cover
Contact Name
Muhammad Fuad Zaini
Contact Email
fuadzaini06@gmail.com
Phone
+6282360501584
Journal Mail Official
fuadzaini06@gmail.com
Editorial Address
Simpang Unimed, Jl. Williem Iskandar No.22/k, Medan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Cybernetics: Journal of Research and Educational Studies
Published by Pusdikra Publishing
ISSN : -     EISSN : 27742490     DOI : -
Core Subject : Education,
Cybernetics is Journal of Research and Educational Studies diperuntukkan sebagai sarana publikasi bagi para pendidik seperti Guru, Dosen, Pengawas, Konsultan, mahasiswa, dan peneliti untuk menyumbangkan hasil studi dan penelitiannya di bidang yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Volume 3 Nomor 4 Oktober 2022" : 17 Documents clear
Upaya Meningkatkan Kemampuan Anak Usia Dini Dalam Mengenal Konsep Ukuran Melalui Metode Outdoor Learning Di TK Negeri Pagar Merbau Kelompok B T.A 2021/2022 Namica Maulana; Aminda Tri Handayani
Cybernetics: Journal Educational Research and Social Studies Volume 3 Nomor 4 Oktober 2022
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cjerss.v3i4.926

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana meningkatkan kemampuan anak usia dini dalam mengenal konsep ukuran melalui metode outdoor learning di TK Negeri Pagar Merbau kelompok B T.A 2021/2022 . Peneletian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang menggunakan model Arikunto (2010:65). Subjek penelitian ini adalah 20 anak, yang terdiri dari 11 anak laki-laki dan 9 anak perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal konsep ukuran melalui metode outdoor learning serta dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat peningkatan dalam kemampuan dalam mengenal konsep ukuran melalui metode outdoor learning. Hal ini diketahui rata-rata anak yang mendapat tingkat pencapaian anak berkembang sesuai harapan (BSH) dan berkembang sangat baik (BSB) pada prasiklus dengan rata-rata presentase (25%), kemudian pada Siklus 1 tingkat pencapaian anak berkembang sesuai harapan (BSH) dan berkembang sangat baik (BSB)  dengan rata-rata presentase (58,3%), sehingga dapat kita lihat peningkatan Pra siklus menuju Siklus I sebesar (33,3%). Namun pada siklus I belum berkembang dengan baik sehingga dilanjutkan ke Siklus II. Tingkat pencapaian anak berkembang sesuai harapan (BSH) dan berkembang sangat baik (BSB) Siklus II dengan rata-rata presentase 88,3%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode outdoor learning dapat meningkatkan kemampuan anak usia dini dalam mengenal konsep ukuran. Peningkatan terjadi, dikarenakan dalam mengenal konsep ukuran melalui metode outdoor learning  yang sebelumnya belum pernah diterapkan disekolah tersebut, outdoor learning mengarahkan anak mendapat kesempatan seluas-luasnya memperoleh pengalaman langsung dalam rangka penguasaan terhadap pembelajaran yang dilaksanakan dengan tetap membangun hubungan baik dengan alam.
Penerapan Model Audio Visual Untuk Meningkatkan Kemampuan Guru-Guru Pendidikan Agama Kristen Melalui Supervisi Akademik Pengawas di Sekolah Wilyah Binaan Kec. Percut Sei Tuan Rolianna Saragih
Cybernetics: Journal Educational Research and Social Studies Volume 3 Nomor 4 Oktober 2022
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melaksanakan Penelitian Tindakan Kepengawasan (PTKp) ini adalah pemahaman guru-guru Pendidikan Agama Kristen dalam Pelaksanaan Pembelajaran masih jauh dari harapan. Ada beberapa hal yang menjadi kendala di antaranya: (1) Kreativitas dan inovasi guru-guru Pendidikan Agama Kristen relatif rendah; (2) semua guru masih mengadopsi cara-cara konvensional ; dimana masih ditemukan ada standar kompetensi yang ada dalam standar isi belum ada di dalam silabus; (3) Tujuan pembelajaran belum disusun secara logis; (4) pada alur rencana pelaksaanaan pembelajaran yang disusun belum menunjukkan tahapan kegiatan eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi, sehingga Pembelajaran yang dibuat kurang bermakna; dan (5) Rencana penilaian belum nampak,. Hal ini membutuhkan upaya-upaya peningkatan mutu, bimbingan, pemotivasian serta arahan dari kepala sekolah dan pengawas PAK. Penelitian ini bermaksud mendeskripsikan upaya meningkatkan kemampuan guru-guru Pendidikan Agama Kristen di sekolah Binaaan Kec. Percut Sei Tuan dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang logis dan sistimatis melalui kegiatan supervisi Akademik. Supervisi Akademik merupakan suatu model pembinaan yang dilakukan oleh kepala sekolah atau pengawas kepada guru untuk membantu memecahkan masalah yang berhubungan dengan kegiatan pembelajaran agar kualitas pembelajaran bisa diraih dengn optimal. Supervisi Akademik dapat dilaksanakan pada supervise perencanaan pembelajaran dan supervisi pelaksanaan pembelajaran. Penelitian tindakan Kepengawasan ( PTKp ) termasuk jenis penelitian kuantitatif menggunakan Analisis Diskriptif Komparatif dengan membandingkan hasil kondisi awal dengan hasil siklus I teknik penataran tingkat lokal (In House Training) dan hasil siklus II dengan teknik percakapan pribadi. Prosedur yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi yang bersifat daur ulang atau siklus. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Supervisi Akademik secara kelompok (In House Training), dengan hasil penelitian siklus I Proses Pembelajaran yang di laksanakan oleh guru-guru masih belum optimal maka perlu diadakan supervisi lanjutan pada siklus II, yaitu pelaksanaan tindakan supervisi secara individual (percakapan individu). Hasil rata-rata kualitas Proses Pembelajaran pada kondisi awal adalah 52,77 (kategori kurang). Hasil rata-rata kualitas Proses Pembelajaran pada siklus I adalah 66.50 (kategori baik). Peningkatan hasil siklus I dibanding kondisi awal adalah 22,23 %. Sedangkan hasil rata-rata pada siklus II adalah 88,50 (kategori baik). Peningkatan hasil siklus II dibanding hasil siklus I adalah 20%. Dengan demikian, supervise Akademik dapat meningkatkan kemampuan guru-guru Pendidikan Agama Kristen disekolah wilayah binaan Kec. Percut Sei Tuan dalam Plaksanaan Proses Pembelajaran Model Audio Visual secara signifikan.
Penerapan Supervisi Klinis Pengawas Untuk Meningkatkan Kemampuan Guru-Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam KBM Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Di Sekolah Wilayah Binaan Kec. Tanjung Morawa Baik Ginting
Cybernetics: Journal Educational Research and Social Studies Volume 3 Nomor 4 Oktober 2022
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui hal-hal sebagai berikut: (1) ) Untuk mengetahui penerapan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) dalam memahami materi pelajran; 2) Untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa dalam memahami materi melalui penerapan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS); (2) Deskripsi besarnya peningkatan kemampuan guru di Sekolah wilayah binaan Kec. Tanjung Morawa dalam mengembangkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah, yang dilaksanakan untuk memperbaiki kompetensi guru dalam mengembangkan Model pembelajaran. Penelitian dilaksanakan di Sekolah wilayah binaan Kec. Tanjung Morawa, pada semester I tahun pelajaran 2021/2022. Pendekatan penelitian adalah pendekatan kualitatif, yaitu menguraikan fakta dan hubungan antar fakta penelitian secara tekstual sehingga mudah dipahami pembaca secara umum.Berdasarkan atas hasil penbelitian tindakan sekolah yang dilakuakn, dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut: (1) Pelaksanaan supervisi dengan Pembinaan Kepala Madrasah untuk meningkatkan kemampuan guru mengembangkan Model pembelajaran dilakukan dengan tiga tahapan utama, yaitu tahapan (a) Penanaman konsep Model pembelajaran dan indikator pengukuran kualitas Model pembelajaran. Hal ini diselenggarakan pada pertemuan pra observasi; (b) Pelatihan dan pengukuran Model pembelajaran. Hal ini diselenggarakan pada pertemuan observasi; (c) Evaluasi dan problem solving permasalahan dalam pengembangan evaluasi pembelajaran guru; (2) Terjadi peningkatan kemampuan guru mengembangkan Model pembelajaran yang sesuai dengan konsep-konsep di dunia kependidikan.
Meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Melaksanakan KBM Model TGT (Teams Games Tournament) Melalui Supervisi Akademik Kepala Sekolah SMP Negeri 2 STM Hulu Rubimin Tambunan
Cybernetics: Journal Educational Research and Social Studies Volume 3 Nomor 4 Oktober 2022
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hal-hal sebagai berikut: (1) ) Untuk mengetahui penerapan model TGT (Teams Games Tournament) dalam memahami materi pelajran; 2) Untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa dalam memahami materi melalui penerapan model TGT (Teams Games Tournament); (2) Deskripsi besarnya peningkatan kemampuan guru di SMPN 2 STM Hulu dalam mengembangkan Model TGT (Teams Games Tournament). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah, yang dilaksanakan untuk memperbaiki kompetensi guru dalam mengembangkan Model pembelajaran. Penelitian dilaksanakan di SMPN 2 STM Hulu, pada semester I tahun pelajaran 2019/2020. Pendekatan penelitian adalah pendekatan kualitatif, yaitu menguraikan fakta dan hubungan antar fakta penelitian secara tekstual sehingga mudah dipahami pembaca secara umum.Berdasarkan atas hasil penbelitian tindakan sekolah yang dilakuakn, dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut: (1) Pelaksanaan supervisi dengan Pembinaan Kepala sekolah untuk meningkatkan kemampuan guru mengembangkan Model pembelajaran dilakukan dengan tiga tahapan utama, yaitu tahapan (a) Penanaman konsep Model pembelajaran dan indikator pengukuran kualitas Model pembelajaran. Hal ini diselenggarakan pada pertemuan pra observasi; (b) Pelatihan dan pengukuran Model pembelajaran. Hal ini diselenggarakan pada pertemuan observasi; (c) Evaluasi dan problem solving permasalahan dalam pengembangan evaluasi pembelajaran guru; (2) Terjadi peningkatan kemampuan guru mengembangkan Model pembelajaran yang sesuai dengan konsep-konsep di dunia kependidikan.
Implementasi Model Pembelajaran Problem Solving Melalui Supervisi Akademik Pengawas Untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Agama Kristen Pada Sekolah Binaan Kec. Tanjung Morawa Kab. Deli Serdang Wilhem Togatorop
Cybernetics: Journal Educational Research and Social Studies Volume 3 Nomor 4 Oktober 2022
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam penelitian tindakan kepengawasan (PTKp) ini adalah pemahaman guru dalam Pelaksanaan Pembelajaran masih jauh dari harapan. Ada beberapa hal yang menjadi kendala di antaranya: (1) Kreativitas dan inovasi guru relatif rendah; (2) semua guru masih mengadopsi cara-cara konvensional ; dimana masih ditemukan ada standar kompetensi yang ada dalam standar isi belum ada di dalam silabus; (3) Tujuan pembelajaran belum disusun secara logis; (4) pada alur rencana pelaksaanaan pembelajaran yang disusun belum menunjukkan tahapan kegiatan eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi, sehingga Pembelajaran yang dibuat kurang bermakna; dan (5) Rencana penilaian belum nampak,. Supervisi Akademik merupakan suatu model pembinaan yang dilakukan oleh kepala sekolah atau pengawas, kepada guru untuk membantu memecahkan masalah yang berhubungan dengan kegiatan pembelajaran agar kualitas pembelajaran bisa diraih dengn optimal. Supervisi Akademik dapat dilaksanakan pada supervise perencanaan pembelajaran dan supervisi pelaksanaan pembelajaran. Penelitian tindakan Kepengawasan (PTKp) termasuk jenis penelitian kuantitatif menggunakan Analisis Diskriptif Komparatif dengan membandingkan hasil kondisi awal dengan hasil siklus I teknik penataran tingkat lokal (In House Training) dan hasil siklus II dengan teknik percakapan pribadi. Prosedur yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi yang bersifat daur ulang atau siklus. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Supervisi Akademik secara kelompok (In House Training), dengan hasil penelitian siklus I Proses Pembelajaran yang di laksanakan oleh guru-guru masih belum optimal maka perlu diadakan supervisi lanjutan pada siklus II, yaitu pelaksanaan tindakan supervisi secara individual (percakapan individu). Hasil rata-rata kualitas Proses Pembelajaran pada kondisi awal adalah 52,77 (kategori kurang). Hasil rata-rata kualitas Proses Pembelajaran pada siklus I adalah 66.50 (kategori baik). Peningkatan hasil siklus I dibanding kondisi awal adalah 22,23 %. Sedangkan hasil rata-rata pada siklus II adalah 88,50 (kategori baik). Peningkatan hasil siklus II dibanding hasil siklus I adalah 20%. Dengan demikian, supervise Akademik dapat meningkatkan kemampuan guru Sekolah Binaan Kec. Tanjung Morawa dalam Plaksanaan Proses Pembelajaran Model Pembelajaran Problem Solving secara signifikan.
Peningkatan Kemampuan Guru PAK Dalam Proses Pembelajaran Melalui Supervisi Klinis Pengawas Di Sekolah Binaan Wilayah Kecamatan Medan Deli Kota Medan Jonter Hutagalung
Cybernetics: Journal Educational Research and Social Studies Volume 3 Nomor 4 Oktober 2022
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam penelitian tindakan sekolah (PTS) ini adalah pemahaman guru Pendidika Agama Kristen (PAK) dalam penyusunan RPP masih jauh dari harapan. Ada beberapa hal yang menjadi kendala di antaranya: (1) Kreativitas dan inovasi guru PAK relatif rendah; (2) semua guru masih mengadopsi cara-cara konvensional ; dimana masih ditemukan ada standar kompetensi yang ada dalam standar isi belum ada di dalam silabus; (3) Tujuan pembelajaran belum disusun secara logis; (4) pada alur rencana pelaksaanaan pembelajaran yang disusun belum berbasis pendekatan saintifik dan belum menunjukkan tahapan kegiatan eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi, sehingga RPP yang dibuat kurang bermakna; dan (5) Rencana penilaian autentik belum nampak, dan sebagainya. Supervisi klinis merupakan suatu model pembinaan yang dilakukan oleh kepala sekolah atau pengawas kepada guru untuk membantu memecahkan masalah yang berhubungan dengan kegiatan pembelajaran agar kualitas pembelajaran bisa diraih dengn optimal. Supervisi klinis dapat dilaksanakan pada supervise perencanaan pembelajaran dan supervisi pelaksanaan pembelajaran. Penelitian tindakan sekolah ( PTS ) termasuk jenis penelitian kuantitatif menggunakan Analisis Diskriptif Komparatif dengan membandingkan hasil kondisi awal dengan hasil siklus I teknik penataran tingkat lokal (In House Training) dan hasil siklus II dengan teknik percakapan pribadi. Prosedur yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi yang bersifat daur ulang atau siklus. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Supervisi klinis secara kelompok (In House Training), dengan hasil penelitian siklus I Proses Pembelajaran yang di laksanakan oleh guru-guru masih belum optimal maka perlu diadakan supervisi lanjutan pada siklus II, yaitu pelaksanaan tindakan supervisi secara individual (percakapan individu). Hasil rata-rata kualitas Proses Pembelajaran pada kondisi awal adalah 52,77 (kategori kurang). Hasil rata-rata kualitas Proses Pembelajaran pada siklus I adalah 66.50 (kategori baik). Peningkatan hasil siklus I dibanding kondisi awal adalah 22,23 %. Sedangkan hasil rata-rata pada siklus II adalah 88,50 (kategori baik). Peningkatan hasil siklus II dibanding hasil siklus I adalah 20%. Dengan demikian, supervise Klinis dapat meningkatkan kemampuan guru PAK Sekolah wilayah binaan Kec. Medan Deli dalam Pelaksanaan Proses Pembelajaran secara signifikan.
Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Melalui Bermain Dengan Media Hulahoop Pada Anak Kelompok B Di Tk Pagar Merbau Tahun Ajaran 2021-2022 Sherina Sherina; Darajat Rangkuti
Cybernetics: Journal Educational Research and Social Studies Volume 3 Nomor 4 Oktober 2022
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cjerss.v3i4.985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan disposisi meningkatkan kemampuan motorik kasar anak melalui bermain dengan media hulahoop di kelompok B di tk pagar merbau kecamatan lubuk pakam. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus, dimana setiap siklus terdiri dari 6 pertemuan. Instrumen pengumpulan data adalah data yang di proleh dianalisis dengan cara analisis kuantitatif untuk menghitung persentase ketuntasanya. Berdasarkan analisis data ternyata bahwa disposisi meningkatkan kemampuan motorik kasar anak peningkatan pada setiap siklusnya. Hasil angket dari siklus I ke siklus II terjadi peningkatan sebesar 67,75% menjadi 88,33% pada hasil siklus II terjadi peningkatan besar untuk peningkatkan motorik kasar anak melalui bermain dengan media hulahoop pada siklus I anak tuntas bermain hulahoop sebesar 40% kemudian meningkat pada siklus II menjadi 80%. Kesimpulan penelitian ini adalah : (1) meningkatkan kemampuan motorik kasar anak melalui bermain dengan media hulahoop di tk pagar merbau kecamatan lubuk pakam. (2)untuk melakukan bermain media hulahoop ini maka guru harus mampu membimbing anak menjadi lebih aktif agar pembelajaran berjalan dengan efektif.
Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Dalam Menerapkan Model Pembelajaran Quantum Learning Melalui Workshop Di SMP Negeri 4 Percut Sei Tuan Sei Tuan Pada Tahun Pelajaran 2018/2019 Yusni Siregar
Cybernetics: Journal Educational Research and Social Studies Volume 3 Nomor 4 Oktober 2022
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cjerss.v3i4.996

Abstract

Quantum Learning Model through workshops at SMP Negeri 4 Percut Sei Tuan Sei Tuan. The method used in this research is the school action research method through 2 cycles, where each cycle has stages: (1) Planning, (2) Implementation and Observation, (3) Evaluation and (4) Reflection. The subjects in this study were teachers who teach at SMP Negeri 4 Percut Sei Tuan Sei Tuan, Percut Regency, with a total of 30 teachers. Data collection techniques used are observation techniques, interviews, questionnaires and documentation studies. The data analysis technique used in this study is to calculate the percentage of teachers who are able to apply the Quantum Learning Model and the percentage of teachers who are unable to apply the Quantum Learning Model in the classroom. The research results show: (1). There was an increase in the number of teachers applying the Quantum Learning Learning Model from 30 teachers, only 22 (73.33%) teachers applied the Quantum Learning Learning Model in cycle I then increased in cycle II to 26 (86.67%) teachers who were able to apply Quantum Learning Learning Model in the learning process in the classroom; (2) There is a decrease in the number of teachers who are unable to apply the Quantum Learning Learning Model, out of 30 teachers, as many as 8 (26.67%) teachers have not been able to apply the Quantum Learning Learning Model in cycle I then in cycle II there is a decrease in the number of teachers who have not able to apply the Quantum Learning Learning Model, being 4 (13.33%) teachers who have not been able to apply the Quantum Learning Learning Model as a whole; (3) The professional competence of teachers in applying the Quantum Learning Learning Model can be improved through workshops.
Peningkatan Kemampuan Siswa Dalam Pemasangan Komponen Dan Sirkit Motor Kontrol Non Programmable Logic Control (NON PLC) Pada Siswa Kelas XI TITL2 SMK Negeri 1 Merdeka Melalui Penerapan Project Based Learning Di Semester 1 Tahun Pelajaran 2020/2021 Tonny Hutagalung
Cybernetics: Journal Educational Research and Social Studies Volume 3 Nomor 4 Oktober 2022
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cjerss.v3i4.1029

Abstract

The results of the research and discussion, it was concluded that the application of Project Based Learning used in Electric Motor Installation lessons material for Installation of Non-Programmable Logic Control (Non PLC) Motor Control Components and Circuits can improve Students' Ability in Installing Non-Programmable Logic Control Motor Control Components and Circuits ( Non PLC) students of class XI TITL2 SMK Negeri 1 Merdeka proven on Pre-cycle the average value of Students' Ability in Installing Components and Motor Control Circuits Non Programmable Logic Control (Non PLC) students 53.87 with 12 out of 31 students who pass increased in cycle I to 66.13 with 15 students who completed then in cycle II it increased again, namely 85.16 with 28 students who completed out of 31 students in class XI TITL2 SMK Negeri 1 Merdeka. Meanwhile, the percentage of KKM achievement also increased from Pra-cycle 38.71%, increased in cycle I to 48.39% and increased again to 90.32% in cycle II. These results have exceeded the KKM expected in this study, namely ?70, thus this study is considered to have succeeded in achieving the objectives of this study.
Hubungan Pengetahuan Dasar Kependidikan Dan Pemahaman Tentang Kurikulum Dengan Kompetensi Profesional Guru PAI Sri Hartati
Cybernetics: Journal Educational Research and Social Studies Volume 3 Nomor 4 Oktober 2022
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cjerss.v3i4.1062

Abstract

Pengetahuan dasar kependidikan merupakan pengetahuan yang dimiliki oleh seorang tentang dunia kependidikan yang ditekuninya. Pemahaman tentang kurikulum merupakan kemampuan guru untuk menerangkan, mengklasifikasikan, mengembangkan dan mengimplementasikan konsep-konsep kurikulum yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan untuk mewujudkan tujuan Pendidikan Nasional. Kompetensi Profesional adalah penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap struktur dan metodologi keilmuannya. Penelitian ini dilakukan dikalangan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kota Pematangsiantar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara siginifikan pengetahuan dasar kependidikan dan pemahaman tentang kurikulum berpengaruh terhadap kompetensi profesional guru Pendidikan Agama Islam (PAI).

Page 1 of 2 | Total Record : 17