cover
Contact Name
Taufiqurokhman
Contact Email
abdimoestopo@jrl.moestopo.ac.id
Phone
+6285714422271
Journal Mail Official
abdimoestopo@jrl.moestopo.ac.id
Editorial Address
Jl. Hang Lekir I No. 8 Jakarta Pusat 10270
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2599249X     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
ABDI MOESTOPO an open source journal, published by the Institute for Research and Community Service (LPPM), University of Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Jakarta to accommodate the results of research and community service activities carried out by researchers from various universities / research institutions.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 02 (2019): Juli 2019" : 5 Documents clear
Sosialisasi Pembentukan Konsep Diri Orang Tua Melalui Theraplay Inge Hutagalung
ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 2, No 02 (2019): Juli 2019
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.539 KB) | DOI: 10.32509/am.v2i02.858

Abstract

Komunikasi adalah unsur utama dalam segala kegiatan manusia. Jika dikaitkan dengan konsep diri, maka konsep diri seseorang adalah merupakan apa yang ditangkap/direspon oleh orang lain (berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki) atas apa yang di komunikasi kan oleh individu bersangkutan, verbal maupun non-verbal. Jadi, apa yang di komunikasikan amat sangat menentukan tafsiran orang lain terhadap konsep diri seorang individu. Konsep diri bukanlah bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri tetapi bagaimana orang lain menafsirkan pada apa yang ditampilkannya. Konsep diri seseorang ada dalam benak orang lain. Keprihatinan muncul seiring dengan masih banyaknya orang tua yang belum memiliki konsep diri orang tua yang baik, khususnya dari cara berkomunikasi. Menyadari bahwa komunikasi merupakan aktivitas dasar manusia yang akan mempengaruhi konsep diri seseorang, dan untuk menekan kekerasan verbal orang tua pada anak, maka dirasa perlu untuk melakukan sosialisasi konsep diri orang tua yang baik melalui Theraplay.
Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan HIV AIDS bagi Pelajar SMA di Kawasan Pangandaran Ditha Prasanti; Hadi Suprapto Arifin; Ikhsan Fuady
ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 2, No 02 (2019): Juli 2019
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.459 KB) | DOI: 10.32509/am.v2i02.859

Abstract

Artikel ini merupakan hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan di kawasan Pangandaran. Dalam hal ini, kegiatan PKM bersinergi dengan riset yang telah dilakukan, yaitu tentang model kampanye penanggulangan HIV AIDS di Pangandaran. Penulis memfokuskan kegiatan PKM kepada para pelajar SMA yang berada di kawasan Pangandaran. HIV AIDS bukanlah hal yang tabu lagi bagi setiap orang, khususnya kalangan pelajar yang berada di kawasan wisata Pangandaran. Hal ini justru menjadi cambuk bagi semua pihak untuk mengetahui langkah yang tepat dalam mencegah dan menanggulangi masalah HIV AIDS di Pangandaran. Penulis melihat antusiasme yang tinggi dari pihak sekolah, khususnya para pelajar SMA, yang ingin ikut serta dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini. Oleh karena itu, dengan dilatarbelakangi hal tersebut, penulis melakukan kegiatan PKM tentang Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan HIV AIDS bagi Pelajar SMA di kawasan wisata Pantai Pangandaran. Kegiatan PKM ini memiliki tujuan sebagai berikut: (1) meningkatkan pemahaman para pelajar SMA sebagai remaja yang memiliki usia rentan HIV AIDS agar mampu berpartisipasi dalam mencegah dan menanggulangi HIV AIDS; (2) menumbuhkan kesadaran para pelajar SMA tentang pentingnya pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS di kawasan Pangandaran.
Literasi Internet Ramah Anak Janette Maria Pinariya; Mary Lemona
ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 2, No 02 (2019): Juli 2019
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.829 KB) | DOI: 10.32509/am.v2i02.860

Abstract

Penelitian yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2016 menyatakan bahwa sebanyak 768 ribu anak Indonesia usia 10-14 tahun telah rutin mengakses internet. Melihat realitas yang ada bahwa tingginya penggunaan internet di kalangan anak-anak dan remaja yang seringkali di luar pengawasan orangtua, maka edukasi ini dapat menjadi solusi meminimalisir bahaya internet seperti cyberbully, terpapar konten negatif, menjadi korban dari pelanggaran privasi, dan juga dampak negatif lainnya. Selain itu orang tua juga diajak untuk dapat memberikan teladan dalam menggunakan internet secara bijak dan bertanggung jawab salah satunya dengan tidak menyebarkan berita palsu atau hoax dan juga hate speech (ujaran kebencian). Dalam upaya mengatasi masalah-masalah di atas, salah satu solusi yang dapat dilakukan ialah dengan memberikan pembekalan berupa digital parenting kepada orang tua terkait literasi media dan pengawasan terhadap penggunaan internet bagi anak-anak mereka. Melalui kegiatan ini, diharapkan orang tua dapat membimbing serta mengajarkan anak-anak tentang cara penggunaan internet yang baik dan benar sesuai dengan usia mereka.
Sosialisasi Identifikasi Peluang Usaha Kelautan dan Perikanan di Pesisir Pantai Sawarna, Lebak Banten Suraya Suraya; Ponco Budi Sulistyo
ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 2, No 02 (2019): Juli 2019
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.919 KB) | DOI: 10.32509/am.v2i02.861

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini berbentuk pelatihan mengenai sosialisasi Identifikasi Peluang Usaha Berdasarkan Kebijakan Program Kementrian Kelautan dan Perikanan Pemerintahan Jokowi-JK di Pesisir Sawarna, Lebak banten. Tujuan pelatihan ini masyarakat nelayan di daerah pesisir Sawarna Lebak Banten bisa memanfaat peluang usaha yang ada dengan memanfaat potensi lingkungan di pesisir Desa Sawarna. Kegiatan pelatihan ini diadakan bulan 13 Februari 2018 di Desa Sawarna, Lebak Banten. Kegiatan ini diharapkan dapat diikuti oleh masyarakat yang berdomisili di desa tersebut. Para peserta belum sepenuhnya mengetahui pemanfaatan potensi alam sebagai peluang usaha. Para orang tua membutuhkan motivasi dan inspirasi mengenai peluang usaha dengan memanfaatkan potensi alam. Selain itu mereka membutuhkan fasilitas dan permodalan untuk menunjang peluang usahanya (ekonomi).
Story-telling Untuk Membangun Inklusivitas dan Toleransi di Kalangan Anak Muda: Program CERITA The Habibie Center Rudi Sukandar
ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 2, No 02 (2019): Juli 2019
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.213 KB) | DOI: 10.32509/am.v2i02.857

Abstract

Intoleransi dan ketidakpercayaan antargolongan di Indonesia semakin meningkat, terutama dipicu oleh maraknya konten-konten negatif yang marak beredar di media sosial dan grup pesan tertutup. Untuk merespons situasi yang semakinmengkhawatirkan ini, The Habibie Center (THC) meluncurkan program Community Empowerment in Raising Inclusivity and Trust Through technology Application (CERITA) yang didukung oleh Google.org. CERITA adalah sebuah program yang menggabungkan storytelling, fasilitasi diskusi, dan aplikasi teknologi untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi para anak muda atas isu inklusivitas dan pembangunan rasa saling percaya antarkelompok di kota mereka masing-masing. Program ini berbentuk training-of-trainer (TOT) bagi para anak muda pegiat dan aktivis yang mewakili komunitas mereka masing-masing. Para peserta TOT ini kemudian disebut sebagai Duta CERITA. Pada tahap pertama program, lima kota dipilih sebagai tempat pelaksanaan pelatihan, yaitu Bandung, Jakarta, Malang, Yogyakarta, dan Solo. Dari proyeksi jumlah peserta, program CERITA berhasil memberikan pelatihan kepada 144 dari rencana 150 peserta. Para peserta kemudian diminta, secara individual atau berkelompok, untuk melatih orang-orang di komunitasnya tentang kegiatan story-telling, fasilitasi diskusi, dan akses aplikasi teknologi untuk story-telling. Para fasilitator untuk story-telling dan fasilitasi diskusi berasal dari Kanada didampingi oleh failitator dari Indonesia. Aplikasi teknologi dikembangkan dalam versi beta dengan menggunakan fasilitas Googlemap. Pada saatnya aplikasi ini akan dipenuhi oleh video para Duta CERITA berisi cerita mereka tentang inkusivitas dan toleransi di kota dan daerah mereka masing-masing. Saat evaluasi terakhir, dari awalnya lima kota dan 144 peserta, program ini menjangkau 14 kota dan 1030 peserta melalui aktivitas replikasi program yang dilakukan oleh para Duta CERITA lapis pertama.

Page 1 of 1 | Total Record : 5