cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Vocational : Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan
ISSN : 27750019     EISSN : 27746283     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Kejuruan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 3 (2022)" : 11 Documents clear
KEEFEKTIFAN PENERAPAN CHEMISTRY GOLDEN BELL TERHADAP MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR KIMIA PESERTA DIDIK MUJIYAH MUJIYAH
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v2i3.1366

Abstract

This study aims to determine whether there is a significant difference in the motivation and learning achievement of chemistry students of class X SMKN 1 Krangkeng who take lessons using the Chemistry Golden Bell (CGB) technique and learning without the CGB technique if the prior knowledge of chemistry is controlled statistically. The research design used one factor, two samples and one covariable. The population of the study was the 69th grade students of TKJ SMKN 1 Krangkeng divided into 3 classes. The research sample was 46 students taken by purposive sampling divided into 2 classes, the experimental class was 22 samples and the control class was 24 samples. The data obtained in this study were data on prior knowledge of chemistry, motivation to learn chemistry, achievement in learning chemistry and data on the effectiveness of the implementation of CGB techniques. The data on students' chemistry learning motivation were analyzed using t-test, students' chemistry learning achievement data were analyzed using covariance analysis, and the effectiveness of the implementation of the CGB technique was analyzed using score conversion to a scale value of 5. The results showed no significant differences in motivation and learning achievement. students who take part in learning with the CGB technique and learning not with the CGB technique. The application of the CGB technique in the implementation of learning is quite effective in achieving learning objectives, judging from the results of filling in the observation sheet and respondent sheet for the effectiveness of the implementation of learning. ABSTRAKPenelitian bertujuan  mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan pada motivasi dan prestasi belajar kimia peserta didik kelas X SMKN 1 Krangkeng yang mengikuti pembelajaran dengan teknik Chemistry Golden Bell (CGB) dan pembelajaran tidak dengan teknik CGB jika pengetahuan awal kimia dikendalikan secara statistik. Desain penelitian menggunakan satu faktor dua sampel dan satu kovariabel. Populasi dari penelitian adalah peserta didik kelas X TKJ SMKN 1 Krangkeng berjumlah 69 terbagi dalam 3 kelas. Sampel penelitian sebanyak 46 peserta didik diambil secara purposive sampling  terbagi dalam 2 kelas, kelas eksperimen 22 sampel dan kelas kontrol 24 sampel. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data pengetahuan awal kimia, motivasi belajar kimia,prestasi belajar kimia dan data keefektifan pelaksanaan teknik CGB. Data motivasi belajar kimia peserta didik dianalisis menggunakan uji-t, data prestasi belajar kimia peserta didik dianalisis dengan menggunakan analisis kovariansi, dan keefektifan pelaksanaan teknik CGB dianalisis menggunakan konversi skor menjadi nilai skala 5. Hasil penelitian tidak ada perbedaan yang signifikan pada motivasi dan prestasi belajar peserta didik yang mengikuti pembelajaran dengan teknik CGB dan  pembelajaran tidak dengan teknik CGB. Penerapan teknik CGB dalam pelaksanaan pembelajaran cukup efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran, melihat dari hasil pengisian lembar observasi dan lembar responden untuk keefektifan pelaksanaan pembelajaran.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM KERANGKA PRAKTIK PENYELENGGARAAN PEMERINTAH NEGARA DENGAN MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN METODE QUESTIONING PADA KELAS X MULTIMEDIA SETIA WAHYUNINGSIH
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v2i3.1367

Abstract

The aims of this study are: (a) To reveal the effect of Questioning Method Learning on learning outcomes of Pancasila and Citizenship Education. (b) Want to know how far the understanding and mastery of Pancasila and Citizenship Education subjects are after the implementation of the Questioning Method Learning. This research uses three rounds of action research. Each round consists of four stages, namely: design, activities and observations, reflection, and revision. The target of this research is the students of Class X Multimedia. The data obtained in the form of formative test results, observation sheets of teaching and learning activities. From the results of the analysis, it was found that student learning achievement has increased from cycle I to cycle III, namely, cycle I (70%), cycle II (82%), cycle III (94%). The conclusion of this study is that the Questioning Method method can have a positive effect on the learning motivation of class X Multimedia students, and this learning model can be used as an alternative to Pancasila and Citizenship Education. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh Pembelajaran Metode Questioning terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan . (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan setelah diterapkannya Pembelajaran Metode Questioning Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas X Multimedia. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (70%,), siklus II (82%), siklus III (94%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode Metode Questioning dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa kelas X Multimedia , serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MEMBANGUN BUDAYA DISIPLIN PESERTA DIDIK MELALUI PENERAPAN MODEL KOMUNIKASI DUA TAHAP (TWO STEP FLOW OF COMMUNICATION) WARIEDA WARIEDA
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v2i3.1368

Abstract

Implementation of the guidance and counseling program in building a disciplined culture of students through the application of a two-step flow of communication model in class X TP 4, carried out in III cycles in cycle I a total of 7 students experienced a change in attitude or as much as 35%, in Cycle II rose to 13 students or about 65% and in cycle III to 90%, 20 students of class X TP 4 diligently attend school. The state of disciplined attitudes of students in class X TP 4 after following the application of the two-step flow of communication model, changes came not too late, a number of students were given special treatment. for the level of neatness of clothes and the way of speaking, there have been changes because they are supervised by parents as well as teachers at school. So in cycle III up from 20 students in class X TP 4 have undergone changes, are diligent and do not play truant when they are allowed to exist or do not enter, always provide a certificate from their respective parents. Can be categorized through the application of a two-step flow of communication model, can discipline students and have a disciplined attitude. ABSTRAKPelaksanaan program bimbingan dan konseling dalam membangun budaya disiplin peserta didik melalui penerapan model komunikasi dua tahap (two step flow of communication) di kelas X TP 4, dilaksanakan sebanyak III siklus pada siklus I sejumlah 7 peserta didik mengalami perubahan sikap atau sebanyak 35%, pada siklus II naik menjadi 13 peserta didik atau sekitar 65% dan pada siklus III menjadi 90%, 20 peserta didik kelas X TP 4 rajin bersekolah. Keadaan sikap disiplin peserta didik kelas X TP 4 setelah mengikuti penerapan model komunikasi dua tahap (two step flow of communication) perubahan datang tidak telat sejumlah peserta didik yang diberi perlakukan khusus, menurut keterangan orang tua mereka sudah tidak malas bangun, dan mau melaksanakan ibadah mau untuk tingkat kerapihan baju dan cara bertutur kata sudah mulai ada perubahan karena mereka di awasi oleh orang tua juga guru disekolah. Jadi pada siklus III naik dari 20 peserta didik di kelas X TP 4 sudah mengalami perubahan, sudah rajin dan tidak membolos ketika mereka ijin ada atau tidak masuk selalu memberikan surat keterangan dari orang tua masing-masing. Dapat dikategorikan melalui penerapan model komunikasi dua tahap (two step flow of communication), dapat mendisiplinkan peserta diidk dan memiliki sikap yang diisplin.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SAVI BERBASIS MEDIA GAME KAHOOT UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA SEKOLAH KEJURUAN NURUL FITRIANDARI
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v2i3.1369

Abstract

The competency of Online Business and Marketing skills requires students to be able to apply the basic skills to be a marketing and have the ability to practice sales. Class XII Product Arrangement Learning at SMKN 1 Kanor places more emphasis on developing student skills through practical materials, resulting in students becoming less interested in learning theoretical material which seems boring and less able to foster student creativity. In other words, the learning process experienced by students requires a creative passion rooted in students' natural curiosity and openness, namely by applying the SAVI (Somatic, Auditory, Visual, Intellectual) learning model to develop student learning creativity. Meanwhile, the Kahoot game media is used as a learning evaluation development to foster student interest so that it can encourage an increase in learning outcomes. This study is a Classroom Action Research (CAR) which consists of two cycles, with the research subject being 31 students of class XII BDP-1 at SMKN 1 Kanor in the odd semester of the 2021/2022 academic year. The results showed that the application of the SAVI learning model in Cycle 1 was 73.05% (good) and increased in Cycle 2 by 89.83% (very good), and the application of the Kahoot game media in Cycle 1 only reached 13 (41.94%). ) students who completed, experienced an increase in Cycle 2 as many as 28 (90.32%) students. Meanwhile, students' learning creativity showed an increase with the application of the SAVI learning model which was indicated by the novelty aspect (29.07%), flexibility aspect (35.49%), originality aspect (29.03%), elaboration aspect (35.49 %), and aspects of abstractness (38.71%). ABSTRAKKompetensi keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran menuntut siswa untuk dapat menerapkan dasar-dasar keterampilan menjadi seorang marketing dan memiliki kemampuan praktik penjualan. Pembelajaraan Penataan Produk kelas XII di SMKN 1 Kanor lebih menekankan pada pengembangan keterampilan siswa melalui materi praktik sehingga mengakibatkan siswa menjadi kurang tertarik untuk mempelajari materi teori yang terkesan membosankan dan kurang mampu menumbuhkan kreativitas siswa. Dengan kata lain, proses pembelajaran yang dialami oleh siswa membutuhkan adanya gairah kreatif yang berakar pada rasa keingintahuan dan keterbukaan alamiah siswa, yakni dengan menerapkan model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visual, Intelectual) untuk mengembangkan kreativitas belajar siswa. Sedangkan, media game Kahoot digunakan sebagai pengembangan evaluasi pembelajaran untuk memupuk ketertarikan siswa sehingga mampu mendorong terjadinya peningkatan hasil belajar. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, dengan subjek penelitian yakni siswa kelas XII BDP-1 di SMKN 1 Kanor pada semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022 yang berjumlah sebanyak 31 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran SAVI pada Siklus 1 sebesar 73,05% (baik) dan meningkat pada Siklus 2 sebesar 89,83% (sangat baik), serta penerapan media game Kahoot pada Siklus 1 hanya mencapai 13 (41,94%) peserta didik yang tuntas, mengalami peningkatan pada Siklus 2 sebanyak 28 (90,32%) peserta didik. Sedangkan, kreativitas belajar peserta didik menunjukkan adanya peningkatan dengan penerapan model pembelajaran SAVI yang ditunjukkan oleh aspek novelty (29,07%), aspek flexibility (35,49%), aspek originality (29,03%), aspek elaboration (35,49%), dan aspek abstractness (38,71%).
PENINGKATAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI KEUANGAN MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA SISWA KELAS XI AKL3 SMK NEGERI 1 SINJAI YUSUF YUSUF
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v2i3.1403

Abstract

This research is a classroom action research conducted at UPT SMK Negeri 1 Sinjai. The formulation of the problem in this study is whether financial accounting learning outcomes can be improved through problem-based learning in class XI AKL3 UPT SMK Negeri 1 Sinjai. This study aims to increase insight in learning strategies, increase interest and motivation as well as the ability to solve financial accounting problems through a problem-based learning model. The subjects in this study were students of class XI AKL3 UPT SMK Negeri 1 Sinjai for the academic year 2020/2021 as many as 30 students. The data collection technique used is through observation sheets, student responses and tests in the form of description tests. The action is given in two cycles. Analysis of research data is carried out by means of quantitative and qualitative data analysis. The research results obtained after the application of problem-based learning are students' financial accounting learning outcomes in the first cycle in the high category with a score interval of 6.5–8.4. From the average score of students, namely 6.87, student learning completeness is 71.05%. In the second cycle, the average score of students' financial accounting learning outcomes became 7,80 which was in the high category at an interval of 6.5–8.4 with an increase in learning mastery of 92.11%. From the results of the analysis above, it can be concluded that problem-based learning can improve financial accounting learning outcomes for students of class XI AKL3 UPT SMK Negeri 1 Sinjai. ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang dilaksanakan di UPT SMK Negeri 1 Sinjai. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar akuntansi keuangan dapat ditingkatkan melalui pembelajaran berbasis masalah pada siswa kelas XI AKL3 UPT SMK Negeri 1 Sinjai. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dalam strategi pembelajaran, meningkatkan minat dan motivasi serta kemampuan menyelesaikan masalah akuntansi keuangan melalui model pembelajaran berbasis masalah. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI AKL3 UPT SMK Negeri 1 Sinjai tahun pelajaran 2020/ 2021 asebanyak 30 orang siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui lembar observasi, tanggapan siswa dan tes dalam bentuk tes uraian. Pemberian tindakan dilakukan dalam dua siklus. Analisis data hasil penelitian dilakukan dengan cara melalui analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil-hasil penelitian yang diperoleh setelah penerapan pembelajaran berbasis masalah adalah hasil belajar akuntansi keuangan siswa pada siklus I berada pada kategori tinggi dengan interval skor 6,5–8,4. Dari skor rata-rata siswa yaitu 6,86 ketuntasan belajar siswa sebesar 71,05 %. pada siklus II skor rata-rata hasil belajar akuntansi keuangan siswa menjadi 7,80 yang berada pada kategori tinggi pada interval skor 6,5–8,4 dengan ketuntasan belajar yang meningkat sebesar 92,11 %. Dari hasil analisis di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan hasil belajar akuntansi keuangan siswa kelas XI AKL3 UPT SMK Negeri 1 Sinjai.
MEMFASILITASI PESERTA DIDIK MELALUI PETA KONSEP UNTUK MEMPERMUDAH PEMAHAMAN SISTEM HUKUM DAN PERADILAN INTERNASIONAL DALAM PEMBELAJARAN PKn DI SMKN 1 CIREBON ATIEK ROHMIYATI
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v2i3.1437

Abstract

Preliminary observation showed that students’ comprehension toward the meaning of Pancasila during civic education learning were inadequate. This was due to fact that most of the students regard civic education as a subject that lacks emphasis on reasoning. The author decides to use applicative student centered learning strategy in the law aspect of the life of nation and state. The author decided to use concept mapping learning model to raise students’ enthusiasm toward learning process to further improve students’ academic achievement, especially in civic education (PPKn). The classroom action research studied about the use of concept mapping model which was designed to facilitate students in understanding and practicing the lesson learned in their daily life as law-abiding citizens. The research was done in class XI RPL 2 of SMKN 1 Cirebon. The research result showed that concept mapping was essential in improving the students’ and teacher’s activities toward the learning process. Among the activities improved were students’ activities in taking part in the group/class discussions, students-teacher good relationship, good relationship among students and students’ participation in the learning process. The improvement in students’ active participation throughout the learning process had resulted in an improvement of students’ learning achievement. Concept mapping method enabled better students’ understanding toward law and international justice subject of civic education. ABSTRAKBerdasarkan hasil pengalaman di lapangan, siswa dalam proses pembelajaran kurang memahami pelajaran PPKn yang berkaitan pemahaman makna Pancasila karena pelajaran PPKn dianggap sebagai pelajaran yang kurang menekankan aspek penalaran, hal ini berdampak pada tidak adanya perubahan sikap pada siswa. Strategi pembelajaran berpusat pada siswa yang bersifat aplikatif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam koredor hukum. Penulis memilih model pembelajaran Peta Konsep sebagai upaya meningkatkan antusias siswa dalam proses pembelajaran sehingga mampu meningkatkan prestasi belajar siswa, dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Penelitian Tindakan Kelas ini mengkaji penerapan model Peta Konsep yang dirancang untuk memudahkan siswa memahami dan mengaplikasikan dalam kehidupan sebagai warganegara yang taat hukum. Penelitian ini dilakukan di kelas XI RPL 2 SMKN 1 Cirebon Tahun ajaran 2021/ 2022. Hasil penelitian tindakan kelas menunjukkan bahwa penerapan Peta Konsep mampu meningkatkan peran/aktivitas siswa maupun guru dalam proses pembelajaran yaitu mengembangkan kemampuan siswa dalam mengikuti diskusi kelompok/kelas, hubungan baik siswa dengan guru, hubungan baik siswa dengan siswa lain dan mengembangkan partisipasi siswa dalam pembelajaran. Peningkatan partisipasi aktif siswa selama proses pembelajaran sebagaimana disebutkan di atas diikuti dengan peningkatan prestasi belajar siswa. Peningkatan prestasi belajar melalui Peta Konsep mempermudah pemahaman system hukum dan peradilan Internasional dalam pembelajaran PPKn dibandingkan dengan temuan awal sebelum penelitian dilaksanakan.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR MATERI PROGRAM LINEAR FITRI SELLY HARYANI
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v2i3.1438

Abstract

Mathematics is a science that is always evolving in accordance with the demands of human needs for technology. Therefore mathematics is a subject that is taught at every level and type of education, according to the level of needs of each level and type of education. In Indonesia, mathematics is one of the main subjects at the basic education level, up to senior secondary education. This research is motivated by the low ability of students to understand mathematical concepts when learning has been done online for almost a year at home, which is now back again face to face at school with less study time than usual. This study aims to describe the results of the study showing that: (1) subjects with a high level of learning independence have excellent mathematical concept understanding abilities, because they can fulfill all indicators of concept understanding ability which consist of restating the concepts that have been given, classifying objects. based on mathematical concepts, applying concepts algorithmically, presenting concepts in various representations and linking various mathematical concepts; (2) subjects with moderate levels of learning independence have good mathematical concept understanding abilities, because they can fulfill three of the five indicators of concept understanding ability, namely classifying objects based on mathematical concepts, applying concepts in algorithms and presenting concepts in various representations; (3) subjects with low levels of learning independence have poor mathematical concept understanding abilities, because they only meet one of five indicators of concept understanding ability, namely classifying objects based on mathematical concepts. ABSTRAKMatematika merupakan ilmu yang selalu berkembang sesuai dengan tuntutan kebutuhan manusia akan teknologi. Oleh sebab itu matematika merupakan suatu mata pelajaran yang diajarkan disetiap jenjang dan jenis pendidikan, sesuai dengan tingkatan kebutuhan setiap jenjang dan jenis pendidikan. Di Indonesia, matematika merupakan salah satu mata pelajaran utama di jenjang pendidikan dasar, sampai dengan pendidikan menengah atas. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik disaat belajar yang pernah dilakukan secara online hampir satu tahun di rumah yang sekarang kembali lagi tatap muka di sekolah dengan waktu belajar yag lebih sedikit dari biasanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) subjek dengan tingkat kemandirian belajar tinggi memiliki kemampuan pemahaman konsep matematis yang sangat baik, karena dapat memenuhi semua indikator kemampuan pemahaman konsep yang terdiri dari menyatakan ulang konsep yang telah diberikan, mengklasifikasikan objek-objek berdasarkan konsep matematika, menerapkan konsep secara algoritma, menyajikan konsep dalam berbagai representasi dan mengaitkan berbagai konsep matematika; (2) subjek dengan tingkat kemandirian belajar sedang memiliki kemampuan pemahaman konsep matematis yang baik, karena dapat memenuhi tiga dari lima indikator kemampuan pemahaman konsep yaitu mengklasifikasikan objek-objek berdasarkan konsep matematika, menerapkan konsep secara algoritma dan menyajikan konsep dalam berbagai representasi; (3) subjek dengan tingkat kemandirian belajar rendah memiliki kemampuan pemahaman konsep matematis yang kurang baik, karena hanya memenuhi satu dari lima indikator kemampuan pemahaman konsep yaitu mengklasifikasikan objek-objek berdasarkan konsep matematika.
APLIKASI ZOOM MEETING PADA PEMBELAJARAN SECARA DARING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI MASA PANDEMI COVID-19 ANANG TATA TAWA
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v2i3.1439

Abstract

This research is a comparative description by comparing to determine the level of learning motivation of students in several online learning subjects with before using the Zoom Meeting Application and after using the Zoom Meeting Application. This research begins with: planning, implementation, observation, reflection, and conclusion. In planning, a guide for observing students' learning motivation is made with the indicators, preparing lesson plans, and teaching materials. For the implementation, online learning is carried out by comparing the behavior of students' activities in their learning activities, including in doing the tasks given. Furthermore, observations were made to obtain additional data as well as reflection later. The data obtained is then compared and analyzed between learning before using the Zoom Meeting application and learning data after using the Zoom Meeting application. From the data, it was finally concluded that the learning motivation of students in online learning will increase by using the Zoom Meeting application, this can be seen from the increase in the values ??of all subjects. Besides that, the application of the Zoom Meeting application makes it easier for teachers to convey their material and can supervise their students directly in online learning. ABSTRAKPenelitian ini bersifat deskripsi komparatif dengan membandingkan untuk mengetahui tingkat motivasi belajar peserta didik dalam beberapa mata pelajaran pembelajaran daring dengan sebelum menggunakan Aplikasi Zoom Meeting dan setelah menggunakan Aplikasi Zoom Meeting. Pada penelitian ini dimulai dengan : perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi, dan kesimpulan. Dalam perencanaan dibuatlah pedoman observasi terhadap motivasi belajar peserta didik dengan indikator-indikatornya, menyiapkan RPP, dan bahan ajar. Untuk pelaksanaan dilakukan pembelajaran secara daring dengan membandingkan perilaku aktivitas peserta didik dalam kegiatan belajarnya, termasuk dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. Selanjutnya dilakukan observasi untuk memperoleh data-data tambahan sekaligus nantinya dilakukan refleksi. Data-data yang diperoleh kemudian dikomparasi dan dianalisa antara pembelajaran sebelum menggunakan aplikasi Zoom Meeting dengan data-data pembelajaran setelah menggunakan aplikasi Zoom Meeting. Dari data tersebut akhirnya diperoleh kesimpulan bahwa motivasi belajar peserta didik pada pembelajaran secara daring akan meningkat dengan menggunakan aplikasi Zoom Meeting, hal ini bisa dilihat dari meningkatnya nilai-nilai dari semua mata pelajaran. Disamping itu juga dengan penerapan aplikasi Zoom Meeting memudahkan guru dalam menyampaikan materinya serta dapat mengawasi peserta didiknya secara langsung dalam pembelajaran daring.
BEST PRACTICE PENERAPAN BLENDED E-LEARNING BERBASIS SISWA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SMK NEGERI 1 JUWIRING ABDUL AZIS
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v2i3.1453

Abstract

This best practice aims to facilitate distance learning (online), make learning more interactive and fun, encourage students to “run” (Learn fluently independently). Independent Fluency Learning (BERLARI) is carried out through several stages, namely preparation, implementation and evaluation. Learning English which was developed with the concept of "BERLARI" namely Independent Fluent Learning through blended e-learning can improve various aspects, including mastery of information technology and computers, which are very important in learning so that participants will be more active in learning material online. The implementation of learning is more effective and efficient because it is not limited by space and time. The evaluation is more effective and efficient because the results can be known more quickly in real time. ABSTRAKBest practice ini bertujuan untuk memfasilitasi pembelajaran jarak jauh (daring), menjadikan pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan, mendorong siswa untuk “Berlari” (Belajar Lancar Mandiri). Belajar Lancar Mandiri (BERLARI) dilaksanaan melalui beberapa tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pembelajaran Bahasa Inggris yang dikembangkan dengan konsep “BERLARI” yaitu Belajar Lancar Mandiri melalui blended e-learning dapat meningkatkan berbagai aspek antar lain penguasaan teknologi informasi dan komputer sangat penting dalam pembelajaran sehingga peserta akan lebih aktif dalam mempelajari materi secara daring/online. Pelaksanaan pembelajaran lebih efektif dan efisien karena tidak terbatas ruang dan waktu. Pelaksanaan evaluasi lebih efektif dan efisien karena hasil bisa lebih cepat di ketahui secara real time.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN JIGSAW DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA MATERI PEMBUATAN BAKSO SMKN I KAIAMANA YE’ MAS’ UD
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v2i3.1496

Abstract

This study aims to increase student learning activity in the material for making meatballs at SMKN I Kaiamana. This research is a classroom action research with the application of the learning model used in this case is a jigsaw cooperative learning model. It is clear that the application of the jigsaw type of cooperative learning model has succeeded in increasing the value of learning activity, it is observed that in each cycle there is an increase in the value of student activity. This is also inseparable from the seriousness and willingness of the researchers and their colleagues to become observers who assist in making careful observations and providing advice in every step of learning carried out at each meeting. The researcher hopes that there will be other studies that will be carried out by different researchers, to develop this research and make the results of this research as a reference for the development of future research. Based on the results of the study, it can be concluded that the application of the jigsaw type cooperative learning model can increase the activeness of the learning process in the APHPi major in class XI SMK Negeri 1 Kaimana in the 2022/2023 academic year. This can be proven by increasing the value of student learning activity from cycle I with an average value classically of 52.5% to cycle II with an active value of 80% or an increase of 27.5% with the achievement of increasing the value of activeness by 75 % on each indicator observed during learning ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa pada materi pembuatan bakso SMKN I Kaiamana. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan penerapan model pembelajaran yang digunakan dalam hal ini adalah model pembelajaran koopratip tipe jigsaw. Tampak jelas penerapan model pembelajaran koopratif tipe jigsaw berhasil menaikkan nilai keaktifan pembelajaran, ini di amati bahwa pada setiap siklusnya terjadi peningkatan nilai keaktifan siswa. Hal ini juga tidak terlepas dari kesungguhan dan kemauan yang cukup besar dari peneliti serta teman sejawat sekali menjadi observer yang membantu dalam melakukan pengamatan secara teliti dan memberikan saran dalam setiap langkah pembelajaran yang dilakukan pada setiap pertemuan. Peneliti berharap akan ada penelitain yang lain yang akan di lakukan oleh peneliti yang berbeda, untuk melakukan pengembangan peneltian ini dan mejadikan hasil peneltian ini sebagai acuan bagi pengembangan penelitian berikutnya. Berdasarkan hasil dari penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan keaktifan proses pembelajaran pada jurusan APHPi kelas XI SMK Negeri 1 Kaimana Tahun Ajaran 2022/2023. Hal ini dapat di buktikan dengan peningkatan nilai keaktifan belajar siswa dari siklus I dengan nilai rata-rata secara klasikal sebesar 52,5% ke siklus II dengan nilai keaktifan sebesar 80% atau mengalami peningkatan sebesar 27,5% dengan ketercapaian peningkatan nialai keaktifan sebesar 75% pada setiap indikator yang di amati pada saat pembelajaran

Page 1 of 2 | Total Record : 11