cover
Contact Name
Yulius Tiranda
Contact Email
yuliustiranda@ikestmp.ac.id
Phone
+6281994854458
Journal Mail Official
penelitianikestmp@gmail.com
Editorial Address
Jl. A. Yani 13 Ulu, Plaju, Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Masker Medika
ISSN : 23018631     EISSN : 26548658     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Inovatif (LP2MI) IKesT Muhammadiyah Palembang ini berfokus pada kajian keperawatan (Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Anak, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Kritis, Keperawatan Komunitas dan Manajemen Keperawatan) , Kebidanan (Kehamilan, Persalinan, Nifas, Neonatus, Bayi dan Anak, Kesehatan Reproduksi), Kesehatan Lingkungan, fisioterapi dan Tekhnik Laboratorium Medik. Jurnal Masker Medika terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan bulan desember yang dipublikasikan dalam terbitan cetak dan elektronik.
Articles 765 Documents
HUBUNGAN ANTARA PARITAS DAN JARAK KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RSUD KOTA PRABUMULIH TAHUN 2018 Oktarina, Rani
Masker Medika Vol 7 No 1 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data yang diperoleh dari RSUD Kota Prabumulih tahun 2014 terdapat 194 (14,87%) kasus BBLR, tahun 2015 212 (16,12%) kasus BBLR, dan pada tahun 2016 terdapat 241 (16,71%) kasus BBLR dari bayi yang lahir di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Prabumulih. Tujuan : Untuk mengetahui Hubungan antara Paritas dan Jarak Kehamilan dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di RSUD Kota Prabumulih Tahun 2017. Metode : Dari penelitian ini digunakan metode survey analitik dan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitiannya semua bayi baru lahir diruang kebidanan di RSUD Kota Prabumulih Tahun 2017 yang berjumlah 1442 orang. Instrument yang digunakan dengan cara pengisian checklist. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat. Hasil : Dari analisa univariat yang dilakukan pada 313 responden, yang dikatakan Beresiko Paritas yaitu 160 (51,1%) lebih besar dari responden yang tidak beresiko dikatakan Paritas yaitu 153 (48,9%). Sedangkan pada Jarak Kehamilan yaitu sebanyak 164 (52,4%) lebih besar dari responden yang tidak beresiko dikatakan Jarak Kehamilan yaitu sebanyak 149 (47,6%). Dari hasil uji statistik pada variabel Paritas menunjukkan ada hubungan yang bermakna (signifikan) dengan kejadian Berat Badan Lahir Rendah dimana ρ value 0,000 (0,000 ≤ 0,05). Dan pada variabel Jarak Kehamilan menunjukkan ada hubungan yang bermakna (signifikan) dengan kejadian Berat Badan Lahir Rendah dimana ρ value (0,000 ≤ 0,05). Simpulan: Ada Hubungan bermakna pada Paritas dan Jarak Kehamilan dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah Based on the data from RSUD Kota Prabumulih, there were 194 (14,87%) Low Birth Weight Infant case in 2014, 212 (16,12%) in 2015, and 241 (16,71%) in 2016, from infants born in Regional General Hospital Prabumulih City. Purpose : To know the relationship between parity and pregnancy spacing towards low birth weight infant in RSUD Kota Prabumulih in 2016. Method : In the study, Analytical Survey and Cross Sectional approach was used. The population of the study was all infants born in midwifery care in RSUD Kota Prabumulih in 2016. They were 1442 infants. The instrument which was used in the study was filling the Check List . The analysis of the study was univariat and bivariat. Result : Based on univariat analysis and been done to 313 respondents. It was gotten that 160 (15,1%) had parity risk was bigger than those did not have parity risk 153 (48,9%). Meanwhile, for pregnancy spacing, it was gotten 164 (52,4%) was bigger than those did not, they were 149 (47,6%). From statistical test of parity variable, it showed that there was the significant relationship towards low birth weight infant, where ρ value 0,000 (0,000 ≤ 0,05). And on pregnancy spacing variable, it showed there was significant relationship towards low birth weight infant where ρ value 0,000 (0,000 ≤ 0,05). Conclusion : There was significant relationship between parity and pregnancy spacing towards low birth weight infant
HUBUNGAN ANTARAPARTUS LAMA DAN KETUBAN PECAH DINI DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUMDI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA PRABUMULIH TAHUN 2017 Delvia, Siska
Masker Medika Vol 7 No 1 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asfiksia neonatorum adalah keadaan bayi yang tidak dapat bernafas spontan dan teratur, sehingga dapat menurunkan O2 dan makin meningkatkan CO2 yang menimbulkan akibat buruk dalam kehidupan lebih lanjut (Manuaba, 2010). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara partus lama dan ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia neonatorum di Rumah Sakit Umum Daerah Tahun 2017.Penelitian ini menggunakan Survey Analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah semua bayi yang dilahirkan di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Prabumulih Tahun 2017 yang berjumlah 1.385 orang. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 310 responden.Pada analisa univariat diketahui bahwa 310 responden didapatkan bahwa ibu melahirkan yang didiagnosa partus lama sebanyak 97 responden (31,3%) lebih sedikit dari ibu yang tidak didiagnosa partus lama sebanyak 213 responden (68,7%). Pada analisa univariat diketahui bahwa 310 responden didapatkan bahwa ibu yang didiagnosa ketuban pecah dini sebanyak 98 responden (31,6%) lebih sedikit dari ibu yang tidak didiagnosa ketuban pecah dini yaitu sebanyak 212 responden (68,4%).Analisa Bivariat menunjukkan Partus Lama mempunyai hubungan yang bermakna dengan kejadian Asfiksia Neonatorum (p value 0,000) dan Ketuban Pecah Dini mempunyai hubungan yang bermakna dengan kejadian Asfiksia Neonatorum (p value 0,000).Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa ada hubungan yang bermakna antara partus lama dan ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia neonatorum di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Prabumulih Tahun 2017 Asphyxiation neonatorum is a condition of a baby who cannot breathe spontaneously and regularly so that can decrease O2 and increase CO2 more that can causes bad effect in the future life (Manuaba 2010).The object of this research is to know correlation between long time partus and early rupture of membrane with the occurrence of asphyxiation neonatorum in Local General Hospital Of Prabumulih City Year 2017. This research used analytic survey by using Cross Sectional approach. The population of this research was all babies born inLocal General Hospital Of Prabumulih City Year 2017 with total numbers 1.385 babies. The number of samples in this research are 310 respondents.In univariate analysis known that 310 respondents taken that maternity mothers who had diagnosis long time partus were 97 respondents (31,3 %). it was less than mothers who didn’t have diagnosis long time partus, they were 213 respondents (68,7%), in univariate analysis known that 310 respondents taken that mothers who had diagnosis early rupture of membranes were 98 respondents (31,6 %) it was less than mothers who didn’t have diagnosis early rupture of membranes, they were 212 respondents (68,4%).Bivariate analysis showed long time partus had significance correlation with the occurrence asphyxiation neonatorum (p value 0,000) and early rupture of membranes had significance correlation with the occurrence asphyxiation neonatorum (p value 0,000).The Conclusion of this research is that : there is significance correlation between long time partus and early rupture of membrane with the occurrence asphyxiation neonatorum in local General Hospital Of Prabumulih City Year 2017
HUBUNGAN ANTARA PLASENTA PREVIA DAN PERSALINAN PREMATURITAS DENGAN KEJADIAN PERSALINAN SUNGSANG DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PRABUMULI Oktarida, Yustina
Masker Medika Vol 7 No 1 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persalinan sungsang di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Prabumulih Tahun 2018.Metodologi yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Dari hasil uji Chi Square diperoleh 5. Ada hubungan yang bermakna antara Persalinan Prematuritas dengan Kejadian Persalinan Sungsang di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Prabumulih tahun 2018, dimana p value= (0,000) < 0,05. Ada hubungan yang bermakna antara Persalinan Prematuritas dengan Kejadian Persalinan Sungsang di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Prabumulih tahun 2018, dimana p value= (0,000) < 0,05 To determine the relationship between placenta previa and labor prematurity with the incidence of breech labor in the Prabumulih City General Hospital in 2018. The methodology used is an analytical survey with a cross sectional approach. From the Chi Square test results obtained 5. There was a significant relationship between Prematurity Labor and Breech Labor Delivery at the Prabumulih City General Hospital in 2018, where p value = (0,000) <0.05. There is a significant relationship between Prematurity Labor and Breech Birth in the Prabumulih City General Hospital in 2018, where p value = (0,000) <0.05.
HUBUNGAN STATUS GIZI, JENIS KELAMIN DAN VENTILASI RUMAH DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI DESA PELANGKI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS RAWAT INAP MUARADUA KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN 2018 Azhari, Muhammad Hasan
Masker Medika Vol 7 No 1 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyakit infeksi yang paling sering diderita oleh anak-anak khususnya balita adalah pneumonia yang merupakan masalah kesehatan dunia karena angka kematiannya tinggi. Angka kejadian pneumonia tertinggi pada tahun 2014 di UPTD Puskesmas Muaradua terdapat di Desa Pelangki dengan 28 kasus (271,84 per 1.000 penduduk balita). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita di Desa Pelangki. Penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi adalah rumah yang memiliki balita di Desa Pelangki yaitu sebanyak 98 rumah. Sampel penelitian menggunakan teknik simple random sampling yaitu berjumlah 79 sampel. Analisis data menggunakan uji chi square untuk mengetahui hubungan variabel independen dengan variabel dependen. Hasil analisa univariat didapatkan dari 79 responden, yang mempunyai balita pernah menderita pneumonia sebesar 20,3%, status gizi buruk 31,6%, laki-laki 32,9% dan mempunyai ventilasi rumah tidak memenuhi syarat 34,2%. Hasil analisa bivariat didapatkan ada hubungan yang bermakna status gizi dengan kejadian pneumonia balita (p value 0,001) dengan proporsi responden mempunyai balita menderita pneumonia dengan status gizi buruk 44,0%, ada hubungan yang bermakna jenis kelamin dengan kejadian pneumonia balita (p value 0,012) dengan proporsi responden mempunyai balita menderita pneumonia yang berjenis kelamin laki-laki 38,5%, ada hubungan yang bermakna ventilasi rumah dengan kejadian pneumonia balita (p value 0,017) dengan proporsi responden mempunyai balita menderita pneumonia dengan ventilasi tidak memenuhi syarat 37,0%. Diharapkan petugas kesehatan di Desa Pelangki dapat memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat di wilayah tersebut tentang faktor risiko kejadian pneumonia pada balita untuk menurunkan angka kesakitan akibat pneumonia One of the most common infectious diseases suffered by children, especially toddlers is pneumonia which is a world health problem because of the high death rate. The highest incidence rate of pneumonia in 2014 at health center of Muaradua were in the Pelangki village with 28 cases (271,84 per 1.000 inhabitants toddlers) . This study aims to determine the factors associated with the incidence of pneumonia in infants in Pelangki village. This study used cross sectional approach. The population are all house that has children in the Pelangki village, numbered 98 houses. The total number of respondens are 79 selected by simple random sampling. Data were analyzed by Chi - Square test to determine the relationship between the dependent and independent variables. Univariate analysis results obtained from 79 respondents, who have children under five had suffered from pneumonia at 20,3 %, 31.6% poor nutritional status, 32,9% of men and has a home ventilation ineligible 34,2%. Results of bivariate analysis there is a significant association nutritional status of children with the incidence of pneumonia (p value 0,001) with the proportion of respondents having children under five suffer from pneumonia with poor nutritional status 44,0%, there is a significant association gender toddlers with the incidence of pneumonia (p value 0,012 ) with the proportion of respondents who have children suffering from pneumonia sex male 38,5%, there is a significant association house ventilation toddlers with the incidence of pneumonia (p value 0,017) with the proportion of respondents having a toddler suffering from pneumonia with ventilation ineligible 37,0%. Hoped health workers at Pelangki village can provide health information to the people about the risk factors of pneumonia to reduce the incidence of pneumonia in Pelangki village
PENGARUH DUKUNGAN SUAMI TERHADAP KEPATUHAN AKSEPTOR MELAKUKAN KB SUNTIK 1 BULAN DI BPM YUSIDA EDWARD PALEMBANG TAHUN 2018 Rosmiarti, Rosmiarti
Masker Medika Vol 7 No 1 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan akseptor melakukan KB suntik 1 bulan adalah dukungan suami. Seperti dukungan suami dalam bentuk emosional, instrumental dan informasi. Pada dasarnya peran suami dalam Keluarga Berencana (KB) antara lain peserta KB dan mendukung pasangan menggunakan alat kontrasepsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dukungan suami terhadap kepatuhan akseptor melakukan KB suntik 1 bulan. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif yang bersifat survey analitik dengan rancangan survey cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh akseptor KB 1 bulan dengan besar sampel 34 akseptor yang diambil secara accidental sampling. Pengumpulan data diperoleh melalui pengisian kuisione dan kartu KB. Hasil analisa univariat di peroleh bahwa responden yang patuh sebanyak 82,4%, responden yang medapat dukungan suami dalam bentuk emosional sebanyak 85,3% responden yang medapat dukungan suami dalam bentuk insrumental sebanyak 85,3% dan responden yang medapat dukungan suami dalam bentuk informasi sebanyak 58,8%. Data yang ditemukan di uji kembali menggunakan uji Chi Square dan hasilnya adalah ρ value = 1.000 untuk dukungan suami emosional, ρ value = 0,205 untuk dukungan suami instrumental dan ρ value = 0,672 untuk dukungan suami informasi, sebagai hasil signifikan yang berarti dukungan suami tidak mempengaruhi kepatuhan akseptor melakukan KB suntik 1 bulan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dukungan suami tidak berpengaruh terhadap kepatuhan akseptor melakukan KB suntik 1 bulan One of the factors that influences the compliance of acceptors conducting monthly contraception injection is husband's support, such as husband's support in the form of emotional, instrumental and information. Basically the role of husbands in family planning (KB) includes family planning participants and couples supports in using contraception. The purpose of this study was to find out the effect of husband's support for the compliance of acceptors conducting monthly contraception injection of family planning. The research design used is quantitative research that is analytical survey with a cross sectional survey design. The population of this study was all monthly contraception acceptors with a sample size of 34 acceptors taken with accidental sampling. Data collection was obtained through filling quizzes and KB cards. The results of univariate analysis showed that respondents who obeyed were 82.4%, respondents who received husband support in emotional form were 85.3%, respondents who received husband support in the instrumental form were 85.3 % and respondents who received husband support in the form of information were 58.8%. Data found in theresearch were retested using the Chi Square test and the result was ρ value = 1,000 for emotional husband support, ρ value = 0.205 for instrumental husband support and ρ value = 0.672 for information on husband's support, as a significant result which means that husband's support does not affect the compliance of acceptors doing mothly contraception injection. The conclusion of this study is that husband's support has no effect on the acceptor's compliance doing contraception injection. Therefore, it is recommended for acceptors to be obedient in doing family planning according to the schedule even without husband's support
KARAKTERISTIK IBU DENGAN PERKEMBANGAN PSIKOMOTOR ANAK USIA PRA SEKOLAH (3-5 TAHUN) DI TK HARAPAN BUNGA BANGSA PALEMBANG TAHUN 2019 Febrianti, Arly
Masker Medika Vol 7 No 1 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakteristik adalah ciri-ciri khusus atau memiliki sifat khas sesuai dengan perwatakan tertentu yang mencakup pendidikan, pekerjaan, umur. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Hubungan Karakteristik Ibu Dengan Perkembangan Psikomotor Anak Usia Pra Sekolah (3-5 tahun) di Taam Paud Ar Rohim Palembang Tahun 2014. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross secsional untuk mengetahui Hubungan Karakteristik Ibu Dengan Perkembangan Psikomotor Anak yang dilakukan terhadap 30 sampel dengan menggunakan total populasi. Dari hasil penelitian ini didapatkan dari 30 respondenibu berpendidikan tinggi (63.3%), ibu yang tidak bekerja (86.7%) ibu yang berumur 20 sampai 30 tahun (83,3%). Hasil bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan KPSP terhadap Perkembangan Psikomotor Anak dengan nilai (p value 0,006), ada hubungan yang signifikan antara pekerjaan dengan KPSP terhadap Perkembangan Psikomotor Anak dengan nilai (p value 0,008), dan ada hubungan yang signifikan antara umur dengan KPSP Perkembangan Psikomotor Anak dengan nilai (p value 0,040). Di sarankan bagi masyarakat khususnya bagi ibu yang mempunyai anak usia pra sekolah (3-5 tahun) ini dapat dijadikan ilmu pengetahuan dan wawasan dalam melaksanakan Perkembangan Psikomotor Anak secara teratur dan benar The characteristics are special traits or have special properties according to the particular disposition which have encompasses education,employment, age. The purpose of the research is to find out Relation Between Characteristic of Mother with Psychomotor Development of Children Pre- School (3-5 years old ) in TK Harapan Bunga Bangsa Palembang 2019. This research is done by quantitative research with analytic descriptive of research design approached by cross sectional to know the correlation between characteristic of mother with psychomotor development of children which was implied to 30 samples of total population. In this research, the result is obtainable from 30 respondents of mothers with high education (63,3%), housewife (86,7%) and mother less than 20 to 30 years old (83,3%). According to the result bivariat of this research, it shows that there is significant relation between education with KPSP psychomotor development of the children with the value (p value 0,006), there is significant relation between meanwhile job with KPSP psychomotor development of the children with the value (p value 0.008) and there is a significant relation between age with KPSP psychomotor development of the children with the value (p value 0.040). The sugsest for community especially for the mother have children pre school (3-5 years old) this could hade into science and in sights in conductif children psychomotor development regulary and right
HUBUNGAN LAMA PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM DENGAN KEJADIAN LEUKOREA DI PUSKESMAS KENALI BESAR TAHUN 2018 LIZA, LIZA
Masker Medika Vol 7 No 1 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat Kontrasepsi Dalam Rahim merupakan suatu benda kecil yang terbuat dari plastik yang lentur, mempunyai lilitan tembaga atau mengandung hormon yang dimasukkan ke dalam vagina dan mempunyai benang. Pada 3 bulan setelah pemasangan ada keluhan leukorea. Leukorea merupakan cairan yang keluar dari dalam vagina selain berupa darah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Hubungan lama pemakaian KB AKDR dengan kejadian Leukorea di Puskesmas Kenali Besar Jambi. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total populasi yaitu ibu yang KB AKDR dengan lama pemakaian ≤ 3 bulan dan > 3 bulan yang berjumlah 56 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji ChiSquare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu lama menggunakan KB AKDR > 3 bulan adalah mengalami Leukorea fisiologis (58,1%). Hasil perhitungan dengan menggunakan Chi-Square diperoleh P value 0,009 dimana (0,009 < 0,05) yang berarti ada hubungan lama pemakaian KB AKDR dengan kejadian Leukorea. Ibu atau akseptor KB lebih baik memperhatikan efek samping sebelum memutuskan untuk memilih KB agar tidak mempunyai efek yang bisa merugikan kesehatannya. Selain itu, petugas kesehatan terutama bidan juga tetap waspada dalam memberikan pelayanan khususnya tentang KB harus memperhatikan dampak yang akan muncul bagi akseptor, bila terjadi suatu yang merugikan bagi pasien maka mencarikan solusi yang tepat. Dapat menjadi acuan yang bermanfaat bagi penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan lama pemakaian KB AKDR dengan kejadian Leukorea Labor AKDR is a small object made of flexible plastic, has a coil of copper or contains hormones that is inserted into the vagina and have a yarn. In 3 months after inserted the complaint of leucorrhea incidence. Leucorrhea is a vaginal discharge other than blood. The purpose of this study was to determine the association between duration in using AKDR and leucorrhea incidence at Kenali Besar Health Center. The study used descriptive correlation design with cross-sectional approach. The sampling technique used total population of mothers who become family planning acceptors by AKDR method with duration of use ≤ 3 months and > 3 months, as many as 56 people. Data collection used questionnaire technique. And the data analyzed by using Chi-Square test. The results of study indicated that the majority of women have long duration in using family planning of AKDR method for more than 3 months had experiencing physiological leukorea (58.1%). By Chi-Square test obtained p value 0.009 (p<0.05), which means there was a correlation of duration in using AKDR and the leucorrhea incidence. The mother or family planning acceptors better to pay attention to its side effects before deciding to choose family planning method in order to have not an effect that could harm their health. In addition, health workers, especially midwives must be vigilant in providing their services particularly in family planning method and should pay attention to the potential impacts for the acceptor. If there is a disservice to patients then find the right solution. This study can be a useful reference for further researchers in making a research to correlate the duration in using AKDR with leukorea
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG SEKSUAL PRANIKAH DI SMA BINA CIPTA PALEMBANG Bahriah, Yuli
Masker Medika Vol 7 No 1 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data World Health Organization (WHO) menunjukkan 44% wanita dan lebih dari 70% pria usia remaja mengaku pernah melakukan hubungan seksual.Permasalahan pada remaja di Indonesia makin memprihatinkan. Karena kurangnya pengetahuan reproduksi dan seksual yang benar, membuat banyak remaja sudah aktif melakukan hubungan seksual pranikah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan remaja tentang seksual pranikah di SMA Bina Cipta Palembang Tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan study comparative. Hasil penelitian didapatkan distribusi frekuensi pengetahuan responden sebelum penyuluhan tentang seksual pranikah yang berpengetahuan baik sebanyak 25 responden (26,9%), distribusi frekuensi pengetahuan responden setelah penyuluhan tentang seksual pranikah yang berpengetahuan baik sebanyak 57 responden (61,3%). Hasil uji statistik didapatkan ada pengaruh penyuluhan kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan remaja tentang seksual pranikah di SMA Bina Cipta Palembang Tahun 2018 dengan nilai p value 0,002 < α (0,05). Saran penelitian hendaknya sekolah senantiasa aktif melakukan pendidikan kesehatan reproduksi kepada siswanya khususnya tentang seksual pranikah. The data from the World Health Organization (WHO) show that 44% of adolescent women and more than 70% of adolescent men said they had had sexual intercourse. The adolescent problems in Indonesia are increasingly alarming. Due to lack of correct sexual and reproductive knowledge, many adolescents have been active in premarital sexual relationships. This study aimed to find out the influence of reproductive health counseling on adolescent knowledge about premarital sex at BinaCipta Senior High School in Palembang in 2018. It is a comparative quantitative study. The results showed the frequency distribution of therespondent knowledge about premarital sex, in which 25 respondents (26.9%) had good knowledge before the counseling, while 57 respondents (61.3%) had good knowledge after the counseling. The results of the statistical tests showed that there was an influence of reproductive health counseling on adolescent knowledge about premarital sex at BinaCipta Senior High School in Palembang in 2018 with an obtained p value of 0.002 < α (0.05). It is suggested that schools should always be active to provide reproductive health education for their students, especially regarding the premarital sex.
GAMBARAN BEBAN KERJA PERAWAT DAN WAKTU TANGGAP PELAYANAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT MENURUT PERSEPSI PASIEN DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKI TMUHAMMADIYAH PALEMBANG Triwijayanti, Renny
Masker Medika Vol 6 No 2 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang :Peningkatan kualitas pelayanan tentu akan mempengaruhi kerja dari tiap pemberijasa pelayanan. Umpan balik dan informasi merupakan elemen yang penting dalam membangunsistem pemberian pelayanan yang efektif, termasuk kualitas pelayanan. Semakin tinggi kualitaspelayanan yang ingin diberikan kepada pelanggan maka semakin besar pula waktu kerja yang harus disediakan oleh pemberi pelayanan agar dapat meninjau harapan dari pelanggan. Hal initentu dapat menambah beban kerja yang harus ditanggung oleh pemberi pelayanan. Tujuan :untuk mengetahui gambaran beban kerja perawat dan waktu tanggap pelayanan keperawatangawat darurat menurut persepsi pasien di IGD Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang .Metode : Penelitian ini dilakukan di ruang IGD Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang.Penelitian ini menggunakan metode survey deskriptif dengan pendekatan cross sectional sertamenggunakan instrument kuesioner untuk beban kerja dan observasi untuk waktu tanggap,dengan jumlah sampel sebanyak 18 responden perawat dengan menggunakan teknik samplingjenuh dan 50 responden pasien menggunakan teknik purposive sampling. Hasil :Gambaran bebankerja perawat di IGD Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang yaitu berat dengan prosentase66.6 % (12 responden). Gambaran waktu tanggap pelayanan keperawatan gawat darurat menurutpersepsi pasien di IGD Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang yaitu baik dengan prosentase84 % (42 responden). Saran :dapat disarankan kepada kepala ruangan untuk menghitung kembalikebutuhan tenaga perawat di Unit IGD agar sesuai dengan beban kerja untuk setiap shift nya demimeningkatkan kinerja perawat tersebut. Background:P quality of service will certainly affect the work of each service provider. Feedbackand information are important elements in establishing an effective service delivery system,including quality of service. The higher the quality of service that wants to be given to thecustomer, the greater the working time should be provided by the service provider in order toreview expectations from customers. This can certainly add to the workload that must be borne bythe service provider. Objectives: To know the overview of nurse's workload and time of nursingcare service according to patient's perception in IGD hospital Muhammadiyah Palembang.Method: This research is conducted in the IGD room of Muhammadiyah hospital Palembang.This research uses a descriptive survey method with a cross sectional approach as well as usinginstrument questionnaires for workload and observation for response time, with a number of.
HUBUNGAN AKSEPTOR KB IMPLAN DENGAN DISFUNGSI SEKSUAL (GANGGUAN PENURUNAN HASRAT SEKSUAL DAN GANGGUAN ORGASME) DI WILAYAH PUSKESMAS SEKAR JAYA KECAMATAN BATURAJA TIMUR KABUPATEN OKU TAHUN 2019 Heriani, Heriani; Permatasari, Dina
Masker Medika Vol 7 No 2 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Salah satu kontrasepsi hormonal adalah implan. Implan dapat digunakan untuk jangka panjang 5 tahun. Keuntungan dari kontrasepsi yang efektifitasnya tinggi, angka kegagalan implant 1 per 100 wanita pertahun dalam 5 tahun pertama, kegagalan pengguna rendah, sekali terpasang tidak perlu ada yang diingat. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui hubungan akseptor kb implan dengan disfungsi seksual (gangguan penurunan hasrat seksual dan gangguan orgasme) di wilayah puskesmas sekar jaya kecamatan baturaja timur Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi semua akseptor KB Implan di Wilayah Kerja Puskesmas sekar jaya kecamatan baturaja timur kabupaten OKU, dengan Stratified Sampling dan analisa penelitian dengan menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan Uji Chi-Square. Hasil Penelitian : Analisa hasil penelitian dari 30 rersponden mayoritas responden yang menggunakan KB Implan lebih dari 12 bulan yaitu sebanyak 24 responden (80%), dan minoritas responden yang menggunakan KB Implan kurang dari 12 bulan sebanyak 6 responden (20%), dari 30 akseptor KB implan yang mengalami gangguan penurunan hasrat seksual sebanyak 12 akseptor (40%) dan yang tidak mengalami gangguan penurunan hasrat seksual sebanyak 18 akseptor(60%).dan dari 30 akseptor KB Implan yang mengalami gangguan orgasme sebanyak 5 akseptor (16,7%) dan yang tidak mengalami gangguan orgasme sebanyak 25 akseptor (83,3%). Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara akseptor KB implant dengan kejadian disfungsi seksual (gangguan penururnan hasrat seksual dan gangguan orgasme). Background: One of hormonal contraception is implants. Implants can be used for a long period of 5 years. The benefits of contraception are high in effectiveness, implant failure rate, 1 per 100 women per year in the first 5 years, user failure is low, once installed there is no need to remember. Research Methods: This type of research is an analytic survey with cross sectional approach. Population of all Implant KB acceptors in the working area of Sekar Jaya Health Center, East Baturaja sub-district, OKU district, with Stratified Sampling and research analysis using univariate and bivariate analysis with ChiSquare Test. Result : Analysis of research from 30 respondents The majority of respondents who use KB implants for more than 12 months is 24 respondents (80%), and the minority of respondents who use KB implants less than 12 months are 6 respondents (20%), from 30 implant KB acceptors who experienced a decrease in sexual desire decreased by 12 acceptors (40%) and those who did not experience a decrease in sexual desire decreased by 18 acceptors (60%), and out of 30 KB acceptors implants experienced an orgasm disorder were 5 acceptors (16.7%) and those who did not having orgasm disorders as many as 25 acceptors (83.3%). Conclusion: There is no relationship between implant KB acceptors with the incidence of sexual dysfunction (impairment of sexual desire and orgasm disorders).