cover
Contact Name
Nurmansyah Alami
Contact Email
suryabeton@umpwr.ac.id
Phone
+62275-321494
Journal Mail Official
suryabeton@umpwr.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purworejo Alamat: Jl. KH.A. Dahlan 3 Purworejo, 45111, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
Surya Beton : Jurnal Ilmu Teknik Sipil
ISSN : 23025166     EISSN : 27761606     DOI : 10.37729/suryabeton
Core Subject : Engineering,
Fokus dan scope Jurnal Surya Beton meliputi ( namun tidak terbatas) pada : 1. Konstruksi Bangunan Gedung dari bangunan sederhana sampai high risk building             2. Konstruksi jalan dan jembatan                     3. Konstruksi Bendung dan Bendungan 4. Manajemen Konstruksi        5. Material daur Ulang
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2023)" : 8 Documents clear
Perbaikan Daya Dukung Tanah Menggunakan Metode Cement Fly-Ash Gravel (CFG) Pile Alternatif Pengganti Metode Stone Column Haryo Koco Buwono; Tanjung Rahayu; Nadia Sabila Putri
Surya Beton : Jurnal Ilmu Teknik Sipil Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada banyak metode penanganan untuk pondasi dangkal pada tanah lunak, pondasi komposit tiang CFG adalah salah satu metode penanganan yang umum. Dalam makalah ini diperkenalkan penerapan CFG pile pada pembangunan jalan raya, disampaikan bahwa pondasi komposit CFG pile merupakan metode penanganan pondasi yang sederhana, cepat, ekonomis dan efektif. Sejumlah besar ilmu rekayasa, proyek pondasi komposit tiang pancang CFG memiliki karakteristik biaya rendah, bahan mudah ditarik dan teknologi handal. Ini banyak digunakan untuk penanganan semua jenis fondasi lunak seperti tanah kohesif, tanah berlumpur, dan tanah berpasir. Untuk penanganan masalah tersebut, perlu dilakukan perbaikan tanah saat pekerjaan subgrade. Dengan menganalisis perbandingan perbaikan tanah dengan CFG pile dan stone column dalam peningkatan daya dukung tanah untuk permodelan pembangunan jalan raya berdasarkan faktor keamanan daya dukung tanah sebesar 3. Sehingga didapat desain pile yang memiliki diameter 0,5 m dan tinggi pile 40 m serta jarak antar pile 2,5 m. Beban pile sebesar 10 ton yang merupakan MST mutu jalan kelas I, dari permodelan didapat daya dukung tanah setelah perbaikan dengan CFG pile sebesar 1514,989 kN dan stone column sebesar 1465,871 kN.
Analisis Perbandingan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Metode Konvensional Dengan Metode Building Information Modeling (BIM) (Studi Kasus Gedung 3 Lantai Di Yogyakarta) Fahrizal Fitriono; Zainul Faizien Haza; M. Afif Shulhan
Surya Beton : Jurnal Ilmu Teknik Sipil Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman, industri di bidang infrastruktur berkembang sangatlah cepat dan pesat, hal itu juga dibarengi dengan kemajuan teknologi yang semakin maju dan berkembang, akibatnya menuntut para penyedia jasa konstruksi untuk memanfaatkan kemajuan teknologi agar perkerjaan kontstruksi bisa lebih tepat, cepat, efektif, efisien dan akurat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hasil dari perbandingan perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) menggunakan metode Konvensional dengan metode Building Information Modelling (BIM). Hasil yang di dapat dari perbandingan volume beton dan tulangan metode Building Information Modelling (BIM) lebih rendah dari metode Konvensional dengan selisih volume beton dan tulangan yaitu berturut – turut 13,91 m3 dan 3.107,98 kg, dengan persentase perbandingan volume beton 4% dan volume tulangan 3%. Perbandingan biaya kebutuhan beton dan kebutuhan tulangan metode Building Information Modelling (BIM) lebih rendah dari metode Konvensional dengan selisih biaya kebutuhan beton dan tulangan yaitu berturut – turut Rp 14.320.282,04 dan Rp 36.537.806,58, dengan persentase perbandingan biaya beton 4% dan biaya tulangan 3%. Perbandingan Rencana Anggaran Biaya (RAB) total perhitungan menggunakan metode Building Information Modelling (BIM) lebih rendah dari metode Konvensional dengan selisih yaitu Rp 50.858.088,63 (Lima Puluh Juta Delapan Ratus Lima Puluh Delapan Ribu Delapan Puluh Delapan Koma Enam Puluh Tiga Rupiah) atau selisih 3%.
Perancangan Bangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Tahu (Studi Kasus Industri Tahu di Dusun Janten, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul) Azis Fatkhurrohman; Dewi Sulistyorini; Lilik Hendro Widaryanto; Ahmad Mashadi; Yacobus Sunaryo
Surya Beton : Jurnal Ilmu Teknik Sipil Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri tahu merupakan industri UMKM yang banyak tersebar di beberapa Kapanewon di Bantul dan juga menjadi industri rumah tangga. Sebagian besar industri tahu di Kabupaten Bantul tidak memiliki unit pengelolaan limbah sehingga limbah yang dihasilkan dari rumah produksi langsung dibuang ke saluran air dan menyebabkan pencemaran air. Air limbah yang berasal dari limbah industri tahu merupakan salah satu sumber pencemaran air yang menjadi permasalahan di masyarakat. Hal ini disebabkan karena air limbah industri tahu akan mempengaruhi sifat fisik, kimia air yang berpengaruh pada kelangsungan hidup organisme perairan dan bau limbah tahu mengganggu lingkungan setempat. Perancangan ini bertujuan untuk memberikan rancangan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Tahu di Dusun Janten, Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul. IPAL dirancang secara batch dengan sistem ekualisasi, pengendap awal, anaerobic baffle reactor (ABR), anaerobik filter dan pengendap akhir. Tahap perancangan IPAL meliputi perhitungan dimensi masing-masing unit IPAL, merancang gambar tiap unit. Terdapat beberapa unit pada perancangan IPAL dengan limbah cair sebanyak 16.500 L/hari yaitu: Bak ekualisasi (panjang = 1,75 m, lebar = 1,00 m, tinggi = 2,55 m), Bak pengendap awal (panjang = 2,13 m, lebar = 1,00 m, tinggi = 2,55 m, jumlah kompartemen = 4 ruang), Bak anaerobic baffle reactor (panjang = 3,67 m, lebar = 1,50 m, tinggi = 2,55 m, jumlah kompartemen = 3 ruang), Bak anaerobik filter (panjang = 3,67 m, lebar = 1,50 m, tinggi = 2,55 m, jumlah kompartemen = 3 ruang), Bak pengendap akhir (panjang = 2,13 m, lebar = 1,00 m, tinggi = 2,55 m, jumlah kompartemen = 4 ruang).
Pengaruh Penambahan Semen Portland dan Abu Sekam Padi terhadap Kuat Dukung Tanah Lempung Umar Abdul Aziz; Dimas Cahyo Mulyanto; Eko Riyanto
Surya Beton : Jurnal Ilmu Teknik Sipil Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah di Desa Penungkulan, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo didominasi oleh tanah lempung yang merupakan tanah dengan daya dukung yang rendah dan memiliki sifat kembang susut yang tinggi, sehingga tanah lempung mudah mengalami pengembangan dan penyusutan. Dengan kondisi tersebut maka perlu dilakukan penelitian untuk memperbaiki sifat tanah tersebut. Upaya yang dilakukan untuk memperbaiki sifat tanah tersebut yaitu dengan meningkatkan nilai kepadatan dan nilai CBR tanah tersebut agar daya dukung tanah tersebut semakin tinggi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan benda uji berupa tanah asli, tanah asli dengan semen portland 5% dan abu sekam padi dengan variasi kadar 3%, 5%, 7%, dan 9%. Pengujian yang digunakan pada penelitian ini yakni uji sifat fisik tanah dan uji sifat mekanik tanah. Hasil dari uji sifat fisik tanah yaitu nilai kadar air tanah asli 50,17%, berat jenis tanah asli (Gs) 2,64 gr/cm3, batas cair (LL) 53,35%, indeks plastisitas (PI) 15,96%, dan batas susut 30,24%. Pada pengujian sifat mekanik tanah dilakukan dengan uji pemadatan dengan modified proctor dan uji CBR tanpa rendaman (unsoaked). Hasil pengujian pemadatan diperoleh kepadatan kering maksimum (ρdmax) tanah asli sebesar 1,3 gr/cm3 dan kadar air optimum (OMC) 31,5%, dan nilai kepadatan kering maksimum (ρdmax) terbesar terjadi pada variasi abu sekam padi 5% yaitu 1,37 gr/cm3 dengan kadar air optimum (OMC) 33,92%. Pada pengujian CBR diperoleh nilai CBR rencana (CBRRenc) tanah asli yaitu 19,37% dan untuk abu sekam padi 3%, 5%, 7%, dan 9% diperoleh nilai CBR rencana (CBRRenc) sebesar 24,49%, 35,3%, 30,81%, dan 24,23%. Nilai CBR rencana terbesar terjadi pada penambahan abu sekam padi 5% yaitu 35,3%, mengalami kenaikan 82,24% dari nilai CBR rencana tanah asli. Dari nilai CBR rencana tersebut maka diperoleh nilai DDT untuk tanah asli yaitu 7,23 dan untuk variasi abu sekam padi 3%, 5%, 7%, dan 9% yaitu 7,67. 8,36, 8,1, dan 7,65. Nilai DDT terbesar terdapat pada variasi abu sekam padi 5% yaitu 8,36. Dari hasil pengujian sifat mekanik tanah menunjukkan bahwa dengan penambahan semen portland dan abu sekam padi dapat meningkatkan kuat dukung tanah lempung.
Analisis Kesiapan Modernisasi Irigasi pada Daerah Irigasi Kaligending Kabupaten Kebumen Muhamad Taufik; Agung Setiawan; Imron Baehaqi
Surya Beton : Jurnal Ilmu Teknik Sipil Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bendung Kaligending pertama kali dibuat pada tahun 1992 yang berlokasi di Desa Kaligending Kecamatan Karangsambung Kabupaten Kebumen dan dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kebumen untuk kewenangan Kabupaten. Bendung Kaligending memiliki mercu setinggi 2 meter dan lebar dimensi intake 3 x 1,9 meter untuk mengairi daerah irigasi teknis seluas 2948 ha. Tujuan penelitian ini menganalisis kesiapan modernisasi irigasi menggunakan IKMI (Indeks Kesiapan Modernisasi Irigasi). Data yang digunakan adalah data kuesioner untuk menentukan bobot kriteria kesiapan dan rangking prioritas modernisasi Irigasi menggunakan metode FAHP (Fuzzy Analytical Hierarchy Process). Analisis data menggunakan metode Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threath) untuk pengambilan keputusan dalam sistem pengelolaan irigasi pada Daerah Irigasi Kaligending. Hasil analisis menunjukkan Indeks Kesiapan Modernisasi Irigasi dan pengambilan keputusan pada masing masing pilar. Metode FAHP didapatkan presentase bobot untuk masing-masing kriteria. Bobot Peningkatan Keandalan Penyediaan Air Irigasi terendah yaitu 12,195%, Perbaikan Sarana dan Prasarana Irigasi tertinggi yaitu 17,751%, Sistem Pengelola Irigasi yaitu 17,087%, Institusi Pengelola Irigasi yaitu 16,550%, Sumber Daya Manusia yaitu 16,189%. Indeks Kesiapan Modernisasi Irigasi pada Daerah Irigasi Sempor didapatkan nilai kesiapan 79,772%. Indeks Kesiapan Modernisasi Irigasi Kaligending termasuk dalam kategori cukup sehingga modernisasi ditunda, dilakukan penyempurnaan 1-2 tahun. Data yang diolah dengan metode FAHP kemudian sebagai dasar pengambilan strategi kebijakan menggunakan Metode Analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Daerah Irigasi Kaligending pada Pilar 1 Peningkatan Keandalan Penyediaan Air Irigasi, Pilar 2 Perbaikan Sarana dan Prasarana, Pilar 3 Sistem Pengelola Irigasi, Pilar 4 Institusi Pengelola Irigasi, dan Pilar 5 Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) Pengelola Irigasi masuk dalam tiga strategi kuadran SWOT yaitu strategi agresif, strategi diversifikasi, dan strategi Turn Around.
Pengaruh Ukuran Agregat Kasar Terhadap Karakteristik Infiltrasi dan Permeabilitas Beton Porous Eko Riyanto; Agung Setiawan; Muhamad Taufik
Surya Beton : Jurnal Ilmu Teknik Sipil Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan beton konvensional sebagai lapis permukaan bersifat kedap, berdampak potensi genangan air dan banjir. Salah satu upaya mereduksi limpasan permukaan dan meningkatkan resapan air hujan dengan menggunakan beton porous. Penelitian bertujuan mengkaji dan evaluasi kinerja sifat mekanik dan hidraulik beton porous dengan bahan tambah abu batu sisa penggergajian kerajinan batu Gunung Merapi. Dalam penelitian percobaan laboratorium ini digunakan 4 (empat) variasi komposisi campuran semen, abu batu, agregat, dan faktor air semen sebagai berikut: 1:1:5, 1:1:6, 1:1:7 dan 1:1:8 serta faktor air semen 0,4. Pengujian benda uji mengikuti standar dan prosedur American Concrete Institute (ACI) 522R-10. Hasil penelitian menunjukkan beton porous dengan ukuran agregat 1-2 cm dan abu batu meningkatkan kuat tekan tetapi daya lolos air menurun. Kuat tekan beton porous tertinggi menggunakan ukuran agregat kecil (1-2 cm) dengan abu batu 7,47 MPa. dengan infiltrasi 0,28 cm/s dan permeabilitas 2,81 cm/s. Peningkatan kuat tekan menggunakan abu batu ukuran agregat 1-2 cm sebesar 40,83 % dan ukuran agregat 2-3 cm sebesar 62,30%.
Analisis Efisiensi Saluran Primer Kalisemo Daerah Irigasi Kalisemo Kabupaten Purworejo Agung Setiawan; Akhmad Muhaimin; Muhamad Taufik
Surya Beton : Jurnal Ilmu Teknik Sipil Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saluran primer Kalisemo Daerah Irigasi Kalisemo mempunyai daerah layanan irigasi dengan luas 504,87 hektar dengan panjang saluran 10.380 meter. Kondisi sebagian besar dinding saluran primer Kalisemo sudah banyak mengalami kerusakan sehingga mengakibatkan air yang dialirkan di hulu tidak sampai pada petak sawah yang jauh dari saluran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kehilangan air saluran primer Kalisemo Daerah Irigasi Kalisemo dan mendapatkan nilai efisiensi saluran primer Kalisemo Daerah Irigasi Kalisemo. Metode perhitungan luas penampang saluran pada penelitian ini menggunakan metode mid section. Data penampang saluran diambil langsung di saluran primer Kalisemo dari Hm.2+00 sampai dengan Hm.32+80. Data yang diambil meliputi kondisi dinding saluran, dimensi saluran, dan kecepatan aliran yang diukur dengan alat current meter. Data sekunder meliputi data skema jaringan serta skema bangunan irigasi Daerah Irigasi Kalisemo. Data kemudian dihitung dan diolah. Pengolahan data dihasilkan debit aliran kemudian membandingkan antara debit masuk dan debit keluar. Hasil analisis kehilangan air saluran primer Kalisemo Hm.2+00 sampai dengan Hm.32+80 kehilangan air total sebesar 0,3345 m3/detik, persentase kehilangan air total 18,4 %, efisiensi kumulatif saluran sebesar 81,6 %. Adapun efisiensi terkecil terjadi pada Hm.19+30 sampai Hm.32+80 dengan kehilangan debit sebesar 0,1143 m3/detik, persentase kehilangan 6,7 %, efisiensi saluran 93,3 %. Hal tersebut dikarenakan pada saluran Hm.19+30 sampai Hm.32+80 dinding saluran sebelah kanan pasangan batu sudah mengalami kerusakan dan sebelah kiri masih berupa tanah sehingga masih banyak mengalami kehilangan air.
Kinerja Pasir Pantai Jatimalang, Keburuan, dan Ketawang Terhadap Kuat Tekan Beton Agung Nusantoro; Nurmansyah Alami; Duwi Woro
Surya Beton : Jurnal Ilmu Teknik Sipil Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasir pantai Jatimalang, Keburuan dan Ketawang, juga untuk mengetahui kuat tekan maksimum yang dihasilkan dengan menggunakan pasir Pantai Jatimalang, Keburuan dan Ketawang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental (percobaan langsung di laboratorium), dengan memeriksa bahan yang akan digunakan dan menghitung proporsi campuran. Dalam penelitian ini agregat halus menggunakan pasir pantai Jatimalang, Keburuan dan Ketawang, pada setiap lokasi pantai diambil 2 lapis yaitu lapis I dengan kedalaman 0 – 100 cm dan lapis II dengan kedalaman 100 – 200 cm, benda uji menggunakan silinder berdiameter 150 mm, tinggi 300 mm dan sebanyak 90 benda uji. Hasil penelitian menunjukan karakteristik pasir pantai dari ketiga lokasi pantai memiliki butiran yang halus dan seragam, hal ini dapat dilihat pada nilai rata-rata MHB pasir yaitu sebesar 1,23 dan mendekati gradasi butir pasir zone 4 (pasir halus), untuk kandungan lumpur rata-rata sebesar 1,06% dan berat jenis pasir rata-rata 2,96 gr/cm3. Haisl kuat tekan beton rata-rata tertinggi adalah pasir pantai Jatimalang lapis II sebesar 14,91 Mpa dan kuat tekan beton rata-rata terendah yaitu pasir pantai Ketawang lapis II sebesar 10,15 Mpa.

Page 1 of 1 | Total Record : 8