cover
Contact Name
Anis Fauzi
Contact Email
nidhom.jurnal@uinbanten.ac.id
Phone
+6287808276414
Journal Mail Official
nidhom.jurnal@uinbanten.ac.id
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman No 30 Kota Serang
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
An-Nidhom : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
ISSN : 25417177     EISSN : -     DOI : http://dx.doi.org/10.32678/annidhom
Core Subject : Science, Education,
An-Nidhom : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam merupakan jurnal yang dipublish oleh Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Jurnal ini menerbitkan karya tulis ilmiah berupa artikel dari kalangan Mahasiswa, Dosen, Peneliti dan Scholar lainnya dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 01 (2016): Januari-Juni 2016" : 7 Documents clear
PERGESERAN ORIENTASI PENDIDIKAN PESANTREN KHALAFI Apud Apud
An-Nidhom Vol 1 No 01 (2016): Januari-Juni 2016
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PROGRAM PASCASARJANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren khalafi dihadapkan pada situasi dan pilihan sulit antara tetap mempertahankan jati diri dan identitasnya atau mengikuti perubahan lingkungan. Pada kasus pesantren Daar el-Qolam Gintung upaya merespon tuntutan lingkungan tersebut dilakukan dengan mengembangkan struktur lembaga dan kurikulum pesantren. Pertanyaan yang muncul adalah apakah pengembangan struktur lembaga dan kurikulum tersebut diikuti dengan pergeseran orentasi pendidikannya? Bagaimana jati diri dan identitas pesantren dipertahankan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut penulis melakukan penelitian lapangan (field research) di Pesantren Daar el-Qolam dengan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan pimpinan pesantren terkait dengan pengembangan struktur dan kurikulum, observasi terhadap berbagai situasi yang terjadi di lokasi, dan dokumentasi yang dilakukan dengan menelusuri berbagai dokumen Hasil penelitian menunjukkan, bahwa: 1. Pondok pesantren Daar el-Qolam telah melakukan pengembangan lembaga pendidikan berdasarkan spesifikasi orientasi lulusan (output) yang dihasilkan, yaitu: Pertama, Daar el-Qolam Satu menaungi jenjang MTs dan MA berorientasi untuk mencetak kader ulama yang menguasai ilmu agama dan dapat melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI); kedua, Daar el-Qolam Dua, merupakan lembaga unggulan menaungi jenjang pendidikan SMP dan SMA diorientasikan untuk mencetak alumni yang menguasai bidang ilmu agama dan umum serta memiliki kemampuan untuk melakukan riset dan menulis karya ilmiah. Alumni diorientasikan agar dapat melanjutkan ke Perguruan Tinggi dan Perguruan Tinggi Agama Islam; dan ketiga, Daar el-Qolam Tiga, merupakan kelas extension menaungi jenjang pendidikan SMA dengan lama belajar tiga tahun akselerasi dari program pendidikan empat tahun da lulusan diorientasikan untuk memasuki PTN. 2. Pengembangan struktur kurikulum disesuaikan dengan orientasi dan tujuan dari lembaga-lembaga tersebut. Struktur kurikulum Daar el-Qolam meliputi kurikulum intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. 3. Pergeseran orientasi pendidikan Pesantren Daar el-Qolam secara substantif tidak merubah identitas dan jati dirinya. Identitas pesantren khalafi adalah penguasaan dwibahasa asing, yaitu: Bahasa Inggris dan Arab dan menjadikannya sebagai bahasa pengantar dalam pembelajaran dan dalam pergaulan santri sehari-hari. Sedangkan jati diri pesantren khalafi sebagai lembaga tafaqquh fi al-din melalui pengajaran dirasah Islamiyah dan pengkajian kutub turots.
MANAJEMEN KEPEMIMPINAN DALAM ISLAM Dedi Dedi
An-Nidhom Vol 1 No 01 (2016): Januari-Juni 2016
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PROGRAM PASCASARJANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen adalah kemampuan untuk mengatur dan melakukan kegiatan dengan baik. Dalam pendidikan, manajemen sangat diperlukan untuk mencapai tujuan pendidikan itu sendiri. Jika pelaksanaan pendidikan telah berjalan tanpa diiringi fungsi-fungsi manajemen, maka tujuan pendidikan tidak akantercapai karena pelaksana pendidikan berjalansendiri-sendiri.Manajemen adalah sebuah disiplin ilmu yang meliputi banyak hal. Dalam pendidikan, manajemen meliputi manajemen keuangan, sarana dan prasarana, kurikulum, humasy, dan sebagainya. Hal ini menjelaskan bahwa manajemen dalam segala bidang pada pendidikan sangat diperlukan. Kepemimpinan merupakan kekuatan aspirasional, kekuatan semangat, dan kekuatanmoral yang kreatif yang mampu mempengaruhi para anggota untuk mengubah sikap, sehingga mereka menjadi konform dengan keinginan pemimpin. Untuk itu, maka gaya seseorang di dalam memimpin akan amat berpengaruh terhadap organisasi yang dipimpinnya, baik pengaruh itu bersifat positif maupun negatif terhadap organisasi tersebut. Covey sebagaimana dikutip oleh Muhaimin et, al menyatakan bahwa 90 persen dari semua kegagalan kepemimpinan adalah kegagalan pada pada karakter. Kepemimpinan dalam islam adalah kepemimpinan yangberdasarkan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah SAW, oleh karena itu sosok pemimpin yang disyariatkan adalah pemimpin yang beriman sehingga hukum-hukum allah swt dapat ditegakkan dan diterapkan. Hukum-hukum Allah harusditegakkan agar keadilan dan kebenaran dapatterjamah oleh orang-orang yang tertindas danterdzalimibaik itu dari kalangan muslim maupun non muslim karena pada hakekatnya islam itu adalah rahmat bagi seluruh alam.
ISLAMISASI ILMU PENGETAHUAN: PRO DAN KONTRA Himayatul Mu’minin
An-Nidhom Vol 1 No 01 (2016): Januari-Juni 2016
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PROGRAM PASCASARJANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Para ahli sejarah mencatat bahwa kemajuan ilmu pengetahuan di dunia barat (Eropa dan Amerika) sejak beberapa abad terakhir ini disebabkan antara lain dan terutama oleh paham sekularisme (melepaskan diri dari ikatan agama) dan gerakan sekularisasi yang mengakhiri apa yang kemudian disebut sebagai Zaman Kegelapan (Dark Ages). Asumsi ini memang ada benarnya, mengingat hubungan yang tidak harmonis sepanjang sejarah antara dogmatisme Gereja dan rasionalisme para ilmuwan. Ketegangan dan konflik antara keduanya begitu sengit sehingga seringkali satu pihak berusaha menjatuhkan dan menindas yang lain. Terjadilah praktek-praktek seperti eks-komunikasi, kondemnasi, persekusi, immurasi, inkuisisi, dan eksekusi. Tidak sedikit saintis yang dikucilkan, dikutuk, diburu, dikurung, diinterogasi, dan dijatuhi hukuman mati. Kasus Giordano Bruno, Galileo Galilei, dan Baruch Spinoza merupakan secuil “lembaran hitam” dalam sejarah ilmu pengetahuan di Barat. Awal kemunculan dan perkembangan ilmu pengetahuan di dunia lslam tidak dapat dipisahkan dari sejarah perkembangan Islam itu sendiri.
URGENSI KEPEMIMPINAN DALAM ISLAM Ila Kholilah
An-Nidhom Vol 1 No 01 (2016): Januari-Juni 2016
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PROGRAM PASCASARJANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinamika dalam dinasti Islam mendapat perhatian serius dari para pemikir Muslim di masa lalu, dan mereka berusaha merumuskan konsep kepemimpinan ideal sesuai dengan Islam. Penelitian ini melihat bagaimana kepemimpinan memiliki arti besar bagi umat Islam dan Islam. Menurut Islam, titik urgensi terletak pada kenyataan bahwa kepemimpinan merupakan faktor penting untuk mencapai tujuan hidup masyarakat itu. Meskipun latar belakang sosial-politik pemikir muslim berbeda, studi ini menemukan benang merah, bahwa dalam kepemimpinan, orang menyadari bahwa masyarakat bisa eksis dengan nilai-nilai berdasarkan Islam. Kepemimpinan memiliki nilai-nilai kesakra-lan karena terkait erat dengan bagaimana memberlakukan nilai-nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.Kepemimpinan bukan kekuasaan, bukan jabatan dan kewenangan yang mesti dibanggakan. Kepemimpinan bukan pula barang dagangan yang dapat diperjual belikan. Hakekat kepemimpinan dalam pandangan Islam adalah amanah yang harus dijalankan dengan baik dan dipertanggungjawabkan bukan saja di dunia tapi juga di hadapan Allah nanti di akhirat. Kepemimpinan yang tidak dijalankan secara professional dan proporsional adalah penghianatan terhadap Allah dan Rasul-Nya.
PENTINGNYA PERAN PEMIMPIN DALAM PERMASALAHAN SOSIAL Abdul Basyar
An-Nidhom Vol 1 No 01 (2016): Januari-Juni 2016
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PROGRAM PASCASARJANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu permasalahan sosial akan berhasil atau bahkan gagal sebagian besar ditentukan oleh kepemimpinan. Suatu ungkapan yang mulia mengatakan bahwa pemimpinlah yang bertanggungjawab atas kegagalan pelaksanaan suatu pekerjaan. Hal ini menunjukkan bahkan suatu ungkapan yang mendudukkan posisi pemimpin dalam suatu permasalahan pada posisi yang terpenting. Demikian juga pemimpin dimanapun letaknya akan selalu mempunyai beban untuk mempertanggungjawabkan kepemimpinannya. Dari waktu ke waktu kepemimpinan menjadi perhatian manusia. Kepemimpinan dibutuhkan manusia, karena adanya suatu keterbatasan dan kelebihan-kelebihan tertentu pada manusia.Dalam pengertian lain kepemimpinan adalah kemampuan dan keterampilan seseorang yang menduduki jabatan sebagai pimpinan satuan kerja untuk mempengaruhi orang lain, terutama bawahannya, untuk berfikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga melalui perilaku yang positif ia memberikan sumbangan nyata dalam pencapaian tujuan organisasi. Sedangkan penertian manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian upaya dari anggota organsasi serta penggunaan semua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujaun organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Manusia adalah makhluk social yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam hidup, manusia selalau berinteraksi dengan sesama serta dengan lingkungan. Manusia hidup berkelompok baik dalam kelompok besar maupun dalam kelompok kecil. Hidup dalam kelompok tidak mudah. Untuk menciptakan kondisi kehidupan yang harmonis anggota kelompok haruslah saling menghormati dan menghargai. Keteraturan hidup perlu selalu dijaga. Hidup yang teratur adalah impian setiap insan. Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling tinggi dibanding makhluk Tuhan lainnya. Manusia di anugerahi kemampuan untuk berpikir, kemampuan untuk memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Dengan kelebihan itulah manusia seharusnya mampu mengelola lingkungan dengan baik.
PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN MADRASAH ALIYAH MELALUI IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS MADRASAH Nana Suryapermana; Ali Yakub
An-Nidhom Vol 1 No 01 (2016): Januari-Juni 2016
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PROGRAM PASCASARJANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Echols dan Shadily, (1993: 362) mengungkatkan bahwa secara Etimologis, manajemen berasal dari bahasa Latin, yaitu dari asal kata “manus” yang berarti tangan dan “agere” yang berarti melakukan. Dalam bahasa Inggris, manajemen berakar dari kata “to manage” yang berarti mengurus, mengatur, melaksanakan, atau mengelola. Pengertian yang sama dengan pengertian dan hakikat manajemen adalah al-tadbir (pengaturan). Kata ini merupakan derivasi dari kata dabbara (mengatur) yang banyak terdapat di dalam al-Qur’an seperti firman Allah SWT.Artinya :“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu”. (Q.S. As-Sajdah (32):05). Menurut Ramayulis (2010:260) manajemen merupakan sebuah proses pemanfaatan semua sumber daya melalui orang lain dan bekerjasama dengannya. Proses itu dimaksudkan untuk mencapai tujuan bersama secara efektif, efisien dan produktif. Menurut G.R. Terry, manajemen adalah suatu proses yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pelaksanaan dan pengawasan, dengan memanfaatkan baik ilmu maupun seni, agar dapat menyelesaikan tujuan yang ditetapkan sebelumya. Sedangkan menurut Horold Koontz dan Cyril O’Donnel, dalamJahari dan Syarbini (2013:1-2) manajemen berhubungan dengan pencapaian sesuatu tujuan yang dilakukan melalui dan dengan orang-orang lain. Dengan kata lain, manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain.
INTEGRITAS MORAL PEMIMPIN: ANTARA CITA DAN FAKTA Ade Herlan Wahyudin
An-Nidhom Vol 1 No 01 (2016): Januari-Juni 2016
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PROGRAM PASCASARJANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia menurut Nurcholis Madjid memang merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang mengagumkan dan penuh misteri. Dia tersusun dari perpaduan dua unsur, yaitu segenggam tanah bumi, dan ruh Allah. Maka siapa yang hanya mengenal aspek tanahnya dan melalaikan aspek tiupan ruh Allah, maka dia tidak akan mengenal lebih jauh hakikat manusia . Al-Quran sendiri juga menyatakan bahwa manusia adalah makhluk sempurna. Banyak sekali kelebihan yang dimiliki oleh manusia. Oleh karena itu Allah menciptakan manusia untuk menjadi khalifah di muka bumi ini. Allah menciptakan manusia untuk menjaga dan melestarikan bumi. Seperti yang tertuang dalam Al-Quran surat Al-Baqoroh ayat 30 yang artinya “Dan (ingatlah) tatkala Tuhan engkau berkata kepada Malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan di bumi seorang khalifah. Berkata mereka: Apakah Engkau hendak menjadikan padanya orang yang merusak di dalam nya dan menumpahkan darah, padahal kami bertasbih dengan memuji Engkau dan memuliakan Engkau? Dia berkata: Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. Khalifah atau pemimpin adalah seseorang yang dapat mempersatukan orang-orang dan dapat mengarahkannya sedemikian rupa untuk mencapai tujuan tertentu. Untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh seorang pemimpin, maka ia harus mempunyai kemampuan untuk mengatur lingkungan kepemimpinannya . Dan pada era moden sekarang ini banyak sekali pemimpin yang melenceng dari hakikat seorang pemimpin. Banyak pemimpin yang sudah tidak memegang teguh dan menjalankan kewajibannya sebagai seorang pemimpin. Korupsi yang terjadi di Indonesia itu adalah salah satu bukti bahwa pemimpin di negeri ini belum berjalan dengan benar dan sesuai hakikatnya. Integritas moral pemimpin di Indonesia bisa dibilang belum tinggi dan bagus.

Page 1 of 1 | Total Record : 7