cover
Contact Name
Muhammad Fuad Zaini
Contact Email
fuadzaini06@gmail.com
Phone
+6282360501584
Journal Mail Official
fuadzaini06@gmail.com
Editorial Address
Simpang Unimed, Jl. Williem Iskandar No.22/k, Medan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Cybernetics: Journal of Research and Educational Studies
Published by Pusdikra Publishing
ISSN : -     EISSN : 27742490     DOI : -
Core Subject : Education,
Cybernetics is Journal of Research and Educational Studies diperuntukkan sebagai sarana publikasi bagi para pendidik seperti Guru, Dosen, Pengawas, Konsultan, mahasiswa, dan peneliti untuk menyumbangkan hasil studi dan penelitiannya di bidang yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Volume 2 Nomor 3 Juli 2021" : 17 Documents clear
Hukum Dalam Bentuk Kompensasi Bagi Korban Pelanggaran Ham Berat Dari Perspektif UU No 26 Tahun 2000 Teti Winarti
Cybernetics: Journal Educational Research and Social Studies Volume 2 Nomor 3 Juli 2021
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cjerss.v2i3.261

Abstract

Indonesia sebagai bagian dari komunitas negara-negara di dunia, sekalipun telah ikut menyetujui statuta ini, sampai sekarang belum melakukan ratifikasi dalam hukum nasionalnya, sekalipun sekarang ini telah memiliki Undang-Undang nomor 26 tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia. Itu artinya, belum ada harmonisasi instrument hukum internasional pada sistem hukum nasionalnya terkait dengan ICC, walaupun diakui di dalam UU tersebut bahwa muatan materinya sebagian berkiblat pada Statuta Roma. Dalam hal ini pengadopsian dan lahirnya UU No 26 Tahun 2000 ini didasari dan memiliki landasan hukum dalam konstitusi negara, deklarasi universal tentang HAM, Ketetapan MPR RI nomor: XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia dan Undang- Undang nomor: 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, yang harus dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab sesuai dengan falsafah negara Pancasila UU nomor 26 tahun 2000 dapat di katakana sebagai suatu bentuk penegasan terhadap perlindungan terhadap Hak Asasi Manusia yang telah di atur di dalam Undang- Undang nomor: 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia , akan tetapi dalam hal ini lebih terkhususnya terhadap pelanggaran HAM berat yang merupakan produk kebijakan criminal ”model kompromi” sebab tidak semua ketentuan dalam UU tersebut persis sama dengan ketentuan yang diatur oleh Statuta Roma.
Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi Dengan Menggunakan Media Gambar Bagi Siswa Kelas X MAS YPI Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang Budiman
Cybernetics: Journal Educational Research and Social Studies Volume 2 Nomor 3 Juli 2021
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuannya untuk meningkatkan hasil belajar, motivasi serta aktifitas siswa pada aspek menulis yaitu Membuat Laporan Hasil Pengamatan. Manfaat secara teoritis untuk muncul teori-teori baru guna peningkatan mutu pendidikan. Manfaat secara praktis adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa dalam PBM. Kajian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas.Sumber data yang diperoleh dari siswa Kelas X MAS YPI Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang teman sejawat dan dokumen nilai siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui pelaksanaan tes akhir pembelajaran dan hasil observasi kegiatan guru dan siswa dalam PBM. Alat pengumpulan data digunakan soal tes, lembar observasi, dan dokumentasi nilai siswa. Data direvisi dan divalidasi dari nilai siswa secara kuantitatif yang telah dimasukan dalam daftar nilai. Kemudian dianalisis dengan mecari keberhasilan dan kegagalan pembelajaran dengan mencari nilai rata-rata, nilai tertinggi, dan nilai terendah, serta ketuntasan belajar.Penelitian ini menempuh prosedur penelitian dalam dua siklus, setiap siklus 2 kali pembelajaran. Setiap siklus dilaksanakan 4 tahap: Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi, dan Refleksi. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini. Ketuntasan belajar pada siklus 1 mencapai (65%), sedangkan pada siklus II mencapai (86%)
Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru Kelas Rendah Menggunakan Model Explicit Instruction Melalui Supervisi Akademik Kepala Sekolah di SD Negeri 106166 Marindal II Kec.Patumbak Nuralina Barus
Cybernetics: Journal Educational Research and Social Studies Volume 2 Nomor 3 Juli 2021
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hal-hal sebagai berikut: (1) ) Untuk mengetahui penerapan Model Explicit Instruction dalam memahami materi pelajran; 2) Untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa dalam memahami materi melalui penerapan Model Explicit Instruction; (2) Deskripsi besarnya peningkatan kemampuan guru di SDN 106166 Marindal II Kec.Patumbak dalam mengembangkan Model Explicit Instruction. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah, yang dilaksanakan untuk memperbaiki kompetensi guru dalam mengembangkan Model pembelajaran. Penelitian dilaksanakan di SDN 106166 Marindal II Kec.Patumbak, pada semester I tahun pelajaran 2019/2020. Pendekatan penelitian adalah pendekatan kualitatif, yaitu menguraikan fakta dan hubungan antar fakta penelitian secara tekstual sehingga mudah dipahami pembaca secara umum.Berdasarkan atas hasil penbelitian tindakan sekolah yang dilakuakn, dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut: (1) Pelaksanaan supervisi dengan Pembinaan Kepala sekolah untuk meningkatkan kemampuan guru mengembangkan Model pembelajaran dilakukan dengan tiga tahapan utama, yaitu tahapan (a) Penanaman konsep Model pembelajaran dan indikator pengukuran kualitas Model pembelajaran. Hal ini diselenggarakan pada pertemuan pra observasi; (b) Pelatihan dan pengukuran Model pembelajaran. Hal ini diselenggarakan pada pertemuan observasi; (c) Evaluasi dan problem solving permasalahan dalam pengembangan evaluasi pembelajaran guru; (2) Terjadi peningkatan kemampuan guru mengembangkan Model pembelajaran yang sesuai dengan konsep-konsep di dunia kependidikan
Meningkatkan kemampuan guru dalam Melaksanakan KBM Model TGT (Teams Games Tournament) Melalui supervisi Akademik Kepala Sekolah SMP Negeri 2 STM Hulu Rubimin Tambunan
Cybernetics: Journal Educational Research and Social Studies Volume 2 Nomor 3 Juli 2021
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hal-hal sebagai berikut: (1) ) Untuk mengetahui penerapan model TGT (Teams Games Tournament) dalam memahami materi pelajran; 2) Untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa dalam memahami materi melalui penerapan model TGT (Teams Games Tournament); (2) Deskripsi besarnya peningkatan kemampuan guru di SMPN 2 STM Hulu dalam mengembangkan Model TGT (Teams Games Tournament). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah, yang dilaksanakan untuk memperbaiki kompetensi guru dalam mengembangkan Model pembelajaran. Penelitian dilaksanakan di SMPN 2 STM Hulu, pada semester I tahun pelajaran 2019/2020. Pendekatan penelitian adalah pendekatan kualitatif, yaitu menguraikan fakta dan hubungan antar fakta penelitian secara tekstual sehingga mudah dipahami pembaca secara umum.Berdasarkan atas hasil penbelitian tindakan sekolah yang dilakuakn, dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut: (1) Pelaksanaan supervisi dengan Pembinaan Kepala sekolah untuk meningkatkan kemampuan guru mengembangkan Model pembelajaran dilakukan dengan tiga tahapan utama, yaitu tahapan (a) Penanaman konsep Model pembelajaran dan indikator pengukuran kualitas Model pembelajaran. Hal ini diselenggarakan pada pertemuan pra observasi; (b) Pelatihan dan pengukuran Model pembelajaran. Hal ini diselenggarakan pada pertemuan observasi; (c) Evaluasi dan problem solving permasalahan dalam pengembangan evaluasi pembelajaran guru; (2) Terjadi peningkatan kemampuan guru mengembangkan Model pembelajaran yang sesuai dengan konsep-konsep di dunia kependidikan
Metode Dakwah Bil Lisan Dalam Pembinaan Akhlak Santri Non Mukim Di Pondok Pesantren Manba’ul Hidayah Ismail Nasution, Eko Priadi, Akbar Maulana
Cybernetics: Journal Educational Research and Social Studies Volume 2 Nomor 3 Juli 2021
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cjerss.v3i4.974

Abstract

Akhlak dan moral merupakan salah satu bagian yang sangat urgent dari perincian kesempurnaan tujuan pendidikan Islam. Oleh sebab itu, pendidikan akhlak merupakan salah satu pondasi yang vital dalam membentuk insan yang berakhlak mulia, guna menciptakan manusia yang bertaqwa dan menjadi seorang muslim yang sejati. Dengan pelaksanaan pendidikan akhlak tersebut, diharapkan setiap muslim mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan akhlak dapat mengantarkan pada jenjang kemuliaan akhlak karena dengan pendidikan akhlak tersebut, manusia menjadi semakin mengerti akan kedudukan dan tugasnya sebagai hamba dan khalifah di muka bumi. Karena akhlak menentukan kriteria perbuatan yang baik dan buruk, serta perbuatan apa saja yang termasuk perbuatan yang baik dan yang buruk itu, maka seseorang yang yang mempelajari ilmu ini akan memiliki pengetahuan tentang kriteria perbuatan yang baik dan buruk itu. Akhlak sebagai ilmu, merupakan salah satu bahasan pokok dan subtansial dalam islam, yang kajiannya tidak hanya terbatas pada tingkah laku manusia dari aspek fisik, tetapi terkait pula dengan aspek batin dan kebahagiaannya. Sejak zaman dahulu, pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat. Sebagaimana diketahui lembaga tersebut telah lama mendapat pengakuan dari masyarakat dan ikut terlibat dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, tidak hanya dari segi akhlak dan moral namun telah pula ikut serta memberikan sumbangsih yang cukup bagus dalam penyelenggaraan pendidikan dan telah memberikan sumbangsih tenaga, pikiran, doa untuk mendapatkan kemerdekaan Negara ini. Sekarang lembaga keagamaan tersebut dapat kita jumpai berbentuk jalur pendidikan sekolah atau jalur pendidikan luar sekolah (non mondok). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dilakukan melalui studi lapangan (field research). Sebagai sebuah penelitian kualitatif, maka hasil penelitian ini akan diuraikan secara deskriptif. kurun waktu bulan \januari s/d bulan Maret tahun 2022. Data primer dan sekunder yang diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dan studi dokumen akan disusun secara teratur dan sistimatis untuk seterusnya akan dianalisis secara kualitatif. Dari analisa diatas nantinya dapat ditarik kesimpulan bagaimana metode dakwah bil lisan dalam pembinaan akhlak santri non mukim di pondok pesantren manba’ul hidayah.
Upaya Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Di SDN 105303 Rumah Great Kecamatan Sibiru-Biru Melalui Penerapan Pendekatan Supervisi Kolaboratif Abu Bakar
Cybernetics: Journal Educational Research and Social Studies Volume 2 Nomor 3 Juli 2021
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cjerss.v2i3.1283

Abstract

Supervisi kolaboratif untuk meningkatkan kompetensi profesional guru di SDN 105303 Rumah Gerat Kecamatan Sibiru-Biru dapat ditarik beberapa simpulan sebagai berikut: 1) Proses supervisi dengan menerapkan pendekatan supervisi kolaboratif secara spesifik terdiri dari tahap pra-supervisi kolaboratif, supervisi kolaboratif dan pasca-supervisi kolaboratif. Proses supervisi dengan menerapkan pendekatan supervisi kolaboratif mengalami perkembangan dari siklus I ke siklus II. Peningkatan kompetensi profesional guru di SDN 105303 Rumah Gerat Kecamatan Sibiru-Biru dari pra-siklus ke siklus I sebesar 27,08 poin. Rata-rata kompetensi profesional guru pada pra-siklus sebesar 45,83 dengan kriteria kurang dan pada siklus I sebesar 72,92 dengan kriteria cukup. Kompetensi profesional guru juga mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 15 poin. Rata-rata kompetensi profesional guru pada siklus II sebesar 87,92 dengan kriteria baik. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kompetensi profesional guru di SDN 105303 Rumah Gerat Kecamatan Sibiru-Biru dapat ditingkatkan melalui penerapan pendekatan supervisi kolaboratif.
Meningkatkan Kreativitas Belajar Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Project Based Learning Pada Mata Pelajaran IPA Di Kelas IX-1 SMP Negeri 2 Uluan Tahun Pelajaran 2018/2019 Riduan Parulian Lumban Batu
Cybernetics: Journal Educational Research and Social Studies Volume 2 Nomor 3 Juli 2021
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cjerss.v2i3.1284

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya kreativitas siswa kelas IX-1 SMP Negeri 2 Uluan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas belajar siswa dan untuk mengetahui perbedaan belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran project based learning dengan yang tidak menggunakan model pembelajaran project based learning pada pembelajaran IPA. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah penggunaan model pembelajaran Project Based Learning dapat meningkatkan kreativitas belajar siswa pada mata pelajaran IPA di kelas IX-1 SMP Negeri 2 Uluan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 36 orang siswa pada tahun pelajaran 2018/2019, dimana kegiatan dilakukan saat pembelajaran IPA berlangsung. Untuk memperoleh data yang digunakan dalam penelitian ini penulis melakukan observasi. Adapun teknik analisa data dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif yang dilihat dari berapa persen tingkat keberhasilan yang dicapai dan perubahan kreativitas belajar siswa saat proses pembelajaran. Berdasarkan analisis data siklus I dianalisis terdapat 23 orang (63,88%) siswa yang kreativitasnya tergolong rendah dan 13 orang (36,11%) siswa yang kreativitasnya tergolong cukup. Dengan keberhasilan secara klasikal adalah 0%. Setelah pelaksanaan siklus II dengan menggunakan model pembelajaran project based learning diperoleh 4 orang (11,11%) siswa yang kreativitasnya tergolong cukup dan 32 orang (88.89%) siswa yang kreativitasnya tergolong tinggi. Dengan demikian maka dapat dikatakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran project based learning dapat meningkatkan kreativitas belajar siswa kelas IX-1 SMP Negeri 2 Uluan pada pelajaran IPA Disarankan kepada guru untuk menggunakan model pembelajaran project based learning dalam menyampaikan materi pada pelajaran IPA.

Page 2 of 2 | Total Record : 17