cover
Contact Name
Yulius Tiranda
Contact Email
yuliustiranda@ikestmp.ac.id
Phone
+6281994854458
Journal Mail Official
penelitianikestmp@gmail.com
Editorial Address
Jl. A. Yani 13 Ulu, Plaju, Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Masker Medika
ISSN : 23018631     EISSN : 26548658     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Inovatif (LP2MI) IKesT Muhammadiyah Palembang ini berfokus pada kajian keperawatan (Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Anak, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Kritis, Keperawatan Komunitas dan Manajemen Keperawatan) , Kebidanan (Kehamilan, Persalinan, Nifas, Neonatus, Bayi dan Anak, Kesehatan Reproduksi), Kesehatan Lingkungan, fisioterapi dan Tekhnik Laboratorium Medik. Jurnal Masker Medika terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan bulan desember yang dipublikasikan dalam terbitan cetak dan elektronik.
Articles 60 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2019): Masker Medika" : 60 Documents clear
HUBUNGAN AKSEPTOR KB IMPLAN DENGAN DISFUNGSI SEKSUAL (GANGGUAN PENURUNAN HASRAT SEKSUAL DAN GANGGUAN ORGASME) DI WILAYAH PUSKESMAS SEKAR JAYA KECAMATAN BATURAJA TIMUR KABUPATEN OKU TAHUN 2019 Heriani, Heriani; Permatasari, Dina
Masker Medika Vol 7 No 2 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Salah satu kontrasepsi hormonal adalah implan. Implan dapat digunakan untuk jangka panjang 5 tahun. Keuntungan dari kontrasepsi yang efektifitasnya tinggi, angka kegagalan implant 1 per 100 wanita pertahun dalam 5 tahun pertama, kegagalan pengguna rendah, sekali terpasang tidak perlu ada yang diingat. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui hubungan akseptor kb implan dengan disfungsi seksual (gangguan penurunan hasrat seksual dan gangguan orgasme) di wilayah puskesmas sekar jaya kecamatan baturaja timur Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi semua akseptor KB Implan di Wilayah Kerja Puskesmas sekar jaya kecamatan baturaja timur kabupaten OKU, dengan Stratified Sampling dan analisa penelitian dengan menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan Uji Chi-Square. Hasil Penelitian : Analisa hasil penelitian dari 30 rersponden mayoritas responden yang menggunakan KB Implan lebih dari 12 bulan yaitu sebanyak 24 responden (80%), dan minoritas responden yang menggunakan KB Implan kurang dari 12 bulan sebanyak 6 responden (20%), dari 30 akseptor KB implan yang mengalami gangguan penurunan hasrat seksual sebanyak 12 akseptor (40%) dan yang tidak mengalami gangguan penurunan hasrat seksual sebanyak 18 akseptor(60%).dan dari 30 akseptor KB Implan yang mengalami gangguan orgasme sebanyak 5 akseptor (16,7%) dan yang tidak mengalami gangguan orgasme sebanyak 25 akseptor (83,3%). Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara akseptor KB implant dengan kejadian disfungsi seksual (gangguan penururnan hasrat seksual dan gangguan orgasme). Background: One of hormonal contraception is implants. Implants can be used for a long period of 5 years. The benefits of contraception are high in effectiveness, implant failure rate, 1 per 100 women per year in the first 5 years, user failure is low, once installed there is no need to remember. Research Methods: This type of research is an analytic survey with cross sectional approach. Population of all Implant KB acceptors in the working area of Sekar Jaya Health Center, East Baturaja sub-district, OKU district, with Stratified Sampling and research analysis using univariate and bivariate analysis with ChiSquare Test. Result : Analysis of research from 30 respondents The majority of respondents who use KB implants for more than 12 months is 24 respondents (80%), and the minority of respondents who use KB implants less than 12 months are 6 respondents (20%), from 30 implant KB acceptors who experienced a decrease in sexual desire decreased by 12 acceptors (40%) and those who did not experience a decrease in sexual desire decreased by 18 acceptors (60%), and out of 30 KB acceptors implants experienced an orgasm disorder were 5 acceptors (16.7%) and those who did not having orgasm disorders as many as 25 acceptors (83.3%). Conclusion: There is no relationship between implant KB acceptors with the incidence of sexual dysfunction (impairment of sexual desire and orgasm disorders).
HUBUNGAN PENGETAHUAN PASIEN TENTANG INFORMASI PRE OPERASI DENGAN KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI DI RUANG RAWAT INAP Agustina, Fitriani
Masker Medika Vol 7 No 2 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Operasi merupakan tindakan pengobatan yang banyak menimbulkan kecemasan. Operasi yang ditunggu pelaksanaannya akan menyebabkan kecemasan pada pasien . Operasi yang akan dilakukan membutuhkan persiapan mental dan bergantung pada keperawatan pre operatif. Tujuan penelitian: ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan pasien tentang informasi pre operasi dengan kecemasan pasien pre operasi diruang Rawat Inap Terpadu IV Dr. Ibnu Sutowo Baturaja Tahun 2017. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah Deskriptif dengan metode penelitian cross sectional. Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisa bivariat untuk mencari hubungan antara variabel independen (pengetahuan) dan variabel dependen (kecemasan). Hasil: penelitian antara pengetahuan dengan kecemasan menunjukkan p value 0.001 (p < 0.05) maka hubungan antara kedua variabel tersebut bermakna. Simpulan: ada hubungan antara Pengetahuan tentang informasi preoperatif terhadap dengan kecemasan pasien. Introduction: Surgery is a treatment that causes a lot of anxiety. The operation that awaited its implementation will cause anxiety in the patient. The operation to be performed requires mental preparation and depends on preoperative nursing. The purpose: of this study was to determine the relationship of patient knowledge about preoperative information with preoperative patient anxiety in the Integrated Inpatient Room IV Dr. Ibnu Sutowo Baturaja in 2017. Method: This type of research is descriptive with cross sectional research methods. The sampling technique in this study uses accidental sampling. This research was conducted using bivariate analysis to look for the relationship between the independent variable (knowledge) and the dependent variable (anxiety). Results: of research between knowledge and anxiety showed a p value of 0.001 (p <0.05), the relationship between the two variables was significant. Conclution: relationship between Knowledge about preoperative information with patient anxiety.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU MENGENAI KANKER LEHER RAHIM DENGAN DETEKSI DINI KE PELAYANAN KESEHATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PLAJU RT 42 KELURAHAN PLAJU ILIR PALEMBANG TAHUN 2019 Mardalena, Mardalena
Masker Medika Vol 7 No 2 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Kanker leher rahim dapat dicegah melalui upaya deteksi dini melalui pemeriksaan sitologi secara berkala bagi perempuan usia produktif terutama perempuan yang aktif secara seksual. Walaupun pemeriksaan Pap smear dapat mendeteksi secara dini kanker leher rahim, namun masih banyak perempuan yang enggan untuk melakukan deteksi dini. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu mengenai kanker leher rahim dengan deteksi dini ke pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Plaju RT 42 Kelurahan Plaju Ilir Palembang tahun 2019. Meotde Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampelnya yaitu 30 ibu ibu yang sudah menikah. Hasil : penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan tentang kanker leher rahim kurang (30%), Sikap terhadap kanker leher rahim positif (60%) Sedangkan perempuan yang tidak melakukan deteksi dini kanker leher rahim (33,3%). Hasil analisis ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang kanker leher rahim dengan deteksi dini ke pelayanan kesehatan diperoleh nilai signifikansi p=0,001 < p=0,05 dan tidak ada hubungan antara sikap ibu tentang kanker leher rahim dengan deteksi dini ke pelayanan kesehatan dengan nilai signifikansi p=0,429 > p=0,05. Background: Cervical cancer can be prevented through the efforts of early detection through regular cytologic examinations for women of childbearing age, especially women who are sexually active. Although the Pap smear can detect cervical cancer early, but still many women who are reluctant to do early detection.. Objective: This study aims to determine the relationship between maternal knowledge and attitudes about cervical cancer by early detection into health services in Puskesmas Plaju RT 42 Kelurahan Plaju Ilir Palembang in 2019. Research Methods: This research is survey method with cross sectional analytic. Sample of 30 married woman. The results showed that knowledge of less cervical cancer (30%), Attitudes toward positive cervical cancer (60%) while women who do not the early detection of cervical cancer (33%). Results : of analysis is the relationship between maternal knowledge about cervical cancer by early detection to healthcare acquired significance value p = 0.001 <p = 0.05 and there was no relationship between maternal attitudes about cervical cancer by early detection to healthcare with significance p value = 0.429> p = 0.05.
EFEKTIFITAS KONSUMSI AIR REBUSAN JAHE MERAH TERHADAP INTENSITAS DISMINOREA PRIMER PADA MAHASISWI Pujiana, Dewi; Haryani, Dyah; Rini, Puji Setya
Masker Medika Vol 7 No 2 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Dismenorea merupakan nyeri saat menstruasi. Hampir semua perempuan yang mengalami rasa tidak nyaman selama haid seperti rasa tidak enak di perut bagian bawah dan biasanya juga disertai mual, pusing bahkan pingsan . Data dari berbagai negara mengemukakan bahwa angka kejadian dismenorea didunia cukup tinggi. Diperkirakan sekitar 50% menderita akibat dismenorea dalam sebuah siklus menstruasi. Tingginya resiko remaja yang terkena dismneorea disebabkan karena faktor kejiwaan, endokrin atau hormonal. Tindakan pengobatan dismenorea terdiri dari terapi farmakologis dan terapi nonfarmakologis. Terapi non farmakologis yang dapat dilakukan yaitu konsumsi air rebusan jahe merah. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui adanya pengaruh konsumsi air rebusan jahe merah terhadap intensitas dismenorea Pada Mahasiswi. Metode Penelitian : penelitian ini adalah pre-eksperimen secara kuantitatif dengan rancangan studi one group pretest-postest design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Quota sampling dengan sampel sebesar 76 responden, sedangkan uji statistic yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian : ini didapatkan perbedaan nilai rata-rata sebelum diberikan intervensi air rebusan jahe merah adalah 7,00 dan setelah diberikan intervensi air rebusan jahe merah didapatkan 4,00 artinya adanya perbedaan antara intensitas pada mahasiswi sebelum dan sesudah diberikan air rebusan jahe merah. Kesimpulan : Terdapat pengaruh konsumsi air rebusan jahe merah terhadap intensitas dismenorea primer pada mahasiswi. Background: Dysmenorrhea is a pain suffered during menstruastion. Almost all women experience discomfort during menstruation, such as discomfort in the lower abdomen and usually also accompanied by nausea, dizziness and even fainting. Data from many countries show that the incidience rate of dysmenorrheal in the world is quite high. It is istimated that about 50% of women suffer from dymenorrhea is caused by psychological, endocrine or hormonal factors. The treatment of dysmenorrhea includes a pharmacological therapy and a non-pharmacological therapy. A non-pharmacological therapy that can be done is by consumption red ginger stew. The aim of research : is to know that there is an influence of consumption red ginger stew to dysmenorrhea Intensity. Research Methods: The design of this study is pre-experimental using quantitative approach with study design using a one group pretest-posttest design. Sampling technique used is Qouta sampling with 76 respondents and statistics test used in this research is Wilcoxon test. The result : of this study showed the there was a difference in mean values before and after the intervention of giving red ginger stew. Before the intervention, the mean value was 7.00 and after the intervention, the mean value was 4.00. It means that there was a different dysmenorrhea intensity before and after consumption red ginger stew. Conclusion: There is an influence of consumption red ginger stew to primary dysmenorrhea intensity.
PENGARUH KEGEL EXERCISE TERHADAP KEJADIAN EDEMA PADA JAHITAN PERINEUM IBU POSTPARTUM Maya, Aminah; Gustirini, Ria; Natalina, Renda
Masker Medika Vol 7 No 2 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Masa nifas merupakan salah satu masa kritis bagi ibu dan bayi sehingga Asuhan Kebidanan pada masa nifas diperlukan dalam periode ini untuk mengurangi peningkatan Angka Kematian Ibu (AKI). Ibu bersalin umumnya mengalami robekan pada vagina dan perineum yang menimbulkan perdarahan dalam jumlah bervariasi dan banyak. Setelah melahirkan ibu juga akan mengalami berbagai gangguan psikologi, seperti gangguan libido 38,2%, orgasme 56,4%, dan yang terbanyak adalah gangguan nyeri yang mencapai 70,9% dengan penyebab utama adalah jahitan perinium. Ibu nifas biasanya mengalami nyeri pada luka bekas jahitan perinium yang mengalami edema. Untuk mencegah terjadinya edema tersebut, perlu diberikan Kegel exercise pada ibu nifas 6 jam setelah persalinan.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh kegel exercise terhadap kejadian edema pada jahitan perineum ibu postpartum. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Quasi eksperimen dengan populasi semua ibu post partum yang melahirkan pada bulan Maret sampai Mei 2019. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di Praktik Mandiri Bidan (PMB) Kota Palembang, yaitu PMB Soraya dan PMB Husniati. Variabel dependen pada penelitian ini adalah Kegel exercise, sedangkan variabel independent pada penelitian ini adalah kejadian edema pada luka perineum. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan Chi square. Hasil: Dari hasil uji statistik, diperoleh tingkat signifikansi ρ<0.05 (ρ: 0.025), yang berarti Ho ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara kegel exercise terhadap penurunan kejadian edema pada jahitan perineum ibu post partum. Kesimpulan: kegel exercise berpengaruh terhadap penurunan kejadian edema pada jahitan perineum ibu post partum. Background: Postpartum is one of the critical period for mom and babies so that the care of obstetrics in postpartum is required in this period to reduce the increase of maternal mortality. Postpartum Mother generally experienced tear in the vagina and the perineum cause of bleeding in the amount varies and many. After giving birth, mother will have a variety of disorders, such as psychology , libido disorder by 38.2 % , orgasm 56,4 % , and the most are impaired pain at 70,9 % with the major cause is perinium rupture (stitches). Mother parturition usually have pain in wound former stitches perinium that experienced edema .To prevent the edema , it’s need to be given kegel exercise on the parturition six hours after they give birth. Purpose: to know the influence of kegel exercise to edema incidents on the postpartum perineum mother. Method: the research method is quasi experiment with a population of all the post partum mothers who gave birth to on the moon March 2019 until May .The sample collection in this research used purposive sampling technique .The research is in the independent service providers ( PMB ) Palembang , namely PMB Soraya and PMB Husniati . The dependent variable in this research is kegel exercise, while independent variables is the edema incident of perineum rupture. Data analysis in this research used univariat and bivariat analysis using chi square. Results: from the statistical tests, the significance value <0.05 (p value: 0.025 ) , which means Ho was rejected so that it can be concluded that there were significant influence between the edema kegel exercise to the decline on the postpartum mother perineum. Conclusion: kegel exercise can decrease the edema incidents on the postpartum perineum mother.
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS PENYULUHAN DENGAN MEDIA BOOKLET DAN MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAAP PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUNUNG KEMALA PRABUMULIH TAHUN 2019 Sari, Inggrid Febri Kurnia; Majid, Yudi Abdul; Trilia, Trilia
Masker Medika Vol 7 No 2 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Usia balita merupakan fase yang sangat penting dalam menunjang tumbuh kembangnya. Pada usia ini pertumbuhan sangat pesat sehingga memerlukan gizi yang sesuai dengan kebutuhannya agar terhindar dari masalah gizi. Salah satu faktor pengaruh terjadinya masalah gizi adalah kurangnya pengetahuan keluarga, dalam hal ini perawat memiliki peran dalam permasalahan gizi balita yang terjadi salah satunya adalah sebagai pendidik (edukator). Tujuan penelitian: diketahuinya efektifitas penyuluhan dengan media booklet dan media audiovisual terhadap pengetahuan ibu tentang gizi balita di wilayah kerja puskesmas gunung kemala prabumulih. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain quasi exsperimen pretes-posttes without control group. Sampel berjumlah 80 responden. Teknik pengambilan sampel purposive sampling, instrument penelitian menggunakan lembar kuesioner. Hasil: Rata-rata pengetahuan responden setelah di lakukan penyuluhan dengan media audiovisual sebesar 13,68 dan median booklet 11,60. Terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata pengetahuan Responden sebelum dan sesudah di lakukan intervensi. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan tentang gizi balita antara kedua kelompok intervensi. Terdapat perbedaan pengetahuan setelah penyuluhan kesehatan yang signifikan antar kedua kelompok intervensi. Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan setelah dilakukan intervensi antara kedua kelompok responden.Berdasarkan hasil disarankan hasil penelitian ini dapat dijadikan tambahan pengetahuan untuk memberikan pendidikan kesehatan responden. Background: The age of toddlers is a very important phase in supporting growth and development. At this age, growth is so rapid that it requires nutrients that are in accordance with their needs to avoid nutritional problem. One of the factors influencing the occurrence of nutritional problem is the lack of family knowledge, in this case nurses have a role in underfive nutrition problems that occur one of which is as an educator. Purpose: To know the effectiveness of counseling with booklet media and audiovisual media on mothers' knowledge about toddler nutrition in the working area of Puskesmas Gunung Kemala Prabumulih. Method: This study used a pretest-posttest quasi-experimental design without control group. The sample was 80 respondents. Purposive sampling technique was used, research instrument using questionnaire sheets. Result: The average knowledge of respondents after counseling with audiovisual media was 13.68 and median booklets 11.60. There were significant differences between the average knowledge of the respondents before and after intervention. There was no significant difference in knowledge about toddler nutrition between the two intervention groups. There was a difference in knowledge after significant health education between the two intervention groups. Conclusion: There were significant differences after intervention between the two groups of respondents. Based on the results it was suggested that the results of this study could be used as additional knowledge to provide respondents with health education.
FAKTOR PENYEBAB PENYAKIT PNEUMONIA PADA BALITA 12 – 59 BULAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNG AGUNG KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TAHUN 2019 Novitry, Fera
Masker Medika Vol 7 No 2 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Faktor Penyebab Penyakit Pneumonia Pada Balita 12 – 59 Bulan Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Agung Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2019. Pneumonia merupakan penyebab utama kematian pada balita, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten OKU, kasus pneumonia terbanyak adalah di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Agung sebanyak 202 kasus dan keluarahan dengan kasus pneumonia terbanyak ada di Kelurahan Talang Jawa sebanyak 60 kasus. Tujuan penelitian: ini yaitu untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita 1259 Bulan Di Kelurahan Talang Jawa Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tanjung Agung Kecamatan Baturaja Barat Kabupaten OKU. Jenis penelitian: ini adalah Cross Sectional, pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner. Sampel dalam penelitian diambil dari seluruh ibu yang memiliki balita pada wilyah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Agung Kecamatan Baturaja Barat Kabupaten OKU ini yaitu berdasarkan hasil perhitungan besar sampel sebanyak 181 sampel yang dijadikan responden dianalisis data secara univariat dan bivariat. Hasil: uji chi square menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara keberadaan perokok di dalam rumah dengan kejadian pneumonia pada balitia (p value 0,007), ada hubungan yang bermakna antara penggunaan obat nyamuk bakar dengan kejadian pneumonia pada balita (p value 0,000), ada hubungan yang bermakna antara kepadatan hunian dengan kejadian pneumonia pada balita (p value 0,000), ada hubungan yang bermakna antara luas ventilasi rumah dengan kejadian pneumonia pada balita (p value 0,000). Background: Factors Causing Pneumonia in Toddlers 12 - 59 Months of Work in Tanjung Agung Health Center Ogan Komering Ulu in 2019. Pneumonia is the main cause of death in children under five, based on data from the OKU District Health Office, the most pneumonia cases in Tanjung Agung Puskesmas Work Area are 202 cases and the highest number of cases of pneumonia are in Talang Jawa Village as many as 60 cases. The purpose: of this study was to study the Factors Associated with the Occurrence of Pneumonia in Toddlers 12-59 Months in Talang Jawa Village Work Area UPTD Tanjung Agung Health Center, West Baturaja District OKU District. Method: This type of research is Cross Sectional, data collection is done by observation and direct interviews using a questionnaire. The sample in this study was taken from all mothers who have children under five years old in the working area of the UPTD Puskesmas Tanjung Agung, West Baturaja District, OKU Regency, which is based on the results of a sample calculation of 181 samples used as respondents, analyzed by univariate and bivariate data. Results: of the chi square test showed that there was a significant relationship between the presence of smokers in the house with the incidence of pneumonia on the balitia (p value 0.007), there was a significant relationship between the use of mosquito coils and the incidence of pneumonia in infants (p value 0,000), there was a significant relationship significant between the density of occupancy with the incidence of pneumonia in infants (p value 0,000), there is a significant relationship between the area of ventilation of the house with the incidence of pneumonia in infants (p value 0,000).
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN KESELAMATAN PASIEN (PATIENT SAFETY) DI RUMAH SAKIT PUSRI PALEMBANG TAHUN 2019 Roswati, Aprilia
Masker Medika Vol 7 No 2 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Keselamatan Pasien (Patient safety) merupakan suatu proses pemberian pelayanan rumah sakit terhadap pasien yang lebih aman. Rumah sakit mempunyai dampak yang besar dalam meningkatkan kesehatan. Sesuai dengan tujuannya rumah sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Insiden keselamatan pasien di Indonesi pada tahun 2007 yang ditemukan di Provinsi DKI Jakarta menempati urutan tertinggi yaitu 37,9% di antara delapan provinsi lainnya. Sedangkan di Sumatera Selatan sendiri angka keselamatan pasien sebesar 6.9%..Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap perawat dengan pelaksanaan keselamatan pasien (patient safety) di Rumah Sakit Pusri Palembang. Metode Penelitian: Desain penelitian ini merupakan penelitian observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling 69 sampel. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2019 di Rumah Sakit Pusri Palembang. Uji statistik menggunakan uji chi square. Metode penelitian ini menggunakan kuesioner, lembar observasi dan lembar check list. Hasil: penelitian terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap perawat dengan pelaksanaan keselamatan pasien di Rumah Sakit Pusri Palembang Tahun 2019 dengan p value < α 0,05. Background: Patient safety is a public health problem affecting the level of development of a country. It is a process of providing safer hospital services to patien. Patient safety incident report in Indonesi in 2017 stated that DKI Jakarta province was ranked the higest, 37,9%, among the eight other province. The application of patient safety is very dependent on the nurse’knowledge. This study aimed: to find out the relationship among knowledge and nurse attitude with the implementation of patient safety in Pusri hospital of Palembang in 2019. Methode: this study used analytical observation method with cross sectional approach. The population in this study was all nurse (69 people) in patient room of the hospital. The number of samples was 69 taken using total sampling technique. The results: of the univariate analysis showed that 45 respondents (65,2%) had norisk patient, 44 respondesnts (63,8%) had good knowledge, and 42 respondents (60,9%) had positive attitude. There was a relationship between knowledge and attitude with the implementation of patient safety with p value of 0.002% < α 0.005 and 0.033 < α0.05 respectively. It is expected that the hospital management avaluates nurses’ performance more routinely in implementing patient safety so that the provision of care services to patients is more optional.
HUBUNGAN ANEMIA, USIA KEHAMILAN DAN PREEKLAMPSIA DENGAN KEJADIAN BBLR DI RSI SITI KHADIJAH PALEMBANG TAHUN 2018 M, Aulia; S, Aisyah; E, Sari P
Masker Medika Vol 7 No 2 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Berat bayi rendah adalah bayi dengan berat badan pada saat kelahiran < 2500 gram tanpa memandang masa gestasi. BBLR terjadi pada bayi kurang bulan <37 minggu atau pada bayi cukup bulan.Tujuan penelitian: ini untuk mengetahui hubungan anemia, usia kehamilan dan preeklampsia secara simultan dan parsial di RSI Siti Khadijah Palemabang tahun 2018. Metode Penelitian: ini adalah survey analitik dengan rancangan Cross Sectional. populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin normal berjumlah 1.017 orang di RSI Siti Khadijah Palembang tahun 2018. Sedangkan sampelnya 91 bayi. 39 responden yang anemia dan mengalami kejadian BBLR yaitu sebanyak 17 orang (81,0%) dan tidak mengalami BBLR yaitu sebanyak 21 orang (30,6%). Sedangkan 53 responden yang tidak anemia namun mengalami BBLR yaitu 4 orang (19,0%) dan tidak mengalami BBLR sebanyak 49 orang (70,0%). Hasil: uji coba chi-square diperoleh nilai p value = (0,000 ≤ α = 0,05), dari 32 responden yang usia kehamilan kurang bulan dan mengalami kejadian BBLR yaitu sebanyak 14 orang (66,7%) dan tidak mengalami BBLR yaitu sebanyak 18 orang (25,7%). Sedangkan 59 responden yang usia kehamilan cukup bulan namun mengalami BBLR yaitu 7 orang (33,3%) dan tidak mengalami BBLR sebanyak 52 orang (74,3%), dan dari uji chi-square diperoleh nilai p value = (0,001≤ α = 0,05), 21 responden yang mengalami preeklampsia dan mengalami kejadian BBLR yaitu sebanyak 16 orang (76,2%) dan tidak mengalami BBLR yaitu sebanyak 5 orang (23,8%). Sedangkan 70 responden yang mengalami preeklampsia namun mengalami BBLR yaitu 26 orang (37,1%) dan tidak mengalami BBLR sebanyak 44 orang (62,9%), dan dari uji chi-square diperoleh nilai p value = (0,001≤ α = 0,05). Simpulan: ada korelasi yang bermakna secara simultan dan antara anemia atau usia kehamilan dan preeklampsia dengan kejadian BBLR. Diharapkan penelitian ini dapat memotivasi petugas kesehatan di RSI Siti Khadijah Palembang dapat melakukan konsultasi untu mengurangi terjadinya BBLR. Background: Low birth weight babies (LBWB) are babies with weight less than 2500 grams without looking at gestational age. LBW occurs in infants less than 37 weeks or in term infants. This study aimed: to find out the relationship among anemia, gestational age, and preeclampsia simultaneously and partially in Siti Khadijah Islamic Hospital in 2018. Method: This study used analytical survey method with cross sectional approach.The population in this study was all mothers (1,017 people) giving birth normally in the hospital in2018 and the number of samples was 91 babies. Of the 39 respondents, 17 people (81%) experienced anemia and LBW and 21 people (1,017 people) did not experience it. Of the 53 responden, 4 people (19%) did not experience aneia but experience LBW and 49 people (70%) did not experience LBW. The results: of chisquare test showed that P value obtained was 0.000 ≤ α = 0.05. Of the 32 respondents experiencing less than a month’s pregnancy and 14 people (66.7%) experienced the incidence of LBW and 18 people (25.7%) did not experience it. Of 59 respondents, 7 people (33.3%) were term infants but experience LBW, 52 people (74.3%) did not experience LBW. Chi-square test showed that P value obtained was 0,001 ≤ α = 0.05; of the 21 respondents, 16 people (76.2%) experienced preeclampsia and LBW; 5 people did not experience LBW. Of 70 respondents, 26 people (31.1) experienced preeclampsia and LBW and 44 people (62,9%) did not experience LBW. The results of chi-square test showed that P Value obtained was 0.001 ≤ α = 0.05. Conclution: that there was a meaningful relationship simultaneously and partially among anemia, gestational age, and preeclampsia with the incidence of LBW It is expected that this study results can motivate health workers in the hospital and can conduct consultations to reduce the occurrence of LBW.
PENGARUH KEGIATAN MERAJUT TERHADAP HIPERTENSI PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA TERATAI PALEMBANG Trilia, Trilia
Masker Medika Vol 7 No 2 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Proses penuaan mengakibatkan perubahan fisik, psikologis, sosial dan kultural, terjadi penurunan elastisitas dinding oarta dan penurunan pengatur irama inheren jantung akan menyebabkan terjadinya hipertensi. Dampak jangka panjang hipertensi adalah gagal jantung, stroke dan serangan jantung. Salah satu terapi komplementer pada penderita hipertensi yang dapat menurunkan aktivitas saraf simpatis terhadap jantung. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh kegiatan merajut terhadap hipertensi pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Teratai Palembang. Metode Penelitian : Menggunakan desain Pre Ekspereimental dengan one group pre test-post test design. Tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah 12 responden. Hasil : diketahui rata-rata tekanan darah sistol sebelum merajut sebesar 155,00 mmHg dan diastole sebesar 100,00 mmHg, sedangkan rata-rata tekanan darah sistol sesudah merajut 130 mmHg dan diastole sebesar 80,00 mmHg. Standar deviasi systole 9,045 mmHg dan diastole 2,887 mmHg. Hasil: uji statistic menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test didapatkan pvalue = 0,002, berarti ada perbedaan tekanan darah lansia sebelum dan sesudah dilakukan kegiatan merajut. Simpulan : terdapat pengaruh kegiatan merajut terhadap ratarata tekanan darah lansia di Panti sosial tresna Werdha Teratai Palembang. Background: Elderly people tend to experience health problems caused by a decrease in body function due to the aging process. The aging process is a process that results in changes including physical, psychological, social and cultural changes. One of the physical changes with age such as decreased elasticity of the oarta wall and decreased inherent heart rhythm control will cause hypertension. The prevalence of hypertension in Indonesia is 26.5%. The longterm effects of hypertension are heart failure, stroke due to rupture of blood vessels in the brain and heart attacks due to coronary artery rupture. One of the complementary therapies in patients with hypertension is to do knitting activities. Knitting is a technique of meditation or relaxation, which can reduce sympathetic nerve activity that can have a positive impact on the heart. Objective: To determine the effect of knitting activities on the blood pressure of elderly with hypertension at Tresna Werdha Teratai Social Institution in Palembang. Methods: Using the Pre-Operational design with one group pre-test-post test design. The sampling technique uses purposive sampling with a total of 12 respondents. Results: the average systolic blood pressure before knitting was 155.00 mmHg and diastole was 100.00 mmHg, while the mean systolic blood pressure after knitting was 130 mmHg and diastole was 80.00 mmHg. Standard deviation of systole is 9,045 mmHg and diastole of 2,887 mmHg. The statistical test results using the Wilcoxon Signed Ranks Test obtained pvalue = 0.002, meaning there is a difference in the blood pressure of the elderly before and after knitting activities. Conclusion: there is an influence of knitting activities on the average blood pressure of the elderly in Palembang's Anti-social Lotus Werdha Lotus.