekayon, Pasar Rebo Jakarta Timur 13710 Indonesia
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kimia dan Kemasan
ISSN : 2088026X     EISSN : 25499424     DOI : http://dx.doi.org/10.24817
Jurnal Kimia dan Kemasan (JKK) publishes original research article related to Applied chemistry including natural product (essential oils, palm oil derivative, natural dye), biopolymer, chemical synthesis, and problems of chemical processes and apparatus; and also packaging material and technology.
Articles 410 Documents
Penelitian Kemasan Dodol Susmirah S; Endang R; Samiha Y L; Susilo Susilo
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN NO.44 TRIWULAN II 1989/1990
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.5027

Abstract

Kerusakan makanan disebabkan oleh 4 faktor yaitu: biokimia, enzyma­ tic, mikrobiologi dan fisis. Faktor biokimia adalah hasil interaksi dari sifatkimiawi makanan, sedangkan kerusakan enzymatic merupakan kerusakanyang d.isebabkan katalisa biokimia oleh enzym yang ada di dalam makanan secara alami. Kerusakan mikrobiologi adalah terbesar karena membusuknya· makanan. Mikroorganisme yang berada dalam makanan olahan meliputiyeasts (ragi), molds (kapang) dan bakteria. Rusaknya makanan yang tidakberkaitan dengan biokimia, enzymatic atau microbiologi biasanya rusak ka­ rena pengaruh sifat­sifat fisisnya, sebagai contoh adalah hilangnya kadarair atau warna.
PENINGKATAN SIFAT FISIKA KIMIA MEMBRAN SELULOSA ASETAT MENGGUNAKAN POLIFUNGSIONAL MONOMER TRIMETHALLYL ISOCYANURATE Meri Suhartini; Santoso. P; E. Ernawati; A. Y. Panjaitan
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 42 No. 1 April 2020
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v42i1.4302

Abstract

Membran selulosa asetat dapat digunakan untuk pemurnian minyak atsiri menggunakan teknik pemisahan non pori, akan tetapi membran ini mempunyai sifat fisika dan kimia yang rendah, sehingga mudah koyak dan rusak saat digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sifat fisika dan kimia membran selulosa asetat menggunakan polifungsional monomer Trimethallyl isocyanurate (TMAIC). Membran tersebut diharapkan mempunyai kekuatan tarik tinggi dan derajat penggembungan rendah, sehingga memenuhi kriteria untuk digunakan pada pemurnian minyak atsiri. Selulosa asetat-TMAIC disintesis dengan cara mengisolasi selulosa dari sekam padi, kemudian dibuat selulosa asetat menggunakan asam asetat glasial. Polifungsional monomer TMAIC ditambahkan sebagai agen pengikat silang. Sinar gamma digunakan sebagai inisiator reaksi pembentukan ikatan silang antara selulosa-TMAIC-selulosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan TMAIC pada selulosa asetat yang digabungkan dengan iradiasi sinar gamma, menyebabkan penurunan derajat penggembungan dan peningkatan kekuatan tarik secara signifikan, yaitu masing-masing sebesar 65,48% dan 53,24%. Karakterisasi menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR) membuktikan adanya pembentukan ikatan silang selulosa asetat dengan TMAIC. 
Pembuatan Bahan Kemasan Mampu Urai Hayati (Biodegradable Packaging) Dari Tepung Tapioka Budi Utami; Wiwik Pudjiastuti
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 2 AGUSTUS 1996
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.5068

Abstract

Experiment of biodegradable packaging from cassava starch has been done in a laboratory scale by preparing 9 formulation containing several type of substances. Physical properties and biodegradability from each formulation have been evaluated. Comparing with TIS Z 1707 - 1975, formulation 7 has the best physical properties using for food packaging with thickness= 0,15 mm, tensile strength= 189,39 kg£'cm2, elongation= 112,919 °!CJ, \VVTR = 43,29 glm2. 24 hr and biodegradability = 2 weeks.
Pengaruh Drajat Kehalusan Dalam Pengaktipan Bentonit Clay Dengan Asam Sulfat Djumarman Djumarman
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.9 JANUARI 1978
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4879

Abstract

The effect of mesh size of bontonite clay before activation process has been investigated in Industrial Rese­arch Institute Jakarta. Bentonit clay being used was from Tambelang, Karawang. The result indicated the finer the clay the better the result. Treatment un­der pressure could minimize time and conentration of acid.
Keramik sebagai Media Fotokatalis TiO2 – Karbon Aktif serta Aplikasinya pada Kesehatan Lingkungan Siti Naimah; Rahyani Ermawati; Silvie Ardhanie Aviandarie; Novi Nur Aidha; Bumiarto Nugroho Jati
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 37 No. 2 Oktober 2015
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v37i2.1821

Abstract

Penelitian mengenai penggunaan material keramik sebagai media fotokatalitik TiO2 (Titanium Dioxide)-Karbon aktif yang aplikasinya pada kesehatan lingkungan telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari dan menentukan material (media) yang sesuai sebagai tempat menempelnya komposit TiO2 agar menghasilkan adsorben yang optimal, selanjutnya penelitian ini diaplikasikan pada bidang kesehatan lingkungan dalam kemampuannya untuk  mendegradasi terhadap polutan udara, khususnya CO (carbon monoxide) dan toluen. Gas CO dan toluene yang akan didegradasi sebelum dan sesudah proses ditampung dalam reaktor kemudian diukur konsentrasinya menggunakan alat GC-FID (Gas Chromatography-Flame Ionization Detector). Proses fotokalisis dalam mendegradasi polutan udara CO dan toluene menghasilkan CO2 (carbon dioxide) dan uap air. Pengukuran konsentrasi CO2 dilakukan menggunakan alat GC-FID. Hasil penelitian didapatkan bahwa keramik merupakan material media yang optimal dibandingkan dengan aluminium karena keramik memiliki tekstur pada permukaannya sehingga dapat mengikat komposit lebih maksimal. Kemampuan degradasi terhadap polutan udara pada alat ini yaitu 90% untuk degradasi CO dan 41% untuk degradasi toluene, CO dan toluene dipakai sebagai model terhadap polutan yang ada di udara. Semakin banyak polutan yang terdegradasi, menyebabkan bertambahnya konsentrasi CO2 diudara hasil degradasi yaitu sekitar 29.25% selama 6 jam. Disamping itu teknologi ini diaplikasikan bersama dengan alat yang dapat menghasilkan CO2 untuk perangkap nyamuk yang dikembangkan dengan menggunakan media keramik sebagai supporting TiO2-karbon aktif memiliki kinerja lebih efektif karena hasil nyamuk yang terperangkap lebih banyak sekitar 30% dari penelitian sebelumnya yaitu tidak menggunakan media dan TiO2-karbon aktif dilangsung ditempelkan pada material stainless steel.
Hidrocarbon Yang Mudah Menguap, Manfaat dan Bahayanya Rofienda Rofienda
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 25 NO. 2 AGUSTUS 2003
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4695

Abstract

Senyawa-senyawa hidrokarbon yang mudah menguap (VOC) banyak digunakan sebagai bahan bakar cair, pelarut, dapat juga sebagai pencuci di bengkel ataupun pabrik, karena sifatnya yang mudah menguap keudara. Namun emisi yang ditimbulkannya dapat menyebabkan smog fotokimia,yang dapat menyebabkan pencemaran udara dan gangguan kesehatan manusia. Pengontrolan emisi dapat dilakukan dengan tehnologi penanggulangan polutan gas-gas, seperti absorpsi, adsorpsi kondensasi dan insinerasi, mengganti dengan bahan non voe atau dengan mencegah kebocoran dari konteiner
Proses Ekstraksi Seng Oksida Dari Seng Dross Menggunakan Metode Hidrometalurgi Sistim Terbuka Siti Agustina
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 38 No. 2 Oktober 2016
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v38i2.2704

Abstract

Seng oksida merupakan jenis bahan kimia yang banyak digunakan oleh masyarakat, diantaranya adalah untuk industri kosmetik, industri kesehatan, industri karet dan industri pertanian. Pada saat ini dalam memenuhi kebutuhan seng oksida di dalam negeri sebagian impor dari negara lain. Untuk substitusi impor akan seng oksida maka dicari potensi bahan baku yang dapat digunakan untuk pembuatan seng oksida, diantaranya adalah seng dross yang merupakan hasil samping dari industri galvanis sistem hot-dip. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi proses ekstraksi seng dross dengan asam asetat glasial, sehingga menghasilkan seng oksida. Pada proses ekstraksi menggunakan metode hidrometalurgi sistem terbuka, variabel yang divariasi adalah waktu proses ( 30 menit, 60 menit, 90 menit dan 120 menit), suhu proses ( 150 oC, 170 oC dan 190 oC), dan konsentrasi asam asetat glasial ( 20 %, 40 % dan 60 %). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi proses yang terbaik adalah pada waktu 90 menit, suhu 150 oC, dan konsentrasi asam asetat glasial 60 %, didapatkan rendemen sebesar 62,45 % dan kadar seng dalam seng oksida adalah sebesar 70,23 %. Berdasarkan analisis X-ray diffraction (XRD) kristal seng oksida yang terbentuk sama dengan seng oksida standar. Seng dross berpotensi sebagai bahan baku untuk pembuatan seng oksida, sehingga dapat digunakan sebagai bahan substitusi impor. 
Kopolimerisasi Cangkok Dan Karakterisasi Lembaran Kitosan Teriradiasi Gatot Trimulyadi Rekso
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 36 No. 1 April 2014
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v36i1.1903

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan karakterisasi hasil kopolimerisasi cangkok lembaran kitosan dengan asam akrilat yang teriradiasi sinar gamma 60Co. Lembaran kitosan diiradiasi pada kondisi atmosfer udara dan suhu kamar. Selanjutnya lembaran kitosan dimasukkan dalam larutan monomer asam akrilat pada variasi konsentrasi 10% (v/v), 20% (v/v), 30% (v/v), dan 40% (v/v) dengan waktu reaksi 1 jam, 2 jam, 3 jam, 4 jam, dan 5 jam serta suhu 50 °C, 60 °C, 70 °C, dan 80 °C. Reaksi kopolimerisasi cangkok dilakukan dalam aliran nitrogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil kopolimerisasi meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi monomer asam akrilat dan suhu reaksi. Kondisi optimal kopolimerisasi adalah pada dosis total radiasi 12 kGy dengan konsentrasi asam akrilat 30% dan suhu reaksi 70 °C serta waktu reaksi selama 3 jam. Hasil kopolimerisasi cangkok yang diperoleh sebesar 45,8%. Telah terjadinya kopolimerisasi cangkok pada lembaran kitosan ditunjukkan dengan adanya perubahan pada spektrum infra merah dengan munculnya gugus karbonil yang diukur dengan Fourier Transform Infra Red (FTIR). Sifat termalnya yang ditentukan dengan Differential Scanning Calorimetry (DSC) menunjukkan bahwa terjadi perubahan titik leleh sebesar 2,3 °C dan muncul puncak baru pada 343,5 °C. 
Kemasan Alternatif Patung Garuda Dari Bali Zulfa Humam
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 1 APRIL 1998
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.5122

Abstract

Garuda Carving Statue from Bali is one of Indonesian Handicraft export comodity. Folding and Corrugated Carton have been designed as a packaging materials used for Garuda Carving Statue as a retail and transport packaging respectively.The properties evaluated in this experiment are thickness and gramage for retail packaging material ; and flute, bursting and edge Crush Tester for transport packaging material.The Best Result is Folding Carton with thickness= 0,66 mm, gramage 467,74 gr/m'' and Corrugated.Carton with flute B, Bursting= 8,64 kgf/cm", ECT = 6,68 kgN/m.
Pestisida Dan Upaya Detoksifikasi Residu Tercemar Secara Biologik Yunisyaaf Y A
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN NO.34 TRIWULAN IV 1985/1986
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4944

Abstract

Nowdays the use and production of pesticide in Indonesia being increase. In agricultural fields, pesticide was essential for increasing the yield of plant. Beside that, pesticide could make ecosystem balance. Many of pesticide, for example halogenated compound are extremely persistent in nature. But recent experiment showed that persistent residue of pesticide could slowly eliminated by two special mechanism, firstly by bioaccumulation process and the other was by biodegradation process. These biomechanism were the most unique process, because it occur through nature mechanism that present in organism itself.

Page 2 of 41 | Total Record : 410


Filter by Year

1976 2021


Filter By Issues
All Issue Vol. 43 No. 2 Oktober 2021 Vol. 43 No. 1 April 2021 Vol. 42 No. 2 Oktober 2020 Vol. 42 No. 1 April 2020 Vol. 41 No. 2 Oktober 2019 Vol. 41 No. 1 April 2019 Vol. 40 No. 2 Oktober 2018 Vol. 40 No. 1 April 2018 Vol. 39 No. 2 Oktober 2017 Vol. 39 No. 1 April 2017 Vol. 38 No. 2 Oktober 2016 Vol. 38 No. 1 April 2016 Vol. 37 No. 2 Oktober 2015 Vol. 37 No. 1 April 2015 Vol. 36 No. 2 Oktober 2014 Vol. 36 No. 1 April 2014 Vol. 35 No. 2 Oktober 2013 Vol. 35 No. 1 April 2013 Vol. 34 No. 2 Oktober 2012 Vol. 34 No. 1 April 2012 Vol. 33 No. 2 Oktober 2011 Vol. 33 No. 1 April 2011 Vol. 32 No. 2 Oktober 2010 Vol. 32 No. 1 April 2010 BULLETIN PENELITIAN VOL. 28 NO. 1 APRIL 2006 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 2 DESEMBER 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 1 APRIL 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 26 NO. 2 DESEMBER 2004 BULLETIN PENELITIAN VOL. 26 NO. 1 APRIL 2004 Bulletin Penelitian Vol. 25 No. 3 Desember 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 25 NO. 2 AGUSTUS 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 25 NO. 1 APRIL 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 24 NO. 2 DESEMBER 2002 BULLETIN PENELITIAN VOL. 24 NO. 1 JUNI 2002 BULLETIN PENELITIAN VOL. 23 NO. 2 DESEMBER 2001 BULLETIN PENELITIAN VOL. 23 NO. 1 JUNI 2001 BULLETIN PENELITIAN VOL. 22 NO. 2 DESEMBER 2000 BULLETIN PENELITIAN VOL. 22 NO. 1 JUNI 2000 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 3 DESEMBER 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 2 AGUSTUS 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 1 APRIL 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 3 DESEMBER 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 2 AGUSTUS 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 1 APRIL 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 3 DESEMBER 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 2 AGUSTUS 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 1 APRIL 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 3 DESEMBER 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 2 AGUSTUS 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 1 APRIL 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVII NO. 4 DESEMBER 1995 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVII NO. 3 SEPTEMBER 1995 BULLETIN PENELITIAN VOL. XV NO. 46 Maret 1991 BULLETIN PENELITIAN NO.45 TRIWULAN III 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.44 TRIWULAN II 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.43 TRIWULAN I 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.38 TRIWULAN IV 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.36 TRIWULAN II 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.35 TRIWULAN I 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.34 TRIWULAN IV 1985/1986 BULLETIN PENELITIAN NO.33 TRIWULAN III 1985/1986 BULLETIN PENELITIAN NO.26 TRIWULAN IV 1983/1984 BULLETIN PENELITIAN TAHUN IV NO.15 & 16 JULI & OKTOBER 1979 BULLETIN PENELITIAN TAHUN IV NO.13 & 14 JANUARI & APRIL 1979 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.11 & 12 JULI & OKTOBER 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.10 APRIL 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.9 JANUARI 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.8 OKTOBER 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.7 JULI 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.5 JANUARI 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN I NO.4 OKTOBER 1976 BULLETIN PENELITIAN TAHUN I NO.3 JULI 1976 More Issue