Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4 No 1 (2019): Juni 2019"
:
10 Documents
clear
Pengaruh Insentif Terhadap Kedisplinan Dan Kinerja Gur
Yusaini Kamal
An-Nidhom Vol 4 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PROGRAM PASCASARJANA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32678/annidhom.v4i1.4426
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Insentif Terhadap Kedisiplinan dan Kinerja Guru. Hipotesis penelitian ini meliputi : 1) Ketercapaian Pemberian Insentif di SMPN1 Pontang dan MTsN Ciruas/Serang. 2). Tingkat Ketercapaian pelaksanaan kedisiplinan di SMPN 1 Pontang dan MTsN Ciruas/Serang . 3). Tingkat Ketercapaian Kinerja Guru di SMPN1 Pontang dan MTsN Ciruas/Serang. . 4). Seberapa besar Pengaruh insentif terhadap Kedisiplinan Guru di SMPN1 Pontang dan MTsN Ciruas/Serang. 5). Seberapa besar pengaruh Insentif Terhadap kinerja guru di SMPN1 Pontang dan MTsN Ciruas/Serang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Survei. Dengan populasi terjangkau guru SMPN 1 Pontang sebanyak 30 orang dan guru MTsN Ciruas/Serang sebanyak 35 orang jumlah seluruhnya 65 orang .. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu angket Variabel X (Insentif) 30 soal yang telah diuji validitas dan reliabilitas; angket Variabel Y1 (kedisiplinan) sebanyak 30 soal yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dan angket Variabel Y2 (kinerja) guru sebanyak 30 soal yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya.; Analisis data menggunakan Regresi Sederhana. Dari hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh insentif terhadap kedisiplinan dan kinerja guru. Dari pengolahan data diperoleh persamaan regresi yang terbentuk antara Ŷ= α+=61,62+78,260.26Y1+0.40Y2, dengan taraf signifikan 0.05 diperoleh Ftabel sebesar 0.66. Karena > yaitu 138.8 >0.66, Maka tolak H0 dan terima H1, dengan demikian terdapat pengaruh insentif terhadap kedisiplinan dan kinerja guru
Konsep Dan Sejarah Total Quality Management
Firmansyah Firmansyah
An-Nidhom Vol 4 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PROGRAM PASCASARJANA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32678/annidhom.v4i1.4420
Kualitas sering disama artikan dengan mutu. Kualitas sebenarnya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Tetapi, sampai sekarang, dalam dunia industri, belum ada definisi yang sama tentang kualitas. Kualitas itu seperti halnya pornografi, yaitu sulit didefinisikan, tetapi fenomenanya atau tanda-tandanya dapat dilihat dan dirasakan dalam kehidupan nyata. Total Quality Management atau manajemen kualitas mutu merupakan suatu filsafat manajemen atau komitmen budaya organisasi untuk memuaskan pelanggan secara konstan lewat perbaikan terus menerus atas semua proses organisasional, sehingga bisa menghasilkan produk dan jasa yang bermutu tinggi serta menjadikan kualitas sebagai strategi usaha dan berorientasi kepada kepuasaan pelanggan dengan melibatkan seluruh anggota organisasi. Selain itu, Total Quality Management juga sebagai suatu pendekatan yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas usaha, baik secara kulitas maupun kuantitas
Pendidikan Sepanjang Hayat Dan Pendekatan Androgogi
Rendi Rendi
An-Nidhom Vol 4 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PROGRAM PASCASARJANA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32678/annidhom.v4i1.4427
Pendidikan itu tidak hanya bagi anak, tetapi juga penting bagi orang yang sudah dewasa (usia tua sampai lanjut usia). Konsep ini menandai awalnya pendidikan orang dewasa, termasuk orang-orang yang berkebutuhan khusus. Konsep pendidikan orang dewasa tersebut dipandang secara tersirat telah memunculkan konsep pendidikan seumur hidup, yaitu pengenaan pendidikan bagi seseorang itu tidak hanya sampai masa sekolah, tetapi juga harus berlanjut terus menerus sampai pada masa dewasa. Implikasi pendidikan sepanjang hayat perspektif Islam dalam kehidupan sehari-hari meliputi pendidikan keluarga, pendidikan sekolah dan pendidikan di lingkungan masyarakat. Pendidikan di dalam keluarga merupakan pendidikan yang pertama kali diperoleh seseorang dan keluarga berperan penting dalam menerapkan pendidikan sejak anak dalam kandungan
Epistimologi Bayani, Irfani Dan Burhani
Ahmad Idrus
An-Nidhom Vol 4 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PROGRAM PASCASARJANA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32678/annidhom.v4i1.4421
Ilmu pengetahuan dan teknologi yang hingga saat ini menjadi kunci paling mendasar dari kemajuan yang diraih umat manusia, tentunya tidak datang begitu saja tanpa ada sebuah dinamika atau diskursus ilmiah. Proses untuk mendapatkan ilmu pengetahuan itulah lazim dikenal dengan istilah epistemologis. Islam dalam kajian pemikirannya menggunakan beberapa aliran besar dalam kaitannya dengan teori pengetahuan (epistemologi). Setidaknya ada tiga model sistem berpikir dalam Islam, yakni bayani, irfani dan burhani yang masing-masing mempunyai pandangan yang berbeda tentang pengetahuan. Ketiga sistem atau pendekatan tersebut dikenal juga tiga aliran pemikiran epistemologi Barat dengan bahasa yang berbeda, yakni empirisme, rasionalisme dan intuitisme. Selain sebagai instrumen untuk mencari kebenaran, ketiga epistemologi tersebut juga bisa digunakan sebagai sarana identifikasi cara berfikir seseorang. Pemahaman paling sederhana pada ketiga epistemologi ini adalah jawaban dari pertanyaan “dengan apakah manusia mendapatkan kebenaran?”
Pengantar Filsafat Ilmu Pengetahuan
Sutisna Sutisna
An-Nidhom Vol 4 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PROGRAM PASCASARJANA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32678/annidhom.v4i1.4428
Kajian ini bertujuan Untuk mengetahui pengertian filsafat ilmu pengetahuan, mengetahui perbedaan ilmu dan pengetahuan, serta mengatui tujuan, objek dan lingkup kajian filsafat ilmu pengetahuan. perkembangan ilmu pengetahuan semakin lama semakin maju dengan munculnya ilmu-ilmu baru yang pada akhirnya memunculkan pula sub-sub ilmu pengetahuan baru bahkan kearah ilmu pengetahuan yang lebih khusus lagi seperti spesialisasi-spesialisasi. Untuk mengatasi gap antara ilmu yang satu dengan ilmu yang lainnya, dibutuhkan suatu bidang ilmu yang dapat menjembatani serta mewadahi perbedaan yang muncul. Oleh karena itu, maka bidang filsafatlah yang mampu mengatasi hal tersebut. Terlepas dari berbagai macam pengelompokkan atau pembagian dalam ilmu pengetahuan, kita dapat mensinyalir bahwa peranan ilmu pengetahuan terhadap kehidupan manusia, baik individual maupun sosial menjadi sangat menentukan. Karena itu implikasi yang timbul bahwa ilmu yang satu sangat erat hubungannya dengan cabang ilmu yang lain serta semakin kaburnya garis batas antara ilmu dasar-murni atau teoritis dengan ilmu terapan atau praktis
Struktur Ilmu Pengetahuan
Nihlah Nihlah
An-Nidhom Vol 4 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PROGRAM PASCASARJANA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32678/annidhom.v4i1.4422
Ternyata ilmu pengetahuan tidak sesederhana seperti yang kita bayangkan. Sebagai seorang pengguna ilmu pengetahuan kita sering berprasangka bahwa ilmu pengetahuan hanya berkutat pada teori, riset, dan rekayasa perkembangan teknologi Ilmu pengetahuan ternyata merupakan sebuah dunia yang memiliki karakter dasar, prinsip, dan struktur yang kesemuanya itu menentukan arah dan tujuan pemanfaatan ilmu. Pengetahuan dikembangkan manusia disebabkan dua hal utama yakni, Pertama, manusia mempunyai bahasa yang mampu mengkomunikasikan informasi dan jalan pikiran yang melatarbelakangi informasi tersebut. Kedua adalah kemampuan berpikir menurut suatu alur kerangka berpikir tertentu. Secara garis besar cara berpikir seperti ini disebut penalaran
Ilmu Pengetahuan Dan Etika
Reza M. Syabani
An-Nidhom Vol 4 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PROGRAM PASCASARJANA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32678/annidhom.v4i1.4429
Ilmu pengetahuan berupaya mengungkapkan realitas sebagaimana adanya, etika dan moral pada dasarnya adalah petunjuk tentang apa yang seharusnya dilakukan manusia. Ilmu pengetahuan merupakan seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. Ilmu bukan sekedar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu.
Motivasi Kerja Dan Motivasi Berhasil
Tata Mohamad Fatah
An-Nidhom Vol 4 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PROGRAM PASCASARJANA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32678/annidhom.v4i1.4423
Pembahasan manajemen berkaitan dengan proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian, yang didalamnya terdapat upaya dari anggota organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama. Motivasi dibutuhkan oleh bawahan sebagai daya dorong semangat bekerja, sehingga bawahan dalam melaksanakan pekerjaan merasa senang dan tanpa tertekan oleh atasan serta mampu melaksanakan tugasnya sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing . Dengan motivasi yang bagus dan tepat, pencapaian tujuan organisasi akan tercapai sesuai dengan target yang sudah ditetapkan . Motivasi kerja yang dilaksanakan secara sadar dan terencana dalam suatu organisasi, merupakan faktor pendorong yang kuat untuk memompa dan memberikan semangat kerja pada bawahan, terutama faktor motivasi yang timbul dari dalam diri ( Intrisnsik) orang tersebut
Perspektif Kepemimpinan Pendidikan
Fairus Athiyah
An-Nidhom Vol 4 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PROGRAM PASCASARJANA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32678/annidhom.v4i1.4424
Peran institusi pendidikan nasional baik formal maupun informal seperti keluarga, masyarakat, organisasi, sekolah, dan sebagainya sangat penting sehingga kualitas pendidikan menentukan kualitas pemimpin masa depan. Pendidikan akan membawa angin segar bagi seluruh umat manusia. Seiring dengan perkembangan dan kemajuan yang dicapai oleh dunia Pendidikan, khususnya perkembangan meningkatnya mutu Pendidikan ke arah yang lebih baik, kepemimpinan visioner dianggap mampu mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan dan tuntutan Pendidikan akan pemberdayaan dan kemandirian, menuju mutu Pendidikan masa depan yang lebih baik. Kepemimpinan visioner adalah kepemimpinan yang kerja pokoknya difokuskan pada rekayasa masa depan yang penuh tantangan.
Perspektif Manajemen Berbasis Sekolah
Eman Sulaeman
An-Nidhom Vol 4 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PROGRAM PASCASARJANA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32678/annidhom.v4i1.4419
Manajemen Berbasis Sekolah dapat dipandang sebagai suatu pendekatan dalam pengelolaan sekolah dalam rangka desentralisasi pendidikan yang memberikan kewenangan lebih luas kepada sekolah untuk mengambil keputusan mengenai pengelolaan sumber daya pendidikan sekolah (manusia, keuangan, material, metode, teknologi, wewenang dan waktu) yang didukung dengan partisipasi yang tinggi dari warga sekolah, orang tua, dan masyarakat, serta sesuai dengan kerangka kebijakan pendidikan nasional dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Manajemen berbasis sekolah pada intinya adalah memberikan kewenangan terhadap sekolah untuk melakukan pengelolaan dan perbaikan kualitas secara terus menerus. Dapat juga dikatakan bahwa manajemen berbasis sekolah pada hakikatnya adalah penyerasian sumber daya yang dilakukan secara mandiri oleh sekolah dengan melibatkan semua kelompok kepentingan yang terkait dengan sekolah secara langsung dalam proses pengambilan keputusan untuk memenuhi kebutuhan peningkatan mutu sekolah atau untuk mencapai tujuan pendidikan nasional